Connect with us

Mangku Bumi

YSBB Berkomitmen Tingkatkan Pembinaan ke Masyarakat

Published

on


GATRADEWATA.COM||DENPASAR, Sabtu,2 February  2019.Yayasan Sabha Budhaya Bali (YSBB) berkomitmen untuk meningkatkan pembinaan tentang agama Hindu, adat dan budaya kepada masyarakat Bali. Hal ini karena masih banyak persoalan tentang pelaksanaan-pelaksanaan adat, budaya, agama di Bali. Adanya pembinaan dengan mengetengahkan tema-tema terkini diharapkan masyarakat semakin mantap beragama.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan rapat pengurus YSBB dan Sabha Purohita Bali, Sabtu (2/2) di Kantor Perbekel Sumerta Kelod, Denpasar. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Umum YSBB, Dr Drs I Gusti Made Ngurah, MSi. Hadir Ketua Pembina YSBB, Ida Pedanda Gede Putra Bajing, serta para pengurus YSBB dan Sabha Purohita.
“Salah satu rencana program kerja kami di tahun 2019 adalah mengadakan seminar ‘upacara serba massal’. Dimana, sekarang banyak ditemui pelaksanaan upacara massal. Ini perlu diketahui, mana upacara yang bisa dilaksanakan secara massal, mana yang tidak patut massal,” ungkap Gusti Made Ngurah, di sela-sela rapat tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, YSBB akan kembali melaksanakan pembinaan melalui acara Gelar Wicara Budaya di RRI Denpasar serta mengisi acara di TVRI Bali. Selain itu, akan mengadakan pembinaan langsung ke desa pakraman-desa pakraman dan mengadakan buku kecil materi pembinaan adat, budaya, agama.

“Untuk tahun 2019, ada banyak penambahan dari program yang disiapkan. Inti dari pembicaraan kita, bagaimana adat dan budaya yang dijiwai agama Hindu di Bali dikuatkan, dilaksanakan dengan program yang memang dapat mengangkat pemahaman masyarakat sehingga di dalam kehidupannya menjadi harmonis dan tidak ragu-ragu untuk mempertahankan adat, budaya, dan agama Hindu,” katanya.

Terkait pendanaan, Gusti Made Ngurah menyampaikan tahun ini ada rencana bantuan dari Gubernur Bali dan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI. Bantuan tersebut ada yang berbentuk kegiatan dan ada berbentuk dana hibah. Diharapkan, seluruh bantuan dapat terealisasi sehingga kegiatan pembinaan bisa berjalan dengan lancar ke depan. “Yayasan Sabha Budhaya Bali juga sudah menandatangani MoU dengan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini juga dibicarakan mengenai pencabutan SK Gubernur Bali tentang Sabha Purohita Bali. Sebelumnya, Gubernur Made Mangku Pastika mengeluarkan SK tentang Sabha Purohita Bali tertanggal 22 Agustus 2014. Kemudian, SK tersebut dicabut oleh Gubernur Wayan Koster melalui keputusan tertanggal 31 Desember 2018. Gusti Made Ngurah menekankan bahwa meskipun SK tersebut dicabut, Sabha Purohita tetap sebagai lembaga kesulinggihan yang ada di dalam YSBB dan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan pembinaan. ( raka/ INN.W)


Continue Reading
Advertisement

Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (4)

Published

on

Bagaimana Ayurweda begitu yakin menjadi pengetahuan tentang hidup (the science of life)? Sekarang kita mengulas sepintas mengenai enam filosofi yang menjadi dasar-dasar pengetahuan Ayurweda.

Filosofi yang pertama, yaitu Sankhya. Filosofi Sankhya memberikan Ayurweda teori tentang evolusi dan teori tentang sebab akibat.

Kita dapat menerapkan pengetahuan filosofi Sankhya dalam keseharian menjalani kehidupan dari momen ke momen.

Bahwasanya kita bukanlah tubuh fisik ini, kita bukan ketakutan itu, kita bukan penderitaan itu, kita bukan rasa sakit itu. Singkatnya, kita hanya penghuni yang tinggal dalam tubuh ini. Kita adalah eksistensi yang lebih tinggi dan lebih mulia, yaitu kesadaran murni (pure Consciousness).

Dengan menerapkan pengetahuan filosofi Sankhya ini dalam hidup keseharian, kita menyembuhkan diri kita sendiri.

Kita harus menyembuhkan diri kita sendiri. The best doctor is our own self. Filosofi yang kedua, Nyaya dan Vaisheshika.

Pengetahuan filosofi Nyaya dan Vaisheshika memberikan Ayurweda dasar berpikir yang runut dan logis. Bahwa tubuh ini adalah suatu mesin materi yang harus dipelihara dan diperbaiki.

Tubuh adalah sarana untuk mencapai tujuan hidup, maka tubuh harus tetap sehat dengan pola hidup sehat yang holistik. Filosofi yang ketiga, yaitu Mimamsa.

Pengetahuan filosofi Mimamsa tentang kerja adalah bagian dari hidup yang mana untuk mencapai pembebasan dengan melaksanakan kebenaran/kewajiban (Dharma).

Sumbangsih filosofi Mimamsa pada Ayurweda meliputi metode dan cara-cara mencapai Tuhan melalui ritual, upacara dan puasa.

Filosofi yang keempat, yaitu Vedanta. Pengetahuan filosofi Vedanta memberikan pemikiran yang mendalam pada Ayurweda tentang Tuhan yang abadi, yang merupakan pencapaian terkahir dari setiap manusia.

Untuk mencapai tujuan ini, setiap individu mutlak memiliki kesehatan yang sempurna. Filosofi yang kelima, yaitu Yoga.

Ayurweda menggunakan Yoga secara terapetik untuk tujuan kesehatan dan sesungguhnya setiap sistem yoga memiliki nilai kesehatan yang sangat besar. Filosofi yang keenam, yaitu Buddhisme.

Empat Kebenaran yang Mulia dalam ajaran Buddha, yaitu adanya penderitaan, ada penyebab dari penderitaan, ada akhir dari penderitaan dan ada sarana untuk mengakhiri penderitaan. Buddha mengatakan, segala sesuatu akan berkahir.

Jangan khawatir pada penyakit, karena penyakit akan berakhir.

Pengetahuan filosofi Buddha mengajarkan ada penderitaan dan cara sederhana untuk bebas dari penderitaan adalah kesabaran, dengan memberikan waktu tubuh untuk menyembuhkan dirinya. Inilah sumbangsih filosofi Buddhisme terhadap Ayurweda.

(Prof. I Ketut Adnyana)

15.02.20
Rahayu

Continue Reading

Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (3)

Published

on

Masih tentang keseimbangan (harmoni), karena itu memang konsep besar sehat menurut Ayurweda.

Untuk tetap sehat, seorang individu harus juga menjaga keseimbangan antara mikrokosmos (bhuana alit) dan makrokosmos (bhuana agung). Dimana menurut Astrologi Weda, konstelasi planet-planet akan mempengaruhi keseimbangan (harmoni) seseorang bahkan juga perjalanan kehidupan seseorang.

Konstelasi planet-planet akan mempengaruhi musim, suhu global bumi yang tentu setiap individu harus menyesuaikan aktivitas hariannya bila tetap mengharapkan sehat (harmoni) dari waktu ke waktu.

Konstelasi ini akan mempengaruhi keseimbangan konstitusi (tridosha), gejolak emosi dan kecenderungan pikiran seseorang yang secara holistik akan menentukan dinamika harmoni seseorang.

Harmoni seseorang juga dipengaruhi oleh dua modal besar, yaitu genetik dan lingkungan.

Genetik ini adalah faktor keturunan yang kalau dirunut merupakan jejak-jejak dari kehidupan seseorang sebelumnya yang disebut karma wasana. Inilah jawabannya mengapa seseorang lahir dari keturunan keluarga yang mengalami diabetes, hipertensi, dislipidemia, pemarah, bandel dan lain sebagainya terlalu banyak kalau disebutkan karena memang unik untuk setiap individu.

Kita tidak bisa berbuat banyak untuk mengubah modal genetik ini. Namun, kita masih memiliki modal besar yang kedua, yaitu lingkungan. Meminjam formula Einstein yang sangat terkenal yaitu E=mC2, dimana suatu materi memiliki energi potensial sebesar massanya dikali kecepatan cahaya kwadrat.

Bisa dihitung bagaimana besarnya energi suatu materi. Namun disini kita tidak sedang membahas formula Einstein.

Lalu apa hubungannya dengan harmoni menurut Ayurweda? Saya menganalogikan E adalah Equilibrium (keseimbangan atau harmoni), m adalah man atau individu itu sendiri yang bersifat unik dan cenderung tetap (genetik).

Sedangkan C adalah circumstances (keadaan atau lingkungan). Jadi sekali lagi, harmoni seorang individu ditentukan oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan. Yang perlu diingat, lingkungan menjadi penentu paling besar harmoni seseorang.

Karena kalau disesuaikan dengan formula Einstein, lingkungan nilainya sangat besar dan dikwadratkan lagi. Artinya, harmoni individu sebagian besar ada dalam kendali individu itu sendiri, yaitu dengan syarat mampu mengendalikan faktor lingkungan hidupnya.

Apa saja yang menjadi faktor lingkungan yang mempengaruhi harmoni individu? Tiga besar lingkungan saya sebutkan disini, yaitu pola pikir, pola makan (diet) dan pola hidup (lifestyle termasuk aktivitas fisik atau olahraga).

(Prof. I Ketut Adnyana)

Rahajeng rahina Sugihan Bali,
14.02.20

Continue Reading

Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (2)

Published

on

Sehat adalah harmoni. Kondisi harmoni yang dimaksud adalah harmoni yang dinamis (dynamic harmony).

Sederhananya, harmoni yang dinamis adalah suatu kondisi yang tetap harmoni (seimbang) dalam segala bentuk perubahan, baik suhu, waktu, iklim, musim bahkan usia seseorang.

Termasuk perubahan fisiologis, emosi dan mental (psikis) seseorang. Ayurweda sangat memberikan penekanan dan ulasan yang mendalam pada dinamika harmoni ini. Beberapa contoh, yaitu keseimbangan antara badan, pikiran dan kesadaran (spirit).

Contoh lain: keseimbangan humoral atau konstitusi tubuh atau energi atau tridosha. Khusus untuk tridosha, poin inilah yang menjadi titik pijak paling penting dari ulasan Ayurweda.

Keseimbangan lain yang juga mendapat perhatian penting dalam Ayurweda, yaitu keseimbangan antara tridosha, jaringan tubuh, sistem metabolisme (pencernaan) dan sistem ekskresi (pembuangan).

Singkatnya, kondisi harmoni adalah suatu kondisi yang secara terus-menerus mengalami perubahan (lebih tepatnya penyesuaian) secara halus (subtle) sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhi seperti yang telah disebutkan di atas dan bersifat UNIK untuk setiap individu.

SEKALI LAGI, dinamika harmoni adalah UNIK bagi setiap individu. Sebagai bekal untuk menyelam lebih jauh dan dalam untuk dapat menikmati anugerah Ayurweda, meminjam pesan filsuf Socrates: “Gnothi Seauton” (kenali dirimu). Pesan saya: kenalilah secara jujur dan jernih: kesukaan dan ketidaksukaanmu, kebencianmu, kemarahanmu, keluargamu, singkatnya semua hal tentang dirimu.

Hal ini akan menjadi informasi penting dalam menentukan tipe konstitusi atau energi atau humoral tubuhmu (dosha).

(Prof. I Ketut Adnyana)

Buda Wage Sungsang, 12.02.20
Salam bahagia

Continue Reading

Wonderful Indonesia

Ads

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam