Connect with us

Kesehatan

Tiga PAC di Karangasem Ikuti Jejak GPS Gabung ke Hanura

Published

on


GPS foto bersama dengan kader baru Partai Hanura

GPS foto bersama dengan kader baru Partai Hanura


GATRADEWATA – Sebanyak tiga PAC Partai Demokrat dari Kabupaten Karangasem bersama rekannya menyatakan diri bergabung ke Partai Hanura mengikuti jejak pendahulunya Gede Pasak Suardika(GPS) yang sebelumnya telah hijrah ke Hanura.

Kedatangan kader dari PAC Sidemen, Manggis dan Rendang yang berpakaian partai berwarna biru ke warung Kopi Made Renon Denpasar menyatakan kekecewaan terhadap partai sebelumnya. Disini, para kader melepas baju biru tersebut dan menggantikannya dengan jas kebesaran Partai Hanura. Jumat, 27/01/2017.

Wayan Ratna mengungkapkan alasannya pindah dirinya dari Partai Demokrat ke Partai Hanura untuk mencari kenyamanan dan juga aspirasi dibawah bisa disampaikan ke pusat.

“Paling tidak di Hanura, seperti kata bapak Pasek Suardika kalkulator nya masih maen,” ujar PAC Rendang ini.

Untuk sementara, dikatakan pria ini, baru setengah yang berpindah ke Hanura. Dan pihaknya pun akan berusaha menarik kader yang lainnya untuk mengikuti jejaknya.

Perpindahan ini, dijelaskan nya sudah direncanakan selama satu bulan. Dimana dirinya sebelum nya galau menentukan pilihan untuk bergabung. Tapi semenjak GPS bersama kader lainnya gabung ke Hanura, dirinya pun memutuskan untuk mengikuti jejaknya.

Made Sudartha Ketua DPD Hanura Bali menyambut baik kader Demokrat yang memilih untuk bergabung ke Hanura.

“Bapak-bapak sudah menjadi bagian dari keluarga besar Hanura,” kata Sudartha.

Sementara Gede Pasek Suardika menyatakan bahwa dirinya sudah memprediksi akan banyak berpindah ke Hanura. Dan Itu sudah tidak bisa dihalangi, yang merupakan kehendak alam serta hati nurani mereka.

Perpindahan mereka juga berlandaskan kekecewaan. Yakni banyaknya yang terjerat korupsi dan dua kursi DPR RI dapil Bali yang kosong tidak diurus atau tidak ada PAW.

“Itu merugikan Bali sangat dahsyat, karena itulah teman-teman beralih,” tegasnya.

Banyaknya kader yang berpindah ke Hanura tidak hanya terjadi di Bali saja. Menurutnya fenomena ini bahkan terjadi di berbagai wilayah Indonesia, seperti; Jawa Tengah, Jawa Timur yang sudah minta waktu. Dan dalam waktu dekat ini, Aceh juga menyatakan akan bergabung.

Ngh


Advertisement

Kesehatan

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, PMI Gelar Sosialisasi Anticipatory Action

Published

on

By

BALI – Bencana hidrometeorologi terjadi akibat anomali cuaca dan iklim di atmosfer (yang peningkatan frekuensi dan intensitasnya diduga diakibatkan oleh perubahan iklim) dan termanifestasikan dalam bentuk kejadian ekstrem terkait meteorologi.

Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat terkait dengan tingkat curah hujan atau presipitasi. Beberapa bencana hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia adalah kejadian banjir, banjir bandang, kekeringan, hujan ekstrem, tanah longsor, hujan es, puting beliung, angin kencang, dan lain-lain.

Upaya berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas dalam rangka pengurangan risiko bencana di Indonesia terus dilakukan.

Salah satunya adalah Program SIAP SIAGA yang merupakan kerjasama Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesiapsiagaan Bencana yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mencegah, mempersiapkan, menanggapi, dan memulihkan diri dari bencana serta memperkuat kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam aksi kemanusiaan di Indonesia.

Program ini selaras dengan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Indonesia (RPJMD) 2020-2024, Rencana Induk Penanggulangan Bencana (2020-2024), dan strategi Kemanusiaan Pemerintah Australia.

Palang Merah Indonesia menjadi salah satu organisasi yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Program SIAP SIAGA untuk dapat melakukan peningkatan kapasitas PMI dalam kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari rantai penanggulangan bencana di Indonesia yang sesuai dengan mandat PMI dalam UU No. 1 Tahun 2018 dan PP No. 7 Tahun 2019.

Program SIAP SIAGA memulai untuk melakukan peningkatan kapasitas dan ketangguhan pada tingkat lokal dengan menetapkan intervensi program SIAP SIAGA di Provinsi Bali tidak hanya menjadi wilayah kerja dari PMI, namun juga menjadi wilayah kerja bersama dengan actor lain yang terlibat dalam Program SIAP SIAGA seperti BPBD dan Palladium.

Dalam rangka meningkatkan dan memperkuat kapasitas kesiapsiagaan bencana bagi Pemerintah dan stakeholders, maka PMI Provinsi Bali atas dukungan Program SIAP SIAGA melalui kemitraan IFRC dan DFAT akan melaksanakan Sosialisasi dan Penguatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pengembangan Aksi Antisipasi di level Provinsi dan Kabupaten yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2024 bertempat di Prime Plaza Dennpasar.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 70 orang yang berasal dari PMI dan lintas sectoral terkait baik dari instansi Pemerintah maupun NGO yang consent dalam penguatan kesiapsiagaan Bencana.

Ketua Pengurus PMI Provinsi Bali Bapak I Gusti Bagus Alit Putra, SH., S.Sos., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi dan penguatan kesiapsiagaan bencana melalui Anticipatory Action (AA) bagi PMI dan stake holder di wilayah Bali.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari semua yang hadir dan turut mensukseskan jalannya kegiatan” imbuhnya di sela-sela acara Pembukaan.

Ibu Ninik Kun Naryatie selaku Ketua Bidang Hubungan Internasional mewakili Pengurus Pusat PMI dalam acara pembukaan menyampaikan bahwa Prioritas Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan PMI adalah terkait ketahanan terhadap ancaman global salah satunya Perubahan Iklim yang di realisasikan dalam bentuk rencana strategi untuk mengatasi dampak lingkungan untuk dapat di implementasikan PMI di masing-masing wilayah.

“Semoga kegiatan dapat diterima oleh peserta yang hadir dan mari kita kawal bersama Aksi Antisipatory untuk mengurangi dampak bencana” imbuhnya yang dilanjutkan membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Kesiapsiagaan Bencana melalui Aksi Anticipatory bagi PMI dan Stek holder di Bali.

Info lebih lanjut hub:

Markas PMI Bali Center, Jl.Trengguli No. 27 Denpasar | Taufan Kristanto (Kadiv. Orkom) Hp. 081647 36056,

Yohana (Staf Orkom) 081 246 684 177 | e-mail: info@pmibali.or.id | www.pmibali.o.id

 

Continue Reading

Kesehatan

Komang Arya, Anak Yatim Penderita Kanker Darah Yang Berobat Mengandalkan Hasil Jualan Canang

Published

on

Jembrana – Malang menimpa I Komang Arya Kusuma Adiputra (15) pelajar kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal kelurahan Baler Bale agung Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana.

Semenjak dua setengah bulan yang lalu dirinya didiagnosa mengalami penyakit Kangker Darah (Leukemia) dan sudah sempat berobat ke RSU Negara tapi dirujuk ke rumah sakit Prof Ngurah (RSU Sanglah) untuk mendapat penanganan maksimal. Saat ditemui di rumahnya di jalan Ratna Dua pada senin, (24/6/2024) Komang Sutriani yang juga ibu kandung dari Komang Arya menjelaskan dirinya diharuskan mengajak anaknya setiap seminggu sekali ke Denpasar untuk berobat, sampe saat ini dia mengaku sudah enam kali ke RSU Prof Ngurah dan mendapat bantuan biaya dari hasil berjualan canang dan bantuan para keluarga.

I Komang Arya Kusuma Adiputra saat didampingi ibunya dengan kondisi kaki yang mulai mengecil dan muka gemuk karena efek obat yang dikonsumsi

“Saya hanya berjualan canang untuk kebutuhan sehari-hari, dan setiap berobat ke Denpasar kadang saudara urunan ada yang ngasi seratus kadang lebih, karena setiap ke denpasar membutuhkan biaya lima ratus sampai enam ratus ribu, selain transport juga untuk kebutuhan makan beberapa hari di denpasar, karena dirinya mengaku tinggal dirumah singgah yang kadang dapat kadang tidak karena penuh, ” Ujar Komang Sutriani.

Sutriani menambahkan sudah ada beberapa organisasi sosial yang peduli terhadap penyakit yang diderita anaknya, “Sudah ada beberapa yang memberikan santunan berupa uang tapi saya rasa kurang mengingat harus berobat ke Denpasar tiap seminggu sekali dan tinggal selama kurang lebih empat hari di Denpasar,” Tambah Komang Sutriani.

Lurah Baler Bale Agung Ida Bagus Gede Ananda Kusuma yang dikonfirmasi lewat sambungan telefon membenarkan warganya ada yang menderita penyakit Kanker Darah yang juga berstatus anak yatim, “Beberapa waktu lalu sempat meminta surat rekomendasi di kelurahan dan sudah kita bantu untuk mendapat rumah singgah di Denpasar, dan kebetulan juga keluarga ibu komang arya sudah masuk di DTKS dan data wanita rawan sosial sehingga sudah rutin mendapat bantuan berupa beras dan paket sembako,”Ungkap Lurah Gede Ananda.

Komang Arya dijadwalkan ke RSU Prof Ngurah pada selasa besok mengingat dirinya harus melakukan Kemo Therapy pada Rabu lusa dan berharap rumah singgah yang biasa ditempati dalam kondisi ada yang kosong.

Continue Reading

Kesehatan

HUT Persekutuan Kaum Bapak GPIB Ke 43, Galang Kekompakan Dalam Turnamen Tenis Meja

Published

on

By

Turnamen tenis meja dalam rangka HUT Persekutuan Kaum Bapak GPIB ke 43 di gedung Graha Yowana Suci, Denpasar (08/06/2024)

DENPASAR – Turnamen tenis meja sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT Persekutuan Kaum Bapak (PKB) ke 43 dari Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) diselenggarakan di gedung Graha Yowana Suci Denpasar, Sabtu (08/06/2024)

Turnamen yang diselenggarakan untuk pertama kalinya ini, dibuka oleh Pendeta Mintje Windra Manuhutu, berlangsung meriah dengan diikuti oleh 64 peserta yang berasal dari seluruh umat Kristiani yang ada di Bali.

Turnamen tenis meja dibuka oleh pendeta Mintje Windra Manuhutu

Ketua panitia turnamen ini, Melky Bernad Leonard Ndaumanu, yang juga sebagai ketua Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GPIB Kasih Karunia Badung, menyatakan tujuan agenda turnamen ini sekaligus untuk mempererat rasa persaudaraan umat Kristiani di Bali.

“Harapan kami, selain dalam rangka memperingati HUT PKB juga menjalin silaturahmi dan persaudaraan sesama umat Kristiani khususnya yang ada di Bali,” ujarnya.

“Semoga turnamen tenis meja yang baru pertama kali diselenggarakan ini bisa terus berlanjut ditahun berikutnya dengan partisipasi dari kalangan anak-anak muda yang lebih besar lagi,” tambahnya.

Ketua panitia HUT PKB GPIB ke 43, Melky Bernad Leonard Ndaumanu (kiri) bersama ketua 3 Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) Kasih Karunia Badung, Ventje Frederik Kakomore (kanan)

Hal ini juga disampaikan oleh ketua 3 Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ), Ventje Frederik Kakomore, yang berharap dengan turnamen ini bisa membangkitkan jiwa sportifitas dan kekompakan sesama umat Kristiani di Bali.

“Dengan semangat berolah raga, kita mendapatkan badan dan jiwa yang sehat, membangun kebersamaan dengan jiwa yang sportif sehingga bisa lebih bersemangat membina umat,” ujarnya.

Turnamen yang berlangsung satu hari penuh ini memperebutkan hadiah trophy dan uang sebesar 1,5 juta rupiah untuk juara pertama, juara ke dua sebesar 1 juta rupiah dan juara ketiga dan keempat masing-masing sebesar 500 ribu rupiah. (E’Brv)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku