Connect with us

News

Sengketa Pengelolaan Villa, Investor Asing Upayakan Keadilan

Published

on

Lawyer Heritage Bali Legal Services, Monica Christin (kiri) saat mendampingi kliennya memberi keterangan kepada awak media (12/02/2024)

BADUNG – Ditengah meningkatnya iklim investasi real estate yang mengalir ke Bali, seorang Warga Negara Asing (WNA) Adam Richard Swope (33) asal Pennsylvania United States of America (USA), terjerat kasus hukum atas kerjasama sewa Villa Adara No.14 di Jalan Toyaning 2, Desa/Kelurahan Ungasan Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Ditemui di kantor Heritage Bali Real Estate and Legal Services Company, Uluwatu, kuasa hukumnya, Monica Christin Dani, SH, M.Kn, menyampaikan kegundahan kliennya, Adam Richard Swope sebagai Direktur dari PT The Swope Properties.(12/02/2024)

Pada tanggal 09 September 2022 dihadapan Notaris I Gede Praptajaya, SH., M.Kn, Adam sudah melakukan suatu ikatan perjanjian kerjasama, dimana dalam kesepakatan itu, Adam sebagai pihak pertama dan Ni Luh Mega Mariyani (27) sebagai pihak kedua, mereka sepakat untuk kerjasama pemasaran selama 15 tahun atas villa (Villa Adara) mulai 1 Oktober 2022 s.d. 1 Oktober 2037.

Saat itu Adam menceritakan bahwa awalnya dia hendak menyewa satu unit villa dengan status sertifikat villa ada di Bank karena digunakan sebagai pinjaman.

Adam berkonsultasi dengan Notaris atas kondisi villa terkait karena khawatir villa itu suatu saat dapat saja disita karena pemilik tidak mampu membayar hutang Banknya.

Lawyer Heritage Bali Legal Services, Monica Christin (kiri) dan para kliennya, Adam Richard Swope (tengah) dan Samara Katarina Erica Grisar (kanan) dari manajemen PT Swope Properties

Akhirnya diubahlah perjanjian sewa itu menjadi perjanjian kerjasama, dalam perjanjian yang ditandatangani 9 September 2022 antara PT Swope Properties dengan pemilik Villa, Ni Luh Mega Mariyani, dimana PT The Swope Properties membayar Rp300 juta diawal untuk biaya kerja sama kepada Ni Luh Mega Mariyani.

Pembayaran kerja sama berikutnya akan dibayarkan setiap 3 bulan (tri wulan) yang dimulai pada pada tanggal 1 November 2024 sebesar 25% dari pendapatan bersih penyewaan villa tersebut.

“Hal ini dibayarkan dari hasil yang dihasilkan villa (pemasaran), di mana pemilik villa akan memperoleh 25%, dan mereka (klien) mendapat 75%, klien lebih besar karena mereka yang memanagement, memperbaiki, merawat, mencarikan tamu, agen dan lainnya. Kerjasama ini akan berlangsung selama 15 tahun secara sah di hadapan notaris,” jelas Monica.

Pada tanggal 28 September 2023, kliennya didatangi seseorang yang bernama Hironimus Bisa Langkeru (Hiro) bersama 5 rekan lainnya, mengaku sebagai pemilik Villa no 14 tersebut dan melakukan pengancaman kepada kliennya, bahwa kalau kamu (klien) tidak menyerahkan Rp.1 Milliar sebagai uang sewa, maka mereka akan membakar kliennya di dalam rumah.

Hal ini membuat klien kami menjadi tertekan tidak tahu apa yang harus dilakukan, kemudian salah seorang kenalannya memberikan referensi Pengacara atas nama I Made Dwi Yoga Satria (Yoga).

Saat dihubungi, Pengacara itu mengatakan ini masalah gampang dan bisa membantu mengatasi masalah ini.

Pada tanggal 29 September 2023, sekitar 7 menit sebelum Hiro datang, Pengacara Yoga mengirimkan email berisikan dua draft dokumen surat kuasa berbahasa Indonesia, yang harus mereka tanda tangani.

Lalu Pengacara Yoga ini datang kelokasi dengan membawa hard copy print out dari dokumen tersebut.

Setelah ditelusuri draft itu berupa surat kuasa dan perjanjian kerja sama yang berisikan mereka akan menjadi legal konsultan dari PT The Swope Properties selama 1 tahun, dengan pembayaran Rp15 Juta sebulan diluar biaya-biaya operasional lain yang akan ditagihkan terpisah.

Konon perjanjian itu tidak bisa dibatalkan, dan bilamana dibatalkan itu harus dibayarkan seluruhnya.

“Saat itu Hiro dan Pengacara Yoga ini bertemu untuk mediasi, setelah itu Pengacara Yoga menemui klien saya dan meminta klien untuk membayar kepada Hiro uang sejumlah Rp.1 Milliar, jika tidak maka kamu akan kena masalah besar,” demikian jelas Monica.

Klien kami tidak mengerti kenapa dia harus melakukan hal tersebut dan menolak untuk menyerahkan uang tersebut.

Pada tanggal 31 Oktober 2023, klien kami dihubungi oleh Pengacara Yoga Satria melalui telpon dan mengatakan bahwa klien kami mendapatkan gugatan dari pihak pemilik Villa yang dikerjasamakannya itu.

Klien menanyakan kepada Pengacara,
bagaimana dia mengetahui ada gugatan sedangkan klien kami belum pernah menerima surat dari Pengadilan manapun, dan saat itu pihak Pengacara hanya mengatakan dirinya dihubungi pihak Pengadilan dan dia meminta klien kami untuk menyiapkan sejumlah dana untuk biaya pengadilan dan membayar tambahan biaya atas jasanya sebagai pengacara dalam menangani masalah ini.

Monica Christin saat didepan pintu Villa Adara no 14 yang disegel Police Line

“Menghadapi situasi ini, klien kami kemudian mencari pendapat dari kantor kuasa hukum lainnya, dan saat itulah dia bertemu dengan kami,” jelas Monika.

Kami menjelaskan bahwa perjanjian yang dia miliki terkait Villa No 14 tersebut sudah benar secara hukum dan valid, kemudian dijelaskan juga bahwa tidak dibenarkan untuk melakukan pembayaran apapun diluar keputusan Pengadilan.

Sejak itu, klien meminta kami untuk membantu memediasi masalah ini dengan kuasa hukum sebelumnya termasuk isi surat kuasa dan perjanjian kerjasama legal konsultan antara Yoga dan perusahaan klien kami.

“Saya bertemu Yoga, saya bilang tolong ini dibijaksanai, tidak etis mengikat seperti itu, kita jual jasa. Kalau jual jasa, lalu klien tidak senang, kita tidak bisa push mereka untuk terus pakai kita,” ungkapnya.

Pada tanggal 16 November 2023, mereka menghubungi klien dengan marah-marah, mengancam klien dengan kata-kata : “Kamu akan menerima konsekuensi buruk jika kamu membatalkan kuasa yang telah kamu berikan.”

Sore harinya Yoga kembali menghubungi klien dengan nada bicara yang berubah, dimana dia mengatakan, kita robek saja surat kuasa dan perjanjian yang sudah kita tanda tangani itu, kamu kirimkan surat bahwa saya tidak pernah menjadi Lawyer kamu, kita robek semuanya, saya akan kembalikan uang yang pernah kamu bayarkan kepada saya sebesar 30 juta dan kita kembali menjadi teman.

Maka pada tanggal 17 November 2023, kami buatkan dan kirim surat pembatalan kuasa kepada pihak Yoga.

Pada 24 November 2023, Pengacara Yoga datang ke Villa no 14, dengan membawa Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), dan mereka langsung masuk ke dalam Villa dan ingin menguasai serta mengusir klien untuk keluar dari Villa no 14 tersebut.

Saat hal itu terjadi, posisi Monica sedang terjebak macet di daerah Pererenan, Badung.

“Setelah akhirnya kami bertemu di Villa, saya tanyakan ke Pengacara… pantas kah hal yang anda lakukan ini ?,” tuturnya.

Menurutnya, hak saudara Yoga sebagai pemilik baru Villa, akan muncul setelah perjanjian kerja sama ini selesai atau dibatalkan oleh Pengadilan, bukan serta merta menguasai Villa yang jelas-jelas sudah ada perjanjian terdahulu.

“Dia tetap kukuh tidak mau tahu dan tetap ingin menguasai Villa hanya dengan PPJB. Saya malu melihat perilaku seperti ini. Hingga larut malam, akhirnya kami sepakat untuk status quo kan kondisi ini sampai PT The Swope Properties memenuhi perizinan usahanyanya,” beber Monica.

Pasca dilengkapi perizinannya, PT The Swope Properties masih dilanda persoalan hukum.

Pada hari Selasa (5/12/2023) kliennya memperoleh surat panggilan dengan nomor Dumas/939/XI/2023 SPKT.Satreskrim/Polresta DPS/Polda Bali tanggal 24 November 2023 tentang dugaan tindak pidana memasuki pekarangan tanpa ijin yang berhak atau kuasanya yang sah dan atau perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP.

Surat panggilan itu diantar langsung oleh pihak penyidik Brigadir Gede Widya Krisnayana dan Briptu Dewa Gede Saptaadhi.

Kemudian tanggal 8 Desember 2023 kami mendampingi klien untuk memenuhi panggilan klarifikasi.

Monica menjelaskan kepada penyidik bahwa kliennya memiliki semua dokumen sah terkait perijinan dan pengelolaan dari Villa Adara No.14 yang terletak di Jalan Toyaning II, dimana kliennya dituduhkan atau diduga menempati tanpa ijin.

Tetapi saat kami diperiksa, tidak ada pertanyaan yang terkait dengan kedua pasal yang disangkakan kepada klien kami, yaitu Pasal 167 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP, melainkan kami lebih banyak ditanyai terkait keimigrasian dan perijinan.

Sebagai Kuasa hukum, dirinya menanyakan terkait hal tersebut, tetapi penyidik sama sekali tidak menjawab dan terus menanyai perihal keimigrasian dan perijinan.

“Kami menanyakan bagian mana kami melakukan perbuatan memasuki pekarangan tanpa ijin dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan yang disangkakan kepada kami ?
Tetapi pihak penyidik tidak menjelaskan apapun kepada kami,” ucapnya.

Kondisi Villa Adara no 14 yang disengketakan dan di pasang Police Line sejak 29 Desember tahun lalu

Pada tanggal 29 Desember 2023, diduga pihak polisi Brigadir Gede Widya Krisnayana dan Briptu Dewa Gede Saptaadhi, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, melakukan penyitaan terhadap Villa Adara No.14, dengan memasang police line.

Sebagai kuasa hukum kami mencoba menghubungi pihak Polisi yang melakukan penyitaan tersebut, kami menanyakan atas dasar apa Polisi melakukan penyitaan tersebut dan kami meminta bukti surat agar dapat ditunjukkan melalui foto karena saat itu kami dan klien sedang tidak berada di Bali,” katanya.

Pihaknya meminta bukti surat dasar penyitaan dari Villa tersebut dan Polisi hanya menyerahkan surat SPDP/212/XII/2023/Satreskrim, di mana dalam surat tersebut kami disangkakan melakukan perbuatan pengerusakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406 KUHP

“Untuk dapat diketahui bahwa kami tidak pernah diperiksa dan atau dimintai keterangan terkait dengan perbuatan yang dituduhkan kepada kami yang terkait dengan Pasal 406 KUHP tersebut dan Polisi langsung melakukan penyitaan dan memasang Police Line terhadap Villa Adara no 14, dan kami tidak pernah menjalani pemeriksaan dan atau dimintai keterangan terkait laporan atas nama Pengacara Yoga yang berkaitan dengan Pasal 406 KUHP tersebut,” jelasnya.

Diduga saat Polisi tiba-tiba datang memasang Police Line, saat itu terdapat tamu yang sedang menginap yang kala itu tamu sedang makan siang dan Polisi mengunci Villa dari luar dengan Police Line, kemudian saat tamu datang, polisi meminta karyawan Villa untuk mengeluarkan seluruh barang-barang milik tamu dari dalam villa tersebut.

Saat itu pihaknya meminta kepada pihak Polisi agar tamu tersebut dapat mencari penginapan lain terlebih dahulu, yang mana saat itu Bali sedang dalam kondisi High Season dimana sangat sulit bagi tamu untuk menemukan penginapan lain dalam waktu yang singkat.

Tapi permintaan ini tidak mendapatkan respon positif, mereka tetap harus keluar dari Villa saat itu juga

Kondisi ini membuat tamu merasa ketakutan, baik pihak tamu dan kami mengalami kerugian materiil dan immaterial.

“Ini jelas tindakan sewenang-wenang dan upaya Kriminalisasi terhadap klien kami,” demikian tutupnya.

Sampai berita ini turun pihak Kepolisian Resort Kota telah menjelaskan memang benar berdasarkan penyidikan Nomor: LP/B/213/XII/2023/SPKT/POLRESTA DENPASAR/POLDA BALI, tanggal 27 Desember 2023, tindak pidana pengerusakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 406 KUHP dengan pelapor Made Dwi Yoga Satria, bahwa mereka telah melakukan police line terhadap Villa Adara No. 14 Toya Ning II, Ungasan, Kuta Selatan Kab. Badung.

“Ini untuk pertimbangan dan pengamanan barang Bukti di tempat agar tidak terjadi pergantian kembali rumah kunci yang dapat mengakibatkan hilangnya barang bukti yang serta merta dapat menghilangkan tindak pidana.”

“Selanjutnya telah dilakukan penyitaan sesuai Surat Perintah Penyitaan Nomor: SP. Sita/ 25/I/2024/ Satreskrim, tanggal 30 Januari 2024 dan mendapatakan penetapan pengadilan negeri Denpasar Penetapan pengadilan negeri Denpasar Nomor 202/Pen. Pid/2024/Pn. Dps, ” ungkap mereka. (E’Brv)


News

Upaya Lelang Lahan Berperkara, Diduga Libatkan Ordal

Published

on

By

Hie Kie Shin (kanan) didampingi kuasa hukum dari Elice Law Firm, Indra Triantoro, SH,MH (tengah) dan rekan saat memberikan keterangan pada awak media

DENPASAR – Jalan panjang seorang pencari keadilan dalam upaya memperoleh hak-haknya dalam kasus penanganan proses perkara pailit dan pelelangan aset miliknya, terus diupayakan oleh seorang Hie Kie Shin (65).

Didampingi kuasa hukumnya dari Elice Law Firm, Indra Triantoro, SH.,MH, pengusaha asal Bali ini menceritakan permasalahan hukum yang dialaminya kepada awak media, Senin (15/04/2024)

Berawal dari upaya penyelesaian masalah pinjaman di Bank BCA dan beberapa Kreditur, dirinya bertanggung jawab dengan berupaya melepas beberapa aset yang dimilikinya untuk menutup pinjaman dimaksud, salah satunya adalah sertifikat kepemilikan villa Amelle Canggu

Mulai bulan 06Juli 2023, Villa Amelle ini statusnya menjadi On Going Concern, dimana pihak kurator yang ditunjuk, Akhmad Abdul Azis Zein bertindak untuk mengambil alih usaha pengelolaan Villa ini.

Pada tanggal 28 Juli 2023 kurator bertindak arogan dengan melakukan tindakan pemecatan seluruh karyawan Villa secara sepihak tanpa mengindahkan prosedur ketenaga kerjaan yang berlaku.

Selain itu pelaporan dana hasil pendapatan Villa tidak dimasukan dalam rekening kepailitan, tetapi sebagian dimasukan ke rekening orang lain.

“Kami memiliki bukti kuat dari tindakan penyelewangan dana dan tindakan arogansi pada para karyawan kami yang dilakukan oleh terduga kurator selama proses On Going Concern di Villa Amelle ini, ada dugaan upaya untuk memperkaya dan menguntungkan diri sendiri,” demikian jelas Hie Kie Shin.

“Karena itu, pada tanggal 10 Juli 2023, kami dengan tegas meminta Hakim Pengawas Pengadilan Niaga Surabaya untuk mengganti kurator dimaksud, tapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya.
Ada apa ini ?
Mengapa Hakim Pengawas terkesan tidak netral dan mengabaikan fakta yang ada,” tanyanya keheranan.

Melihat kondisi ini, dirinya juga telah melaporkan Hakim Pengawas tersebut ke Komisi Yudisial (KY)

Pada pertemuan 05 Desember 2023, kurator mengeluarkan Daftar Piutang Tetap (DPT) baru tanpa verifikasi dengan debitur dan kreditur, tetapi DPT ini di sah kan sendiri secara sepihak oleh kurator Akhmad Abdul Azis Zein.

Dirinya kemudian melaporkan kurator Akhmad Abdul Azis Zein ke Polrestabes Surabaya, Kamis (14/12/2023), dengan dugaan pemalsuan data dokumen dengan penggelembungan data DPT, teregister dengan nomor LP/B/1340/XII/2023/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

Selain itu juga dilakukan upaya gugatan pidana pasal 400 ayat 1, pasal 362, pasal 372  junto 378 dan perdata pasal 1365 di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terkait penipuan, pemalsuan dan penggelembungan data DPT serta perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan On Going Concern Villa Amelle oleh kurator.

Ada dugaan kurator ini bertindak untuk menghilangkan objek barang bukti dengan upaya pengajuan lelang terhadap beberapa aset lahan termasuk Villa Amelle ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)

Pada tanggal 01 Maret 2024 datang surat pertama dari KPKNL yang menyatakan akan melaksanakan lelang pada aset tersebut tanggal 06 Maret 2024, hal ini direspon oleh tim kuasa hukum, Indra Triantoro, SH,MH dengan pengajuan surat pemblokiran atau penundaan terkait lelang dimaksud, dengan penyampaian bahwa lahan dimaksud masih berperkara di PN Denpasar.

“Kami juga melampirkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ini untuk mempertegas bahwa perkara a quo belum Inkracht, sehingga KPKNL wajib menangguhkan lelang ini sampai adanya kepastian hukum, hal ini tercantum dalam peraturan Menteri Keuangan pasal 14 no 27 pmk.06.2016,” demikian dijelaskan Indra Triantoro, SH,MH.

Tapi hal ini tidak diindahkan oleh pihak KPKNL dimana akan diajukan lagi surat lelang yang akan dilaksanakan pada 22 April 2024 mendatang.

“Kami menduga adanya oknum orang dalam KPKNL terlibat dalam upaya lelang yang dipaksakan ini, dengan mengabaikan bukti dan fakta permasalahan yang ada,” demikian ungkapnya

“Untuk itu kami menghimbau masyarakat untuk jeli dan bijaksana dengan tidak membeli objek lelang yang sedang ada masalah, untuk menghindari terjadinya kerugian karena ada tuntutan dari pihak yang berperkara,” demikian pungkasnya.

Hingga berita ini dibuat, kami belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak terkait karena berbagai alasan (E’Brv)

Continue Reading

News

Ditemukan Tewas di Dalam Sumur Sedalam 5 Meter, Seorang Kakek Diduga Bunuh Diri

Published

on

Jembrana – Pagi ini (12/4) sekira pukul 06.50 wita warga dilingkungan Ketapang kelurahan Lelateng kecamatan Negara dihebohkan dengan adanya kejadian diduga bunuh diri yang dilakukan seorang kakek inisial JA (72) yang sehari-sehari berprofesi sebagai pedagang.

Saat dilakukan pemeriksaan tubuh korban oleh Tim Inafis Polres Jembrana pada jumat (12/4/2024)

Kejadian tersebut diketahui oleh saksi EP (38) yang juga anak korban. Bermula ketika saksi EP mencari korban yang tidur didalam kamar tapi dilihatnya korban sudah tidak ada dan saksi melihat pintu belakang rumah korban terbuka. Saksi yang memutuskan pergi ke belakang rumah menemukan sandal korban tertata rapi di deket sumur.

Setelah melihat sandal tersebut saksi EP menengok ke dalam sumur dan dilihatnya kepala korban yang berada di dalam sumur. “Setelah melihat korban saya memutuskan untuk menghubungi pemadam kebakaran dan aparat desa,” ujar saksi EP.

Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Jembrana tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban dan pada saat ditemukan keadaan tubuh korban belum kaku tapi sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan dari keterangan saksi korban diduga bunuh diri,” Ada kemungkinan karena sebelumnya korban mengidap penyakit asam lambung tapi sepengetahuan saya sudah mau sembuh tapi mungkin juga karena depresi karena sebelumnya istri korban meninggal dunia dua tahun lalu dan anak korban atau saudara saya meninggal dunia juga,” Tambah EP.

Continue Reading

News

Mercure Kuta Beach Bali Gelar Charity Melalui Magical Ramadhan Fashion Show

Published

on

By

Manager Hotel Mercure Kuta Beach Bali, Ni Made Pantri Arini, saat menyampaikan kata sambutan dalam acara Magical Ramadhan Fashion Show dan perkenalan Bella Mozzarella Italian Corner

BADUNG – Dalam rangka kegiatan dibulan suci Ramadhan, Mercure Kuta Beach Bali kembali menggelar agenda rutin kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) dengan mengadakan buka puasa bersama yang dipadukan dengan event charity yang bertema ‘Magical Ramadhan Fashion Show’ pada Kamis, (04/042024).

Magical Ramadhan Fashion Show kali ini merupakan persembahan dari koleksi Kaftan Pojok UMKM Mercure Kuta Beach Bali yang merupakan wadah untuk mendukung UMKM lokal.

Pada event charity kali ini staff Mercure Kuta Beach Bali turut berpartisipasi dalam acara Fashion Show dengan menampilkan ragam koleksi Kaftan yang sederhana namun elegan.

GM Hotel Mercure Kuta Beach Bali, Tony Andrianto saat memberi sambutan pada para undangan

Acara Fashion Show ini merupakan salah satu dari berbagai kegiatan Sustain Activity yang sering diadakan oleh Mercure Kuta Beach Bali.

Mengusung tema : “Membeli untuk Memberi”, event ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM dan kepedulian sosial untuk mereka yang membutuhkan, dimana sebagian hasil dari Magical Ramadan Fashion Show tersebut akan didonasikan kepada panti asuhan Yayasan As Soleha Kuta.

“Harapannya, produk lokal semakin dapat diminati dan kami bangga menjadi bagian dari usaha untuk memajukan produk lokal. Selain itu juga ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial kami untuk mereka yang membutuhkan,” ujar Ni Made Pantri Arini selaku Manager Hotel Mercure Kuta Beach Bali.

Para awak media saat sesi photo bersama manajemen Hotel Mercure Kuta Beach Bali

Bersamaan dengan acara ini, Mercure Kuta Beach Bali juga memperkenalkan usaha kuliner barunya yang bertema Italian Corner yang bernama “BELLA MOZZARELLA” yang berlokasi di Alang-Alang Restaurant lantai 4 Hotel Mercure Kuta Beach Bali, dimana setiap harinya buka mulai dari jam 5 sore hingga jam 10 malam .

Bella Mozzarella by Alang-Alang Restaurant menawarkan menu Italia yg lengkap, mulai dari menu pembuka hingga menu penutup yang disajikan secara a la carte dengan pilihan berbagai jenis wine sebagai pelengkap

Disini tersedia menu POLPO ALLA GRIGLIA, gurita panggang yang dimasak perlahan disajikan dengan salad arugula dan tomat ceri hingga VONGOLE FETTUCCINE yaitu hidangan Neapolitan yang ikonik juga tersedia di Bella Mozzarella by Alang-Alang Restaurant. Selain itu, masih ada menu Pizza Margherita hingga Pannacotta yang lembut sebagai menu penutup.

Selama bulan April ini, Bella Mozzarella by Alang-Alang Restaurant juga memiliki promo menarik, yaitu dengan memesan menu hidangan utama apapun akan mendapatkan 1 gelas Mocktail gratis.(tim)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku