Israel Serahkan Sistem Pertahanan Laser Iron Beam Siap Tempur kepada Militer
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- print Cetak

Sistem pertahanan udara laser berdaya tinggi Iron Beam operasional pertama milik IDF, yang ditampilkan saat upacara serah terima di fasilitas Rafael Advanced Defense Systems, 28 Desember 2025. (Kantor Menteri Pertahanan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ISRAEL – Kementerian Pertahanan Israel secara resmi menyerahkan sistem pertahanan udara berbasis laser berkekuatan tinggi pertama yang siap operasional, bernama Iron Beam, kepada Angkatan Pertahanan Israel (IDF).
Sistem yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Rafael Advanced Defense Systems ini akan dioperasikan oleh Angkatan Udara Israel dan diintegrasikan ke dalam jaringan pertahanan udara berlapis yang telah ada, seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow.
Iron Beam telah melalui serangkaian uji coba intensif dan terbukti mampu mencegat roket, mortir, serta pesawat nirawak.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut penyerahan sistem ini sebagai momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya di dunia teknologi laser berkekuatan tinggi mencapai tahap kematangan operasional. Ia menegaskan bahwa kehadiran Iron Beam mengubah peta pertahanan udara dan menjadi sinyal tegas bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai ancaman.
Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, Amir Baram, menyatakan bahwa penyerahan ini menandai peralihan dari fase pengembangan menuju produksi massal. Menurutnya, Iron Beam merupakan awal dari revolusi teknologi pertahanan yang tidak hanya meningkatkan kemampuan perlindungan Israel, tetapi juga menekan biaya intersepsi dibandingkan penggunaan rudal konvensional yang jauh lebih mahal.

Pejabat senior pertahanan dan industri Israel menghadiri upacara serah terima sistem pertahanan udara laser Iron Beam di fasilitas Rafael Advanced Defense Systems, 28 Desember 2025. (Kantor Menteri Pertahanan)
Kepala Staf Angkatan Udara Israel, Mayor Jenderal Tomer Bar, menilai Iron Beam sebagai komponen krusial dalam sistem pertahanan udara nasional, terutama setelah pengalaman operasional militer dalam konflik bersenjata beberapa waktu terakhir. Sementara itu, CEO Rafael, Yoav Turgeman, menyampaikan kebanggaannya karena berhasil menghadirkan sistem laser paling maju untuk menghadapi ancaman udara, bahkan di tengah situasi pertempuran yang intens.
Sistem laser pada Iron Beam dipasok oleh Elbit Systems. Presiden sekaligus CEO Elbit Systems, Bezhalel Machlis, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus mengembangkan solusi laser berdaya tinggi bagi kebutuhan militer di masa depan.
Iron Beam juga dikenal dengan nama Ibrani Or Eitan, yang berarti “Cahaya Eitan”, sebagai penghormatan kepada Kapten Eitan Oster, seorang komandan unit komando Egoz yang gugur dalam pertempuran melawan Hizbullah di Lebanon selatan pada Oktober 2024. Dalam seremoni penyerahan, ayah Eitan yang turut terlibat dalam pengembangan sistem tersebut membacakan doa Shehecheyanu sebagai ungkapan syukur atas momen bersejarah itu.

Sistem pertahanan udara berbasis laser “Iron Beam” terlihat mencegat sebuah target di wilayah selatan Israel, Maret 2022. (Kementerian Pertahanan)
Pengembangan Iron Beam telah berlangsung lebih dari satu dekade sejak pertama kali diperkenalkan pada 2014, dan dinyatakan operasional pada September lalu setelah menyelesaikan tahap akhir pengujian. Sistem ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan Iron Dome, melainkan melengkapi sistem pertahanan yang ada dengan menangani ancaman proyektil kecil, sementara sasaran yang lebih besar tetap dihadapi oleh sistem berbasis rudal.
Keunggulan utama Iron Beam terletak pada efisiensi biaya dan ketersediaan “amunisi” selama pasokan energi tetap terjaga. Meski demikian, sistem ini memiliki keterbatasan, terutama dalam kondisi cuaca buruk atau jarak pandang rendah yang dapat memengaruhi kinerja laser.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar