Racun Lebah Buka Harapan Baru Pengobatan Kanker Payudara
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peneliti Temukan Senyawa Melittin Mampu Hancurkan Sel Kanker Agresif dalam Waktu Kurang dari Satu Jam
DENPASAR – Dunia medis diguncang oleh sebuah temuan mengejutkan yang berpotensi mengubah arah pengobatan kanker. Para peneliti menemukan bahwa racun lebah, khususnya senyawa bernama melittin, mampu menghancurkan seluruh sel kanker payudara agresif hanya dalam waktu kurang dari 60 menit saat diuji di laboratorium.
Lebih mengagumkan lagi, racun lebah ini tidak merusak sel-sel sehat di sekitarnya, menjadikannya harapan baru dalam pengembangan terapi kanker yang lebih selektif dan minim efek samping.
Dalam hasil riset yang dilaporkan sejumlah ilmuwan dari Australia dan Inggris, dijelaskan bahwa melittin bekerja dengan cara melubangi membran sel kanker serta mengganggu sistem sinyal internalnya, sehingga tumor kehilangan kemampuan untuk tumbuh dan menyebar.
Salah satu peneliti yang terlibat dalam studi tersebut menyebut bahwa keunggulan utama melittin terletak pada ketepatan sasarannya.
“Berbeda dengan kemoterapi yang menyerang seluruh tubuh, melittin hanya menargetkan sel kanker tanpa merusak jaringan sehat,” ungkapnya.
Saat ini, para ilmuwan tengah berupaya mengembangkan metode penghantaran melittin dalam dosis terkontrol, agar dapat digunakan secara aman pada manusia. Jika berhasil, terapi berbasis racun lebah ini berpotensi menjadi terobosan besar dalam pengobatan kanker payudara, khususnya tipe agresif seperti triple-negative.
Penemuan ini menjadi bukti bahwa alam masih menyimpan banyak solusi medis yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Racun lebah, yang selama ini dikenal berbahaya, kini justru membuka jalan baru menuju pengobatan kanker yang lebih alami dan presisi.
Kadang, obat terbaik memang datang dari sengatan kecil yang menyembuhkan. (Tim)

ik4kll
21 Oktober 2025 12:11 AM