Connect with us

Mangku Bumi

SANG PENYELAMAT II

Published

on


Sifat dasar angkara yang liar dan buas tidak terkendali, apa yang engkau harapkan jika kelahiran manusia sebagai angkara, tubuh ini mengandung angkara, tubuh dengan sifat-sifat kebinatangannya yang membungkus sang maha hidup

Diri Yang Maha Hidup yang lupa kesejatian dirinya karena terjerat Angkara, hanya yang berkesadaran kokoh berpotensi menjadi tuan pengendara angkaranya, yang berupaya mengokohkan kesadaranya dan terlahir kembali mewarisi sifat welas asih tuhan

Yang terombang-ambing rasa hidup berpotensi menjadi jahat, karena keputusasaan membuat seseorang terpaksa menyimpang, keadaanlah yang memaksanya berbuat buruk, dan benar pula bahwa tidak ada agama yang mengajarkan tidak baik, yang ada adalah agama yang tidak mampu membuat pengikutnya menjadi orang baik, entah atas kepentingan apa dia ada

Dan bahkan agama yang diturunkan tuhan tidak berdaya merubah manusia jahat karena terpaksa oleh keputusasaan’nya untuk berubah menjadi orang baik, dan entah apa maksud tuhan yang maha mengetahui itu menurunkan agama yang tidak memiliki kekuatan apapun untuk merubah prilaku manusia

Yang justru yang banyak dihasilkan oleh pemdalaman agama hanya manusia-manusia fanatik kepada prasangka hidupnya belaka, yang diciptanya hanya orang-orang kesurupan paket agama serta tuhan’nya, para pengkultus Tuhan yang berprilaku membabi buta

Atau karena tuhan tidak tau menau cara membangkit kokoh’kan kesadaran manusia, sehingga ketidak berdayaan Tuhan membuatnya terpaksa berkeputusan buruk memerintahkan penyebaran agama yang tidak berdaya, atau mungkin karena tuhan tidak mengenali siapa diri yang sejati

Sampai kapanpun bahkan hingga saat keduniawian ini kiamat ketika tubuh wadagh mati, tidak ada yang bisa merubah kebenaran dualitas tunggal yang berkesadaran ini, meme (ibu) bapa (bapak) raganta jati (sang diri), sang diri yang menjadi saksi atas bersatunya sanggama langit dan bumi, sang gamma/sangga-ma* yang memunculkan sadar yang mengetahui awal dan akhir

Api kehidupan-Angkara, sinar suci yang mengandung getaran kekuatan Maya yang maha menipu, Maya yang bergejolak mengombang-ambing rasa, raja maya yang menguasai ketakutan dan teror psikologis dan keragu-raguan, yang membenamkan rasa tidak percaya pada diri, maha ghaib yang menguasai imateri sekalian materi atas potensi gerak bawah sadar,yang semua itu diketahui sadarnya

Dari yang terbawah sadar (kesadaran murni) dan tak sadar (kesadaran materi/bawah sadar), materi – imateri, wimana – wamana, Lingga-Yoni, dualisme tunggal yang menjadikanmu sadar, dan sadarmu itu satu-satunya sang penyelamat hidupmu, penyelamat yang di tunggu-tunggu itu hanyalah tipuan prasangka kesadaran materi belaka

Atlantia Ra

Gamma* (copas wiki)
“fisika”
(sinar sebagai hasil radiasi elektromagnik yang mempunyai daya rambat besar seperti sinar X, berasal dari inti atom radioaktif)


Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (5)

Published

on

Keseimbangan antar komponen tridosha sebagai salah satu syarat hidup sehat (harmoni).

Seperti yang sudah dipaparkan dalam tulisan sebelumnya bahwasannya tridosha menjadi titik pijak paling penting dalam pengejewantahan pengetahuan Ayurweda.

Apa itu tridosha? Tidak ada padanan yang tepat dalam Bahasa Indonesia. Beberapa referensi menyebutnya, dosha itu konstitusi tubuh, atau humor atau energi atau prinsip dasar bangun tubuh seseorang. Konsep dasar tri dosha diambil dari konsep filosofi Sankhya seluruh entitas di alam semesta disusun paling tidak oleh satu dari lima unsur dasar yang disebut Panca Maha Bhuta, yaitu ether, angin, api, air dan tanah.

Kombinasi antara unsur ether dan angin adalah Vata, kombinasi unsur api dan air adalah Pitta dan kombinasi unsur air dan tanah adalah Kapha.

Vata, Pitta dan Kapha inilah yang disebut tridosha. Semua anatomi (bentuk dan struktur) dan fungsi (fisiologis) tubuh, hobi, kebiasaan, kegemaran, kekuatan, kesadaran, psikologis pikiran (mental) dan logika digerakkan oleh tridosha. Termasuk juga tirdosha merupakan kekuatan pelindung tubuh seseorang.

Ketika seseorang dalam keseimbangan tridosha yang sempurna, orang tersebut dalam kondisi sehat yang sempurna. Sebaliknya, ketika tridhosa tidak seimbang (disharmoni) seseorang akan mengalami gangguan kesehatan, penderitaan dan sakit.

Setiap individu memiliki tipe dosha yang unik tergantung jenis dan komposisi dari dosha seseorang.

Tipe dosha yang dimiliki seseorang ditentukan ketika mulai proses konsepsi, yaitu pertemuan antara sel sperma dan sel telur dari orang tua laki-laki dan perempuan orang tersebut yang juga tergantung waktu, tempat dan konstelasi planet-planet pada saat pertemuan tersebut.

Inilah yang menjadikan dosha seseorang UNIK. Ini juga yang menentukan anatomi (bentuk dan struktur) dan fungsi (fisiologis) tubuh, hobi, kebiasaan, kegemaran, kekuatan, kesadaran, psikologis pikiran (mental) dan logika seseorang juga unik dan berbeda antar individu.

Lalu bagaimana menentukan tipe dosha seseorang? Ada serangkaian pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap individu secara jujur dan mendalam.

Tentu orang yang semakin mengenal dirinya secara baik, maka akan semakin tepat dalam menentukan tipe doshanya. Secara umum, tipe dosha seseorang adalah kombinasi yang unik juga dari tridosha (Vata, Pitta dan Kapha).

Penampahan Galungan,
18.02.20

Continue Reading

Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (4)

Published

on

Bagaimana Ayurweda begitu yakin menjadi pengetahuan tentang hidup (the science of life)? Sekarang kita mengulas sepintas mengenai enam filosofi yang menjadi dasar-dasar pengetahuan Ayurweda.

Filosofi yang pertama, yaitu Sankhya. Filosofi Sankhya memberikan Ayurweda teori tentang evolusi dan teori tentang sebab akibat.

Kita dapat menerapkan pengetahuan filosofi Sankhya dalam keseharian menjalani kehidupan dari momen ke momen.

Bahwasanya kita bukanlah tubuh fisik ini, kita bukan ketakutan itu, kita bukan penderitaan itu, kita bukan rasa sakit itu. Singkatnya, kita hanya penghuni yang tinggal dalam tubuh ini. Kita adalah eksistensi yang lebih tinggi dan lebih mulia, yaitu kesadaran murni (pure Consciousness).

Dengan menerapkan pengetahuan filosofi Sankhya ini dalam hidup keseharian, kita menyembuhkan diri kita sendiri.

Kita harus menyembuhkan diri kita sendiri. The best doctor is our own self. Filosofi yang kedua, Nyaya dan Vaisheshika.

Pengetahuan filosofi Nyaya dan Vaisheshika memberikan Ayurweda dasar berpikir yang runut dan logis. Bahwa tubuh ini adalah suatu mesin materi yang harus dipelihara dan diperbaiki.

Tubuh adalah sarana untuk mencapai tujuan hidup, maka tubuh harus tetap sehat dengan pola hidup sehat yang holistik. Filosofi yang ketiga, yaitu Mimamsa.

Pengetahuan filosofi Mimamsa tentang kerja adalah bagian dari hidup yang mana untuk mencapai pembebasan dengan melaksanakan kebenaran/kewajiban (Dharma).

Sumbangsih filosofi Mimamsa pada Ayurweda meliputi metode dan cara-cara mencapai Tuhan melalui ritual, upacara dan puasa.

Filosofi yang keempat, yaitu Vedanta. Pengetahuan filosofi Vedanta memberikan pemikiran yang mendalam pada Ayurweda tentang Tuhan yang abadi, yang merupakan pencapaian terkahir dari setiap manusia.

Untuk mencapai tujuan ini, setiap individu mutlak memiliki kesehatan yang sempurna. Filosofi yang kelima, yaitu Yoga.

Ayurweda menggunakan Yoga secara terapetik untuk tujuan kesehatan dan sesungguhnya setiap sistem yoga memiliki nilai kesehatan yang sangat besar. Filosofi yang keenam, yaitu Buddhisme.

Empat Kebenaran yang Mulia dalam ajaran Buddha, yaitu adanya penderitaan, ada penyebab dari penderitaan, ada akhir dari penderitaan dan ada sarana untuk mengakhiri penderitaan. Buddha mengatakan, segala sesuatu akan berkahir.

Jangan khawatir pada penyakit, karena penyakit akan berakhir.

Pengetahuan filosofi Buddha mengajarkan ada penderitaan dan cara sederhana untuk bebas dari penderitaan adalah kesabaran, dengan memberikan waktu tubuh untuk menyembuhkan dirinya. Inilah sumbangsih filosofi Buddhisme terhadap Ayurweda.

(Prof. I Ketut Adnyana)

15.02.20
Rahayu

Continue Reading

Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (3)

Published

on

Masih tentang keseimbangan (harmoni), karena itu memang konsep besar sehat menurut Ayurweda.

Untuk tetap sehat, seorang individu harus juga menjaga keseimbangan antara mikrokosmos (bhuana alit) dan makrokosmos (bhuana agung). Dimana menurut Astrologi Weda, konstelasi planet-planet akan mempengaruhi keseimbangan (harmoni) seseorang bahkan juga perjalanan kehidupan seseorang.

Konstelasi planet-planet akan mempengaruhi musim, suhu global bumi yang tentu setiap individu harus menyesuaikan aktivitas hariannya bila tetap mengharapkan sehat (harmoni) dari waktu ke waktu.

Konstelasi ini akan mempengaruhi keseimbangan konstitusi (tridosha), gejolak emosi dan kecenderungan pikiran seseorang yang secara holistik akan menentukan dinamika harmoni seseorang.

Harmoni seseorang juga dipengaruhi oleh dua modal besar, yaitu genetik dan lingkungan.

Genetik ini adalah faktor keturunan yang kalau dirunut merupakan jejak-jejak dari kehidupan seseorang sebelumnya yang disebut karma wasana. Inilah jawabannya mengapa seseorang lahir dari keturunan keluarga yang mengalami diabetes, hipertensi, dislipidemia, pemarah, bandel dan lain sebagainya terlalu banyak kalau disebutkan karena memang unik untuk setiap individu.

Kita tidak bisa berbuat banyak untuk mengubah modal genetik ini. Namun, kita masih memiliki modal besar yang kedua, yaitu lingkungan. Meminjam formula Einstein yang sangat terkenal yaitu E=mC2, dimana suatu materi memiliki energi potensial sebesar massanya dikali kecepatan cahaya kwadrat.

Bisa dihitung bagaimana besarnya energi suatu materi. Namun disini kita tidak sedang membahas formula Einstein.

Lalu apa hubungannya dengan harmoni menurut Ayurweda? Saya menganalogikan E adalah Equilibrium (keseimbangan atau harmoni), m adalah man atau individu itu sendiri yang bersifat unik dan cenderung tetap (genetik).

Sedangkan C adalah circumstances (keadaan atau lingkungan). Jadi sekali lagi, harmoni seorang individu ditentukan oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan. Yang perlu diingat, lingkungan menjadi penentu paling besar harmoni seseorang.

Karena kalau disesuaikan dengan formula Einstein, lingkungan nilainya sangat besar dan dikwadratkan lagi. Artinya, harmoni individu sebagian besar ada dalam kendali individu itu sendiri, yaitu dengan syarat mampu mengendalikan faktor lingkungan hidupnya.

Apa saja yang menjadi faktor lingkungan yang mempengaruhi harmoni individu? Tiga besar lingkungan saya sebutkan disini, yaitu pola pikir, pola makan (diet) dan pola hidup (lifestyle termasuk aktivitas fisik atau olahraga).

(Prof. I Ketut Adnyana)

Rahajeng rahina Sugihan Bali,
14.02.20

Continue Reading

Wonderful Indonesia

Ads

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam