Connect with us

Uncategorized

Simpan Hasis, Dua WNA Australia dan British Citizen Diamankan

Published

on


GATRADEWATA – Polresta Denpasar mengamankan dua orang asing pelaku tindak pidana narkotika jenis hasis. Dari TKP, petugas berhasil menyita barang bukti yang diduga hasis dengan total berat 20.22 gram bruto, netto 17.41 gram.

Adapun dua orang tersangka tesebut, yakni GS(58), kebangsaan Australia, pekerjaan wiraswasta, yang tinggal di jalan Tunggak Bungin Betngandang, Sanur Kauh, Densel. Dan tersangka inisial DM(51), WNA British Citizen, pensiunan jurnalis dengan alamat sementara di Penyaringan Pekandelan Sanur.

“Kedua tersangka yang sudah lima tahun tinggal dan menetap di Bali, ditangkap pada hari Sabtu tanggal 8 Oktober 2016,” ungkap Kompol I Gede Ganefo, Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar. Minggu, 09/10/2016.

Lebih lanjut dijelaskannya Kasat Resnarkoba, bahwa penangkapan tersangka ini berdasarkan Informasi dari masyarakat tentang adanya seorang laki-laki WNA yang tinggal di Tunggak Bungin diduga sering menggunakan Narkotika.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas kemudian Pada hari Sabtu tanggal 8 Oktober 2016 melakukan lidik dan penyanggongan di TKP.

Saat terlihat pintu pagar terbuka, team segera masuk ke dalam, dengan disaksikan dua orang saksi umum serta melakukan pengeledahan badan.

Sayang di badan tersangka nihil ditemukan Narkotika, selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap rumah tinggal dan ditemukan BB tersebut yang disimpan dalam1 (satu) buah Koper warna hitam yang didalamnya berisi 1 (satu) buah buntalan warna hitam diduga Hashis
brutto 10,05 gram, netto 7.32 gram.

“Ketika diintrogasi, GS mengaku mendapatkan barang tersebut dari temannya inisial DM, yang telah disepakati untuk bertemu di Bar ON ON,” lanjutnya.

Petugas bergerak cepat menuju alamat yang ditunjuk tersangka dan pada pukul 16.30 wita tampak terlihat TO sedang berada di TKP dan selanjutnya diamankan dengan disaksikan 2 (dua) orang saksi umum dilakukan pengeledahan badan dan ditemukan 1 (satu) bungkus aluminium foil yang berisi 1 buntelan warna hitam diduga hasis.

DM selanjutnya diarahkan ke rumah Penyaringan Pekandelan dan menemukan 1 (satu) buah sarung tinju warna biru yang didalamnya berisi 1 (satu) buah buntelan warna hitam terbungkus plastik diduga hasis dengan berat bruto 10.17 gram, netto : 10,09 gram dan 1 (satu) buah bong.

Alt


Daerah

5 Tips Aman di Tempat Kebugaran Selama Pandemi

Published

on

GatraDewata ⌊Denpasar⌋ Bagi mereka yang suka tampil bugar kerap dihadapkan pada dilema selama pandemi Corona. Di satu sisi tidak boleh berkerumun, disisi lain musti menjaga ketahanan tubuh yang salah satunya dengan tetap berolahraga. Jika anda tinggal di daerah pinggiran perkotaan tinggal pakai sepatu kemudian jogging di luar. Nah, mereka yang tinggal di perkotaan tidak memiliki keuntungan itu. Satu – satunya pilihan yaitu pusat kebugaran yang kerap disebut Gym.

Lalu, bagaimana anda bisa tampil bugar tapi juga aman? Berikut tips yang saya rangkum sebagai referensi anda:

1. Berlatihlah di Gym yang sepi.

Memilih gym yang sepi dimaksudkan untuk memperkecil resiko penularan; baik ditular maupun menularkan. Gym yang sepi juga memungkinkan bagi anggotanya untuk menjaga jarak. Ada beberapa faktor untuk menemukan gym yang sepi, misalnya: a) berlatihlah pada jam – jam yang tidak biasa. Rata – rata orang mulai berlatih antara jam 9 am sampai siang, kemudian lanjut lagi sorenya antara jam 5 pm sampai jam 8 malam. Tapi untuk lebih akuratnya bisa anda bicarakan dengan bagian admin masing – masing gym. b) faktor yang ini agak ruwet, tapi jika keselamatan merupakan prioritas pastinya bakal dilakoni juga. Cari gym yang mahal! Gym yang mahal biasanya kurang laku, maksudnya jarang orang yang datang kesini karena faktor U alias uang. Sebagaimana diungkapkan oleh David, pemilik Smart Fit, dimana beliau sengaja tidak menyesuaikan harga selama pandemi guna menyaring anggota. Alhasil jumlah anggotanya turun hingga 70%. Artinya, tidak akan terjadi kerumunan yang tidak terkendali.

2. Cari Gym yang sistem ventilasinya mumpuni. 

Bukan tanpa alasan untuk mengutamakan gym yang memiliki sistem ventilasi bagus. Penularan Covid-19 sebagian besar dari pernapasan. Oleh sebab itulah kita diharuskan untuk selalu mengenakan masker. Ironisnya, penggunaan masker agak sulit saat berolahraga; nafas jadi berat. Lagipula ruangan yang tertutup dan suhunya dikontrol dengan sistem pendingin (AC) justru tidak direkomendasikan oleh ahli. Disinilah peran ventilasi tersebut ditempatkan. Ventilasi yang mumpuni harus memiliki jalur pergantian udara memadai. Penggunaan exhaust pada beberapa titik tidaklah cukup jika aliran udara masuk hanya datang dari satu arah. Akan ada bagian – bagian tertentu yang udaranya mendem atau pertukarannya lambat. Jadi yang tepat yaitu harus ada banyak jendela/ventilasi di semua sisi ruangan. Jika ditambahkan dengan beberapa exhaust maka akan menjadi sempurna.

3. Perhatikan ketersediaan fasilitas keselamatan sesuai Protokol Kesehatan.

Pengadaan fasilitas ini sudah jamak dilakukan oleh penyedia jasa. Kita bisa lihat di depan setiap toko terdapat tempat cuci tangan, kemudian ada juga sanitizer di dekat meja kasir. Produk tersebut juga penting di pusat kebugaran. Malah, boleh dibilang suatu keharusan. Bayangkan saja satu alat bisa digunakan oleh beberapa orang secara bergantian dalam tempo yang berdekatan. Penggunaan sanitizer di gym lebih intens daripada tempat umum lainnya. Gunakanlah selalu sanitizer, beberapa kali, saat berlatih. Disamping sanitizer ketersediaan handuk juga tidak kalah penting sehingga keringat tidak tertinggal yang kemudian tersapu oleh orang berikutnya.

4. Bijaksanalah dengan program latihan.

Kadang kita sudah membuat program latihan dan merencanakan untuk menggunakan alat – alat tertentu nantinya. Namun, ketika sedang berlatih ada orang lain yang juga menggunakan alat yang sama. Jika ini terjadi maka pikirkan untuk beralih ke alat lain yang memberikan efek serupa pada otot anda. Dumbell anda diesrobot orang, pakailah cable machine. Ketika treadmill tidak memungkinkan anda masih bisa gunakan sepeda statis atau bentuk otot paha dengan leg press. Apalagi yang nyerobot badannya lebih besar, anda tidak mau bonyok sepulang latihan, bukan? Langkah ini bukan untuk membuat anda terlihat seperti pengecut. Tapi malah terlihat cerdas dan bijak yang efeknya anda bisa terus berlatih kedepannya.

5. Wuhan Shake.

Jika selama ini modus latihan anda karena peluang untuk cipika – cipiki (cium pipi kanan – cium pipi kiri) dengan instruktur aerobik di lantai atas, lupakan itu untuk smentara. Jabat tangan saja tidak direkomendasikan, apalagi cipika – cipiki. Kini metode ramah tamah setara jabat tangan sudah tergantikan dengan Wuhan Shake, yaitu bisa dengan mempertemukan siku atau ujung kaki. Pilihlah sesuai kenyamanan anda.

Intinya adalah kita harus selalu awas terhadap kemungkinan terpapar virus Corona. Jika orang lain tidak mengerti maka mulailah dari diri sendiri. Kurangi ego dan tambahlah beban, maka tuhan, dengan segala kemurahannya, akan membuat otot anda semakin berkembang.<swn>

Continue Reading

Daerah

Jangan Sampai Jadi Pemangku Tanggung, Ikuti Kursus Kepemangkuan Disini!

Published

on

GatraDewata ⌊Denpasar⌋ Pasraman Ghanta Yoga membuka kursus Kepemangkuan dibawah naungan Yayasan Taman Bukit Pengajaran. Pendaftaran sudah mulai dibuka sejak awal minggu ini dan akan ditutup pada tanggal 28 November 2020.

Pelatihan kepemangkuan ini akan digelar pada tanggal 29 November 2020, dimulai dengan proses mewinten. Pelatihan kepemangkuan ini berlangsung selama 3 bulan dengan total 24 kali pertemuan. Seluruh pelatihan akan dilakukan di Pasraman Ghanta Yoga yang beralamat di Gang Ulun Carik V Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Adapun materi yang akan diberikan dalam kursus kepemangkuan dasar ini, meliputi :

  • Sesana/swadarmaning pemangku; sesi ini akan terfokus untuk melatih peserta tata cara pemangku nganteb
  • Wariga; pengenalan pencarian hari baik
  • Tatwa
  • Upacara/Upakara; pemaparan upacara mulai dari manusa, dewa hingga butha yadnya
  • Dasar Kosala Kosali
  • Gegelaran pemangku; materi lanjutan dari swadarmaning pemangku


Kursus pelatihan kepemangkuan ini dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat yang sedang aktif maupun pemula dibidnag kepemangkuan. “Siapa saja boleh ikut; baik pemangku aktif maupun calon atau orang-orang yang ingin jadi pemangku” terang Ketua Pesraman Ghanta Yoga.

Donasi untuk kursus kepemangkuan ditetapkan sebesar 800 ribu/orang untuk seluruh sesi, yang berdurasi antara 1.5 hingga 2 jam per sesinya. Sebagai bonus, peserta akan diberikan pelatihan tambahan yaitu Yoga Asuci Laksana guna meningkatkan kesucian diri dan kerahayuan.  Peserta juga akan diberikan panduan materi untuk kemudian dibawa pulang, serta sertifikat bagi yang berhasil menuntaskan seluruh sesi.

Untuk keterangan lebih lanjut pembaca GatraDewata bisa menghubungi bagian administrasi di nomor 08993182858.<swn>

Continue Reading

Daerah

Ogah Santuy, Hotelier Kian Kreatif Hadapi Pandemi

Published

on

GATRA DEWATA ⌊Denpasar⌋ Covid-19 telah mengubah tatanan hidup orang banyak sejak Maret lalu. Khususnya di Bali dimana warganya mayoritas pekerja hotel paling merasakan perubahan tersebut. Sebagian manajemen hotel memilih untuk melakukan pemutusan hubungan kerja dan sisanya menunggu perkembangan dengan mempekerjakan karyawannya paruh waktu. Bahkan ada yang dirumahkan selama berbulan – bulan tanpa gaji.

Hal inilah yang membuat mereka memutar otak untuk menyambung hidup. Life must go on, begitulah kira – kira cara mereka menyikapi situasi yang penuh ketidakpastian ini.

Simsalabim! Jago jualan di hotel terbawa ke rumah saat pandemi. Mereka yang tadinya merupakan tenaga pemasaran di berbagai hotel di Bali kini berjuang menjajakan dagangannya sendiri untuk sebuah harapan, yaitu bertahan hingga situasi kembali normal. Apa saja?

1. Bakso Asam Urat

Sebut saja namanya Angga, yang tempo hari masih aktif di hotel seputaran Ubud. Sejak hotelnya tutup ia tidak menunggu lama untuk menemukan harapan hidupnya lewat pentol bakso. Iapun kini wara wiri di media sosial sambil mengibarkan bendera Bakso Asam Urat. Ia menebus sebuah mesin pembuat bakso yang tidak murah. Lalu produknya dijajakan lewat jejaring sosial termasuk perangkat e-commerce seperti GoJek. “Bakso yang saya tawarkan beda dengan bakso pada umumnya. Kandungan dagingnya mencapai 80% dimana tepung hanyalah sebagai perekat saja,” ucapnya lantang bernada promosi. Tidak puas sampai disitu aja, ia juga berencana akan merambah ke menu lain yaitu Cilok. Kita tunggu saja undangan food tasting dalam waktu dekat ini.

2. Yummy

Tidak jauh dari teritorialnya Angga, ada sosok ibu muda (Yudia) yang tadinya bekerja nine-to-five di Furama Seminyak, kini ia menjajakan Nasi Paru dibawah korporasi bernama Yummy. Meja yang tadinya nganggur di pojokan ia pindahkan ke teras depan dan menjadikannya sebagai etalase. Dasar tukang jualan, iapun tergolong pintar dalam hal membaca peluang. Ketika begitu banyak warung menjajakan hidangan ayam, babi, lele dan lain sebagainya, ia membelot ke menu Sapi. Sekotak Nasi Paru terdiri dari paru renyah, sapi sisit, sambal goreng cumi, krupuk kulit ayam dan sayur lalapan. Ia dikenal tidak pelit soal bobot dan yakin seporsi Nasi Parunya cukup membuat perut sekelas orang Asia kenyang. Yummy sudah membuatnya sangat bergairah menghadapi ketidakpastian situasi saat ini. “Lumayanlah, bisa menopang dua anak dan mertua,” selorohnya sembari sibuk merapikan tumpukan kotak nasi.

3. Zawitry Bakery

Ada satu lagi sosok ibu muda yang berdomisili di daerah Ubud, yang akrab disapa Ranik. Ia sudah masuk squad pemasaran Madawa sejak beberapa tahun lalu. Suaminya juga bekerja dibidang yang sama tapi lain hotel. Sejak dilonggarkannya masa PSSB ia naikkan bendera Zawitri Bakery. Lapaknya cukup berwarna;  mulai dari Bulung, Greek Donut, Bolen hingga Cinamon Roll. Kini mereka tumpahkan seluruh kemampuannya untuk menjaga bendera tetap berkibar. Semua itu ia kerjakan di rumah. “Tidak ada warung. Di rumah aja, pak. Sambil jagain anak – anak,” tungkasnya optimis.

4. Angkringan Sisin Margi

Ajik Dewa lain lagi ceritanya. Dulu ia lama berkarir di Bar sebagai tukang racik minuman alias bartender. Cukup lama juga ia digembleng bagaimana racikannya bisa laris. Lewat beberapa pertimbangan akhirnya ia putuskan utnuk membuka konter sendiri di kawasan Blahbatuh, Gianyar, tepatnya di depan Puri Agung Blahbatuh. Menunya sederhana saja; ia menyediakan beragam Virgin Mojito yang sangat segar, nasi Jinggo dan beragam makanan ringan lainnya. Komunitas roda dua kerap mampir di lapaknya. “Klub NMax dan Astrea pernah ngumpul disini. Mereka suka suasananya,” tutupnya bersemangat.

Masih ada banyak lagi pelapak hotelier lainnya yang akan kami sajikan dilain waktu.<swn>

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam