Connect with us

Kesehatan

BNN Kota Denpasar Bahas Pembangunan Klinik Pratama

Published

on


Korban narkotika yang dilaporkan ke BNN Kota Denpasar, tidak akan di penjara atau terkena sanksi hukum

Korban narkotika yang dilaporkan ke BNN Kota Denpasar, tidak akan di penjara atau terkena sanksi hukum

Korban narkotika di Bali terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dari catatan BNN Pusat, Provinsi Bali untuk tahun 2013, korban barang haram ini tercatat 50.553 orang. Sedangkan tahun 2014 tercatat naik menjadi 66. 875 korban dari populasi penduduk Bali dengan umur 10-59 tahun sebesar 3.008.900 orang dan Bali menduduki peringkat ke VIII tentang penyalahgunaan Narkoba.

Menghadapi hal tersebut, Badan Narkotika Nasional(BNN) Kota Denpasar berencana akan membuat Klinik Pratama di Kantor BNN Kota, untuk membantu merehabilitasi korban narkotika. Pembahasan tentang wacana tersebut dilaksanakan di Kantor BNN Kota Denpasar dengan melibatkan seluruh SKPD Pemerintahan Kota Denpasar, guna membantu dalam hal kepengurusan izin yang diperlukan. Adapun SKPD yang hadir dalam pembahasan tersebut, yakni; BKPP, Dispenda, Dinas Kesehatan, DKP, BPBD, DTRP, Bapeda, Badan KBPP, BLH, Pertanian, Dinas Kebudayaan, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Sat. Poll. PP, BPAD dan Disparda.

AKBP I Wayan Gede Suwahyu, SH., MH., Kepala BNN Kota Denpasar setelah selesai rapat mengatakan, bahwa rencana klinik Pratama untuk menkonsling tingkat pertama atau korban yang baru terjerat narkotika. Rabu(21/10).

“Klinik pertama ini untuk penanggulangan perdana bagi korban pemula atau yang baru terjerat narkotika. Tenaganya juga adalah tenaga medis dan konsulor yang disediakan oleh BNN Kota yang bekerjasama dengan instansi terkait lainnya.” jelas Suwahyu.

Sementara terkait izin, Kepala BNN Kota Denpasar asal Tampaksiring Gianyar menjelaskan, bahwa saat ini terkendala dengan gambar bangunan. Kendatipun demikian, pihaknya terus berupaya untuk memenuhi persyaratan dalam kepengurusan izin tersebut dengan mendatangkan tukang gambar.

“Seluruh SKPD yang hadir dalam rapat dan sosialisasi ini mendukung rencana BNN Kota Denpasar dan mereka berjanji akan membantu dalam hal mempermudah kepengurusan izin, mengingat korban narkotika terus mengalami peningkatan sehingga kebutuhan Klinik ini sangat mendesak.” Tegasnya.

Selain untuk membahas perizinan tersebut, rapat ini juga bertujuan untuk meminimalisir penyalahgunaan narkotika dan juga sosialisasi tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba(P4GN) di lingkungan SKPD Kota Denpasar. Sehingga dengan sosialisasi ini, diharapkan para SKPD bisa mendeteksi sejak dini tentang ciri-ciri dari penyalahgunaan narkotika, untuk segera di laporkan ke BNN Kota.

Korban narkotika yang dilaporkan ke BNN Kota Denpasar, tidak akan di penjara atau terkena sanksi hukum. Melainkan akan disembuhkan atau direhabilitasi dari ketergantungan narkotika dan tanpa dipungut bayaran. Sebab korban narkotika lebih baik diobati daripada di penjara.

“Dengan rapat ini, saya berharap kepada seluruh instansi bisa bekerjasama dengan sebaik-baiknya sehingga Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaraan Gelap Narkoba(P4GN) bisa tercapai secara maksimal” Harap Suwahyu.(alt)


Advertisement

Kesehatan

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, PMI Gelar Sosialisasi Anticipatory Action

Published

on

By

BALI – Bencana hidrometeorologi terjadi akibat anomali cuaca dan iklim di atmosfer (yang peningkatan frekuensi dan intensitasnya diduga diakibatkan oleh perubahan iklim) dan termanifestasikan dalam bentuk kejadian ekstrem terkait meteorologi.

Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat terkait dengan tingkat curah hujan atau presipitasi. Beberapa bencana hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia adalah kejadian banjir, banjir bandang, kekeringan, hujan ekstrem, tanah longsor, hujan es, puting beliung, angin kencang, dan lain-lain.

Upaya berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas dalam rangka pengurangan risiko bencana di Indonesia terus dilakukan.

Salah satunya adalah Program SIAP SIAGA yang merupakan kerjasama Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesiapsiagaan Bencana yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mencegah, mempersiapkan, menanggapi, dan memulihkan diri dari bencana serta memperkuat kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam aksi kemanusiaan di Indonesia.

Program ini selaras dengan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Indonesia (RPJMD) 2020-2024, Rencana Induk Penanggulangan Bencana (2020-2024), dan strategi Kemanusiaan Pemerintah Australia.

Palang Merah Indonesia menjadi salah satu organisasi yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Program SIAP SIAGA untuk dapat melakukan peningkatan kapasitas PMI dalam kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari rantai penanggulangan bencana di Indonesia yang sesuai dengan mandat PMI dalam UU No. 1 Tahun 2018 dan PP No. 7 Tahun 2019.

Program SIAP SIAGA memulai untuk melakukan peningkatan kapasitas dan ketangguhan pada tingkat lokal dengan menetapkan intervensi program SIAP SIAGA di Provinsi Bali tidak hanya menjadi wilayah kerja dari PMI, namun juga menjadi wilayah kerja bersama dengan actor lain yang terlibat dalam Program SIAP SIAGA seperti BPBD dan Palladium.

Dalam rangka meningkatkan dan memperkuat kapasitas kesiapsiagaan bencana bagi Pemerintah dan stakeholders, maka PMI Provinsi Bali atas dukungan Program SIAP SIAGA melalui kemitraan IFRC dan DFAT akan melaksanakan Sosialisasi dan Penguatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pengembangan Aksi Antisipasi di level Provinsi dan Kabupaten yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2024 bertempat di Prime Plaza Dennpasar.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 70 orang yang berasal dari PMI dan lintas sectoral terkait baik dari instansi Pemerintah maupun NGO yang consent dalam penguatan kesiapsiagaan Bencana.

Ketua Pengurus PMI Provinsi Bali Bapak I Gusti Bagus Alit Putra, SH., S.Sos., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi dan penguatan kesiapsiagaan bencana melalui Anticipatory Action (AA) bagi PMI dan stake holder di wilayah Bali.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari semua yang hadir dan turut mensukseskan jalannya kegiatan” imbuhnya di sela-sela acara Pembukaan.

Ibu Ninik Kun Naryatie selaku Ketua Bidang Hubungan Internasional mewakili Pengurus Pusat PMI dalam acara pembukaan menyampaikan bahwa Prioritas Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan PMI adalah terkait ketahanan terhadap ancaman global salah satunya Perubahan Iklim yang di realisasikan dalam bentuk rencana strategi untuk mengatasi dampak lingkungan untuk dapat di implementasikan PMI di masing-masing wilayah.

“Semoga kegiatan dapat diterima oleh peserta yang hadir dan mari kita kawal bersama Aksi Antisipatory untuk mengurangi dampak bencana” imbuhnya yang dilanjutkan membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Kesiapsiagaan Bencana melalui Aksi Anticipatory bagi PMI dan Stek holder di Bali.

Info lebih lanjut hub:

Markas PMI Bali Center, Jl.Trengguli No. 27 Denpasar | Taufan Kristanto (Kadiv. Orkom) Hp. 081647 36056,

Yohana (Staf Orkom) 081 246 684 177 | e-mail: info@pmibali.or.id | www.pmibali.o.id

 

Continue Reading

Kesehatan

Komang Arya, Anak Yatim Penderita Kanker Darah Yang Berobat Mengandalkan Hasil Jualan Canang

Published

on

Jembrana – Malang menimpa I Komang Arya Kusuma Adiputra (15) pelajar kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal kelurahan Baler Bale agung Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana.

Semenjak dua setengah bulan yang lalu dirinya didiagnosa mengalami penyakit Kangker Darah (Leukemia) dan sudah sempat berobat ke RSU Negara tapi dirujuk ke rumah sakit Prof Ngurah (RSU Sanglah) untuk mendapat penanganan maksimal. Saat ditemui di rumahnya di jalan Ratna Dua pada senin, (24/6/2024) Komang Sutriani yang juga ibu kandung dari Komang Arya menjelaskan dirinya diharuskan mengajak anaknya setiap seminggu sekali ke Denpasar untuk berobat, sampe saat ini dia mengaku sudah enam kali ke RSU Prof Ngurah dan mendapat bantuan biaya dari hasil berjualan canang dan bantuan para keluarga.

I Komang Arya Kusuma Adiputra saat didampingi ibunya dengan kondisi kaki yang mulai mengecil dan muka gemuk karena efek obat yang dikonsumsi

“Saya hanya berjualan canang untuk kebutuhan sehari-hari, dan setiap berobat ke Denpasar kadang saudara urunan ada yang ngasi seratus kadang lebih, karena setiap ke denpasar membutuhkan biaya lima ratus sampai enam ratus ribu, selain transport juga untuk kebutuhan makan beberapa hari di denpasar, karena dirinya mengaku tinggal dirumah singgah yang kadang dapat kadang tidak karena penuh, ” Ujar Komang Sutriani.

Sutriani menambahkan sudah ada beberapa organisasi sosial yang peduli terhadap penyakit yang diderita anaknya, “Sudah ada beberapa yang memberikan santunan berupa uang tapi saya rasa kurang mengingat harus berobat ke Denpasar tiap seminggu sekali dan tinggal selama kurang lebih empat hari di Denpasar,” Tambah Komang Sutriani.

Lurah Baler Bale Agung Ida Bagus Gede Ananda Kusuma yang dikonfirmasi lewat sambungan telefon membenarkan warganya ada yang menderita penyakit Kanker Darah yang juga berstatus anak yatim, “Beberapa waktu lalu sempat meminta surat rekomendasi di kelurahan dan sudah kita bantu untuk mendapat rumah singgah di Denpasar, dan kebetulan juga keluarga ibu komang arya sudah masuk di DTKS dan data wanita rawan sosial sehingga sudah rutin mendapat bantuan berupa beras dan paket sembako,”Ungkap Lurah Gede Ananda.

Komang Arya dijadwalkan ke RSU Prof Ngurah pada selasa besok mengingat dirinya harus melakukan Kemo Therapy pada Rabu lusa dan berharap rumah singgah yang biasa ditempati dalam kondisi ada yang kosong.

Continue Reading

Kesehatan

HUT Persekutuan Kaum Bapak GPIB Ke 43, Galang Kekompakan Dalam Turnamen Tenis Meja

Published

on

By

Turnamen tenis meja dalam rangka HUT Persekutuan Kaum Bapak GPIB ke 43 di gedung Graha Yowana Suci, Denpasar (08/06/2024)

DENPASAR – Turnamen tenis meja sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT Persekutuan Kaum Bapak (PKB) ke 43 dari Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) diselenggarakan di gedung Graha Yowana Suci Denpasar, Sabtu (08/06/2024)

Turnamen yang diselenggarakan untuk pertama kalinya ini, dibuka oleh Pendeta Mintje Windra Manuhutu, berlangsung meriah dengan diikuti oleh 64 peserta yang berasal dari seluruh umat Kristiani yang ada di Bali.

Turnamen tenis meja dibuka oleh pendeta Mintje Windra Manuhutu

Ketua panitia turnamen ini, Melky Bernad Leonard Ndaumanu, yang juga sebagai ketua Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GPIB Kasih Karunia Badung, menyatakan tujuan agenda turnamen ini sekaligus untuk mempererat rasa persaudaraan umat Kristiani di Bali.

“Harapan kami, selain dalam rangka memperingati HUT PKB juga menjalin silaturahmi dan persaudaraan sesama umat Kristiani khususnya yang ada di Bali,” ujarnya.

“Semoga turnamen tenis meja yang baru pertama kali diselenggarakan ini bisa terus berlanjut ditahun berikutnya dengan partisipasi dari kalangan anak-anak muda yang lebih besar lagi,” tambahnya.

Ketua panitia HUT PKB GPIB ke 43, Melky Bernad Leonard Ndaumanu (kiri) bersama ketua 3 Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) Kasih Karunia Badung, Ventje Frederik Kakomore (kanan)

Hal ini juga disampaikan oleh ketua 3 Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ), Ventje Frederik Kakomore, yang berharap dengan turnamen ini bisa membangkitkan jiwa sportifitas dan kekompakan sesama umat Kristiani di Bali.

“Dengan semangat berolah raga, kita mendapatkan badan dan jiwa yang sehat, membangun kebersamaan dengan jiwa yang sportif sehingga bisa lebih bersemangat membina umat,” ujarnya.

Turnamen yang berlangsung satu hari penuh ini memperebutkan hadiah trophy dan uang sebesar 1,5 juta rupiah untuk juara pertama, juara ke dua sebesar 1 juta rupiah dan juara ketiga dan keempat masing-masing sebesar 500 ribu rupiah. (E’Brv)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku