Connect with us

Mangku Bumi

SANG PENYELAMAT III

Published

on


Keakraban manusia dengan Tuhan tidak ubahnya seperti ketergantungan netizen pada Mbah Google, akan tetapi Mbah Google memilih berkata jujur jika tak memiliki jawaban dari pertanyaan netizen , dia akan mengatakan :
Your search – akutuhanyangtaktaudiri – did not match any documents.

Suggestions:

Make sure that all words are spelled correctly.

Try different keywords.

Try more general keywords.

Berbeda dengan Tuhan yang kadang malu-malu mengakui ketidaktauan, egonya yang tak terkendali membuat dia memilih menjanjikan yang tidak mampu dipenuhinya, dan sikap seperti itu sangat manusiawi

Halnya google yang serba tau demikian juga tuhan yang maha-tau, tetapi Mbah Google tidak pilih-kasih dalam melayani siapapun yang bertanya, sedangkan Tuhan hanya memberi imbalan pada yang taat perintahnya, mungkin karena rasa cemburu tuhan tidak tertahankan

Tat Twam Asi
“itu adalah kau”
(Copas wiki)
Tat twam asi (Dewanagari: तत् त्वम् असि atau तत्त्वमसि; IAST: Tat tvam asi, Tattvamasi) adalah kalimat Sanskerta. Secara harfiah, kalimat ini berarti “Itu adalah kau” (jika dipadankan dengan bahasa Inggris dari rumpun bahasa Indo-Eropa maka diartikan That thou art, atau That you are, atau You are that, atau You are it)

“Kau” mengacu pada sumber hidup jasad, dasar kehidupan jasad (substrat) IA yang hidup di setiap individu, IA bukan tubuh, bukan pikiran, bukan panca indra,bukan sesuatu yang dapat teramati (tak satupun dari mereka yang melihatku) tidak satupun yang dapat melihat dirinya yang sejati, karena diri sejati tidak mungkin terlihat yang adalah sesuatu yang melihat di balik materi

“kau” sang atman Entitas hidup yang diungkap dengan sebutan “itu” tidak lain realitas yang melampaui segala sesuatu yang bersifat terbatas, Brahman (pencipta), kekuatan hidup maha hidup yang mistis bergetar di alam semesta yang membentuk tiga keadaan lahir hidup mati

Getaran mistis yang menyebabkan segalanya ada, teratur pada harmoni semesta, berupa satu kesatuan utuh daya cipta, yang hidup yang memelihara dan melebur atas esensi hidupnya, ia halus teramat sulit dipahami, tiada namun ada

Itu/tat menyatakan sebuah keberadaan ada/sat, tat-sat, eksistensi kekal, yang tidak bisa dipecah belah yang kesadaran’nya melampaui batas tak ter-record (turiya) atau tingkat kesadaran yang mengatasi seluruh tingkat kesadaran yang melampaui keberadaan, absolut tak berciri

Tat-Itu, menyatakan keberadaan yang sejati tak terpisah-pisah/tak terbagi, yang sejati itu yang tidak mengalami perubahan, the purusa (atman-brahman) yang terpengaruh tiga sifat disebut Saguna, yang sebelumnya nirguna (belum mencapai guna)

Triguna merupakan potensi prakriti sebagai “mesin” Brahman cipta untuk memanifestasikan (memproyeksikan) diri-Nya menjadi bayangan alam semesta yang semu

Dia adalah pengetahuan dari pengetahuan, Dia adalah samudra luas tak terhingga dari seluruh samudra alam semesta, Dia adalah sang Hidup yang abadi dari seluruh makhluk, dia ada dengan sendirinya tanpa sebab, tidak dipengaruhi oleh apapun, selalu tetap tidak berkurang tidak bertambah, sama tanpa awal tanpa ada akhir,tidak terbagi, maha terang,maha ada dari seluruh yang ada

Hanya Dia yang kekal, selamanya ada baik ketika alam ini belum ada dan dia tetap ada sekalipun alam ini tidak ada. Dia adalah cahaya abadi yang bergetar dan menjadikan seluruh jagat raya, Dia akhir dari semua pengetahuan, dan hanya kesadaran manusialah yang menyatakan seluruh keadaan maupun sifat dirinya seperti di atas, “itu adalah kau”

Dia yang berkesadaan sempurna di tubuh maha sempurna bernama manusia ini yang mengetahui semua itu, yang menyadari kondisi melampaui keterbatasan wujudnya adalah sang diri

Sang diri yang melihat dibalik materi yang mengetahui seperti keseluruhan yang terurai diatas, itu adalah kau, itulah jalan keselamatanmu dari ketersesatanmu oleh seretan sifat liar kebinatangan tubuhmu

Atlantia Ra


Mangku Bumi

PSN Kuta Selatan dan Komunitas Si Komo berbagi di Desa Adat Padang Sambian.

Published

on


GATRADEWATA.COM|| Rabu,20 April 2022.
PSN Kuta Selatan dan Kumintas Si Komo berbagi di Desa Adat Padang Sambian.

Pinandita Sanggraha Nusantara ( PSN ) Korlap Kecamatan Kuta Selatan bersama Komunitas Si Komo berbagi melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada para pemangku di desa adat Padangsambian.

Sebanyak 70 Pemangku hadir dalam acara tersebut yang juga disaksikan oleh Jro Bendesa Padangsambian, Ketua PSN Korwil Bali, Korda Badung, Korda Denpasar, dan Korcam Denpasar Barat.

Dalam Kesempatan tersebut Ketua PSN Korwil Bali, Pinandita I Wayan Dodi Arianta sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh PSN Kuta Selatan dan Komunitas Si Komo Berbagi. ” Dalam masa Pandemi ini para pemangku sebagai pelayan umat memang seharusnya di perhatikan kesejahteraannya.

Sementara itu Jro Bendesa Padangsambian menyambut baik kegiatan PSN, disamping kegiatan kepedulian terhadap kesejahteraan Pinandita, juga melaksanakan pelatihan- pelatihan bagi pemangku seperti Kursus Teologi Hindu dan seminar-seminar keagamaan. Misalkan pelatihan sangging yang dilaksanakan di Balai desa disini.
Beliau berpesan supaya pemangku di desa adat Padangsambian memiliki keinginan terus belajar, karena tantangan yang dihadapi umat Hindu sangat majemuk.

Pinandita I Made Wira Adi Topan, S.Fil Ketua PSN Kuta Selatan dan mewakili komunitas Si Komo berbagi menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak ada motivasi selain ingin berbagi kepada para Pinandita.
Dimana diawali dengan pengumpulan dana sukarela dari komunitas sampai akhirnya ada yang tersentuh dengan kegiatan kami.
Saat ini kami melaksanakan pembagian100 paket sembako setiap Minggu kepada pemangku dan masyarakat umum. Dari 100 yang disalurkan 70% nya disalurkan untuk para pemangku.(INN.W.)

Continue Reading

Mangku Bumi

Upacara RSI Yadnya Apodgala Dwijati di Griya Tegal Harum

Published

on

Sebelum Apodgala Dwijati dilaksanakan, Tgl 6 Maret 2022 sudah dilaksanakan acara Diksa Pariksa pula.

GATRA DEWATA ● BALI | Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE., terlihat menghadiri acara Apodgala Dwijati Ida Bhawati Putu Gede Adnyana, S.H., M.Ag., bersama istri Ida Bhawati Istri Nyoman Sumarni, yang dilaksanakan pada hari Kamis 17 Maret 2022 bertepatan dengan Purnama Kadasa di Griya Tegal Harum Banjar Deloduma, Kaba-Kaba Tabanan Bali.

Acara dimulai dari pk 17.00 WITA hingga selesai. Dihadiri pula oleh Bendasa Adat Kaba-Kaba, PHDI Kabupaten, Ketua MGPSSR Tabanan, pasemetonan Pasek, tokoh masyarakat dan lainnya yang mendukung terlaksananya acara tersebut.

Seperti biasa acara dimulai dengan panyembrahma, kemudian pembacaan Bhisama Pasek, Pembacaan SK Diksa, Sambrahma wacana dari Bendesa adat setempat, Sambrahma wacana dari Ketua MGPSSR Tabanan, Sambrahma wacana dari PHDI Kabupaten Tabanan sekaligus menyerahkan Diksa.

Upacara RSI Yadnya Apodgala Dwijati ini juga ‘dipuput’ oleh Nabe Napak Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharyananda, dari Griya Mumbul Sari, Banjar Serongga, Lebih, Gianyar. Nabe Waktra Ida Pandita Mpu Nabe Darma Reka Santika Tanaya, dari Griya Mandara Jati, Banjar Tebesaya, Peliatan, Ubud. Nabe Saksi Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Siwa Putra Shanti Yoga dari Griya Agung Pasek Sari Tegal, Jln Gunung Karang Tegal Denpasar.

“Total biaya yang dikeluarkan dari tgl 6 Maret hingga kemarin itu menghabiskan dana 50 juta, dan itu dana pribadi, “jelas Gus Agung putra beliau kepada awak media melalui pesan elektronik.

Harapan yang dilontarkan Ida Nak Lingsir anyar presida ngemargiang swadarma dados kasulinggihan, memberikan pelayanan dan pencerahan ke Umat Hindu seluruhnya. (JA)

Continue Reading

Mangku Bumi

Pura Kuno Akses Jalan Diblokir Rumah Kost

Published

on

By

Kadek Garda (kiri) dan Jro Bima (kanan)

GATRA DEWATA | BALI | Pedih bila dipikirkan, rasa toleransi yang terpupuk sejak lama di Bali antara masyarakat sekitar menjadi teruji kembali dengan adanya peristiwa penutupan akses jalan ke Pura Dalem Bingin Nambe, Banjar Adat Titih Kaler, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat.

Kejadian yang sudah berlangsung lama kurang lebih 10 tahun, bukan tidak melakukan perlawanan, tetapi upaya itu kandas kemungkinan karena lawannya adalah seorang mantan Jaksa (orang yang memahami hukum). Fakta persidangan mungkin melihat bahwa tanah yang tentu masih merupakan wilayah Pura Dalem Bingin Nambe (Duwen Pura), karena Pura tersebut tercatat berdiri sejak abad-18, telah tersertifikatkan bahkan ditembok beton.

Bangunan permanen yang menutup akses jalan keluar masuk (pemedal) bagi pemedek (umat) Pura Dalem Bingin Nambe memiliki cerita dibalik beralihnya tanah tersebut. Itu dilontarkan spontan oleh Kadek Mariata (Kadek Garda) yang juga sebagai pengempon pura.

“Pura ini sudah lama berdiri bahkan sejak zaman penjajahan Belanda, lihat level tanahnya masih dibawah, dan juga arsitektur candi bentar sudah ratusan tahun, “ungkapnya, Senin (07/02/2022).

Ia juga menceritakan bahwa waktu dirinya masih kecil dirinya masuknya dari arah selatan, dari jalan Pulau Ternate. Selanjutnya dirinya tidak mengetahui kondisi selanjutnya, yang dia pahami tembok itu telah menutup pintu utama pura. Dirinya juga curiga adanya patgulipat terhadap kepemilikan tanah yang sesungguhnya merupakan bagian dari Pura yang ada sebelum negara ini merdeka.

Pengemponnya ada sekitar 200 KK (Kepala Keluarga) dari Jimbaran, Pemogan, Pagan dan Natah Titih Denpasar.

“Yang saya dengar dulu di sini anak laki-laki yang putung atau tidak punya anak. Kemudian dia minta anak. Anaknya ini lalu minta bagian, dan yang diminta bagian di depan pura ini. Setelah dapat tanah ini, atau sebelumnya katanya dia pindah agama. Dan setelah pindah agama lalu ditutuplah jalan ini,” bebernya dan berharap PHDI juga turut menelusuri fakta yang sebenarnya terhadap kondisi ini.

Terlihat hadir Perbekel Perbekel Desa Dauh Puri Kangin, kapolsek Denpasar Barat dan Para pengempon Pura tersebut, terlihat juga I Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima) yakni tokoh pemerhati Bali dan I Nyoman Kenak selaku ketua PHDI Kota Denpasar.

“Kami mohon semua pihak untuk dapat menahan diri dan sabar. Kita akan berusaha akan memediasi, karena fungsi kita bukan lembaga eksekutor, “ujar Kenak yang berjanji akan merapatkan hal ini kepada seluruh pengurus disemua tingkatan PHDI.

Ia juga mengatakan akan memanggil seluruh pihak untuk ikut menyelesaikan permasalahan yang ada. Ditanya soal mediasi bila terjadi deadlock, dirinya mengaku memiliki cara pendekatan khusus.

“Tidak ada pura yang tidak punya akses jalan, saya akan berupaya memediasi agar pura ini memiliki akses jalan. Kita juga baru tahu ini kalo tidak dari media, karena tidak mungkin kita cari-cari tempat yang bermasalah, “pungkasnya. (Ray)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku