Breaking News
light_mode

Samawartana Brahma Widya 2026, Ratusan Peserta Lulus, Sertifikat Pawintenan Turut Diserahkan

  • account_circle Ngurah Wesnawa
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kursus Teologi Hindu Brahma Widya (KTH BW) Angkatan VII Tahun 2025–2026 resmi ditutup melalui prosesi samawartana yang digelar di Denpasar, Maret 2026. Selain penyerahan sertifikat kelulusan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pawintenan (penyucian diri) yang menjadi bagian penting dalam pembinaan spiritual peserta.

Menurut Pinandita Dewa Putu Andika Septiawan, S.H., Ketua Kursus Teologi Hindu Brahma Widya, kegiatan ini merupakan puncak dari proses pendidikan selama kurang lebih sembilan bulan sejak dimulai pada 28 Juni 2025.

“Samawartana bukan hanya seremoni kelulusan, tetapi juga momentum spiritual bagi para peserta untuk menguatkan komitmen dalam pengabdian keagamaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari 208 peserta yang terdaftar, sebanyak 195 orang dinyatakan lulus dan menerima sertifikat. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memperdalam teologi Hindu.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilaksanakan pula pawintenan yang difasilitasi oleh Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Wilayah Bali. Kegiatan ini digelar di Pura Agung Lokanatha, Denpasar, bertepatan dengan Hari Wraspati Kliwon, Warigadean, pada 24 April 2026.

Dalam sertifikat pawintenan yang dikeluarkan PSN Korwil Bali disebutkan bahwa peserta telah mengikuti dan melaksanakan Pawintenan Ghanapati dalam rangkaian Samawartana Kursus Teologi Hindu Brahma Widya.

Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda.

Upacara tersebut dipuput oleh sejumlah sulinggih, yakni Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda, Ida Rai Bujangga Putra Sara Sri Satya Jyoti, Ida Bhagawan Wajrasattwa Dwijananda, Ida Pandita Mpu Jaya Ashita Santhi Yoga, serta Ida Pandita Mpu Jaya Ananda Yoga.

Penandatanganan sertifikat dilakukan oleh Ketua PSN Korwil Bali, Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda, bersama Jro Mangku I Wayan Dodi Arianta selaku panitia pawintenan.

Andika menambahkan, penyelenggaraan pawintenan menjadi bagian integral dalam membentuk kesiapan spiritual peserta, khususnya bagi mereka yang menempuh jenjang kepemangkuan dan kepanditaan.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Karo Pemkesra) Setda Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, S.TP, M.Si.

“Kami ingin memastikan bahwa lulusan tidak hanya memiliki pemahaman teori, tetapi juga kesiapan secara niskala dalam menjalankan dharma,” jelasnya.

Meski berjalan lancar, pihak panitia mengakui masih menghadapi kendala, terutama dalam hal pendanaan operasional dan kondisi fasilitas. Saat ini, kegiatan masih didukung oleh swadaya peserta melalui punia.

“Kami berharap ke depan ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah, baik dalam bentuk bantuan operasional maupun perbaikan gedung, sehingga kegiatan ini bisa semakin optimal dan menjangkau lebih banyak umat,” tutupnya.

Sejak digelar pertama kali pada 2017, KTH Brahma Widya telah meluluskan lebih dari 1.700 alumni dan terus berperan dalam mencetak sumber daya manusia Hindu yang kompeten serta berintegritas dalam pelayanan keagamaan.

  • Penulis: Ngurah Wesnawa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angka Perceraian di Surabaya Naik Tajam pada 2025, Fenomena “Banjir Janda” Kian Nyata

    Angka Perceraian di Surabaya Naik Tajam pada 2025, Fenomena “Banjir Janda” Kian Nyata

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Surabaya – Fenomena yang kerap disebut masyarakat sebagai “banjir janda” semakin nyata terjadi di Kota Surabaya. Sepanjang tahun 2025, angka perceraian tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Surabaya, jumlah perkara perceraian yang masuk selama tahun 2025 mencapai 6.080 kasus. Angka tersebut menunjukkan tren kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2024. […]

  • Dibungkam AS, China Membangkang! SMIC Sukses Cetak Chip 5nm Tanpa Teknologi EUV Belanda

    Dibungkam AS, China Membangkang! SMIC Sukses Cetak Chip 5nm Tanpa Teknologi EUV Belanda

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    China Gegerkan Dunia Teknologi, Produksi Chip 5nm Tanpa Bantuan Mesin Canggih AS dan Belanda   Shanghai – Di tengah tekanan dan sanksi perdagangan dari Amerika Serikat yang melarang akses China terhadap teknologi semikonduktor tercanggih, negeri Tirai Bambu justru berhasil mencatatkan pencapaian monumental dalam dunia chip. Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), raksasa manufaktur chip terbesar di […]

  • Pengeroyokan Wartawan di Minahasa Tenggara, Cermin Buram Penegakan Hukum dan Arogansi Mafia BBM

    Pengeroyokan Wartawan di Minahasa Tenggara, Cermin Buram Penegakan Hukum dan Arogansi Mafia BBM

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara – Kasus pengeroyokan terhadap wartawan berinisial O alias Onal di SPBU Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Selsasa, 03 Maret 2026, lalu kembali membuka luka lama tentang lemahnya penegakan hukum terhadap mafia BBM bersubsidi. Insiden ini terjadi ketika sang wartawan tengah melakukan pemantauan dugaan penyelewengan BBM di SPBU yang disebut-sebut […]

  • Negara Absen, Intoleransi Merajalela! Kasus Sukabumi Bukti Nyata Pembiaran Sistemik Play Button

    Negara Absen, Intoleransi Merajalela! Kasus Sukabumi Bukti Nyata Pembiaran Sistemik

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    SUKABUMI – Peristiwa perusakan rumah milik keluarga Yongki di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kembali memunculkan satu pertanyaan yang tak kunjung terjawab: sampai kapan negara akan terus membiarkan intoleransi beragama merusak sendi-sendi kebangsaan? Kejadian pada akhir Juni 2025 ini menggambarkan kegagalan negara melindungi warganya yang memiliki keyakinan berbeda. Di tengah heningnya peran negara, justru […]

  • Ascott Indonesia Salurkan 6.500 Paket Makanan Ramadan di 17 Kota, Perkuat Kepedulian Sosial

    Ascott Indonesia Salurkan 6.500 Paket Makanan Ramadan di 17 Kota, Perkuat Kepedulian Sosial

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Momentum bulan suci Ramadan dimaknai sebagai ajang berbagi oleh Ascott Indonesia melalui program sosial tahunan Ascott Takes Part Ramadan. Dalam kegiatan yang telah memasuki tahun kelima ini, perusahaan menyalurkan sebanyak 6.500 kotak makanan kepada masyarakat di 17 kota di Indonesia. Program yang berlangsung pada 4–11 Maret 2026 tersebut merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan […]

  • I Nengah Yasa Adi Susanto, Dari Desa Bugbug ke Kampus Pencetak Pahlawan Devisa

    I Nengah Yasa Adi Susanto, Dari Desa Bugbug ke Kampus Pencetak Pahlawan Devisa

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Nama I Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., dikenal luas sebagai pendiri Monarch Bali, kampus pelatihan perhotelan dan kapal pesiar yang melahirkan ribuan tenaga kerja profesional asal Bali. Namun, di balik kiprah besarnya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang putra desa yang menempuh jalan berliku sebelum akhirnya sukses mencetak generasi baru “pahlawan devisa”. Lahir dan […]

expand_less