Racun Lebah Berpotensi Jadi Terobosan Pengobatan Kanker
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PERTH, AUSTRALIA – Siapa sangka, sengatan lebah yang biasanya ditakuti manusia justru menyimpan harapan baru dalam dunia medis. Peneliti dari Harry Perkins Institute of Medical Research menemukan senyawa utama dalam racun lebah, yaitu melittin, mampu menghancurkan sel kanker payudara agresif hanya dalam waktu 60 menit, tanpa merusak sel sehat.
Dalam uji laboratorium, melittin juga menunjukkan kemampuan luar biasa: dalam kurun 20 menit, senyawa ini berhasil memblokir dua sinyal utama pemicu pertumbuhan kanker, yaitu EGFR (epidermal growth factor receptor) dan HER2 (human epidermal growth factor receptor 2). Kedua protein ini dikenal sebagai pendorong perkembangan dan penyebaran kanker payudara yang paling sulit ditangani.
Penelitian awal pada tikus memperlihatkan hasil yang lebih menjanjikan. Saat melittin dikombinasikan dengan kemoterapi, efektivitas pengobatan meningkat signifikan, memberi harapan akan lahirnya terapi baru yang lebih ampuh.
Meski demikian, peneliti utama, Dr. Ciara Duffy, menegaskan bahwa uji klinis pada manusia tetap diperlukan untuk memastikan keamanan, dosis tepat, serta dampak jangka panjang dari penggunaan melittin.
“Temuan ini menunjukkan bahwa senyawa alami, bahkan dari makhluk sekecil lebah, dapat menginspirasi pendekatan baru dalam menghadapi penyakit paling mematikan,” kata Duffy.
Kanker payudara hingga kini masih menjadi salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di dunia. Jika racun lebah benar-benar bisa dikembangkan menjadi terapi, bukan tidak mungkin dunia akan memasuki babak baru dalam perang melawan kanker, dengan harapan yang datang dari sengatan kecil. (Tim)

Saat ini belum ada komentar