RSU Bali Jimbaran dan FKIK Unwar Perkuat Kompetensi Medis Lewat Pelatihan PPI dan Resusitasi Bayi Baru Lahir
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 10 Nov 2025
- print Cetak

Suasana pelatihan di ruang diklat RSU Bali Jimbaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR — Komitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kembali ditunjukkan RSU Bali Jimbaran melalui pelatihan intensif yang digelar Jumat, 7 November 2025. Bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar), kegiatan ini menghadirkan dua topik vital bagi tenaga medis, yakni Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Resusitasi Neonatus.
Kegiatan yang berlangsung di ruang diklat RSU Bali Jimbaran ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) FKIK Unwar, dan diikuti oleh 20 tenaga medis dari berbagai unit, seperti perawat UGD, perawat rawat inap dan NICU, dokter jaga, serta petugas laboratorium.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias, menyadari pentingnya pelatihan ini dalam menunjang keselamatan pasien dan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.


Penyampaian materi PPI oleh dr Marta Setiabudy, M.Biomed., Sp.MK.
Sesi pertama dipandu oleh dr Marta Setiabudy, M.Biomed., Sp.MK, yang menekankan urgensi disiplin terhadap prinsip PPI. Ia menjelaskan bahwa penerapan PPI bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari budaya keselamatan pasien yang wajib dijalankan setiap tenaga kesehatan.
“Kepatuhan kita menjalankan kewaspadaan standar seperti kebersihan tangan, penggunaan APD yang benar, serta kepatuhan pada prosedur sterilisasi adalah benteng pertama kita. Kalau lalai, risiko penularan infeksi meningkat berkali lipat,” tegas dr Marta.

Ia juga menyinggung dasar hukum penerapan PPI berdasarkan Permenkes No. 27 Tahun 2017, yang mewajibkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan menerapkan standar PPI untuk melindungi pasien, tenaga medis, dan lingkungan. Ketidakpatuhan terhadap PPI dapat berdampak hukum, seperti sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional rumah sakit.
Dari sisi manfaat, penerapan PPI yang efektif terbukti mampu mencegah infeksi nosokomial, menurunkan angka kesakitan, mendukung akreditasi rumah sakit, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

dr Putu Ayunda Trisnia, Sp.A membagian materi mengenai teknik resusitasi bayi.
Sesi kedua dibawakan oleh dr Putu Ayunda Trisnia, Sp.A, yang mengupas materi Resusitasi Neonatus. Dalam pelatihan ini, peserta dilatih mengenali tanda-tanda bayi mengalami asfiksia serta langkah penanganan cepat dan tepat. Menurutnya, resusitasi bayi baru lahir adalah keterampilan vital bagi seluruh tenaga medis, karena kegawatdaruratan neonatus dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons dalam hitungan detik.
“Detik pertama kehidupan sangat menentukan. Resusitasi yang benar bukan hanya menyelamatkan nyawa bayi, tapi juga mencegah kecacatan jangka panjang,” ujar dr Ayunda.
Melalui sesi praktik dan simulasi, para peserta mempelajari tahapan-tahapan resusitasi dengan standar terbaru. Pelatihan ini menegaskan pentingnya pembelajaran berkelanjutan agar kompetensi tenaga medis tetap terjaga dan pelayanan perinatal semakin berkualitas.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif antara pemateri dan peserta, membahas berbagai tantangan lapangan dalam penerapan PPI maupun penanganan kegawatdaruratan neonatal.
Sinergi antara FKIK Unwar dan RSU Bali Jimbaran ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas tenaga medis, meningkatkan keselamatan pasien, serta memperkokoh citra RSU Bali Jimbaran sebagai rumah sakit yang berorientasi pada mutu dan keselamatan layanan. (Tim)

viagra x tadalafila is
14 Januari 2026 3:11 AMan option for men to treat Erectile Dysfunction (ED).
It is also used recreationally.