Connect with us

Daerah

PEWINTENAN MASSAL DI PURA AGUNG LOKANATHA DIPUPUT OLEH TIGA SULINGGIH

Published

on


 

Gatra Dewata | Denpasar | Setelah merampungkan pelatihan Brahma Widya sejumlah 170 calon Pinanditha diwinten massal.

Brahma Widya berdasarkan Veda disini adalah pengetahuan tentang kesejatian Tuhan (Brahman/Ida Sang Hyang Widhi Waça) dalam segala aspek-Nya yang dalam pengantar agama Hindu, Brahma Widya disebutkan pemujaanNya dilakukan dengan dua model,

Trancendental, Nirguna Brahman (Impersonal God):
Sang Hyang Widhi Waça dipuja/dihayati dalam posisi “acintya rūpa” (tak terpikirkan)

Immanen, Saguna Brahman (Personal God):
Sang Hyang Widhi Waça dipuja/dihayati dalam posisi berwujud sehingga dapat dijangkau oleh rasa atau daya pikir manusia.

Acara ini adalah merupakan acara selanjutnya setelah mengikuti pelatihan teologi Hindu Brahma Widya angkatan ketiga sejak 4 Mei 2019 hingga 9 Februari 2020, sebanyak 170 peserta calon Pinandhita mengikuti pawintenan massal di pura Agung Lokanatha Lumintang, Minggu, (23/02).

Pawintenan ini dipuput oleh tiga sulinggih, yaitu dari 3 gegelaran sulinggih yang di sebut Tri Sadhaka atau Sang Katrini, Pandita Ciwa, Pandita Boda, Pandita Bhujangga.

I Wayan Dody Arianta selaku ketua panitia menjelaskan bahwa tujuan dari kursus ini adalah unyuk meningkatkan pengetahuan dan keyakinan umat Hindu secara benar di seluruh Bali, yang dipahami seperti kasus pelinggih isi toilet baru-baru ini.

Kursus yang sudah ketiga kalinya ini merupakan kerjasama antara Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali dengan PHDI Provinsi Bali.

Dari Kursus yang pertama didapatkan 137 peserta yang mendaftar dan ikut tetapi yang ikut sampai selesai dan dinyatakan lulus hanya 130 peserta saja.

Materi yang diberikan adalah samskrtam dasar, nyurat kajang, itihasa, purana, reformasi ritual, Siwa sidhanta, modre, krya Patra, wariga dasar, Dharma Wacana dan semua yang menyangkut dalam acara agama Hindu yang benar, yang dilaksanakan setiap sabtu dan minggu selama 9 bulan (100 jam belajar)

Dengan diadakannya acara ini setelah pewintenan berlangsung, peserta kursus diharapkan mampu menerapkan Ilmu yang telah didapat dalam kursus ini untuk dipraktekkan di masyarakat agar masayarakat mampu memahami sastra agama Hindu secara benar, berguna juga untuk diri sendiri dan juga keluarga, yang tentunya melahirkan Pinandita atau Sulinggih yang paham dan menguasai isi sastra agama Hindu.

Ida Pandita Mpu Acharya Nanda juga menuturkan dalam Dharma Wacananya yang menyebut bahwa, “Pawintenan berasal dari kata Inten yang berarti permata, soca, dan suci, jadi pewintenan merupakan upacara yang suci yang berguna juga untuk mensucikan diri”.

Dalam wacananya beliau juga menjelaskan bahwa Hindu merupakan agama yang logis, agama yang tidak klenik dan sesuai dengan perkembangan jaman, “Bila kita mau memuja ciwa yang pertama adalah Gana Kumara lah yang engkau puja, makanya dalam bebantenan nika ada namanya pulagembal, atau saya mengartikan adalah Pologembal, kembangkanlah otakmu maka agen perubahan dalam diri manusia adalah otaknya, ” ungkapnya.

Dan Beliau juga berpesan agar setelah ini, para Pinandita baru bisa menjelaskan dengan baik dan bijak kepada masyarakat terutama tentang kejadian wangsit yang diterima suatu keluarga yang meletakkan toilet didalam areal suci mereka.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar IGS Ngurah Bagus Mataram menyebut, kegiatan yang dilaksanakan PSN ini sangat sesuai visi kota Denpasar, penguatan jati diri masyarakat kota Denpasar berlandaskan kebudayaan tertuang dalam Peraturan Daerah.

“ Kami mengapresiasi kegiatan seperti ini, Denpasar sebagai kota yang berwawasan budaya, tentu patut menjaga dan melaksanakan nilai-nilai budaya dan keagamaan yang kita lestarikan dan jaga,” jelasnya dalam sambutan saat berlangsungnya acara pawintenan. (Ray)


Daerah

Babinsa Koramil 02/Kubutambahan Latih Siswa SMAN1 Kubutambahan LDKS

Published

on

Babinsa Koramil 1609 -02/ Kubutambahan latih LDKS siswa SMAN 1 Kubutambahan

BULELENG -Bertempat di Lapangan SMAN 1 Kubutambahan di Desa Tamblang Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng terdiri dari 2 orang personil Koramil 1609-02/Kubutambahan Kodim 1609/Buleleng Serda Elio De Andrade dan Serka Gede Budiawan.

Melaksanakan kegiatan kewilayahan dengan memberikan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMAN 1 Kubutambahan, yang dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah dan para guru beserta staf sekolah serta siswa sebagai peserta LDKS berjumlah 90 orang.

Pelaksanaan kegiatan LDKS yang dilaksanakan hari ini yang merupakan hari pertama dari tiga hari pelaksanaan oleh kedua personil Koramil Kubutambahan memberikan materi dasar tentang Peraturan Baris Berbaris (PBB) diantaranya materi Sikap Sempurna, Lencang Depan, Lencang Kanan, hadap kanan hadap Kiri, balik kanan, jalan ditempat dan hadap serong kiri – hadap serong kanan serta sikap – bentuk penghormatan. (Mga)

Continue Reading

Daerah

Siap Dukung Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musdes

Published

on

Babinsa Koramil 1609-06/Banjar hadiri musdes

BULELENG – Babinsa Desa Kayuputih Sertu Ida Putu Ardana Koramil 06/Banjar Kodim 1609/Buleleng bersama Bhabinkantibmas menghadiri kegiatan Musyawarah Desa (Musdes).

Pengesahan dan penetapan barang dan benda yang ada diwilayah Desa Kayuputih yang menjadi aset Pemerintah Desa Kayuputih agar dikemudian hari perbaikan maupun pengolahan bisa di anggarkan menggunakan Dana Desa.

Rapat Musdes di laksanakan di Ruang Rapat Kantor Desa Kayuputih Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, Kamis (08/12/2022).

Dalam kegiatan musdes Desa Kayuputih tersebut di hadiri oleh Perbekel beserta Staf, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD beserta anggota, Ketua LPM, Kadus se- Desa Kayuputih, Kelian Adat beserta Prajuru, Ketua Sabha beserta anggota dan Tokoh Masyarakat.

Dalam penggunaan Dana Desa agar benar-benar sesuai dengan aturan, jauhi pelanggaran dengan tidak menyalahgunakan anggaran Dana Desa tersebut, karena pada hakekatnya anggaran tersebut diberikan oleh Pemerintah untuk membantu Masyarakat menikmati Pembangunan sehingga Masyarakat menikmati percepatan Pembangunan,”ucap Sertu Ida Putu Ardana.(Mga)

Continue Reading

Daerah

Wujud Sinergitas Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Serta Pecalang Amankan Jalannya Poidalan

Published

on

Wujud sinergitas Babinsa Koramil 1609 - 04/Tejakula bersama Bhabinkamtibmas serta Pecalang amankan jalannya piodalan di wilayah binaan

BULELENG – Sinergitas dalam pengamanan piodalan Babinsa bersama Bhabinkamtibmas serta pecalang.

Pengamanan guna melancarkan prosesi upacara Piodalan Sasih Keenem di Desa Tejakula Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng .

Babinsa Desa Tejakula Koramil 04/Tejakula Kodim 1609/Buleleng Sertu Meky Robinson Naramessakh bersama dengan Babinkamtibmas Briptu Gede Hery Hermawan bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Tejakula melaksanakan pengamanan Upacara Piodalan Sasih Keenem Desa Tejakula,Kamis (08/12/2022).

Menurut Babinsa ,seijin Danramil 1609-04/Tejakula Kapten Inf Rifa’i menyampaikan pelaksanaan Upacara Piodalan perlu mendapat pengamanan terutama pada saat warga melintasi jalan raya.

” apalagi dengan iring-iringan sarana dan prasarana yang dibawa oleh masyarakat untuk mendukung prosesi Upacara Piodalan akan berdampak kepada keamanan warga dan juga pengendara yang menggunakan jalur lalu lintas.

“Apabila tidak diatur maka akan terjadi kekroditan di jalan tentunya mengutamakan jalur koordinasi antar para petugas pengamanan,”ungkapnya.

Lanjutnya, untuk itulah peran Babinsa, Bhabinkamtibmas dan aparat kemanan setempat yaitu Para Pecalang diperlukan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Kami dari pihak Keamanan yaitu dari Koramil 1609-04/Tejakula dan Polsek Tejakula sudah bersiap dari tadi pagi, di samping itu juga kami sudah berkoordinasi dengan pihak Desa Adat Tejakula dengan mengerahkan Pecalang dan perangkat adat lainnya untuk membantu pelaksanaan Upacara Piodalan yang sementara berlangsung ini,” tutur Babinsa. (Mga)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku