Connect with us

Uncategorized

Sed sagittis risus

Published

on


Sed sagittis risus et diam feugiat tristique. Sed cursus malesuada ex ut tempus. Maecenas turpis arcu, scelerisque sit amet diam suscipit, convallis tincidunt velit. Aliquam id faucibus arcu, et pulvinar sem. Nunc eget efficitur nisi. Ut quis ligula nec ipsum tincidunt condimentum. Aliquam quis augue commodo, semper nulla ac, volutpat orci. Nam vitae libero finibus, porta est in, posuere elit.

Phasellus sit amet magna sem. Mauris in diam at ipsum dictum scelerisque. Aenean imperdiet ut massa nec pretium. Sed ut sollicitudin mi, sit amet tristique sem. Etiam congue nec enim quis condimentum. Vivamus id sagittis est. Mauris vitae lacinia elit. Fusce eu ligula at arcu convallis molestie vel vitae purus.


Continue Reading
Advertisement

Daerah

Polres Buleleng Kawal Pengambilan Tabung Oksigen di Banyuwangi

Published

on

Pengambilan oksigen di Banyuwangi oleh tim RSUD Buleleng mendapatkan pengawalan Polres Buleleng

GatraDewata[Singaraja] Masyarakat yang terkonfirmasi Covid 19 dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabuapten Buleleng memerlukan cadangan gas medis/oksigen. Untuk memenuhi kebutuhan yang tidak biasa RSUD Buleleng mendapatkan supply oksigen dari PT. Tira Austenite Banyuwangi. Pengambilan oksigen tersebut mendapatkan pengawalan pengamanan dari Polres Buleleng.

Bukan hanya pengawalan, Kapolres Buleleng juga menyediakan satu unit truk dalmas untuk memuat tabung – tabung tersebut. Pengawalan ini dipimpin langsung Kasat Sabhara AKP I Made Mustiada, S.H., bersama dengan 5 personel yang dilengkapi dengan perlengkapan perorangan sesuai SOP pengawalan.

Atas seijin Kapolres Buleleng, Kamis (22/7/2021) siang, Kasat Sabhara bersama dengan tim dari RSUD Buleleng membawa 30 tabung medis yang kosong menuju Banyuwangi, untuk kemudian diisi ulang di PT. Tira Austenite .

RSUD Buleleng mendapatkan Oksigen sebanyak 30 tabung atau total 180M3, yang setara dengan 180.000 liter gas. Setelah pengisian tabung terpenuhi selanjutnya seluruh tim kembali ke Singaraja.

Kasat Sabhara atas seijin Kapolres Buleleng menyampaikan Betapa oksigen sangat dibutuhkan saat ini. “Gas medis oksigen ini sangat dibutuhkan RSUD  Buleleng dan kami mendukung penuh. Kami kerahkan tim dan satu unit truk dalmas untuk memastikan keamanannya sehingga kebutuhan oksigen bisa segera terpenuhi,” cetusnya.

“Kegiatan pengawalan yang dilaksanakan Polres Buleleng ini juga merupakan kegiatan kemanusiaan dan pada Kamis malam (22/7/2021) sebanyak 30 tabung gas sudah kita serahkan kepada pihak RSUD Kabupaten Buleleng yang diterima langsung dr. Agus Budi Wirawan,” imbuhnya.(MGA)

Continue Reading

Daerah

Ketut Sudana, pandangan saya guru saat ini adalah jaman keemasannya

Published

on

By

I Ketut Sudana anggota DPRD Kota Denpasar, Komisi IV, Fraksi Gerindra

GATRA DEWATA | DENPASAR | Ditemui di tempat ternak lele miliknya anggota DPRD Kota Denpasar, I Ketut Sudana yang merupakan komisi IV membidangi masalah Pendidikan menuturkan kepada awak media gatra dewata bahwa saat ini sebetulnya adalah jaman keemasan dari seorang pendidik atau guru. Ia juga menjelaskan bahwa sejak sertifikasi guru pada tahun 2006 digulirkan itulah momentum kebaikan bagi para pendidik dalam meniti karier menjadi seorang pengajar dan pemerintah dalam hal ini saat mereka telah mendapatkan sertifikasi guru tentu menjadi perhatian dengan pemberian-pemberian intensif.

Tetapi ia mengatakan bahwa, ” yang kurang dari sekolah terutama sekolah dasar (SD) tidak memiliki management akutansi, itu yang kadang dalam pengaturan keuangan sering terjadi ketimpangan. Jadi guru SD harus all round dalam mempertanggungjawabkan dana BOS karena di SD tidak ada tenaga TU (tata usaha), ” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengarahkan lulusannya kelak menjadi guru atau tenaga pendidik di Sekolah Dasar (SD), merupakan jenjang yang baik buat berkarier menjadi seorang guru. “Saat ini masih banyak lulusan dari sarjana umum, dengan itu sulit memenuhi kriteria untuk mendapatkan sertifikasi guru, “ujar anggota DPRD dari Fraksi Gerindra ini.

Memang diungkapkan soal belum terserapnya tenaga guru secara maksimal karena keterbatasan dalam perekrutan. Pengalamannya yang pernah bergelut di dunia pendidikan membuatnya lebih mudah memahami permasalahan yang ada saat ini. “Saya orang yang termasuk gelombang pertama saat sertifikasi guru diadakan, kredit point saya 1.500 kredit point, karena piagam prestasi juga banyak.

Ditanya soal pendidikan tatap muka (PTM) ia pun menjelaskan bahwa, “saat kita turun ke lapangan kita mengamati menurut petunjuk dari pusat bahwa SMPN 3 menjadi pilot project dari dibukanya ajaran tatap muka. Kita sebagai wakil rakyat hanya mendorong aspirasi dari bawah agar keinginan para orang tua dan wali murid yang sudah banyak mengeluh tentang anaknya dirumah, serta menghabiskan kuota internet yang tidak sedikit itu, “ungkapnya.

“Dengan adanya pilot project ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur bagi sekolah lain dalam menerapkan protokol kesehatan dengan baik, agar kedepanya ptm ini bisa diterapkan diseluruh sekolah di Denpasar, “harapnya. (Ray)

Continue Reading

Daerah

DPP IMO Indonesia, Wajib buat aturan baru untuk hindari klaster vaksinasi

Published

on

By

Jeffry Karangan

GATRA DEWATA | JAKARTA | Layanan vaksinasi covid-19 yang sejatinya wajib dilakukan oleh setiap orang ternyata malah menimbulkan kerumunan yang tidak bisa dihindarkan, pasalnya hal tersebut tentunya dapat menimbulkan implikasi dugaan klaster baru.

“Sebaiknya dicarikan solusi layanan vaksinasi yang terbatas hanya 25 persen saja dan hendaknya form antreannya sudah dipersiapkan QR Kode atau kode Barcode atau bisa juga dengan Google Form yang sudah disediakan untuk mencegah antrean,” kata Jeffry Karangan, Pemerhati sosial dari DPP Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Rabu (14/7/2021).

Dirinya tak habis berfikir mengapa hal yang sangat beresiko tersebut masih berlanjut dan dibiarkan oleh pihak-pihak penyelenggara, “Kenapa tidak menyelenggarakannya di Puskemas masing-masing Kelurahan dengan maksimal antrean 25 persen dari kapasitas tempat?”.

Seharusnya menerbitkan aturan baru tentang batas maksimal penyelenggaraan vaksinasi dengan sistem daring dan prosedur lebih ketat untuk menekan angka penularan Covid-19 yang angkanya melonjak.

“Pemerintah jangan hanya mengejar target vaksinasi namun juga harus bikin aturan yang digital dan tempat penyelenggaraan ruang vaksinasi yang lebih prokes,” tutur Jeffry.

Menurutnya kondisi saat ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar supaya kita memperkuat protokol kesehatan di perkantoran, pemukiman, pusat perbelanjaan, sampai kampung di pelosok.

“Namun cara terbaik memutus mata rantai penularan COVID-19 adalah dengan mencegahnya salah satunya menghindari kerumunan,” pungkasnya. (Tim)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam