Connect with us

Daerah

Rapat asyik Koordinasi Pelantikan FIAN Bali di Kebon Vintage Cars

Published

on


Bayu (kiri), Esther (tengah), Erwin (kanan)

GATRADEWATA | DENPASAR | Forum Indonesia Anti Narkoba (FIAN) pusat atau Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FIAN yang baru dilantik setahun lalu di Cibubur, Jakarta Timur, kini melebarkan sayapnya ke Bali. Dalam rapat koordinasi pelantikan Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) FIAN dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) FIAN untuk wilayah Bali yang diketuai oleh Esther Gehl, Sekretaris adalah Novia Dewayanti Saputro, Bendahara Maria Christine, menjelaskan bahwa terbentuknya FIAN ini bukanlah menginginkan massa yang besar tetapi dibutuhkan orang-orang yang aktif dalam memerangi Narkoba.

“Sebagai rasa kepedulian dari terhadap ancaman bahaya Narkoba khususnya di Bali, Saya harap kawan-kawan bisa pro aktif dalam organisasi FIAN ini, kita tidak mengharapkan massa yang banyak, tetapi membutuhkan orang-orang yang mau bekerja untuk berpartisipasi dalam rangka melaksanakan program pemerintah yakni Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), ” ujar Esther Gehl pada sore, (04/10), di Kebon Vintage Cars.

Ia juga menambahkan bahwa tugas FIAN selanjutnya adalah mengajak serta kepada jajaran pengurus dan anggotanya untuk turut serta menghilangkan stigma buruk yang melekat selama ini kepada para pengguna (pemakai narkoba), yang notabene keberadaan mereka itu adalah sebagai korban dan tidak pantas mereka juga diperlakukan sebagai kriminal.

“Saya berharap prasangka buruk terhadap para korban narkoba itu bisa dikikis, karena mereka sebetulnya korban dari ancaman bahaya narkoba, “ujarnya.

Erwin Dwiyanto selaku Kadiv Hukum FIAN juga menjelaskan bahwa visi misi dari organisasi FIAN adalah, “Kita ingin FIAN menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba, kita akan menindak tegas anggota yang kedapatan menggunakan narkoba. Kedepannya kita akan mengadakan penyuluhan, edukasi, dan pencegahan dalam program-program yang akan kita susun untuk ikut memerangi ancaman yang dapat merusak khususnya generasi muda, karena mereka merupakan penerus bangsa, “tegas Erwin.

Bagus Bayu Ardianta Sutjipta yang merupakan Kadiv Organisasi yang saat ini dipercayakan sebagai ketua panitia pelantikan kepengurusan FIAN di Bali juga menuturkan bahwa FIAN didaerah Bali sudah terbentuk kurang lebih 20 orang, “untuk daerah kita sudah terbentuk di Denpasar, Badung, Tabanan dan Singaraja. Bali merupakan DPW yang ke 16 yang merupakan jumlah kepengurusan di seluruh Indonesia yang kita miliki saat ini, “jelas Bayu. (Ray)


Daerah

Royal Pitamaha Resort Terapkan Prokes Covid-19

Published

on

GATRA DEWATA – Covid-19 memaksa dunia perhotelan tutup selama beberapa bulan sejak Maret lalu dan kembali buka setelah pertengahan tahun ini. Memang, banyak akomodasi wisata yang memilih untuk tetap tutup hingga kini, namun, Royal Pitamaha Ubud sudah kembali dibuka sejak Agustus 2020 kemarin.

Dibukanya kembali resor mewah ini dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) sesuai imbauan dari pusat. Bahkan, mereka sangat ketat dalam penerapannya. Setidaknya ada beberapa hal yang mereka lakukan guna menghambat laju penyebaran Covid-19, sebagai berikut:

  1. Pengecekan suhu tubuh – pihak keamanan yang berjaga di gerbang depan memeriksa semua orang, baik karyawan maupun pengunjung, yang memasuki area resor.
  2. Menyediakan tempat cuci tangan – perangkat tersedia di ruang terbuka seperti gerbang masuk, area parkir dan kolam renang. Media tersebut dilengkapi dengan fasilitas air mengalir lewat keran, sabun cuci tangan, handuk/kertas tisu dan tempat sampah.
  3. Menyediakan sanitizer/disinfectant – Perangkat tersebut disebar hampir ddiseluruh area dalam ruangan seperti misalnya lobby, kantor depan dan restoran.
  4. Menyesuaikan tatanan tempat duduk – Jarak antar sofa di area lobby dilonggarkan sekitar 1 meter. Pengalokasian tamu yang makan di restoranpun diusahakan tidak berdekatan antara meja satu dan yang lainnya.
  5. Penggunaan masker – Seluruh karyawan, mulai dari level bawah hingga General Manager secara disiplin mengenakan masker.
  6. Himbauan tertulis – Tidak hanya itu, pihak manajemen juga membuat himbauan tertulis agar seluruh pengunjung mengikuti protokol kesehatan selama berada di lingkukan resor. Himbauan tersebut tertulis pada beberapa flyer yang disebar di lobby dan fasilitas umum lainnya.

Langkah General Manager, Made Suama, yang lama berkarir di Jerman sebagai Chef, tahu betul bagaimana memanjakan pengunjung lewat penerapan Prokes secara ketat ini. “Penerapan Prokes yang benar akan membuat pengunjung merasa nyaman dan aman” sergahnya sembari menyantap makan siang, pada Rabu, 21 Oktober 2020. Alhasil, di tengah pandemi ini tingkat hunian Royal Pitamaha tidaklah buruk. “Baru – baru ini kami berhasil menjual 20 villa” tutupnya bangga. <swn>

Continue Reading

Daerah

Anak Mulai Bosan? Bawa Aja ke Ceko Playground!

Published

on

GATRA DEWATA – Tidak diragukan lagi jika selama masa pagebluk Covid-19 anak – anak mulai merasa bosan dengan himbauan di-rumah-aja. Masa kanak – kanak memang mestinya dipenuhi dengan kegiatan bermain. Permainan di rumah biasanya berskala kecil dan makin hari kian membosankan. Maka dari itu Ceko Playground merupakan jawaban bagi kegusaran hati mereka, terutama yang berdomisili di seputaran Cekomaria, Peguyangan Kangin, Denpasar.

Ceko Playground dibuka sejak tahun 2019, beberapa saat sebelum Covid-19 melanda seluruh belahan dunia. Wahana indoor ini cukup lega untuk menampung sekurang – kurangnya 10 anak dalam sekali waktu. Disini mereka dimanjakan dengan berbagai permainan seperti misalnya trampolin, ayunan, 2 buah perosotan yang langsung diarahkan ke kolam mandi bola, motor roda tiga, puzzle dan beraneka macam boneka.

Harga yang dipatok untuk setiap anak mencapai Rp. 30,000 per kedatangan atau main sepuasnya. Wahan ini dibuka setiap hari (24/7); pada hari biasa mulai jam 12 am sampai jam 9 pm, sementara akhir pekan dan libur nasional dibuka mulai jam 10 am hingga jam 9 pm.

Bukan hanya mengakomodasi anak – anak, Ceko Playground yang digawangi oleh pak Ketut Sujarta, tapi juga memberikan ruang bagi para orangtua (pengantar) dengan menyediakan ruang tunggu yang nyaman. Mereka bisa makan sambil kerja secara daring dengan koneksi wi-fi yang cukup mumpuni tanpa kehilangan kontrol terhadap si buah hati.

Ragam makanan yang tersedia di cafe Ceko ini cukup bervariasi dengan harga yang masuk akal, contohnya:

  • Nasi Babi Sambal Matah/Balado Rp. 30,000
  • Nasi Ayam Sambal Matah/Balado Rp, 27,000
  • Nasi 3T (tahu, tempe, telur) Sambal Matah/Balado Rp. 17,000
  • Nasi Goreng A la Ceko Rp. 22,000
  • Nasi Goreng Ayam Rp. 26,000

Untuk anak – anak tersedeia berbagai penganan seperti:

  • Sosis Bakar/Goreng Rp. 22,000
  • French Fries Rp. 19,000
  • Spaghetti Rp. 23,000
  • Chicken Burger Rp. 10,000
  • Jamur Crispy Rp. 13,000

Aneka Mie dengan kisaran harga antara Rp. 12,000 sampai dengan Rp. 22,000, misalnya:

  • Mie Goreng Telur Sosis Kornet Rp. 22,000
  • Mie Goreng Telur Sosis Rp. 19,000
  • Mie Goreng Telur/Sosis Rp. 16,000
  • Mie Kuah Telur/Sosis Rp. 16,000
  • Mie Kuah Rp. 12,000

Ada banyak menu lainnya sepperti Siomay dan Koku Roku dengan aneka rasa, juga berbagai pilihan minuman dingin dengan harga tertinggi Rp. 13,000.

Disamping menerapkan protokol kesehatan, pihak manajemen juga meminta agar para orang tua turut serta memperhatikan si buah hati selama bermain. Masker dan kaos kaki merupakan perangkat wajib bagi si anak serta mencuci tangan sebelum dan sesudah bermain.

Salah seorang karyawannya, Krisna, mengakui bahwa tempatnya bekerja cukup diminati anak – anak. “Sebelum himbauan Di-Rumah-Aja kami bisa melayani hingga 50 anak per harinya, kini paling cuma 6 anak aja,” selorohnya sambil kembali membersihkan wahana permainannya dengan disinfectant. <swn>

Continue Reading

Daerah

Saatnya Buat Perubahan, Masyarakat Harus Berani Ambil Sikap Menentukan Sosok Figur Pemimpin

Published

on

By

GATRA DEWATA |DENPASAR|Pasangan Calon (Paslon) Paket Amerta nomor urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertanegara bila terpilih maju menjadi Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Kami berdua akan sepenuh hati mengabdikan diri buat masyarakat Kota Denpasar dengan tetap mengedepankan konsep Menyama Braya. Jika perlu kami berdua akan siap membagikan gajih yang didapat untuk masyarakat Kota Denpasar yang memang benar-benar membutuhkan.

“Ini janji kami berdua, kalau tidak bisa tercapai atau terwujud program visi-misi yang dijalani dalam kurun waktu dua tahun untuk bisa melakukan perubahan buat Kota Denpasar. Kami berdua siap akan mundur,” terang Calon Walikota Denpasar nomor urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra, Senin (12/10).

Sementara itu Calon Wakil Walikota Denpasar Bagus Kertanegara yang akrab disapa Sting juga mengatakan sebagai seorang pengusaha, ia melihat masih banyak potensi yang bisa digali untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya sebagai barometernya pariwisata.

Sebenarnya Kota Denpasar sebagai salah satu kota budaya dan seni sekaligus sebagai Pusat Pemerintahan dan perkembangan kemajuan ekonomi di Bali merupakan aset besar yang bisa ditingkatkan.

“Dengan sedikit sentuhan teknologi dan peningkatan SDM secara berkesinambungan. Saya yakin perubahan akan banyak terjadi di Kota Denpasar, dan masyarakatnya juga akan bisa lebih sejahtera kedepanya,” ucapnya.

Kemudian, Ketua tim pemenangan Paket Amerta Wayan Mariana Wandira menegaskan bahwa di Pilkada serentak 2020 ini seluruh partai pendukung akan habis-habisan berjuang memenangkan jagonya yakni Paslon Paket Amerta nomor urut 2.

“Karena saya sendiri sangat optimis, sebab Paket Amerta selain mereka berdua seorang pengusaha. Dipastikan dukungan suara juga akan mengalir nantinya, sebab mereka nantinya akan benar-benar bekerja secara nyata untuk bisa memajukan Kota Denpasar yang lebih baik lagi kedepanya,” imbuhnya.

Sembari menambahkan, hal terbukti ketika Kota Denpasar dipimpin Walikota Rai Mantra yang juga berlatar belakang pengusaha telah banyak membawa kemajuan Denpasar.

“Jadi saya optimis pasangan independen ini akan banyak memberi kemajuan saat dipercaya warga memimpin,” tambahnya.

Meski demikian, menurut Wandira kalau seorang pemimpin itu harus bisa menepati janji-janjinya saat kampanye. Kalau tidak menepati janji tentu akan diberikan sanksi atau hukuman.

Dalam Pilkada serentak 2020 di Kota Denpasar saat ini diyakini masyarakat semuanya sudah mulai cerdas dalam menentukan sosok figur pemimpin yang akan dirasakan bisa memberikan perubahan kearah yang lebih baik lagi kedepanya.

Selain itu, saat ini masyarakat Kota Denpasar sudah cerdas dalam mengambil sikap untuk menentukan calon figur mana yang dirasakan akan mampu memberikan perubahan buat Kota Denpasar. Masyarakat sendiri harus melihat setiap latarbelakang pemimpin, kalau memang bagus lanjutkan. Jika tidak bagus jangan dipilih lagi, sebab yang memutuskan semua itu adalah masyarakat itu sendiri. Bdi

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam