Connect with us

Nasional

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Silaturahmi bersama Masyarakat di Istana Negara

Published

on



Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo merayakan Idulfitri 1440 H hari pertama di Jakarta. Selepas melaksanakan Salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta, keduanya bersilaturahmi dengan masyarakat dan sejumlah pejabat negara.

“Open House” pada lebaran kali ini digelar di Istana Negara yang terbuka bagi masyarakat umum setelah pada tahun sebelumnya diselenggarakan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla juga sempat bersilaturahmi bersama dalam kegiatan kali ini.

Pejabat negara dan masyarakat tampak memadati tenda-tenda yang disediakan untuk menunggu giliran masuk bertemu Presiden beserta keluarga. Di dalam antrean yang mayoritas terdiri atas masyarakat tersebut, tampak beberapa di antaranya sejumlah menteri Kabinet Kerja, yakni Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, hingga Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Sementara di ruang cendera mata Istana Negara, tempat masyarakat dan para pejabat negara diterima Presiden dan Ibu Negara, Presiden Joko Widodo menyambut satu per satu para tamunya dengan senyum dan salam. Kepala Negara tampak mengenakan jas berwarna biru dengan kemeja putih disertai kopiah hitam. Adapun Ibu Iriana mengenakan baju muslim putih dengan kerudung putih gading.

“Selamat Lebaran, mohon maaf lahir batin,” kata Presiden saat menyalami tamu-tamunya.

Masyarakat yang hendak bersilaturahmi dengan Presiden beserta Ibu Negara mulai berkumpul di Silang Monas untuk mendapatkan nomor antrean. Di antaranya bahkan ada yang menunggu sejak pagi. Dari sana, masyarakat diarahkan untuk menuju halaman Kementerian Sekretariat Negara menggunakan kendaraan bus sebelum memasuki area tunggu di lingkungan Istana Kepresidenan.

Untuk diketahui, pada tahun 2017 Presiden Jokowi beserta Ibu Negara menggelar open house di Istana Negara, Jakarta. Sedangkan pada 2018 lalu, kegiatan ini digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Adapun pada 2016, Presiden Jokowi berlebaran bersama dengan masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah pada tahun sebelumnya dirayakan bersama dengan masyarakat Aceh.

Jakarta, 5 Juni 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin


Continue Reading
Advertisement

Global

AJAFA 21 RLF DISELENGGARAKAN DI KUTA DENGAN PENUH KEHANGATAN SEBUAH PERSAHABATAN

Published

on

Gatra Dewata | KUTA | Acara yang cukup meriah yang dihadiri oleh Sekitar 150 orang dalam kegiatan ASEAN Japan Friendship Association for the 21stCentury Regional Leaders Forum (AJAFA-21 RLF) ke-25 yang akan diselenggarakan di Kutabex Kuta Bali, 5 Oktober 2019.

Antusiasme peserta yang berasal dari 8 negara ASEAN dan Jepang, sedangkan dua negara ASEAN lainnya, Singapore dan Brunai Darusalam, berhalangan mengirimkan wakilnya pada pertemuan kali ini.

Presiden Kappija-21 (Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21), Mulyono Lodji, ketika dikonfirmasi media Gatra Dewata ini terkait kesiapan pelaksanaan event internasional tersebut menyampaikan bahwa pihaknya telah siap menggelar acara RLF dimaksud.

“Panitia sudah mempersiapkan acaranya dengan baik, hampir 100 persen telah siap. Peserta yang sudah konfirmasi akan hadir di acara ini lebih dari 150 orang,” ungkap Mulyono yang merupakan alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang angkatan tahun 2001.

Ketua Panitia AJAFA-21 RLF 2019, Yusron Fuadi, menjelaskan bahwa dari jumlah peserta yang akan hadir, delegasi dari Kamboja menempati urutan pertama terbanyak dengan total peserta 44 orang, terdiri dari 17 pria dan 27 wanita.

Jepang menjadi negara pengirim delegasi terkecil dengan jumlah peserta 3 orang.

Sementara itu, Indonesia mengirimkan 33 peserta.

“Dari segi jumlah delegasi yang akan hadir, RLF kali ini cukup besar pesertanya. Antusiasme kawan-kawan alumni dari negara-negara ASEAN cukup besar untuk datang ke Bali, mengikuti acara yang dirancang untuk membangun persahabatan dan kerjasama antar masyarakat negara-negara Asean maupun Jepang,” jelas Yusron, alumni progam ini yang berangkat ke Jepang pada tahun 1996.

Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia yang menjadi sponsor utama kegiatan Kappija-21 selama ini, akan hadir dalam helatan tahunan AJAFA-21 itu. Tidak tanggung-tanggung, Chief Representative JICA, Mr. Shinichi YAMANAKA, bersama tiga pejabat program officers-nya akan hadir pada acara pembukaan RLF ke-25 yang dipusatkan di Kutabex Beach Front Hotel, Jalan Pantai Kuta, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, ini. Selain itu, pejabat dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia juga akan hadir dan memberikan materi kunci (keynote speech) di pembukaan acara tersebut.

“Alhamdulillah, dari JICA akan hadir Chief Representative JICA Indonesia Office, Mr. Shinichi YAMANAKA, bersama beberapa pejabat JICA lainnya. Juga dari Kedubes Jepang, Mr. Jinno KOSUKE, pejabat bagian kerjasama ekonomi, akan hadir dan memberikan keynote speech di opening ceremony RLF Bali nanti,” imbuh Yusron.

Sebagai informasi, Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 adalah sebuah kegiatan pengiriman pemuda-pemudi Indonesia calon pemimpin bangsa di abad ke-21. Program ini merupakan gagasan dari mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone, yang dimulai sejak tahun 1984. Angkatan-angkatan awal dari program tersebut kini sudah banyak yang menduduki jabatan penting di negeri ini, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional.

Yuherman Yusuf, anggota DPRD Riau tiga periode, merupakan salah satu alumni yang berangkat ke Jepang tahun 1984 bersama Patrialis Akbar, mantan hakim MK. Di tingkat nasional, ada Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian, Ketua Umum Golkar), Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri, Politikus PDI-P), Ferdiasyah (Anggota DPR RI, politisi Golkar), Rafdinal (Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal, Kemendes RI), dan Ilham Bintang (pemilik media mainstream Check & Recheck). Hingga saat ini, jumlah alumni program tersebut mencapai 4.200 orang tersebar di seluruh Indonesia, bekerja di berbagai bidang, baik pemerintah maupun swasta.

Selain Indonesia, Jepang juga menyelenggarakan program yang sama dengan negara-negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, semua negara ASEAN mempunyai organisasi asosiasi alumni program persahabatan negaranya dengan Jepang. Keseluruhan asosiasi alumni (10 organisasi) negara-negara ASEAN itu, ditambah satu asosiasi Jepang, bergabung dalam satu wadah organisasi di lingkup ASEAN Jepang yang diberi nama AJAFA-21 (ASEAN Japan Friendship Association for the 21st Century).

Organisasi AJAFA-21 mempunyai dua agenda pertemuan tahunan, yakni Executive Council Meeting (ECM) dan Regional Leaders Forum (RLF). ECM biasanya dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret tahun berjalan, sedangkan RFL di pertengahan hingga akhir tahun berjalan, menyesuaikan kesiapan negara tuan rumah. ECM maupun RLF dilaksanakan di negara-negara ASEAN secara bergilir. Kappija-21 mendapatkan giliran menjadi tuan rumah RLF tahun 2019 ini.

Menurut Sekretaris Jenderal Kappija-21, Wilson Lalengke, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam persiapan dan penyelenggaraan event RLF di Bali.

Hingga saat ini, empat perusahaan sponsor telah menyatakan siap mendukung dan membantu terselenggaranya acara dengan baik dan lancar. “Atas nama Pengurus Pusat Kappija-21 dan panitia, saya menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak, terutama para sponsor yang akan membantu kelancaran terselenggaranya acara AJAFA-21 RLF di Bali. Hingga saat ini, beberapa perusahaan sudah menyatakan siap bantu panitia, antara lain PT. Astra International, PT. WiKA (Persero), PT. Nindya Karya, dan PT. JNE,” ungkap Wilson Lalengke, alumni program persahabatan angkatan tahun 2000 ini.

Selain dukungan dan bantuan dari para sponsor, Wilson juga menyampaikan bahwa support dari pemerintah, termasuk Pemda Bali, juga sangat besar bagi terselenggaranya kegiatan RLF.

“Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah baik pusat maupun Pemda Bali yang sudah mendukung kegiatan ini. Terutama pihak Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Bali. Tanpa kerjasama yang terjalin baik ini, niscaya kegiatan yang akan berlangsung tanggal 4 – 7 Oktober 2019. (Red)

Continue Reading

Nasional

Presiden Jokowi Sapa Warga yang Memadati Silang Monas

Published

on


Presiden Joko Widodo tiba-tiba keluar menemui masyarakat yang berkumpul di halaman kompleks Istana Kepresidenan saat rangkaian open house Idulfitri 1440 H berlangsung. Presiden tampak keluar dari Istana Negara bersama dengan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

Silaturahmi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, yang dihadiri oleh masyarakat dan para pejabat negara, sedianya diagendakan berakhir pukul 11.00 WIB. Namun, hingga waktu tersebut, antrean masyarakat masih memenuhi area tunggu di kompleks Istana Kepresidenan. Bahkan, masyarakat masih memadati kawasan Silang Monas yang merupakan titik awal antrean.

Suasana area tunggu di seberang Istana Negara yang mulanya tenang akhirnya berubah riuh ramai saat melihat Presiden mendekat ke arah mereka. Presiden tampak menyalami sejumlah tamu yang sebenarnya masih menunggu giliran mereka untuk bersilaturahmi dengan Presiden dan Ibu Iriana. Masyarakat pun berhamburan dan berebut untuk berjabat tangan dan foto bersama.

Selanjutnya, Presiden menghampiri area tunggu yang berada di seberang gedung utama Kementerian Sekretariat Negara. Di sana, Presiden juga menyalami masyarakat yang hadir dan terkadang berfoto bersama.

“Terima kasih Pak sudah keluar. Kami ini sudah menunggu lama,” ujar salah seorang warga yang terhibur dengan kehadiran Presiden di tengah mereka.

“Pak Jokowi, selamat Lebaran Pak,” teriak warga lainnya bersahutan.

Dari halaman Kementerian Sekretariat Negara, Presiden bergerak menuju kawasan Silang Monas di mana lebih banyak lagi masyarakat yang sedang menunggu antrean.

Setibanya di sekitar Silang Monas, Presiden Joko Widodo menyampaikan permohonan maaf bagi ratusan atau bahkan ribuan masyarakat yang masih memadati area tersebut. Banyaknya masyarakat yang hadir membuat dirinya tak dapat melayani satu per satu permintaan warga untuk bertemu dan berfoto bersama.

“Saya mohon maaf, karena yang di Istana yang antre juga masih banyak, yang di sini jauh lebih banyak, sehingga saya lebih baik datang ke sini,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden mengatakan, setelah acara ini, dirinya masih harus bertolak menuju Solo untuk pulang ke kampung halaman menemui keluarga besarnya. Kepala Negara menyampaikan ucapan terima kasih atas antusiasme masyarakat yang hadir bahkan sedari pagi untuk bertemu dengannya.

“Sebentar lagi saya juga harus pulang kampung. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu sekalian yang sudah rela berada di sini. Sekali lagi, saya mohon maaf, saya tidak bisa foto satu per satu,” tuturnya.

Sebelum bertolak kembali ke Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan untuk berfoto bersama-sama seluruh masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

Jakarta, 5 Juni 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Continue Reading

Nasional

Presiden Pimpin Upacara Pemakaman Ibu Ani Yudhoyono Di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Minggu 2 Juni 2019.

Published

on

Continue Reading

Wonderful Indonesia

Ads

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam