Connect with us

Olahraga

Satu Ketua Kuasai 3 Cabor sebaiknya direformasi, Jangan Bermental KKN

Published

on

Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., Ketua POSSI Kota Denpasar

GATRA DEWATA | BALI | Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., yang merupakan pakar hukum, praktisi hukum, magister administrasi publik dan juga ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Denpasar, ikut memberikan masukan untuk Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) Bali KONI yang sebentar lagi akan digelar, Sabtu, tanggal 19 Maret 2022 yang rencananya bertempat di gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali.

Ia mengatakan bahwa dirinya yang juga akan mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Bali mendatang, menginginkan adanya transparansi terhadap anggaran yang digunakan KONI ke Publik. Dengan publik akses seperti jaringan web bisa membuat masyarakat paham prestasi, anggaran dan pembinaan apa saja yang sudah dilakukan oleh KONI Bali.

Ia juga menambahkan bahwa ada baiknya kedepan KONI harus mau di audit oleh pihak yang berwenang terhadap itu, agar efektifitas dana dan pertanggungjawabannya bisa lebih akuntabel.

Ia juga mengkritik tentang efektifitas dan efisien terhadap orang yang menguasai atau mengetuai sampai 3 cabang olahraga.

“Itu tidak etis dan juga tidak efektif dalam pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing cabang olahraga, harus direformasi, “ungkapnya, Sabtu (05/03/2022), di Kantor Law Firm Togar Situmorang.

Gubernur Bali juga diharapkannya mampu ikut serta melihat dan mengawasi kedepannya, pemimpin KONI harus memiliki jiwa entrepreneur. KONI juga harus bisa lepas dari cengkraman kekuasaan dan pengaruh monopoli kekuasaan yang selalu diturunkan oleh orang yang sudah terlalu nyaman disana.

“Zona nyaman ini harus di reformasi, perubahan regenerasi itu harus terus digelorakan, agar pemuda selalu dapat ruang untuk memimpin KONI atau cabang olahraga yang ditekuninya, “ujar Togar yang terkenal cukup vokal ini.

Wadah olahraga yang dimiliki Bali ini kedepan diharapkan mampu membina atlet-atlet berprestasi lebih banyak lagi, dengan berupaya melalui sikap entrepreneur dalam menggali potensi untuk pembinaan atlet.

“Diharapkan dapat menarik dana dari perusahaan-perusahaan dan itu sudah diamanahkan oleh undang-undang. Jangan melulu mengharapkan dari APBD saja, “tuturnya.

Sikap Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) dikatakannya harus bisa dihilangkan dari tubuh KONI sendiri. Dengan satu ketua menguasai beberapa cabang olahraga baginya itu juga sikap dari KKN.

“Jujurlah, jangan sampai menciptakan rezim atau otoriter-otoriter kedua dengan cara pemilihan nanti jangan adanya pengkondisian dengan menggunakan kroni-kroninya untuk menguasai dan dipilih lagi. Agar generasi muda bisa dapat kesempatan jangan gunakan mental-mental KKN, sangat merusak terutama dalam olahraga, “pungkas Togar. (Ray)


Kebanggaan sebagai wartawan adalah selalu silahturahmi kepada semua pihak, tetap belajar dan selalu konfirmasi dalam pemberitaan yang adil dan berimbang.

Olahraga

Diharapkan Sepak Bola Pantai akan Menjadi Bagian dari Sport Tourism Bali

Published

on

By

I Gusti Ngurah Oka Dharmawan (Ketua Umum KONI Bali), I Wayan Suata (Pemilik Yayasan Bali Bintang Mulia)

GATRA DEWATA ● BALI | Pertandingan Sepak Bola Pantai (Beach Soccer) merupakan olahraga yang bisa tergolong berat dan menguras energi. Suasana pasir yang menghambat gerakan, teriknya matahari pantai yang menyengat kulit, dapat membuat para pemain sepak bola pantai ini menjadi harus ekstra keras dalam bertanding.

Sepak bola pantai yang diselenggarakan oleh Yayasan Bali Bintang Mulia bersama PSSI Provinsi Bali dan PSSI Pusat ini membuat suasana pantai yang biasanya ramai oleh pelancong, kita dihadiri banyak penonton bola.

Menemui I Gusti Ngurah Oka Dharmawan yang baru terpilih menjadi Ketua umum KONI Bali, juga terlihat hadir dalam Pertandingan Piala Sepak bola Pantai yang diselenggarakan 5 hari ini.

“Bali memiliki potensi besar untuk terus harus dioptimalkan dalam pembinaan, “ujar Oka Dharmawan, Kamis (24/03/2022), di Pantai Legian depan Hotel Djayakarta.

Ia juga mengharapkan kelak sepak bola pantai ini bisa tanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), yang syaratnya minimal harus dimiliki oleh 5 kabupaten/Kota di Bali.

Ketua Asprov PSSI Bali, Ketut Suardana juga mengatakan hal yang senada. Sepak bola pantai ini memiliki potensi hang cukup besar untuk dikembangkan. Ia berharap juga agar kedepannya bisa lebih banyak diikuti oleh peserta pertandingan.

Bali All Stars yang menjadi juara, dengan score 6 point untuk Bali dan 2 point untuk wakil NTT, menutup sudah perhelatan pertandingan piala bola pantai 5 hari ini dengan mempertandingkan 6 club Bola Pantai Indonesia.

Lurah Legian, Putu Eka Martini juga terlihat menghadiri final perhelatan pertandingan sepak bola pantai itu. Saat dimintai keterangan terhadap lokasi wilayahnya ia terlihat ikut merasakan senang dengan event yang diselenggarakan ini. Ia juga berterima kasih terhadap panitia penyelenggara, PSSI dan jajarannya serta semua yang terlibat dalam perhelatan pertandingan sepak bola pantai ini di kawasan wilayah kelurahan Legian.

“Semoga ini menjadi langkah awal kita bersama untuk membangkitkan pariwisata khususnya di wilayah Kelurahan Legian, “pungkasnya. (Ray)

Continue Reading

Olahraga

Segudang Pengalaman Togar Situmorang, Bentuk KONI Bali Berwibawa

Published

on

By

Dr.c Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., C.Med., C.LA., untuk KONI Bali yang berwibawa

GATRA DEWATA ● BALI | Pemilihan Ketua umum KONI Bali selangkah lagi, ditemui Dr.c Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., C.Med., C.LA., yang merupakan salah satu calon Ketua KONI Bali, yang tidak disangka-sangka bakal ikut meramaikan perhelatan pemilihan ini.

Keinginan dia tidak muluk-muluk, ia ingin KONI Provinsi Bali sebagai Organisasi yang solid dan profesional dengan Sistem Pembinaan Atlet yang terencana dan berkelanjutan untuk meraih prestasi yang unggul baik tingkat Provinsi, Nasional, maupun Internasional guna mengangkat Harkat dan Martabat Bangsa Indonesia.

Togar merupakan sosok yang sudah dikenal oleh masyarakat adalah seorang Advokat, ia merupakan lulusan Sarjana Hukum (SH) di Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar, Bali (2012), Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar, Bali (2015), Pasca Sarjana Magister Hukum (MH) Universitas Kristen Indonesia (UKI). Jakarta (2016).

Dan segudang pengalaman di organisasi, seperti CEO & Founder Togar Situmorang Law Firm, Dewan Pembina GANNAS (Gerakan Anti Narkoba Nasional) Bali, Ketua GNPK RI (Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia) Bali, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (ASPEKINDO) Bali, Managing Partner of Law Firm Togar Situmorang . Mendapatkan julukan “PANGLIMA HUKUM’ dan memiliki website: www.panglimahukum.com, Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Denpasar, Dewan Penasehat Hipakad Kota Denpasar, Ketua Tim Advokasi Cagub & Cawagub Bali – Mantra Kerta, Ketua Hukum Rumah Sakit Moedjito Dwidjosiswojo, Jombang, Jawa Timur, Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar, Ketua DPW Macan (Masyarakat Cerdas Anti Narkoba) Provinsi Bali, Dewan Pembina Komisi Nasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (KOMNASPAN RI), Ketua Pengawas Pusat Bantuan Hukum Panglima Hukum Bali.

Pengalaman yang lainnya Caleg DPRD Provinsi Bali Dapil Denpasar Nomor Urut 7, dari Partai Golkar Pelatihan Mediatordi Jakarta (2018), Pelatihan Bravet A dan Bravet B (Pelatihan Ilmu Perpajakan) di Universitas Warmadewa (UNWAR) Denpasar, Bali, Pelatihan Pendidikan Auditor Hukum di Jimly School of Law and Government.

Kesemua pengalamannya itu dapat membawa perubahan di tubuh KONI Bali kelak.

“Keinginan saya membawa KONI lebih bersih kedepannya, lebih transparan dan lebih akuntable. Saya ingin KONI memiliki wibawa, “sebutnya.

“Saya juga ingin seperti halaman parkir KONI misalnya untuk bersinergi dengan UMKM yang ada, agar gedung KONI ini aktif dan dapat terpelihara dengan baik, “ucapnya, Jumat (18/03/2022). (Ray)

Continue Reading

Olahraga

Masa Depan Koni bila Ditangan Dewa Susila

Published

on

By

Dewa Putu Susila, Calon Ketua KONI Bali periode 2022-2026

GATRA DEWATA ● BALI | Musroprov 2022 yang sebentar lagi akan bergulir membuat para calon harus memaparkan apa yang menjadi visi misinya terhadap KONI kedepan.

Tentu setiap insan manusia apalagi seorang olahragawan, atlet dan pencinta olahraga ingin selalu perubahan yang membawa kesejahteraan bagi atlet dan sekitarnya.

Banyak atlet berprestasi yang pada masa tuanya tidak diberikan ruang untuk mendidik, menelurkan, mengayomi generasi muda bagaimana menjadikan anak-anak muda bisa berprestasi. Ia juga menceritakan bila uang pembinaan hanya dibagikan begitu saja tentu itu akan habis seperti itu saja, tetapi kalo diberdaya gunakan dan dibuatkan pondasi untuk menciptakan sesuatu yang balik menghasilkan tentu itu akan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi para atlet nantinya, yang berprestasi, yang akan berprestasi maupun yang pernah berprestasi.

“Kita bisa buat malam amal atau gala dinner mengingat prestasi mereka, atau temu kangen atau edukasi yang dapat menghasilkan buat atlet tua tadi, itu mimpi saya,”terangnya sambil terdiam.

Jiwa entrepreneur memang harus ada untuk memimpin KONI kedepan, dan branding diri merupakan bagian dari semua itu, “kita harus punya youtube, facebook, twitter, IG dan lainnya, itu semua bisa dilakukan. Makanya harus orang muda yang bisa membangun itu dan yang tua memberikan edukasi prestasi, “sebutnya.

Seluruh aspek itu akan menjadi perhatian I Dewa Putu Susila bila ia kelak memegang amanah untuk menjadi Ketua Umum KONI Bali.

“Saya bermimpi KONI memiliki channel TV sendiri, atau nanti bisa joint untuk bisa selalu membranding atlet-atlet nantinya yang bisa menghasilkan juga melalui pihak sponsor. Jadi ini akan dapat memotivasi juga yang lain untuk berprestasi, “ungkap Dewa Susila, Kamis (17/03/2022), Purnama kemarin.

Branding ini penting untuk para atlet yang berprestasi, “masa di lingkungan KONI tidak ada baliho-baliho yang mampu memberikan sumbangsih untuk pembinaan para atlet. Itu yang kita ingin wujudkan dan ayo semangat untuk besarkan KONI Bali bersama, “ujarnya memberi semangat.

Saat ditanya akan ada perubahan besar di KONI, dirinya menolak bahwa yang dimaksud adalah sistem dari yang diadopsi sekarang ini.

“Kalo manusianya itu bahkan kurang, kita akan nambah untuk bagian-bagian yang lain. Misalnya merchandise KONI Bali, pengelolaan lapangan. Itu bisa menjadi alternatif pendapatan untuk menunjang semuanya, “ungkap Dewa Susila yang saat ini menahkodai 26.000 pelaut Bali.

“Saya ingin atlet berprestasi terkenal, disana akan ada branding yang dapat membuat mereka nantinya sejahtera, “jelasnya sambil menutupi apa yang dia maksud.

“Ya biar tidak ditiru calon lainnya, “tawanya.

Dewa Susila juga menginginkan KONI Bali nantinya akan bersinergi juga dengan Pariwisata, agar ada mutualisme yang dapat meningkatkan PAD nantinya.
Banyak mimpi lain yang juga ingin dia wujudkan nantinya.

“Ya selebihnya nantilah saat visi misi saya ya, sabar dulu. Yang pasti saya akan buat KONI akan bersinar, orang pencinta olahraga akan bangga menggunakan logo KONI Bali nantinya, “pungkasnya mengakhiri pembicaraan. (Ray)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku