Mitsubishi Estate Hadirkan Sira Village di Bali, Targetkan Pulau Dewata Jadi Destinasi Wisata Belanja Premium Asia Tenggara
- account_circle Ray
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Bali – Bali bersiap memiliki destinasi wisata belanja berskala internasional. Mitsubishi Estate Group bersama PT Bali Turtle Island Development (BTID) akan menghadirkan Sira Village – Grand Outlet Bali, pusat perbelanjaan outlet terbesar dan pertama di Pulau Dewata yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 31 Juli 2026.
Berlokasi di kawasan Kura Kura Bali, proyek seluas 4,7 hektare ini akan menghadirkan lebih dari 100 merek global dan menawarkan konsep wisata belanja yang dipadukan dengan panorama laut, budaya Bali, serta pengalaman kuliner tepi pantai.
Presiden Direktur Kura Kura Bali, Tuti Hadiputranto, mengatakan kehadiran Sira Village merupakan bagian dari visi untuk menghadirkan destinasi gaya hidup baru yang tetap berakar pada identitas budaya Bali.
“Hadirnya Sira Village mencerminkan visi kami untuk menciptakan destinasi di mana pengalaman gaya hidup global dan identitas budaya Bali dapat hidup berdampingan secara harmonis. Ini bukan semata tentang ritel, tetapi tentang membentuk pengalaman waterfront lifestyle baru bagi Bali,” ujarnya.
Terletak sekitar 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melalui Jalan Tol Bali Mandara dan Bypass Ngurah Rai, kawasan ini dinilai memiliki akses strategis yang menghubungkan pusat-pusat pariwisata utama di Bali.
Berbeda dengan pusat perbelanjaan pada umumnya, Sira Village dirancang sebagai kawasan terbuka yang menggabungkan aktivitas belanja, rekreasi, dan hiburan. Pengunjung nantinya dapat menikmati berbagai merek internasional seperti Kate Spade, Calvin Klein, Lacoste, Tommy Hilfiger, Adidas, Puma, Nike, Coach, Marc Jacobs, hingga BOSS dalam satu kawasan.
Selain itu, sejumlah merek yang belum pernah hadir di Bali bahkan Indonesia juga akan membuka gerai perdananya di lokasi ini, termasuk toko buku Kinokuniya dan Hazelwood.
Konsep outlet yang diterapkan memungkinkan pengunjung memperoleh produk premium dengan harga yang lebih kompetitif sepanjang tahun. Strategi tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk-produk kelas dunia.
Di tengah dominasi merek internasional, Sira Village juga menyiapkan ruang bagi produk lokal melalui kehadiran Alun-Alun Indonesia yang menampilkan berbagai karya dan produk unggulan Nusantara, termasuk kurasi khusus merek-merek lokal Bali.
Tidak hanya berfokus pada sektor ritel, kawasan ini juga akan menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya Bali, pameran desain, seni interaktif, hingga program berbasis komunitas yang diharapkan mampu memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan industri pariwisata modern.
Dari sisi lingkungan, pengelola menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Saat ini Sira Village tengah dalam proses memperoleh Sertifikasi BCA Green Mark Gold yang mencerminkan penerapan prinsip bangunan ramah lingkungan dan efisiensi operasional.
Mitsubishi Estate menyebut pendekatan tersebut sebagai filosofi “Second Life”, yakni memperpanjang siklus hidup produk berkualitas melalui konsep outlet sekaligus mendorong pola konsumsi yang lebih berkelanjutan.
Presiden Direktur PT Mitsubishi Estate Indonesia, Yoshinori Nakamura, menilai Bali memiliki posisi strategis dalam pengembangan destinasi gaya hidup kelas dunia.
“Kami sangat antusias memperluas jejak Mitsubishi Estate melalui proyek ikonik ini di Bali. Kehadiran kami di dalam Kawasan Ekonomi Khusus yang prestisius ini merupakan peluang untuk memperkuat portofolio premium sekaligus berkontribusi terhadap masa depan sektor pariwisata dan ritel Indonesia,” katanya.
Kehadiran Sira Village diharapkan tidak hanya memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi wisata internasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan investasi, serta pengembangan sektor pariwisata berbasis pengalaman.
Sebagai bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang ditetapkan pemerintah pada 2023, proyek ini menjadi salah satu pengembangan strategis yang diproyeksikan mendukung transformasi Bali dari destinasi wisata konvensional menjadi pusat gaya hidup, kreativitas, dan ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar