Connect with us

Pariwisata dan Budaya

The Wolas Villas & Spa Meresmikan Vila Dengan Fasilitas Unggulan dan Tampilan Baru Yang Mewah

Published

on


 

GATRADEWATA.COM || Seminyak, 20 April 2018.

Tepatnya pada hari Jum’at tanggal 20 April 2018, dengan mengundang beberapa travel agent dan media, Bali Villa Properties (BPV) yang telah 11 tahun berkiprah di industri pariwisata di Bali dengan senang hati mengumumkan bahwa proyek estetika selama setahun di The Wolas Villas & Spa kini sudah rampung dan sudah dapat dinikmati. Dengan demikian maka tepat pada hari ini resmi dilaunching. Berbagai inovasi dari ide kreatif dan perbaikan sudah diselesaikan sehingga lahirlah vila mewah yang menghadirkan keanggunan Bali masa kini di kawasan strategis yaitu Seminyak area.

The Wolas Villas & Spa dengan tampilan barunya kini lebih memperhatikan detail dalam pemilihan furniture dengan mengangkat inspirasi desa tradisional dan etnik yang elegan. Terdiri dari 18 private vila mewah yang dirancang untuk kenyamanan pribadi dengan kolam renang dan paviliun terbuka di masing-masing vila yang berjumlah 18 vila, terdiri dari 16 vila berkamar satu dan 2 vila berkamar tidur dua dengan fasilitas modern pendukungnya yang turut serta direnovasi untuk mengantisipasi kebutuhan wisatawan yang menghargai privasi dan membutuhkan kenyamanan dan ketenangan pikiran dengan suasana tropis. Setiap vila kini menampilkan kemewahan kelas atas dengan pilihan elemen dekorasi yang mencerminkan warisan kerajaan Bali (Heritage).

Memperkenalkan, The Wok Spices Restaurant yaitu restoran dengan tampilan baru yang mengkhususkan diri pada aneka kuliner Asia. Restoran yang berlaku juga untuk tamu luar vila ini dibuka sepanjang hari, menyajikan menu segar dan lezat dari bahan-bahan lokal. Hidangan andalannya adalah “nasi goreng klasik Indonesia” yang disajikan dengan artistik dalam wajan berukuran khusus yang disebut “Wok” yang tentu saja dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin. Fasilitas lainnya yang turut ditingkatkan adalah spa yang juga direnovasi dengan suasana baru untuk memanjakan para tamu lengkap dengan menu perawatan tubuh dan kecantikan yang diilhami oleh warisan kesehatan dari rempah-rempah tradisional Bali. Sementara itu, untuk menciptakan suasana yang lebih ramah, The Wolas Villas & Spa memperindah lobi juga dengan memadukan ruang tunggu kecil dan bar serta area untuk duduk bersantai menikmati secangkir kopi atau minuman pilihan lainnya seperti jus sehat.

Selain melengkapi semua fasilitas, The Wolas Villas & Spa yang mengadopsi slogan baru yaitu Royal Island Experience yang berkomitmen mengekspreksikan segala kemewahan properti serta peningkatan standar mutu pelayanan kepada tamu yang stay menginap disini.

“Semua perubahan di The Wolas Villas & Spa dilakukan sebagai upaya merespons tuntutan pasar saat ini. Para wisatawan kini mencari pilihan akomodasi yang menggabungkan kemewahan Bali dengan fasilitas gaya hidup modern. Saya yakin properti ini akan menarik khalayak tamu yang lebih luas dari mancanegara,” kata Pak Gufron, Managing Director Bali Villa Properties, yang mengelola resor vila ini.

Mr. Gufron, Managing Director Bali Villa Properties (BVP).

The Wolas Villas & Spa berada di lokasi sempurna dan strategis dan untuk menikmati segala kemewahan paling ikonik di kawasan Seminyak ini hanya dibutuhkan waktu 20 menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai dan menjadi destinasi untuk menjelajahi semua keindahan dan kemewahan yang ditawarkan pulau Bali dalam keramahtamahan dan perhatian yang hangat ditambah dengan perhatian untuk pengalaman yang tak terlupakan selama liburan yang kaya yang dipenuhi dengan pengalaman yang berarti. <ydj>


Daerah

MAHAKARYA PUTRA KLUNGKUNG CUP II MEMBUAT RIBUAN BURUNG BERNYANYI PADA ACARA KONTES TAHUNAN

Published

on

Gatra Dewata | Klungkung | Event tahunan adalah ajang kompetisi yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat Bali, baik acara provinsi maupun acara yang diselenggarakan oleh Pemerintahan kabupaten maupun kotamadya.

Masih hangat berita tentang hilangnya burung berjenis kacer milik seorang penghobi burung yang naik pesawat Garuda dari Pontianak ke jakarta (19/12).

Pemerintah Klungkung menjelang akhir tahun 2019, minggu 22/12/2019 mempercayakan sebuah event yang bertaraf nasional kepada Mahakarya Putra Klungkung yang dikomandoi oleh seorang ketua yang bernama Anak Agung Gede Bagus Mahendra Putra.

Mahakarya Putra Klungkung Cup II ini menampilkan lomba burung terbaik dengan katagori jenis burung Cucak hijau, Murai batu, Anis merah, love bird fighter, love bird paud, kenari, kacer, cendet.

Sebuah Kontes burung yang diadakan di lapangan umum banjarangkan klungkung yang diikuti sekitar kurang lebih 1500 peserta dari wilayah Jawa, Bali dan lombok.

“Piala Bupati dan Piala Mahakarya Putra Klungkung merupakan dua kontes yang rutin diadakan tiap tahun nya di Klungkung hingga kini”, demikian ungkap ketua panitia kontes ini.

Persiapan yang tidak main-main oleh ketua panitia yang akrab disapa Ratu Bagus ini, dari pengecekan panitia yang dikhawatirkan main mata dengan peserta, sampai persiapan ijin-ijin pelaksanaan event tahunan ini yang melibatkan ribuan peserta.

Membuat event ini berjalan dengan baik dan meriah tentunya, sangking antusias penonton membuat suara burung-burung indah yang mengikuti lomba inipun tidak terlalu terdengar merdunya.

“Sampai bertemu lagi tahun depan bulan april 2020 Piala Bupati yang sudah kelima diadakan ini,” pungkas Ratu Bagus. (Ray)

Continue Reading

Daerah

SAMAWARTANA SEBUAH BEKAL KEHIDUPAN JATI DIRI UMAT HINDU

Published

on

Gatra dewata | Denpasar | Kegiatan Samawartana adalah upacara mengakhiri masa brahmacari yang merupakan masa berakhirnya pendidikan formal, yang mampu menjadi bekal menjalani kehidupan ini sebagai manusia Hindu yang berbudi luhur.

Kegiatan Samawartana diadakan bersamaan dengan wanti warsa atau ulang tahun Yayasan Pasraman Bhuwana Dharma Shanti yang ke-2, menggarisbawahi bahwa Melalui Samawartana Kita tingkatkan jati diri umat Hindu untuk melestarikan ajaran Hindu di era Globalisasi dan milenial.

Beragam kegiatan dipusatkan di Griya Dharma Shanti, Sesetan minggu (22/12).
Yang dihadiri langsung oleh Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram, Anggota DPR RI, I Made Urip, perwakilan PHDI Denpasar, tokoh masyarakat, seluruh kelian adat desa Sesetan, tamu undangan serta 70 pemangku pemula juga memadati acara tersebut.

Pembina Yayasan Pasraman Bhuana Dharma Shanti, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa terlihat mendampingi Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra melakukan pemotongan tumpeng serta memberikan sertifikat kepemangkuan kepada peserta diklat kepemangkuan tingkat pemula.

IB Rai Dharmawijaya Mantra pada kesempatan tersebut mengatakan, di era digital saat ini, banyak dari kita yang kadang lupa akan karakter diri sendiri.

“Ini adalah tantangan bagi kita semua, karena saat ini dari media sosial dapat memberikan pengaruh, sentuhan dan rasa yang akan membentuk akhlak dan etika dalam melakukan sesuatu perbuatan,” ujar Rai Mantra.

Pemangku pemula yang telah mendapatkan sertifikat sebagai tanda secara sekala telah mengikuti diklat kepemangkuan tingkat pemula dan secara niskala sudah melaksanakan pewintenan Dasa Guna Metapak Gana.

Dan ini merupakan sahnya seorang memakai jabatan seorang pemangku atau pinandita dan berwenang melaksanakan atau memuput sebuah upacara keagamaan secara Hindu sesuai dengan tingkat kewenangannya.

Pasraman Bhuwana Dharma Shanti yang berdiri pada tahun 2017 tidak hanya pendidikan pemangkuan, tetapi terdapat pendidikan Sansekerta, Yoga, latihan Kidung.

“Pasraman ini dibentuk untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara menjalankan agama yang dapat membuat kita tenang, sehat, bahagia, dan mudah karena agama Hindu adalah agama yang fleksible,” ujar Ida Rsi.

I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang merupakan anggota DPD Bali juga terlihat menghadiri acara tersebut, sebelum acara santap siang beliau memberikan wejangan atau arahan tentang kehidupan Bali yang kritis oleh kepungan kebudayaan dari luar, pesan beliau adalah agar mampu menghormati pemimpin agama Hindu agar tidak menjadikan bumi Bali ini leteh (kotor).

“Pada era saat ini Kebenaran hanya bertumpu satu kaki, adharma itu 3 kaki, sulinggih palsu, pemangku palsu, orang miskin yg palsu supaya dapat menikmati bpjs, dapat beras yang membebankan keuangan negara”

“Dalam kepemangkuan harus juga bisa menelurkan ide perubahan, agar mampu memahami bahwa jaman saat ini lah yang sungguh banyak godaannya”, terang beliau. (Ray)

Continue Reading

Daerah

BANYU PINARUH DENGAN TIRTHA LANGSUNG DARI INDIA

Published

on

Gatra dewata | Mertasari | Sanur | Upacara Pelukatan Agung Banyu Pinaruh Minggu (8/12) di tepi Pantai Mertasari, Sanur di Denpasar selatan diikuti sekitar 5000 lebih pemedek dari berbagai penjuru pulau Dewata.

Pinandita Sanggrana Nusantara (PSN) Koordinatori Daerah Bali yang menggagas acara ini terbilang spesial, karena dipuput sembilan sulinggih lintas klan (Sarwa sadaka).

Pemujaan dalam upcara ini dipimpin Ida Rsi Bujangga Waisnawa Putra Sara Satya Jyoti dari Gria Bhuwana Dharam Santi.

Mereka yang ingin mengikuti upacara ini mulai berbondong-bondong datang sekitar jam 05.00 wita dini hari, dan berakhir pukul 11.00 wita, dikarenakan pagi menjelang matahari terbit adalah waktu yang cocok untuk mereka melakukan pengklukatan atau upacara membersihkan diri.

Sedangkan delapan lainnya adalah Ida Shri Mpu Dharma Sunu Gria Taman Pande Tonja, Ida Padanda Gede Kompyang Beji Gria Beji Taman Santi, Ida Pandita Mpu Upadyaya Nanda Tanaya Gria Reka Eka Santi, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Putra Wirya Arda Nara Swara Gria Batur Bujangga Sari, Ida Pandita Mpu Jaya Ananda Yoga Gria Pasek Agung Tegal, Ida Padinta Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Griya Padukuhan Siddha Swasti, Ida Shri Mpu Dharma Agni Yoga Sogata Griya Taman Giri Chandra, serta Ida Pandita Mpu Dwidaksa Dharma Manik Kusuma.

Kali ini yang membuat unik upacara ini adalah menggunakan sembilan tirta suci yang salah satunya didatangkan langsung dari India.

“Tirta ini terdiri dari sembilan macam, tirta Gangga asli dari India. Kemudian ada tirta Siwa Baruna, tirta Baruna Gni, tirta Setra Gemana, tirta Wisnu Pancara, tirta Siwa Gni, tirta sanjiwani Ian tirta Buda, tirta Wana Gemana, dan tirta Marga Gemana,” jelas Ida Rsi Bujangga Waisnawa Putra Sara Satya Jyoti.

Beliau menutirkan bahwa penggunaan tirta suci ini merujuk kepada filosofi upacara Banyu Pinaruh, sebagai upaya penyucian diri.

Penyucian ini dipercaya dapat membawa berkah bagi umat yang melaksanakannya, mulai dari membantu kesembuhan dari penyakit hingga mendatangkan keberuntungan sampai dengan teduhnya pulau dewata yang mereka tinggali ini, karena konsep bhuana alit bhuana agung, yang artinya bila dalam diri terpancar kebersihan hati akan membuat vibrasi sekitarnya atau lingkungannya menjadi damai dan tentram.

Ida Rsi Bujangga memberikan wejangan bahwa berkaitan dengan makna penyucian, Pelukatan Agung ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran manusia untuk menjadi lebih baik dengan menggunakan sarana tirtha tersebut dan dengan kepercayaan dan kesadaran tersebut, maka niscaya akan memberi berkah.

“Upacara itu merupakan upaya memberi dampak agar manusia berpikir lebih baik,” tuturnya.

Dalam suasana hari suci Saraswati di era millenial saat ini, Ida Rsi Bujangga menghimbau agar generasi muda tidak membatasi diri untuk mempelajari ilmu pengetahuan, termasuk isi lontar, Ini mengingat masih banyak yang menilai bahwa mempelajari lontar adalah hal pingit (sakral).

Menurutnya, bahwa sangat disayangkan isi lontar yang maha penuh dengan pengetahuan hanya di upacara tanpa diketahui isi dan makna yang terkandung di dalamnya.

Beliau menginginkan agar Ke depannya generasi muda dapat menekuni ilmu pengetahuan dalam berbagai hal yang khususnya berkaitan dengan filosofi upacara-upacara di Bali agar tidak hanya bisa melaksanakannya tetapi mereka menjadi tahu apa itu maksud dan tujuan dari semua aktivitas yadnya yang ada di Bali ini.

Pinandita I Wayan Dodi Arianta yang sebagai Ketua Panitia Palukatan Agung Banyu Pinaruh hari ini, menerangkan bahwa rangkaian upacara ini diawali prosesi ngarga tirta, dilanjutkan dengan mareresik dan prosesi mendak tirta ke tengah laut.

“Tengah malam kemarin, kami telah meletakkan botol kosong di tengah lautan. Sekarang tirta tersebut dipendak dari laut menuju ke darat, yang disebut tirta nirmala atau tirta kamandalu. Kata dia, tradisi ini dilaksanakan di sumber mata air. Di india upacara ini dikenal dengan Kumbamela yang sangat menggaung di dunia. (Ray)

*MENDAK – Para pemangku saat melakukan upacara mendak tirta di Pantai Mertasari. Tirta ini kemudian dilarutkan bersama tirta lainnya, untuk diberikan kepada umat.

Continue Reading

Wonderful Indonesia

Ads

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam