Connect with us

Olahraga

Kaget! Gung Kompiang Sebut Siap Jadi Ketua KONI Bali

Published

on

A.A. Kompiang Gede menyatakan siap untuk menjadi Calon Ketua KONI Bali

GATRA DEWATA | BALI | Maksud hati hendak menanyakan sindiran kisruh KNPI, malah mendapatkan berita emas dari Adv. A.A. Kompiang Gede, SH.MH.CIL. Bukan hal yang tabu bila tokoh masyarakat sekelas Gung Kompiang ingin menduduki posisi jabatan sebagai calon Ketua Pengprov KONI Bali, yang sebentar lagi mengadakan pemilihan ini.

Dirinya menceritakan sekelumit kisahnya dalam bidang olahraga, bahwa pengalamannya pernah menjadi wasit nasional Forki, sebagai pendiri perguruan karate Wadokai Bali, serta seabreg pengalaman sebagai pemimpin, Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Bali, Direktur DPW LBH Garda Keadilan Nusantara, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Denpasar, Kerta Desa Bendesa Adat Denpasar, ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Bali, dan lainnya.

Pengalaman ini tentu menjadi sebuah modal untuk bisa meraih posisi sebagai ketua KONI Bali menggantikan I Ketut Swandi yang sudah 2 kali masa jabatan. Tentu ini menjadi kesempatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata dan kedudukannya bisa dibilang sejajar dengan nantinya dengan calon-calon lainnya kelak.

Dirinya juga mengatakan bahwa seorang ketua KONI Bali harus mampu membawa olahraga bisa menjadi sebuah industri yang bisa menghasilkan guna dapat menopang kemajuan olahraga Bali di masa mendatang.

“Jangan masih berpikir olahraga hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah saja, “ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa kepemimpinan KONI Bali haruslah ada regenerasi, jangan seperti KNPI yang sudah kira-kira 11 tahun hampir 4 periode tidak ganti-ganti kepemimpinan. Angkatan ke 3 wasit Nasional Forki ini juga mengatakan siap akan menjadi calon ketua KONI Bali bila dukungan nanti mengarah kepada dirinya.

“Secara umum dimanapun organisasi ada masa berakhirnya, seperti Presiden ada 2 kali periode. Seperti ketua KONI Swandi yang dicanangkannya dulu sudah bagus, dalam PON juga bagus dan kalo bisa dipertahankan serta ditingkatkan, “tambahnya, Sabtu (05/02/2022), di D’Coffit, Kedai Coffe Nikmat miliknya.

Bila nantinya dirinya diberikan kepercayaan, dirinya akan berbuat yang sama bahkan lebih dari apa yang sudah dilakukan ketua sebelumnya.

“Saya siap menerima amanah itu, “tekannya.

Dirinya juga pernah juga menyelenggarakan kegiatan kejuaraan Wadokai Open yang bersifat Nasional,

Kejuaraan Wadokai Open Piala Pemuda Pancasila yang pertama (2017).

“2019 sudah covid, dan 2021 ada PON, jadi semuanya tertunda. Rencananya saya tahun ini (2022) saya buat, “sebutnya.

Memang benar apa yang diungkapkan oleh Gung Kompiang bahwa kepengurusan KONI haruslah ada regenerasinya, bahkan itu juga sudah tertuang dalam aturan main.

“Saya juga sebagai Kerta Desa yang artinya pengawasan dalam kinerja juga biasa saya lakukan, “pungkasnya. (Ray)


Kebanggaan sebagai wartawan adalah selalu silahturahmi kepada semua pihak, tetap belajar dan selalu konfirmasi dalam pemberitaan yang adil dan berimbang.

Daerah

Pangdam Zamroni Buka Turnamen Voli Pantai di Sanur

Published

on

DENPASAR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodam IX/Udayana menggelar Open Tournament Piala Panglima TNI Cabang Olahraga Voli Pantai yang berlangsung di Pantai Bangsal, Sanur, Denpasar, pada 9–13 Desember 2024. Acara pembukaan turnamen ini diresmikan langsung oleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P., M.Si.

Turnamen Voli Pantai ini merupakan bagian dari serangkaian pertandingan yang diselenggarakan oleh TNI di seluruh Indonesia dalam rangka memperebutkan Piala Panglima TNI. Di antara berbagai cabang olahraga lainnya, seperti Turnamen Menembak di Jakarta, Badminton di Bandung, Triathlon di Surabaya, Tinju di Ambon dan Paralayang di Lombok, Turnamen Voli Pantai di Bali menjadi salah satu ajang yang paling dinanti.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Pangdam Zamroni menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan dan meningkatkan prestasi serta sportivitas para atlet, prajurit TNI, Polri dan masyarakat sekaligus mencari atlet-atlet baru berprestasi dalam cabang olahraga Voli Pantai.

“Bali sendiri mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan dua turnamen bergengsi dalam rangka HUT TNI ke-79, yaitu Turnamen Layar (Kite Surfing) yang telah sukses dilaksanakan pada 5 hingga 8 Desember 2024 lalu di Benoa, dan kini dilanjutkan dengan Turnamen Voli Pantai yang dimulai pada hari ini di Pantai Bangsal,” ujar Pangdam Zamroni.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah bekerja keras mempersiapkan dan mewujudkan terlaksananya acara open tournament ini. Apresiasi yang tinggi juga diberikan kepada para atlet dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya berharap para atlet dapat mengikuti pertandingan dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas dan sikap kesatria. Jadikan ajang ini sebagai sarana untuk menguji kemampuan, menempa diri, serta membangun integrasi dan soliditas antar sesama. Kepada para juri dan wasit, saya harapkan kepemimpinan yang jujur, bijaksana, karena sportivitas adalah esensi dari olahraga. Selamat bertanding dan raihlah prestasi terbaik!” demikian tegas Pangdam.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana, S.E., M.M., dalam keterangan persnya mengatakan bahwa turnamen ini diikuti oleh peserta dari TNI-Polri, serta masyarakat umum. Peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, dengan 30 tim putri dan 56 tim putra yang berkompetisi memperebutkan gelar juara dan Piala Panglima TNI.

“Dipilihnya Bali, khususnya Pantai Bangsal Sanur, sebagai lokasi turnamen ini karena keindahan alam, fasilitas yang memadai, dan daya tariknya sebagai destinasi wisata internasional. Selain itu, Bali yang kaya budaya menjadi tempat ideal untuk menampilkan kedekatan TNI dengan masyarakat dalam suasana penuh semangat olahraga, sekaligus mempromosikan Bali sebagai destinasi olahraga, bukan hanya wisata alam dan budaya,” ungkap Kolonel Agung.

Pihaknya berharap turnamen ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan internasional, membuka peluang bagi sektor usaha pariwisata lokal, serta mempererat hubungan antara TNI-Polri dan masyarakat. Melalui ajang ini, semangat kebersamaan dan kekompakan dapat terbangun, sekaligus mendorong Bali menjadi destinasi olahraga yang menarik di tingkat dunia.

Turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut diantaranya Kapolda Bali, Kasdam IX/Udy, Irdam IX/Udy, Kapok Sahli Pangdam IX/Udy, Danrem 163/WSA, Kabinda Bali, Asrendam IX/Udy, Para Asisten Kasdam IX/Udy, LO AU dan LO AL Kodam IX/Udy, Para Dan/Kabalakdam IX/Udy, Kasrem 163/WSA, Danlanal Denpasar, Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Ketua DPRD Prov. Bali, Kadisdikpora Prov. Bali, Ka BNNP Prov. Bali, Ketua Umum PP PBVSI Indonesia, Ketua Koni Prov. Bali, Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, Kadis Dikpora Prov. Bali, Dirut PT. Hotel Internasional Sanur Indonesia, GM The Meru Sanur, Regional CEO PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk., Dirut Bank BPD Bali dan Deputi Regional Bank Mandiri, serta undangan lainnya. (Pendam IX/Udy)

Continue Reading

English Corner

AKP2I Bali-Nusra Resmi Dilantik, Siap Tingkatkan Profesionalisme Konsultan Pajak

Published

on

Para pengurus AKP2I Bali-Nusra berphoto bersama Ketua Umum, Dr. Suherman Saleh.,MSc.,Ak.,CA, (duduk tengah)

DENPASAR – Susunan pengurus daerah Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) Bali-Nusra untuk periode 2024–2028 resmi dilantik, Sabtu (30/11/2024), bertempat di 70 Fahrenheit koffie Jimbaran, Kuta Selatan, Bali, acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di bidang perpajakan dan keuangan, termasuk para pembina dan pendiri AKP2I.

Ida Bagus Kiana, SH, telah didapuk sebagai Pembina, sementara Garry Stefiano Wulyardhi, SE, MM, dilantik sebagai Ketua AKP2I Bali-Nusra.

Dalam sambutannya, Ketua Umum AKP2I, Dr. Suherman Saleh.,MSc.,Ak.,CA, menyampaikan rasa syukur dan selamat atas pelantikan pengurus yang baru dibentuk.

Ketua AKP2I Bali-Nusra yang baru dilantik, Garry Stefiano Wulyardhi, SE, MM, (kiri) memegang pataka bersama pembina AKP2I, IB Kiana, SH (tengah)

Dirinya juga memberikan arahan strategis kepada pengurus baru wilayah Bali-Nusra dan menekankan pentingnya penguasaan peraturan perpajakan, edukasi anggota, dan sinergi dengan instansi terkait.

“Kita semua wajib memahami dan menguasai Undang-Undang Perpajakan. Pengetahuan ini menjadi fondasi utama untuk mendukung edukasi dan pendampingan kepada anggota serta masyarakat,” ujar Ketua Umum dalam sambutannya.

Selain itu, Ketua Umum juga menginstruksikan kepada pengurus, khususnya ketua yang baru dilantik, Garry Stefiano Wulyardhi, SE, MM, untuk segera menjadwalkan pertemuan dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Pajak.

“Pertemuan ini penting untuk memperkenalkan SK pengurus secara resmi dan menunjukkan kesiapan AKP2I Bali-Nusra untuk mendukung program pendidikan yang diselenggarakan Kanwil Pajak,” tambahnya.

Arahan ini menjadi landasan bagi pengurus baru AKP2I Bali-Nusra dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Diharapkan, organisasi ini bisa selalu memberikan kontribusi nyata bagi anggotanya, masyarakat, dan pembangunan nasional.

Ida Bagus Kiana, SH, selaku pembina, menyampaikan harapannya agar AKP2I Bali-Nusra menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi dan profesionalisme perpajakan di Indonesia, khususnya di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Para peserta pelantikan AKP2I Bali-Nusra berphoto bersama

“AKP2I Bali-Nusra harus menjadi pelopor dalam meningkatkan literasi dan profesionalisme di bidang perpajakan.
Edukasi adalah senjata utama kita untuk membantu masyarakat memahami hak dan kewajibannya,” ujar Ida Bagus Kiana, SH, selaku pembina.

Dirinya juga mengkritik kebijakan pemerintah tahun 2024 yang menggantikan program edukasi pajak dengan pengawasan.

“Saya prihatin karena edukasi ditiadakan dan diganti dengan pengawasan. Sistem pengawasan, jika tidak dikelola dengan baik, bisa saja dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi,” tambahnya.

“Undang-Undang jelas mewajibkan setiap wajib pajak untuk membayar pajak. Pajak adalah tulang punggung negara. Namun, bagaimana masyarakat bisa memenuhi kewajibannya jika mereka tidak memahami dasar hukum perpajakan ?
Edukasi adalah kunci utamanya,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, ketua AKP2I Bali-Nusra, Garry Stefiano Wulyardhi, SE, MM, menekankan pentingnya peran AKP2I sebagai organisasi yang memayungi dan meningkatkan kualitas konsultan pajak di Indonesia.

“AKP2I tidak hanya menjadi wadah bagi konsultan pajak, tetapi juga berkomitmen mencetak profesional yang andal, terpercaya, dan berdaya saing internasional,” ungkapnya.

AKP2I Bali-Nusra, sebagai bagian dari organisasi nasional, memiliki visi besar untuk meningkatkan standar profesi konsultan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor PMK-111/PMK.03/2014. Peraturan ini menggarisbawahi pentingnya sertifikasi dan kompetensi dalam memberikan layanan perpajakan kepada masyarakat.

Dengan didukung oleh para ahli, mantan auditor BPK/BPKP, konsultan hukum pajak, dan praktisi perpajakan berpengalaman, AKP2I berkomitmen mendukung kebutuhan konsultan pajak di era globalisasi.

“Kami ingin menciptakan ekosistem perpajakan yang lebih profesional, modern dan terpercaya,” tambah Garry.

Pelantikan pengurus AKP2I Bali-Nusra menandai babak baru dalam perjalanan asosiasi ini. Dengan semangat profesionalisme dan integritas, AKP2I diharapkan mampu membawa dampak positif bagi para konsultan pajak, masyarakat, dan dunia perpajakan Indonesia secara keseluruhan.

“Kami siap mendampingi anggota dalam memenuhi tugasnya, memberikan solusi perpajakan yang optimal, dan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada profesi konsultan pajak,” tutup Garry Stefiano Wulyardhi. (E’Brv)

Continue Reading

English Corner

Kolaborasi dan Keberagaman, Harmoni Musik Inklusi di Living World Mall Bali

Published

on

DENPASAR – Sebuah acara unik dan penuh inspirasi telah digelar di Living World Mall, Denpasar, yang memadukan antara harmoni musik dan semangat inklusi, Jum’at (15/11/2024).

Lomba Menyanyi Inklusi dan Paduan Suara, yang diprakarsai oleh praktisi musik inklusi, R. Wahyu Panca Wati, S.Pd., M.Th., sukses memikat perhatian publik. Acara ini tidak hanya menjadi panggung seni, tetapi juga sarana untuk menyuarakan pentingnya kesetaraan dan keberagaman dalam dunia musik.

R Wahyu Panca Wati, S.Pd, M.Th

Dalam wawancara eksklusif, R. Wahyu Panca Wati, mengungkapkan bahwa musik adalah bahasa universal yang inklusif secara alami.

“Musik tidak mengenal batasan,” ujarnya. “Siapapun berhak bermusik, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.”

Menurutnya, istilah “inklusi” seharusnya tidak lagi menjadi pembeda, melainkan menjadi hal yang dianggap wajar dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ini melibatkan anak-anak penyandang disabilitas dan tanpa disabilitas yang bersaing secara setara dalam Lomba Menyanyi dan Paduan Suara. Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa kualitas bermusik tidak ditentukan oleh kondisi fisik, melainkan oleh latihan, kesiapan, dan teknik.

Juara pertama diraih oleh Made Amisha Rheata, peserta non-disabilitas yang tampil memukau dengan penguasaan teknik dan kepercayaan diri yang baik. Sementara itu, juara kedua adalah Ni Kadek Devi, anak dengan Spektrum Autis yang mampu menghayati lagu secara emosional meski memiliki keterbatasan komunikasi. Juara ketiga diraih oleh Muhammad Rhodzbillah, peserta dengan disabilitas fisik yang menunjukkan semangat luar biasa dengan suara merdunya.

Sedangkan juara pertama Lomba Paduan Suara diraih oleh Regents Secondary School dengan memadukan harmony suara, Teknik vocal yang mumpuni, dan koreografi apik . Juara kedua diraih oleh Simfony YPK Bali, beranggotakan anak-anak Tuna Daksa yang mampu memukau penonton dengan suara yang mereka perdengarkan di atas kursi roda. Selain itu juara favorit diberikan kepada Wira Revandi, penyandang Spektrum Autis yang mampu menyanyi dengan sangat percaya diri.

“Ini bukan soal disabilitas atau tidak,” kata Wahyu. “Yang dinilai adalah siapa yang paling siap, siapa yang tekniknya lebih baik. Semua yang berani tampil di panggung ini dengan percaya diri adalah juaranya. Namun jauh di atas itu, bagi saya semua adalah pemenang; menang atas rendah diri, ketakutan, dan kemalasan”

Selain lomba, acara ini juga menjadi momen peluncuran lagu-lagu anak yang diciptakan oleh siswa-siswa SD. Lagu-lagu ini bukan hanya hasil karya, tetapi juga cerminan keberanian dan kreativitas anak-anak dalam menggali potensi diri. Meskipun saat ini ada teknologi AI sebagai alat bantu dalam proses penciptaan lagu, mereka lebih memilih untuk menunjukkan keunggulan manual mereka.

“Mereka bilang, ‘Bu, kayaknya kita lebih jago dari AI,’” cerita Wahyu dengan bangga. “Jawaban ini menunjukkan kepercayaan diri luar biasa.”

Dengan melakukan pencarian Waktra Music di Spotify, akan muncul para pencipta lagu cilik Komang Gaozhan, Andrea Kezia, Clement Timothy, Maika Sena, dan Nyoman Reyshia dengan lagu-lagu mereka yang unik.

Ini juga menunjukkan inklusifitas dibidang penciptaan lagu yang selama ini didominasi orang dewasa. Dengan pelatihan yang tepat, anak-anak juga mampu menciptakan lagu yang sesuai dengan jamannya.

Acara ini juga dimeriahkan oleh festival musik yang menampilkan beragam komunitas. Dari band mahasiswa ISI Denpasar hingga Kretas Band yang beranggotakan anak-anak Spektrum Autis, paduan suara anak-anak, hingga Paduan Suara Campuran anak-anak disabilitas beserta dengan orang tuanya.

Paduan suara anak-anak disabilitas, seperti Bali Choir yang anggotanya terdiri dari anak-anak dengan multi disabilitas, seperti Down Syndrome, Spektrun Autis, CP, Tuna Daksa, dan Tuna Grahita, berhasil tampil memukau. Acara ini ditutup dengan penampilan memukau Celtic Room bali, sebuah group musik yang anggotanya dari beragam profesi,arsitek, dokter, guru, dan Musisi. Sekali lagi festival ini menjadi bukti bahwa musik dapat menjadi jembatan untuk merayakan perbedaan.

Wahyu tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan dalam penyelenggaraan acara ini. Salah satu kendala utama adalah status Waktra yang saat ini masih berbentuk sanggar, sehingga jangkauan pelayanan dan kerjasama yang masih terbatas. Namun, ia optimis dengan rencana mendirikan yayasan agar dapat menjalin kerja sama lebih luas dan meningkatkan kualitas acara di masa depan.

Harapan lain yang disampaikan adalah perhatian pemerintah terhadap pendidikan inklusi, terutama di Sekolah Luar Biasa (SLB). Ia menekankan pentingnya penyediaan guru musik berkualitas, alat peraga, dan kurikulum yang sesuai.

“Kalau anak-anak disabilitas ingin bersaing secara setara, mereka harus diberi pendidikan dan pelatihan yang setara,” tegasnya.

Melalui acara ini, Wahyu berharap terciptanya panggung musik inklusi yang dapat menjadi etalase keberagaman di Bali, bahkan hingga tingkat internasional. Panggung ini diharapkan mampu merayakan keberagaman tanpa batas, baik dari segi kondisi fisik, gender, usia, maupun latar belakang.

“Semoga masyarakat, pemerintah, dan berbagai stakeholder mendukung mimpi ini,” ujar Wahyu. “Dengan begitu, musik bisa menjadi sarana yang lebih besar untuk merayakan keberagaman dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua.”

Lomba Menyanyi Inklusi dan Paduan Suara di Living World Mall bukan sekadar acara musik, tetapi juga perayaan keberagaman dan perjuangan menuju kesetaraan. Acara ini menjadi langkah awal menuju visi besar menjadikan musik sebagai alat pemersatu yang melampaui batasan fisik dan sosial. Dengan semangat dan dukungan yang terus mengalir, panggung musik inklusi di Bali siap memberikan inspirasi bagi dunia. (E’Brv)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku