Jejak Kepemimpinan Tujuh Presiden RI Dipamerkan di Sarinah, Angkat Inspirasi dari Arsip Sejarah
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 20 Agt 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, 20 Agustus 2022 — Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menggelar Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan bertema “Indonesia Menjawab” di Sarinah, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 13–22 Agustus 2022 ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang ingin menelusuri perjalanan sejarah kepemimpinan Indonesia melalui arsip-arsip resmi negara.

Foto Humas Kemensetneg
Pameran tersebut menampilkan 104 foto, 44 dokumen tekstual, empat video, serta dua rekaman audio yang merekam kiprah tujuh Presiden Republik Indonesia, mulai dari era Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo. Berbeda dari tahun sebelumnya, pameran kali ini menekankan pada bagaimana para pemimpin bangsa menghadapi berbagai tantangan selama masa pemerintahan mereka.
Arsiparis Ahli Muda Biro Tata Usaha dan Arsip Kepresidenan Kemensetneg, Achmad Fauzan, menjelaskan bahwa konsep pameran dirancang lebih mendalam agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memahami proses dan dinamika kepemimpinan nasional.
“Melalui arsip ini, kami ingin menunjukkan bagaimana para presiden menghadapi tantangan dan menghasilkan kebijakan penting yang dapat menjadi inspirasi, terutama bagi generasi milenial,” ujarnya.
Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat melihat arsip pidato Presiden Soekarno tentang pemberantasan buta huruf pada 1962 di Semarang. Arsip tersebut menegaskan pentingnya kualitas sumber daya manusia sebagai kunci kemajuan bangsa. Selain itu, terdapat pula arsip pidato Soekarno di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tengah diajukan sebagai Memory of the World oleh UNESCO melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Memasuki era Presiden Soeharto, arsip yang ditampilkan menyoroti kebijakan pengendalian pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB) serta upaya stabilisasi ekonomi lewat gerakan menabung.

Foto Humas Kemensetneg
Sementara itu, masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie digambarkan melalui arsip reformasi yang menandai lahirnya kebebasan pers, amandemen UUD 1945, serta penguatan penegakan hukum dan hak asasi manusia.
Pada era Presiden Abdurrahman Wahid, arsip menunjukkan kebijakan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Sedangkan pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri, ditampilkan tonggak sejarah pelaksanaan pemilihan presiden secara langsung serta upaya pemberantasan korupsi dan terorisme.
Di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, arsip menyoroti kebijakan menjaga stabilitas ekonomi pascabencana tsunami Aceh serta dinamika otonomi daerah. Adapun pada era Presiden Joko Widodo, arsip menampilkan berbagai kebijakan strategis dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Selain sebagai sarana edukasi publik, arsip-arsip tersebut juga akan dimanfaatkan dalam program Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan (KTSS). Program pelatihan kearsipan yang melibatkan tujuh negara, yakni Kamboja, Vietnam, Laos, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini, dan Fiji, dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus hingga 6 September 2022.
Melalui pameran ini, Kemensetneg berharap arsip tidak hanya menjadi dokumen historis, tetapi juga media pembelajaran yang relevan dan inspiratif bagi masyarakat luas.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar