Connect with us

Daerah

Plaga Wines kembali menjadi yang terdepan di bidang pemasaran Wines

Published

on


Gatra Dewata Bali – Plaga adalah merek Wine asal Bali yang sudah terkenal di 13 kota seluruh Indonesia secara pemasarannya. Mereka kembali membuat terobosan mengikuti jaman yang sudah serba online, dengan memasarkan produk mereka secara online dan dapat menjangkau daerah-daerah pemasaran yang belum tersentuh mereka, secara penjualan konvensional, Market online menurut Marketing Communication Plaga Wine Putri Artha, sebagai cara untuk memperluas pasar di Indonesia.

Plaga adalah satu-satunya bahkan yang pertama membuat pemasaran produknya secara online.


“Dengan online shop ini kita bisa melayani pemesanan dari seluruh Indonesia,” jelas Putri Artha, Jumat, 24 Mei 2019.

Pemasarannya dialamatkan melalui situs www.plagawine.com
Mereka memiliki semua varian yang diproduksi yang dapat dibeli melalai online. Bagi kolektor disediakan juga merchandise berupa Tshirt dan bucket es.

“Disitu juga banyak informasi terkait dengan wine. Jadi kami bukan hanya menjual tapi juga memberikan edukasi untuk pelanggan kami,” jelas Putri.

Market online itu, menurut Putri, sebenarnya sudah digarap sejak 2 tahun lalu. Namun cara pembayarannya masih menggunakan Paypal. Sehingga, hanya orang-orang tertentu saja yang terjangkau. Namun sekarang, untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia, sistem pembayarannya telah dikembangkan dengan menggunakan credit card dan debit card.

“Kalau Paypal hanya orang-orang asing saja yang familiar, sementara kita perlu merebut pasar nasional. Karena itu sekarang sudah kita tambahkan sistem pembayarannya melalui Credit card dan debit card,” jelas Putri.

Acara launching portal penjualan toko online itu dikemas dalam kegiatan fashion show juga pengenalan produk terbaru mereka yakni, Vintage Club dengan kemasan botol 1.500 ml dan varian terbaru dengan brand Frizzante.

Marina yang juga tim marketing Plaga Wine mengungkapkan, bahwa fashion juga erat hubungannya dengan gaya hidup penikmat wine. Dalam peragaan busana itu mereka menampilkan karya-karya dari 4 desainer yang sudah kondang tentunya.

“Event ini berkolaborasi bersama Tstore Trunkshow dengan menggelar peragaan busana,” Jelas Marina. (Ray)


Continue Reading
Advertisement

Daerah

Diduga Warisan Ida Pedanda Made Sidemen, “Kakawin Purwaning Gunung Agung” Uraikan Asal Mula Gunung Agung

Published

on

DENPASAR – Rembug Sastra Purnama Badrawada edisi Purnama Katiga, Sabtu (14/9) malam mendiskusikan “Kakawin Purwaning Gunung Agung”. Teks ini diduga kuat peninggalan “Pengarang Besar Bali Abad 20”, Ida Pedanda Made Sidemen.

“Kalimat Si Panggulu Si Tan Pakarsa memberi penjelasan yang kuat bahwa karya ini ditulis Ida Pedanda Made,” kata dosen Sastra Bali Universitas Udayana Putu Eka Guna Yasa, S.S., M.Hum.

Si Panggulu merujuk pada arti made, nengah, atau kadek, sedangkan Si Tan Pakarsa merujuk makna yang sing demen (tidak suka) atau sidemen. Tan Pakarsa yang terselip dalam teks tersebut dipandang sejajar dengan nama-nama samaran Ida Pedanda Made Sidemen dalam berbagai karya sastra gubahannya yang ditemukan lebih dulu, seperti Tan Maha, Tan Arsa, Hina Arsa, Taman Sukeng Hati, dan Tan Tusta.

Dugaan Ida Pedanda Made Sidemen sebagai pengarang kakawin itu diperkuat dengan ditemukannya “wimba nagare”. Wimba dapat diartikan intaran. Intaran adalah nama kawasan di Sanur, tempat griya Ida Pedanda Made Sidemen.

Teks ini merupakan koleksi Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana. Dari sisi isi, teks ini menguraikan asal mula Gunung Agung di Bali sebagai potongan dari Gunung Mahameru, juga gunung-gunung kecil lainnya. Selain itu juga diuraikan kemuliaan ruang dan waktu sebagai entitas penting dalam kehidupan manusia Bali. (adi)

Continue Reading

Daerah

Acara Halal Bihalal Lebaran Yang Diadakan DiKediaman Dinas Gubernur Bali Sekaligus Menyiapkan Pergub Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno

Published

on

GatraDewataDenpasar | Gubernur Bali Wayan Koster tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno di Provinsi Bali.

Hal ini disampaikan pada kegiatan ‘Peringatan 118 Tahun Lahirnya Bung Karno dan Ramah Tamah Lintas Agama’ yang berlangsung di kediaman Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (6/6/2019).

Gubernur Koster menegaskan, selain melakukan ramah-tamah dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, kali ini sekaligus bersama-sama berkumpul untuk merayakan dan mengenang hari lahir Ir Sukarno, Bapak Bangsa Indonesia, Proklamator dan Penggali Pancasila.

“Bulan Juni memang bulan yang penuh dengan tonggak-tonggak sejarah yang terkait dengan Bung Karno, Pancasila, Dasar dan Ideologi Negara yang dirumuskan pertama-kalinya oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Kemudian pada 6 Juni adalah Hari Lahir Bung Karno dan pada 21 Juni adalah Hari Wafat Bung Karno,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Gubernur Bali menegaskan, pihaknya
telah menyiapkan Peraturan Gubernur tentang Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, sehingga peringatan ini bisa dilaksanakan secara permanen dan berkelanjutan di Bali.

Tujuan penyelenggaraan Bulan Bung Karno adalah: pertama, mengutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkokoh inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas.

Keempat, membangkitkan dan Bali memelihara tentang masyarakat kolektif memori ketokohan dan keteladanan Ir Soekarno sebagai dan Proklamator Pancasila penggali Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat institusionalisasi nilai-nilai lokal kearifan dengan Pancasila sesuai masyarakat Bali.

Keseluruhan rangkaian kegiatan ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Selanjutnya, bertepatan pada Idul Fitri 1440 H kali ini, Gubernur Koster mengucapkan selamat hari raya bagi segenap umat Muslim.

“Masyarakat Hindu Bali memiliki sebutan khusus: Nyama Selam (saudara Muslim) dan hingga saat ini tradisi saling mengunjungi dan mengirimkan makanan (ngejot) antara masyarakat Muslim dan Hindu masih berlangsung. Inilah bukti nyata tentang “Lima Berlian” yang digali Bung Karno dan dirumuskan menjadi Pancasila. Inilah sifat dan karakter sejati bangsa kita,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina MUI Bali H Roi Chan menyatakan kegiatan ini adalah pertemuan silaturahmi, serta menyambung kasih sayang. Halal bihalal itu adalah ajang untuk saling memaafkan.

“Bulan Ramadhan itu bukan sekedar tidak sekedar makan dan minum. Pada momen ini, mari menebarkan kedamaian. Mari berlomba dalam kebaikan,” katanya.

Kegiatan ini diakhiri pembacaan puisi ‘Agustus’ karya Yudhistira AN Massardi oleh seniman nasional sekaligus istri Gubernur Bali Ny Putri Suastini Koster. Puisi ini dibacakan penuh penghayatan, sehingga iringan aplaus audiens terdengar meriah.

Peringatan 118 Tahun Lahirnya Bung Karno dan Ramah Tamah Lintas Agama ini dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Wakapolda Bali Brigjen I Wayan Sunartha, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dan Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa.

Sejumlah undangan seperti unsur FKPD Provinsi Bali, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD Provinsi Bali, Rektor PTN-PTS, MUDP – MMDP,
PHDI se-Bali, Ketua FKUB beserta jaringan lintas agama, Ormas lintas provinsi (Flobamora, Minang Saiyo dan lainnya) serta sejumlah tokoh lainnya.(red)

Continue Reading

Daerah

Bali & Beyond Travel Fair 6 Akan Diadakan 25 – 29 Juni 2019

Published

on

Gatra Dewata, Nusa Dua. Perhelatan event Bali & Beyond Travel Fair di Bali merupakan ajang yang ditunggu-tunggu pelaku usaha dibidang pariwisata, dari cendramata, perhiasan, hotel, resto dan semua yang menunjang pariwisata tentunya. Event akbar Versi Bali & Beyond Travel Fair adalah sebagai market place terbesar kedua di dunia international. Kali ini perhelatan yang ke enam dengan tema pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus sebagai poros pariwisata Indonesia. Dengan mayoritas peserta dari Eropa, diyakinkan menjadi target pasar yang potensial serta menjembatani antara kebutuhan kita dan mereka.

Ketua Komite BBTF 2019 yang juga merupakan Ketua Asita Bali I Ketut Ardana menyampaikan pada acara Press Conference BBTF 2019 di Kekeb Restaurant, Nusa Dua menyampaika bahwa sampai saat ini (28/5)  telah ada 289 buyers dari 55 negara yang mendaftar, selain itu sebagai suatu bentuk dukungan pasti Kementrian Pariwisata RI juga akan mendatangkan 112 buyers dari 13 negara, jadi diperkirakan sampai pada tanggal 25 Juni nanti akan ada 401 buyers dari 68 negara.

Ia optimis jumlah buyers 2019 akan lebih banyak dari jumlah buyers pada tahun 2018.

 “Sedangkan untuk target transaksi penjualan wisata business to business (B2B) sebesar 9,23 triliun lebih besar dari pencapain BBTF 2018 yaitu 7,7 triliun”, ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memberikan apresiasi positif terhadap usaha panitia untuk tetap menjaga event BBTF ini agar tetap berlangsung dan eksis mendatangkan buyers setiap tahunnya. Menurutnya  BBTF  merupakan market place bagi para pelaku usaha wisata Indonesia dan luar negeri, dimana hal tersebut memiliki potensi besar untuk mempromosikan pariwisata Bali.

Untuk itu, ia berharap BBTF 2019 yang mengangkat tema “Perjalanan Menuju Pariwisata Berkelanjutan” dapat memberikan fokus yang berbeda, dimana tidak hanya mengangkat destinasi wisata Bai namun juga membahas peluang, trend, wawasan industri sekaligus menyoroti keragaman budaya Indonedia dari ujung barat ke ujung timur indonesia.

Lebih lanjut, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata I Gde Pitana menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata RI sangat mendukung pelaksanaan BBTF ini secara berkelanjutan. Bentuk dukungan yang akan diberikan oleh pihak kementerian adalah mendatangkan 112 buyers dari 13 negara. Selain itu, bentuk dukungan lainnya disampaikan oleh Pitana, dimana pada tahun ini Kemenpar mengerahkan Agent dan Operator dari Indonesia Timur seperti dari Sulawesi  untuk ikut berjualan di BBTF. Hal tersebut dilakukan agar BBTF dapat dijadikan sebagai  market place di Indonesia.

“Selain itu Kemenpar juga mendukung dimana Bali yang menjadi poin center pelaksanaan BBTF kedepannya tidak hanya menjadi gate dan end destination tapi juga menjadi penghubung antar pariwisata di Indonesia, sehingga sebaran promosi pariwisata di Indonesia dapat merata”, pungkasnya.

Juni 2019 mendatang, Bali & Beyond Travel Fair kembali digelar. Inilah pameran pariwisata yang digadang-gadang terbesar di Indonesia. Acara yang sudah digelar keenam kalinya tersebut akan  berlangsung dari tanggal 25 sampai 29 Juni di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua.

Continue Reading

Wonderful Indonesia

Ads

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam