Pegadaian Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
- account_circle Admin
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bantuan tahap kedua difokuskan pada kebutuhan logistik warga terdampak sebagai bagian dari Program Pegadaian Peduli.
LOMBOK TENGAH – PT Pegadaian (Persero) kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membantu warga memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascakebakaran.
Penyaluran dilakukan melalui PT Pegadaian (Persero) Kanwil Bali Nusra bersama PT Pegadaian (Persero) Area Ampenan. Bantuan diberikan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang terdampak di lapangan.

Sejak musibah kebakaran terjadi, Pegadaian telah memberikan bantuan tahap pertama berupa sembako serta sejumlah sarana dan prasarana yang dibutuhkan warga dalam kondisi darurat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil Bali Nusra, Edy Purwanto, mengatakan respons bantuan dilakukan sejak awal kejadian sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak.
“Sesaat setelah musibah kebakaran terjadi, kami langsung berupaya memberikan bantuan tahap pertama berupa sembako serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat. Ini merupakan bentuk kepedulian PT Pegadaian (Persero) untuk hadir dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujar Edy.

Pegadaian kemudian menyiapkan bantuan tahap berikutnya yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga selama masa pemulihan.
“Untuk tahap berikutnya, kami akan kembali menyalurkan bantuan logistik seperti sembako dan kebutuhan lainnya. Bantuan tahap kedua ini kami siapkan untuk melanjutkan dukungan kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan,” jelas Edy.
Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Ampenan, Taufan Nugroho, menegaskan bahwa penyaluran bantuan secara bertahap merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tetap mendampingi masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami berupaya memastikan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Setelah bantuan tahap pertama disalurkan sesaat setelah kejadian, kami kembali berkoordinasi untuk memberikan bantuan tahap berikutnya sesuai dengan kebutuhan warga terdampak,” ungkap Taufan.

Menurut Taufan, kebutuhan warga tidak berhenti ketika masa tanggap darurat dimulai. Kebutuhan logistik dan dukungan lainnya tetap diperlukan hingga masyarakat memasuki tahapan pemulihan.
Karena itu, Pegadaian berupaya memantau perkembangan kondisi masyarakat serta menyesuaikan bentuk bantuan dengan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Penyaluran bantuan untuk korban kebakaran Desa Adat Sade tersebut merupakan bagian dari Program Pegadaian Peduli, yang menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat di wilayah operasionalnya.
Melalui bantuan tersebut, Pegadaian berharap dapat meringankan beban warga yang terdampak sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan pascakebakaran.
Pegadaian Kanwil Bali Nusra dan Area Ampenan juga menyatakan akan terus berkoordinasi serta memantau kondisi masyarakat terdampak untuk melihat kebutuhan lanjutan yang diperlukan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar