Connect with us

Daerah

Yayasan Pesantren Darmussolihin Desa Air Kuning Membangun Dengan Kebersamaan

Published

on

Pesantren Darmussolihin, Jembrana

GATRA DEWATA | JEMBRANA |Yayasan Pesantren Darmussolihin berdiri tahun 2014 terletak di Banjar Tengah, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.

Pesantren Darmussolihin menempati areal seluas 5 are dengan akses jalan yang cukup memadai serta jauh dari kebisingan .

Diantara 13 pesantren yang ada di desa Air Kuning pesantren Darmussolihin satu – satunya pesantren yang selalu menjaga kerukunan antar umat beragama dan asas kebhinekaan yang tertanam pada jiwa jamaahnya

Dibawah ketua pengurus Haji Jamiin pesantren Darmussolihin yang dulu memiliki bangunan kecil seiring waktu terus berbenah dengan perencanaan bertahap akan menambah atau memperluas bangunan dengan tujuan agar jamaahnya merasa nyaman saat beribadah.

Ketua pengurus Yayasan Pesantren Darmussolihin Haji Jamiin yang ditemui awak media di pesantren tersebut mengatakan bahwa pesantren ini berdiri karena jamaah memiliki tekad dan keinginan membangun pesantren yang cukup bisa menampung jamaah untuk beribadah.

” Begitu pula dengan warga yang non Muslim kami sangat menjunjung asas kebhinekaan antar umat beragama sehingga dalam pembangunan pesantren kami juga dibantu oleh salah seorang umat Kristiani yang bernama Heri Mulyadi, dalam pembuatan menara. Semoga bapak Heri diberikan kesehatan, panjang umur, murah rejeki dan sukses ,” ucapnya hari Rabu 21/07/2021

Begitupun dari umat Hindu yang berkarya di pemerintahan turut membantu pembangunan pesantren ini.

” Kami akan tetap menjaga solidaritas antar umat bergama saling menghormati dan menghargai sehingga terjalin kerukunan antar umat ,” tandasnya.

Dari segi kemanusiaan dan keagamaan seperti hari Raya Idul Adha yang baru saja dilewati kami menyembelih 3 ekor sapi yang dagingnya dibagikan kepada jamaah serta mengundang beberapa tokoh agama Hindu untuk turut merayakan dan memaknai hari raya Idul Adha untuk saling introspeksi diri menuju jalan kebenaran .

” Kami mengucapkan terimakasih dan puji syukur pada perjalanan pembangunan pesantren ini sudah banyak dibantu oleh berbagai kalangan baik dari umat Muslim dan non muslim ,” ucapnya.

” Kami berharap kedepannya asas kebersamaan dan kebhinekaan ini bisa terus terjaga antar umat beragama di desa Air Kuning khususnya dan Indonesia pada umumnya ,” harap Haji Jamiin. (Putu/Surya Dewata)


Daerah

Kapolres Buleleng Tandatangani Kerjasama dengan RRI Singaraja

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Polres Buleleng melalui AKBP Andrian Pramudianto,S.I.K.,S.H.,M.Si., selaku Kapolres Buleleng,  telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kepolisian Resor Buleleng dengan lembaga penyiaran publik, RRI Singaraja, yang diwakili Drs. Wardi selaku Kepala LPP RRI Singaraja, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Lembaga penyiaran publik RRI Singaraja, Rabu (8/12/2021) pagi, bertempat di ruang Command Center Polres Buleleng.

Saat penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kapolres Buleleng dengan Kepala LPP RRI Singaraja, dihadiri juga beberapa staf dari RRI Singaraja serta Kabag Ops Polres Buleleng Kompol I Gusti Alit, Kasat Lantas, Kasikum dan Kasihumas. Perjanjin kerja sama ini dituangkan dalam surat Nomor: B/12/X/HUK.8.1.1 /2021 dan Nomor 1643/RRI SGR/10/2021 tentang Pelayanan Informasi Pada Masyarakat.

Tujuan ditandatangani perjanjian kerja ini untuk mendorong peningkatan pelaksanaan pelayanan informasi pada masyarakat berbasis radio publik di Singaraja.

Pelaksanaan kerjasama ini berupa pengisian acara dialog interaktif Lintas Singaraja Pagi, yang disiarkan setiap hari Sabtu mulai pukul 09.00 wita sampai pukul 10.00 wita, dan informasi lalu lintas setiap pagi dalam bentuk ‘news interview‘ mulai pukul 06.30 wita sampai pukul 09.00 wita.

Kepala LPP RRI Singaraja menyampaikan, “Terimakasih kepada Kapolres Buleleng atas kerjasamanya. RRI/Polri sama – sama milik negara yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat,” ucapnya.

“Diharapkan kepada Kapolres Buleleng dalam rangka menyambut kegiatan Nataru 2021 dapat memberikan informasi melalui RRI Singaraja, khusus terkait perubahan pembatalan PPKM Level 3. Juga menyangkut himbauan dalam menyambut Nataru agar masyarakat tetap mematuhi Prokes Covid 19, terutama tidak melakukan kerumunan,” imbuhnya.

Disisi lain, Kapolres Buleleng  menyambut baik kerja sama yang telah dilakukan ini dan Polres Buleleng akan memberikan pejabatnya untuk menjadi nara sumber pemberi informasi melalui RRI Singaraja secara bergantian, baik mulai Kabag, Kasat dan Kapolsek jajaran,” ucapnya.

“Semoga hal yang positif ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Buleleng,” tutupnya.[MGA]

Continue Reading

Daerah

Gubernur Bali Gelontorkan Paket Sembako Kepada Warga Kubutambahan

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Pembagian Paket sembako dari Gubernur Bali, Dr.Ir.Wayan Koster, M.M, bantuan yang di salurkan berupa paket bears sebanyak 30 Paket, masing – masing 5 Kg. Bantuan beras yang disalurkan merupakan beras dari Petani Bali yang dibeli dari koperasi – koperasi krama Bali, Selasa (7/12/2021), dilaksanakan di Desa Kubutambahan, Banjar Dinas Kubuanyar, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Tujuan dari Pembagian Paket sembako dari Bapak Gubernur sebagai bentuk kepeduliannya kepada warga. Dalam pembagian paket sembako ini diwakilkan Ketut Suartika yang di sapa Nyok, yang tinggal di Kampung Anyar Singaraja.

Harapannya semoga dengan adanya bantuan paket sembako ini bisa membantu meringankan kebutuhan sehari – hari mereka.

Tidak lupa warga Kubuanyar mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Bapak Gubernur Bali.[MGA]

Continue Reading

Daerah

Seorang Petani Nekat Gantung Diri, Diduga Kuat Karena Faktor ‘E’

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Di sebuah rumah di ladang milik Nengah Soliana (67), laki -laki, petani di Banjar Dinas Kanginan, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula,  Kabupaten Buleleng, telah melakukan aksi bunuh diri dengan cara  gantung diri, Minggu (5/12/2021) pagi.

Awal kejadian sekitar pukul 08:00 Wita, korban Nengah Soliana (NS) pergi dari rumahnya di banjar dinas Kanginan dengan berjalan kaki. Kemudian sekitar pukul 09.00 Wita istri korban, Nengah Biniasih (NB), berada di tempat kejadian. Pukul 10.30 Wita datang saudara Made Sitawan menanyakan korban kepada isrti korban untuk meminjam alat perangkap (Jebag).

Karena NB tidak tahu dan tidak mengetahui keberadaan NS lalu saudara Made Sitawan meminta tolong untuk mengambilkan alat tersebut. NS pun masuknkendalam rumah untuk mengambiln perangkap tersebut. Namun ia dikejutkan oleh sosok NS yang tergantung di balok kayu bagian dinding. NS melakukan aksinya menggunakan tali nilon warna biru sepanjang 1,5 meter, jarak tali dengan leher sekitar 75 cm.  Kakinya menjuntai di lantai. Jarak tali dengan tanah swkiyar 210 cm. NS mengenakan baju kaos warna putih dengan lengan warna biru dan celana pendek warna hitam.

Mengetahui kejadian tersebut, kemudian Made Sitawan mencari bantuan ke warga sekitar.

Selanjutnya  kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Tejakula.

Dari hasil pemeriksaan Tim Medis Puskesmas Tejakula I, yang dipimpin oleh dr. Daniel, bahwa tidak terdapat tanda kekerasan, lidah menjulur, keluar air mani namun tidak ada kotoran dan diperkirakan kematian sudah 4 (empat) jam yang lalu dan mayat sudah kaku.

Untuk sementara diduga penyebab korban melakukan gantung diri karena faktor ekonomi (E).

Atas kejadian tersebut keluarga korban sudah mengiklaskan dan tidak akan melakukan visum serta menerima pristiwa ini sebagai musibah.[MGA]

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam