Jangan Peras Tenaga Lansia! ARUN Bali Tegaskan Pemerintah Perhatikan Lansia
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Organisasi Masyarakat (Ormas) Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali lakukan Kunjungan Sosial ke Panti Sosial Tresna Wredha (PSTW) Wana Seraya sambil membagikan sembako bagi 37 lansia yang dirawat di panti tersebut, Denpasar, Minggu (9/11/2025).

Panti ini merupakan tempat perawatan bagi lanjut usia yang membutuhkan perawatan kesehatan dan perawatan jangka panjang, jadi berbeda dengan Panti Jompo yang merupakan tempat perawatan bagi lanjut usia yang membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari.

Seperti ungkapan dari ketua ARUN Provinsi Bali, Ir Anak Agung Gede Rama Pujawan Dalem SH MH MCI., yang didampingi langsung Sekretaris ARUN Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, ST., dalam kegiatan bakti atau amal untuk sesama umat manusia dimana sebagai warga negara Indonesia berkewajiban untuk saling membantu, sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terhadap orang tua yang telah berjasa bagi kehidupan kita.

“Kami di Bali baru 1 tahun”
ARUN merupakan organisasi nonpemerintah yang didedikasikan untuk advokasi dan pembelaan terhadap kepentingan masyarakat Nusantara yang berdiri sejak 2016 (9 tahun), dengan komitmen memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat yang rentan dan kurang terwakili.
“Kepedulian terhadap para lansia adalah bagian dari nilai kemanusiaan yang harus terus dipupuk, sejalan dengan cita-cita ARUN untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur menuju Indonesia Emas 2045, ” Jelasnya.

Anak Agung Mirah Trimala Dewi, mewakili Kepala PSTW Wana Seraya yang masih berhalangan hadir, menyebutkan banyak terima kasih atas perhatiannya.
“Keperluan manula disini selain sembako juga keperluan mandi, popok dewasa dan lainnya”
Ditanya bagaimana agar lansia diluaran sana bisa ikut dirawat disini, dirinya menerangkan bahwa bisa dilaporkan dari desa setempat, lalu akan diajukan ke dinas sosial setelah itu akan disurvei untuk bisa ikut bergabung disini.

Lanjut, Anak Agung Gede Agung Aryawan (Gung De) juga menyentil bahwa lansia tidak boleh lagi bekerja atau dipekerjakan dan sesungguhnya secara hukum pemerintah wajib dalam menjaga mereka.
“Mereka sudah tidak layak dipekerjakan disanalah pemerintah harus hadir dengan anggaran yang dimiliki dan CSR (Corporate Social Responsibility) yang ada”
Seperti fakta di masyarakat ada lansia yang masih dipekerjakan sebagai tukang parkir, “jadi sepertinya lansia diperas tenaganya untuk membiayai orang yang besar – besar dan kuat di kantor PD Parkir, disinilah pemerintah harus hadir memberi keadilan”

Menemui lansia Gusti Ayu Made Wetri, yang mendapat perawatan di PSTW Wana Seraya, menyebutkan bahwa dirinya lebih suka disini karena banyak teman dan banyak kegiatan daripada dirumah sendiri.
“Saya baru diajak tensi sama geg Mirah (perawat) baru pulang, disini baik – baik gak ada yang galak, ” Ungkapnya.

Kemudian lansia yang berasal dari luar Bali asal Semaran, Waginem juga merasa nyaman dan senang tinggal disini.

“Enak sekali, banyak teman. Saya Waginem dari Semarang asal aslinya dari Magetan, Madiun. Saya gak punya anak, tapi bos china sering tengok saya kesini, ” Pungkasnya. (Ray)

Saat ini belum ada komentar