Connect with us

Uncategorized

Quisque nec

Published

on


Quisque nec viverra dui. Duis dolor purus, venenatis ac lacus id, pellentesque lacinia lectus. Nulla sed lectus condimentum, aliquam eros sit amet, vulputate nisl. Maecenas sit amet hendrerit nibh. Duis mattis metus orci, feugiat feugiat nisl mattis ac. Vivamus bibendum dapibus congue. Morbi quis turpis eget augue hendrerit venenatis. Maecenas ut pulvinar mi. Ut dictum auctor diam, at faucibus lacus condimentum vitae. Nunc at consectetur odio. Vestibulum vel leo ullamcorper, dictum nibh dictum, maximus lorem.

Morbi vitae porta felis. Etiam aliquet ex nisi, nec feugiat enim condimentum quis. Aliquam consequat est eget odio sollicitudin sagittis. Nulla porta ultrices nibh, at bibendum libero pellentesque eu. Duis ac aliquet magna. Sed malesuada luctus nisi et ullamcorper. Vestibulum tempus ornare eros ultricies fringilla. Integer rhoncus arcu quis neque condimentum faucibus. Nulla sollicitudin ultrices aliquam. Etiam ligula velit, commodo eget ultrices ac, tempor non libero. Fusce ut libero a mi dapibus aliquam et eget est. Sed blandit tellus vitae ex placerat pretium.


Continue Reading
Advertisement

Mangku Bumi

DIVINE 5

Published

on

“DIVINE 5”

Begitulah adanya manusia terlahir setelah semesta, namun di dalam badan wadagh manu’sa inilah sang Maha Hidup yang mewujudkan diri sebagai semesta raya itu “berkesadaran sempurna”

Terlahir telah menjadi semesta biologis mengandung lupa, guna membangkitkan kemaha sempurnaan miliknya, selanjutnya bergerak membangkitkan kekuatanMaha Cipta yang tertidur di tubuh manu’sa ini

“Kuna Dharma Lingga Ning -KunDaLiNi, kekuatan maha cipta Sejak Semula-Kuna” sebut saja cocoklogi

Membangkitkan kekuatan kuno yang dikenal dengan sebutan “Kundalini”, kekuatan maha hidup yang dapat menerbitkan matahari di barat, matahari di barat berarti Tha-Maha Dewa, atau KHA : matahari
kemakmuran, disebut juga sebagai KHA’MA’DUK : pemenuh segala keinginan

Badan wadagh tubuh manusia ini merupakan perangkat maha canggih, dan memiliki aturan khusus yang juga maha sempurna, mencegaj kemungkinan acak sebuah kebangkitan atau kondisi kebetulan/kecelakaan terbangkitnya kekuatan maha hidup yang maha dahsyat tersebut

Sekat-sekat aturan itu demikian sempurna dan paten, hanya dengan pelampauan wujud yang bisa menyempurnakan/penyeimbangan antara spirit holistik dengan spirit materi untuk membangkitkan kekuatan maha/maha sakti tersebut

Satya-Kesetiaan (rasa pengabdian)

Tidak ada secelahpun kemungkinan kebangkitan secara kebetulan, seluruh pembangkitan ini membutuhkan keteguhan satu upaya berkesinambungan atas evolusi berjenjang, dan kondisi kegelapan karma buruk kehidupan sebagai media hentakan spiritualitas

Melampaui wujud mencapai kosong “sebagai yang melihat di balik materi” itu satu-satunya jalan membuka simpul-simpul rahasia pengikat kekuatan maha dahsyat yang tertidur itu

“Sugih tanpa Bandha, Digdaya tanpa Aji, Nglurug tanpa Bala, Menang tanpa
Ngasorake”

Melampaui wujud sama dengan melampaui lupa, wujud sendiri mengandung lupa, lupa inipun sama kunci gembok maha canggih penahan bangkitnya kekuatan maha secara random

“Melampaui” guna mencapai kosong, yang kosong/murni melihat di balik materi itu mengamati seluruh jejak-jejak pengetahuan penciptaan,.yang terpatri di tubuh manusia ini, Sang Diri pada kemurnian mengamati wujudnya, pengamatan itu menggerakan kehendak hidup di atas kebijaksanaan, mengupayakan penyempurnaan wujud miliknya secara konstant tak tergoyahkan

Upaya ini sama dengan membangkitkan eksistensi “semesta-alit” di mulai dengan penataan kembali kesempurnaan kepala, badan, kaki,tangan dari sisi spirit, berbekal pengetahuan yang di baca dari tubuh itu sendiri melakukan penyempurnaan-penyempurnaam Yang di butuhkan, ini di sebut somya-perintah guna memaksimalkan tugas fungsi bekal lahirnya

Memaksimalkan fungsi tubuh-tubuh halus :
1) Raksa (naluri)
2) dewa (Budhi kecerdasan)
3) pancer (kesadaran dari yang terendah hingga yang tertinggi)

diawali oleh yang melihat di balik materi di akhiri oleh badan wadagh, awal-akhir , Ang-Ah, kelahiranya berkesadaran sempurna bukan lagi tentang penciptaan semesta raya, tetapi pada penyempurnaan semesta biologis guna penyelarasan, merangkai keterhubungan getaran hidup ke semesta raya, Uta Prota : meresap merangkai

Kehadiran badan kasar dengan kesadaran atas hidup’nya sebagai pancer ke muka bumi, memiliki empat saudara lahir, keempat saudara dan satu badan kasar ini adalah “lima sub level alam”, keempat mereka inilah para pembantu utama wujud hidup’NYA

“NYA” adalah “HIDUP” yaitu sumber dari Pancer/lanang sejati, yang hidup yang melihat di balik materi, yaitu raganta jati-diri sejati, sedang kesadaran sebagai mediator atau pancer, kesadaran dengan seluruh stratanya adalah pengendali keempat saudara lahir’nya,ketika diri telah mencapai inti atau pusat hidup pancer itu sendiri

Untuk berada di pusat pancer tidaklah mudah, untuk melampaui seluruh wujud bahkan harus melampaui kondisi pancer itu sendiri, melampui pancer harus menjadi kosong, yang berarti menjadi bodoh tidak tau apa-apa atau kosong tidak punya kendali atas wujud lahir dan atau atas kehidupan

Benar-benar kosong hanya sebagai yang hidup itu saja, melampaui segenap keterikatan pada materi, termasuk keterikatan pada kekuatan sakti-sakti tubuh, dan bahkan segenap yang berkaitan kehidupan materi yang memiliki karma yang kuat tersingkir, hingga sang diri benar-benar pada kondisi murni

Pun,
Kosong terbungkus tubuh bukan tidak ada apa-apa atau menyangka telah mencapai kedamaian sorga yang sesungguhnya atau kebudaan sekalipun, itu belum karena hidup di sorga sekalipun jika hati tidak tenang apalah gunaya

Tubuh yang di kendarai kekosongan itu sendiri memiliki perangkat penopang hidup, kondisi kosong murni itu harus di capai untuk menyempurnakan fungsi seluruh perangkat bekal lahirnya, berupa kecerdasan dewata tujuh cakra utama yang di porosi Sanghyang Pasupati berupa badan-badan halus, yang tidak lain catur sanak, yang ketika seluruhnya tunggal pada kesempurnaan seluruh pencernya menjadi “Kundalini”

Atlantia Ra

Continue Reading

Mangku Bumi

MENGENAL TUHAN MANUSIA-WI

Published

on

Pengetahuan kebenaran yang sejati sajalah yang dapat menghapus penderitaan, sebab yang terseret gelora rasa kesadaran atas hidup itu tertipu, yang tersesat akan tetapi merasa paling benar atas egonya, kebenaran ego kebenaran semu kebenaran ilusi atas rasa yang tidak mampu di tuaninya

Yang terjerat tanpa daya oleh gejolak rasa hidupnya,menjalani ilusi rasa yang di sodorkan wujud atas respon kimiawi tubuh belaka, yang bahkan tidak berdaya atas rasanya berbicara lantang tentang tuhan, untuk sekedar mengetahui dirinya sendiri pun belum mmapu

Yang tertipu menipu yang lain seakan-akan telah mengenal tuhan, faktanya dirinya sendiri tidak mampu mengelola gejolak rasanya sendiri dan tidak satupun yang sanggup semasih ada tubuh, sebab itu yang bisa dilakukan hanyalah melampaui wujud, menjadi…menjadi yang melihat di balik materi

Yang berdiri di balik materi tidak akan pernah berbicara tuhan, karena dia tau persis siapa tuhan, sebaliknya yang tertipu adalah yang tidak tau apa-apa tentang tuhan karena tidak mengenali siapa dirinya

“Kutipan, Atman Brahman Aikyam, AKU-TUHAN begitu dikatakan dalam Weda, namun Weda sendiri juga menyatakan dengan segenap kerendahan hati : bagi seorang Brahmin (pelaku kesejatian) Weda (pengetahuan) bagaikan sebuah telaga ditempat yang dipenuhi genangan air”

Artinya,
tidak ada pengetahuan yang muncul di kehidupan tanpa ada yang berkesadaran sempurna, bahkan tuhan sekalipun bergantung pada manusia untuk mensabdakan perintah-perintah’nya, yang terlihat bersabda tentulah hanya si manusia dan tuhan selamanya tidak terlihat, yang berarti tidak akan pernah ada kecuali hanya yang di bicarakan oleh yang berkesadaran sempurna

Yang dikenal sebagai sang pencipta tentu yang telah membukti wujudkan ciptanya, dia adalah segenap wujud-benda yang dijadikan, yang menjadikan tidak lain sang maha hidup, yang hidup itu akan selalu mencapai wujud maupun kehancuran wujudnya, namun yang hidup tidak ikut mengalami kehancuran, ia’nya abadi

Seluruh yang mewujud itu karena hidup selalu mencapai wujud sampul hidupnya, wujud-wujud itu bayangan dari eksistensi hidup atas fusi bangunan hidup itu sendiri, fusi inilah yang mewujud bayangan yang selalu menemui wujud fisik dan kehancuran wujudnya ,sedangkan yang melihat di balik materi bersifat menetap, tidak terlibat pada wujudnya karena dia bukan wujud dan tidak akan pernah menjadi wujud

Dia menjadi ada karena berada dalam wujud, sebagai yang melihat di balik materi, yang mengenali diri sebagai kamu juga aku, dialah tuhan….dialah yang disebut tuhan oleh yang sedang kebingungan, dan tidak ada yang disembah selain dirinya

Janganlah engkau mempengaruhi mereka yang bodoh karena itu berbahaya, sekali lagi ini kata weda, siapakah yang bodoh jika yang melihat di balik materi itu juga tuhan tuan hidup yang berkesadaran di atas wujud’nya,apakah yang bodoh mampu mewujudkan sampul hidupnya dengan segenap kesempurnaan yang melekatinya

Lalu siapakah yang sesungguhnya yang dimaksud sebagai yang bodoh ini selain mereka yang lupa dan tertipu, yang belum berkemampuan mengenali diri yang sejati, yang menggantungkan hidup hanya pada kesadaran materi

Yang ada adalah lupa atas ketidaktauan, bahkan setelah di jelaskan secara gamblang sekalipun masih sangat kesulitan mencernanya, disebabkan blokade pikiran yang di seluruh hidupnya telah mengumpulkan informasi sampah, pengetahuan yang keliru

Apa yang tertanam di kepala (pikiran) menjadi pemicu gerak respon rasa di hati, hati bergolak dikarenakan pikiran yang liar dan kacau, karena tidak memiliki pegangan kendali yang kokoh, karena tidak memiliki kesadaran atas apa yang sebenarnya, sehingga pikiran melompat-lompat tanpa kendali oleh potensi gerak yang liar tanpa tuan, alam gelap tak bertuan

Yang melihat dibalik materi adalah tuan dari segala tuan atau tuan yang sejati , sekalipun tubuh memiliki potensi gerak (bawah sadar) akan tetapi sumber hidupnya tetaplah si tuan hidup yang melihat di balik materi, AKU-TUHAN

AKU dimaksud bukan yang mngandung klaim atas diri, AKU adalah identitas bebas yang tak terikat ego atas wujud, yang melihat di balik materi disingkat AKU, yang pasti bukan seperti yang ada dalam prasangkamu saat ini

Yang bodoh yang lupa, yang tertipu oleh maya’nya mencari dan menyembah tuhan di luar diri, tidak lupa disertai segenap argumentasi untuk menutupi ketidaktauanya dan membebani kebodohanya pada tuhan, karena dia merasa tidak pernah merasa meminta untuk dilahirkan

Sehingga prasangka atas ketidaktauan itu mulai mencari-cari pembenaran, semua ini karena tuhan dan agar mudah, di kembalikan saja pada tuhan, karena dalam pikiran dangkalnya berprasangka kelahiran ini tidak pernah di minta, sekalipun bukan begitu yang sebenarnya, kasus di tutup, karena otak tidak muat menguak kebenaran yang sesungguhnya, karena tuhan tidak terpikirkan

Kita di beri otak…..
eh bukan, otak adalah kloning kecerdasan semesta, alat maha canggih penterjemah kesadaran semesta, kemaha cerdasan itulah yang mewujudkan kesadaran sempurnanya, dia mewujud pada kesempurnaan’nya yang maha sempurna, untuk menterjemahkan kesadaran hidupnya secara sempurna pula guna pemeliharaan semesta

Jadi,
kelahiran atas wujud ini merupakan siklus hidup itu sendiri, diminta ataupun tidak diminta, yang hidup itu akan selalu menemui wujud dan kehancuran wujudnya, dan yang tertipu oleh Maya atas wujudnya yang mengalami penderitan, sedangkan yang melihat di balik materi tidak pernah mengalami perubahan, dialah diri yang sejati

AKU,
yang melihat di balik materi bersifat menetap, yang tidak dilahirkan juga tidak melahirkan, bahkan tak satupun yang mampu mewujudkanya, semakin diwujudkan semakin menyimpang dari yang sebenarnya, dan pilihan bagi yang mengetahui kebenaran sejati ini adalah diam, sunyi menjalani keberadaanya

Tuhan yang maha ribut dipastikan bukan tuhan, karena tuhan yang terlibat membuat aturan hidup dengan maksud mengatur manusia adalah tuhan yang sedang mempertontonkan sisi manusiawi, di saat yang sama dia tidak sadar telah menyatakan diri sebagai manusia dengan keperdulian yang manusiawi

Atlantia Ra

Continue Reading

Uncategorized

PPWI Berduka, Koordinator PPWI Regional Papua Yerry Korwa Tutup Usia

Published

on

GATRA DEWATA // Jakarta– Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas berpulangnya ke haribaan Tuhhan Yang Maha Esa, salah satu pengurus PPWI Nasional, Bapak Yerry Korwa, yang menjabat sebagai Koordinator Regional wilayah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat), pada hari Minggu, 16 Juni 2019, pukul 23.30 WIB. Yerry Korwa menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak Numfor, di Kota Biak, Papua dengan diagnosa sakit jantung. Almarhum meninggalkan 5 anak yang sebagian besar sudah dewasa dan berumah tangga.

“Atas nama keluarga besar PPWI, seluruh anggota dan pengurus DPN, DPD, DPC dan Simpul Informasi PPWI se-Indonesia, saya menyampaikan belasungkawa, berduka cita yang sangat mendalam atas wafatnya Bapak Yerry Korwa, Koordinator PPWI Regional Pulau Papua. Almarhum telah menyelesaikan tugas duniawinya dan dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa, ditempatkan di tempat yang terbaik. Semasa hidup, Pak Yerry telah berbuat banyak bagi PPWI, dan masyarakatnya di Biak Numfor,” tulis Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, kepada redaksi melalui jaringan WhatsApp-nya.Selama hidupnya, Yerry, demikian Putra Biak ini sehari-hari dipanggil, mengabdikan dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Biak Numfor. Beberapa jabatan penting pernah diembannya, terutama yang terkait dengan lingkungan, penataan kota, dan kebersihan.

Di PPWI, almarhum yang bernama lengkap Yerry Yermias Yeheskiel Korwa ini, cukup aktif berbagi informasi tentang berbagai kegiatan budaya yang dilaksanakan masyarakat adat di daerah Biak Numfor. Selain itu, saat beberapa kali ke Jakarta, tokoh Papua ini juga banyak membantu dan mendukung program-program PPWI, antara lain dalam kegiatan pelatihan jurnalistik dan menjadi kontributor di beberapa media yang dikelola oleh para anggota jaringan PPWI Nasional.

Pada masa-masa akhir hayatnya, almarhum aktif dalam organisasi Dewan Adat Biak. Yerry tercatat sebagai Sekretaris Dewan Adat Biak Numfor, yang dalam waktu-waktu terakhir ini sangat aktif melaksanakan berbagai event budaya di Biak Numfor.

Selamat jalan Bapak Yerry Korwa, ke tempat peristirahatan terakhir bagi segala mahluk. Keluarga yang ditinggalkan kiranya diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan serta penghiburan, aminn… Rest in Peace Sahabat PPWI, Yerry Korwa. Bagi pembaca yang ingin mengenang atau berminat mengenal sosok Putra Papua pencinta NKRI ini, silahkan mengunjungi akun facebook almarhum YERRY KORWA. https://www.facebook.com/yerry.korwa.5 (APL/Red)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam