Connect with us

Pariwisata dan Budaya

RATU BHASMA jadi Kawasan Strategis atas Rekomendasi PUPAR Unud

Published

on


GATRA DEWATA | TABANAN | Untuk percepatan pembangunan Desa Wisata Babahan, Kabupaten Tabanan, Peneliti Pusat Unggulan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PUPAR LPPM) Unud merekomendasikan RATU BHASMA (Rural Tourism Babahan Happiness Authentic Sustainable Main Area), yang tertuang dalam diskusi khusus penyusunan masterplan kepariwisataan Desa Babahan, di Warung Bamboo Banjar Utu, Desa Babahan, Sabtu (25/12/2021).

Diskusi tersebut dihadiri perwakilan tokoh masyarakat dan perangkat desa diadakan untuk menelaah laporan akhir Kajian Pengembangan Desa Wisata Babahan yang dikerjakan Tim Peneliti PUPAR LPPM Unud.

Agus Muriawan Putra, M.Par., selaku ketua tim kajian menjelaskan RATU BHASMA tercetus dari hasil diskusi panjang dan mendalam diantara anggota tim.

“Ide ini mengkristal setelah mencermati berbagai potensi yang ada di Desa Babahan, mulai dari potensi alam maupun sejarah. Desa Babahan memiliki peradaban lama, terkait dengan nilai-nilai spiritual sehingga muncullah kata BHASMA yang dalam ritual Hindu merupakan kata lain dari bija atau benih suci yang mendapat anugrah Dewa Siwa,” tegas Dosen Fakultas Pariwisata Unud itu.

Dalam pengembangan desa wisata RATU BHASMA, lanjut akademisi yang dikenal ulet mendampingi terbentuknya desa wisata, berarti pengembangan pariwisata berbasis pertanian dan kearifan lokal yang dipegang teguh penduduk Desa Babahan.

Sekretaris PUPAR Dr. Nyoman Ariana, STT.Par., M.Par., menambahkan RATU BHASMA menjadi tema pengembangan desa wisata yang bertetangga dengan Desa Jatiluwih itu karena potensi desa yang sangat unik. Selain memiliki pemandangan alam terasering sawah, ada air tiga air terjun, permandian air panas, wisata pertanian organik, hingga wisata tirta yakni main tubing di cristal water.

“Setiap wisatawan yang datang sama halnya dengan masyarakat akan merasa bahagia karena bersentuhan langsung dengan alam. Alamnya juga masih asli terindikasi dengan warna air yang bening ketika diterpa sinar matahari terlihat berkilau seperti Kristal,” tutur akademisi yang segera dikukuhkan sebagai wakil dekan bidang kemahasiswan Fakultas Pariwisata Unud itu. Seraya menambahkan, kedamaian dan keaslian alam menjadi tematic khusus happiness dan authentic untuk keberlanjutan desa wisata babahan sehingga RATU BHASMA menjadi kawasan strategis untuk dikembangkan.

Sedangkan Kepala Desa Babahan I Made Sukapariana, S.E. menyambut baik ide pengembangan kawasan strategis RATU BHASMA. Kawasan tersebut, tutur dia, ada di wilayah Bangkiang Sidem, Banjar UTU Desa Babahan. Kawasan tersebut tersedia hamparan sawah yang luas, ada air terjun Besi Kalung, Pura Pajenengan yang dapat disulap sebagai kawasan RATU BHASMA.

“Kami berterima kasih kepada Unud khususnya PUPAR yang telah bersedia mendampingi Desa Wisata Babahan mulai dari identifikasi potensi, menyusun masterplan serta pengembangan tata kelola nantinya,” ujar Sukapariana yang sudah menjabat Kades Babahan periode kedua.

Sementara itu, Ketua BPD Babahan I Wayan Kartika menyatakan antusias mendukung pengembangan Desa Wisata Babahan setelah mengikuti paparan peneliti PUPAR.

“Rencana ini sangat bagus dan mencengangkan. Kami yakin dapat terwujud segera, mohon dilanjutkan penyusunan masterplan di kawasan lain Desa Babahan mulai dari Banjar Balangan, Banjar Dadia hingga pusat Desa Babahan. Hal ini untuk mewujudkan Desa Wisata Babahan yang terintegrasi menyeluruh,” jelas Kartika.

Tokoh masyarakat Babahan dr. Bikin Suryawan yakin Desa Wisata Babahan dapat berkembang dengan cepat. Ada tiga faktor pendukung utama yakni daya tarik yang unik, kebijakan pemerintah desa, serta partisipasi masyarakat yang tinggi.

“Segera buatkan aturan sebagai rambu-rambu investasi dan pengelolaan desa wisata secara tepat agar tidak menimbulkan konflik kepentingan nantinya,” ungkap tenaga kesehatan bertugas di RSUD Wangaya tersebut.

Suryawan sendiri saat ini sedang merintis pembangunan villa untuk mendukung pengembangan desa wisata Babahan. Di samping itu, Bikin Suryawan sudah merelakan tanahnya untuk dibangun tempat parkir sebagai kontribusi dalam bentuk lainnya. (Tim/PUPAR Unud)


Kebanggaan sebagai wartawan adalah selalu silahturahmi kepada semua pihak, tetap belajar dan selalu konfirmasi dalam pemberitaan yang adil dan berimbang.

Pariwisata dan Budaya

Bus Metro Dewata Serobot Pariwisata, Eddy: Tidak, Trayek Tetap dan Teratur

Published

on

By

I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos., Direktur Utama PT. Satria Trans Jaya

GATRA DEWATA | BALI | Protes yang dilakukan oleh pengusaha jasa angkutan pariwisata karena merasa lahannya diserobot oleh rute Bus Trans Metro Dewata akhirnya dijawab langsung oleh I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos di kantornya.

Ia menjelaskan awal terbentuknya Bus Trans Metro Dewata adalah karena UU 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan Pasal 138 ayat 2 menyebutkan pemerintah bertanggungjawab atas penyelenggaraan angkutan umum, dan Pasal 139 ayat 2 yakni pemerintah daerah provinsi wajib menjamin tersedianya angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan atau barang antar kota dalam provinsi, dan pasal 139 ayat 3 yakni pemerintah daerah kabupaten atau kota wajib menjamin tersedianya angkutan orang dan atau barang dalam wilayah kabupaten kota.

“Dari permasalahan tersebut kita semua memahami secara real bahwa angkutan kota kita sudah sangat terpuruk, dari sinilah muncul angkutan-angkutan pribadi, baik sepeda motor dan roda 4 (mobil), bila ini berkembang Bali merupakan destinasi Pariwisata akan mengalami kemacetan parah, “sebutnya menjelaskan, Selasa (18/01/2022).

Angkutan massal yang lahir dari kepentingan inilah munculnya Bus Trans Metro Dewata ini. Melalui APBN selain Kota Denpasar ada juga beberapa kota yang mendapat perhatian dari pemerintah pusat yakni, Medan, Palembang, Jogyakarta, Solo. Menurut penjelasannya target selanjutnya adalah Surabaya, Bandung, Makassar, Purwokerto yang merupakan tahap kedua.

Bila dianggap menyerobot Eddy Dharma menolaknya, karena dari jenis penyelenggaraannya saja berbeda Bus Trans Metro Dewata ini adalah angkutan Kota dalam Provinsi yang memiliki trayek tetap dan teratur, sedangkan Bus Pariwisata tidak dalam trayek.

“Bus Pariwisata itu mengangkut tamu ke daerah pariwisata, pola penyelenggaraannya saja berbeda, ” ujarnya menjelaskan.

Ia juga menjelaskan saat pariwisata terpuruk sopir-sopir pariwisata yang ada terutama bus banyak direkrut di Trans Metro Dewata. 240-300 orang sudah terekrut di Metro Dewata yang artinya ribuan keluarganya juga bisa hidup di masa pandemi seperti saat ini.

“Dari 5 kota yang dapat tadi Kota Denpasar termasuk nomer 2 dilihat dari load faktornya (tingkat keterisiannya). Sedangkan Kota Solo nomer satu, secara mindset masyarakat Solo sudah terbiasa dengan angkutan umum, “ungkapnya.

Untuk meningkatkan jumlah penumpang ia juga menjelaskan diperlukannya armada feeder (pengumpan) untuk mengkoneksikan trayek tersebut agar terintegrasi trayek-trayek yang ada. Dan permasalahan Bus stop Trans Metro Dewata yang menggunakan badan jalan dirinya mengelak bahwa itu adalah tanggung jawab dari pemerintah kota Denpasar.

Masalah pool bus yang juga dipermasalahkan, dirinya mengatakan bahwa pool harusnya dekat dengan asal pemberangkatan. Central parkir kuta yang kini keadaan kosong, sekarang dengan adanya Metro Dewata ini ia mengatakan bahwa itu malah mendapatkan kontribusi dari keberadaan bus tersebut, begitu juga terminal Ubung.

“Bahkan terminal mengwi meminta kita juga, walaupun bagaimana aktifnya kegiatan disana, “ucapnya.

Ditanya soal Trans Metro Dewata untuk melayani trayek angkutan sekolah dirinya mengungkapkan bahwa konsorsium operator Trans Metro Dewata yang didirikan oleh 4 perusahaan otobus lokal di Bali yakni Gunung Harta, Dewata Tourism, Restu Mulya dan Merpati Transport (PT Satria Trans Jaya) ini, mengaku dirinya hanya sebagai pelaksana (operator), sedangkan program itu adalah program daerah.

“Semoga seluruh program pemerintah pusat termasuk bus listrik angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Bali juga dapat menjadi solusi bagi masyarakat, “tutupnya yang juga merupakan Direktur Utama PT Satria Trans Jaya. (Ray)

Continue Reading

Pariwisata dan Budaya

Pengguna Bus Trans Metro Dewata Sedikit, Perlu Sosialisasi lebih

Published

on

By

  Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra (Anggota DPRD Kota Denpasar)

 

GATRA DEWATA | DENPASAR | Protes keras yang dilakukan oleh kelompok masyarakat pemerhati transportasi terhadap keberadaan bus Trans Metro Dewata yang dikatakan mengambil penumpang pariwisata yang ada, dan trayeknya pun menyasar tempat-tempat pariwisata yang notabene adalah mata pencaharian dari mereka.

Hal tersebut mendapat respon dari anggota DPRD Kota Denpasar, meskipun Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas mengomentari tentang Trans Metro Dewata, namun ungkapnya ada baiknya menggunakan kajian data yang tepat untuk mengatakan baik atau tidaknya.

“Kita harus melihat data yang pasti, bila datanya flat (datar) terhadap penggunaan Bus Trans Metro Dewata maka tidak ada usaha yang dirugikan sesungguhnya, pakailah angka dan data, “sarannya, Kamis (13/01/2022).

Ia juga mengatakan bahwa tujuan dari apa yang hendak dibangun pemerintah, terutama Kota Denpasar untuk smart citynya maka tentu adanya transportasi massal yang baik dan terintegrasi. Ia juga menambahkan bahwa bila saja data menunjukan pengguna jasa transportasi ini menurun, maka tentu harus dipertanyakan permasalahannya mengapa penumpangnya menurun.

“Harusnya ini menjadi perhatian, apakah kenyamanannya, budayanya yang menyebabkan itu. Disinilah peran pemerintah untuk mensosialisasikannya agar ketertarikan publik menggunakan moda transportasi itu menjadi meningkat, “ungkapnya.

Ditanya soal permintaan masyarakat peruntukan bus untuk sekolah-sekolah dan bus antar kabupaten, dirinya mengungkapkan bahwa itu memerlukan pengkajian lebih lagi.

I Kadek Mudarta, ST., MAB, Kepala Bidang (Kabid) keterpaduan modal Dinas Perhubungan Provinsi Bali

Menemui Dinas Perhubungan Provinsi Bali, kesibukan kepala dinas Perhubungan Bali untuk dimintai keterangan melalui birokrasinya, akhirnya ditemui oleh I Kadek Mudarta, ST., MAB yang mengaku sebagai Kepala Bidang (Kabid) keterpaduan modal Dinas Perhubungan Provinsi Bali.

Ia mengatakan bahwa dirinya tidak bersedia memberikan keterangan terlalu mendalam soal kekisruhan dengan pengusaha jasa angkutan. Namun dirinya mengatakan bahwa tuduhan bus Trans Metro Dewata turun di sembarangan tempat itu tidak benar.

Ia juga menambahkan bahwa kewajiban dari pemerintah melalui dinas perhubungan adalah wajib menyediakan angkutan perkotaan dengan baik. Penyediaan halte atau bus stop yang layak itu tugas Pemerintah/pemerintah daerah sesuai status jalan, bukan tugas perusahaan operator angkutan.

Untuk kabar menghambur-hamburkan uang karena tidak ada penumpang, dirinya mengatakan bahwa ada tren pergerakan naik, “ada kenaikan, tetapi saat ini juga masa pandemi. Ini merupakan dana APBN dan tidak menggunakan dana dari daerah, ” jelasnya, Jumat (14/01/2022).

Dituduh menyerobot pasar pariwisata oleh pengusaha jasa transportasi, dirinya mengatakan bahwa bila dikatakan tidak ada penumpang berarti tidak ada yang diserobot.

“Mengenai kurangnya sosialisasi ke masyarakat, itu merupakan tugas dari Satria Trans Jaya. Tetapi ada baiknya wisatawan diberikan pilihan tranportasi yang ada, taksi atau sebagainya, yang pasti bus tidak ngetem disatu tempat hanya berhenti sementara, “jelasnya. (Ray)

Continue Reading

Daerah

‘One Stop Hotel Sport’ Satu – Satunya di Bali

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Rumor sport tourism yang kerap menjadi perbincangan publik kini semakin nyata. Ide tersebut diterjemahkan secara elegan di Balitri Home and Studio, yang berkonsep One Stop Hotel Sport. Pemilik sekaligus pengelola Balitri, Aidy Halimanjaya, blak – blakan soal konsep tersebut, saat ditemui di acara soft opening, Minggu (9/1/2022) sore.

Ia menuturkan telah mengadopsi konsep ini dari pengalamannya berlibur di luar negeri. “Saya ambil konsep ini dari pengalaman berlibur di Spanyol dan Thailand. Kebetulan juga konsep ini belum ada di Indonesia. Jadi saya coba memulai disini,” paparnya.

Aidy juga menyadari jika gaya hidup masyarakat, sejak pandemi, sedikit bergeser ke arah kesehatan. “Sekarang selfie dengan tema bersepeda, hiking atau trekking menjadi kebanggaan banyak orang. Mereka bangga tampil enerjik, sehat,” imbuhnya.

Setelah ditelisik lebih jauh, rupanya ia punya rencana besar dengan Hotel kecilnya yang memiliki sembilan kamar ini. Untuk di awal ia berusaha mengakomodir kalangan petualang yang ingin berlibur di Bali tanpa perlu ribet. “Disini kami menawarkan paket stay dan aktifitas. Jadi tamu datang kesini tidak perlu mikirin detil aktifitas dan penginapan, kami yang urus, termasuk kalau mau jasa fotografi untuk konten. Pokoknya one stop shop, satu paket,” bebernya penuh semangat.

Lebih lanjut, Aidy juga akan menyediakan camp pelatihan, baik itu pelatihan sepeda, renang atau yang lainnya. Latihannya bisa dilakukan dimana saja. Misalnya, untuk perenang pemula akan mereka arahkan ke pantai Sanur, karena disana airnya sangat tenang, dan kalau sudah advance maka lebih pas di pantai Jimbaran.

Ia juga menuturkan jika di Balitri akan ada studio sepeda. Dengan fasilitas ini maka para tamu bisa latihan indoor, saat outdoor tidak memungkinkan. Balitri ini, baginya, merupakan sebuah mimpi yang kini menjadi nyata.[SWN]

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku