Connect with us

News

Petugas OP BWS Bali Penida Raih Juara I Nasional

Published

on


Kepala BWS Bali Penida menyerahkan hadiah utama kepada Sagung Rai yulia Dewi, isteri dari I Gede Surya Kerta Staf Banjir BWSBP, yang beruntung mendapatkan satu unit sepeda motor, foto; alit

Kepala BWS Bali Penida menyerahkan hadiah utama kepada Sagung Rai yulia Dewi, isteri dari I Gede Surya Kerta Staf Banjir BWSBP, yang beruntung mendapatkan satu unit sepeda motor, foto; alit

GATRADEWATA – Bondres Duo Liku diundang sebagai penghibur dalam peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke 71 di Balai Wilayah Sungai Bali Penida(BWSBP) Renon Denpasar. Dimana acara yang berlangsung Minggu pagi, 04 Desember 2016, diawali dengan kegiatan jalan santai yang diikuti seluruh keluarga besar BWSBP.

Menariknya dalam peringatan HUT tahun 2016 ini, BWS Bali Penida juga membagikan doorprize dengan hadiah utama satu unit sepeda motor Honda Beat.

Ketut Jayada Kepala BWSBP menyampaikan bahwa kegiatan ini juga sebagai moment setahun sekali untuk mengakrabkan diri dan ajang silaturahmi antara sesama staf serta keluarganya.

“Inilah forum kebersamaan kita untuk mengakrabkan kita dan juga sebagai silaturahmi yang merupakan moment setahun sekali,” kata Jayada. Minggu, 04/12/2016.

Kepala Balai juga menyampaikan terimakasih kepada Jamkrindo yang sudah berpartisipasi memeriahkan acara dalam bentuk hadiah-hadiah.

“Kegiatan ini dirancang dari kita dan untuk kita sehingga ada keluarga besar BWSBP. Perbedaan pasti ada, dan itu jangan dianggap. Mari kita manfaat perbedaan untuk bersama melakukan tugas kita yang semakin berat,” paparnya.

Yang menjadi spesial dan hadiah istimewa dalam HUT tahun ini, BWS Bali Penida berhasil meraih juara I nasional tahun 2016 dalam lomba Petugas Operasi dan Pemeliharaan(OP) Bendungan.
Yakni, Petugas OP di bendungan Telaga Tunjung Tabanan dan berhak mendapatkan hadiah berupa satu unit sepeda motor.

“Prestasi ini merupakan bentuk penghargaan bagi teman-teman kami yang sudah bekerja dengan tulus di lapangan. Dan dengan penghargaan dari pusat ini, saya harapkan mereka bisa lebih meningkatkan kinerja sesuai dengan tufoksi,” jelas I Wayan Suteja PPK OP III BWSBP.

Sedangkan untuk penilaiannya sendiri, dikatakan Suteja, dilakukan dua tahap, yakni diruangan dengan disertasi dan setelah masuk nominasi, kemudian baru diklarifikasi di lapangan.

“Persiapan sendiri dalam menghadapi lomba kita lakukan biasa-biasa saja sesuai tugas dan fungsi mereka dilapangan. Cuma kita lengkapi dengan menyeleksi karya tulis mereka, yang kurang-kurang kita perbaiki,” tegasnya.

Dengan prestasi ini, BWSBP berharap kedepan dapat memotivasi seluruh petugas yang lain, terutama irigasi untuk lebih meningkatan kinerja. Pasalnya, balai yang ada diluar Bali sudah mampu meraih prestasi, apalagi petugas peraih penghargaan tersebut kebanyakan orang bali.

Alt


Advertisement

Daerah

Sambut Bulan Bahasa Bali, Desa Berangbang Gelar Lomba Mesatue dan Nyurat Aksara Bali

Published

on

Jembrana – Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Bali yang ke enam pada tahun 2024, desa adat Berangbang mengadakan lomba mesatue dan nyurat aksara Bali yang bertempat di Aula LPD desa Berangbang.

Kegiatan yang dibuka dengan tarian Puspanjali dihadiri pula oleh ketua MDA kabupaten Jembrana I Nengah Subagia, Mejelis alit kecamatan Negara, Tim penyuluh dan beberapa tim dari kebudayaan kecamatan Negara.

Bendesa adat desa Berangbang I Made Saha Arimbawa saat memberikan sambutan dalam rangka mempringati bulan bahasa Bali yang diadakan di Aula LPD Berangbang

Bendesa Adat Berangbang I Made Saha Arimbawa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih untuk semua undangan yang tlah hadir dalam acara bulan bahasa Bali, “acara bulan bahasa bali ini terselenggara berkat kerja sama baik desa dinas dan desa adat di Berangbang, dan merupakan program provinsi yang dijalankan tiap tahun di masing-masing desa,” Ucap Saha Arimbawa.

Lomba nyurat aksara Bali kali ini diikuti oleh 10 orang peserta dengan masing-masing sekolah mengirim 2 wakilnya untuk mengikuti lomba. Khusus untuk lomba Mesatue melibatkan 6 peserta dari ibu-ibu PKK dari tiap banjar se-desa Berangbang.

Continue Reading

News

Asah Jujuk Adakan Lomba Billiard Kelas Pemula Dengan Hadiah Jutaan Rupiah

Published

on

Jembrana – Komunitas pemuda Baler Bale Agung yang menamai dirinya Asah Jujuk mengadakan turnamen billiard kelas pemula bertema 9 Ball Billiard Turnamen.

Bertempat di Wantilan Pura Puseh Baler Bale Agung kecamatan Negara, turnamen yang rencananya dimulai pada jumat malam besok (23/2) menggunakan sistem gugur dengan slot 96 orang pendaftar dengan masing-masing orang diperbolehkan mendaftar maksimal dua kali.

Ketua panitia Ketut Purwanika (Setir) saat dimintai keterangan disela-sela kesibukan saat menerima pendaftaran peserta turnamen yang digelar oleh komunitas Asah Jujuk

Menurut Ketut Purwanika (Setir) selaku ketua panitia menuturkan, turnamen ini terlaksana berkat semangat para pecinta hobby billiard di kabupaten Jembrana, ” Kita ada komunitas billiard di Jembrana jadi perhari ini baru terdaftar sekitar enam puluhan peserta dan dipastikan besok hari batas terakhir sudah memenuhi slot peserta, selain menggelar kompetisi sesama penghobby juga dengan tujuan kedepan untuk menjaring bakat-bakat pemain billyard yang berpotensi dalam ajang Porprov Bali yang akan datang, ” ucap Setir.

Ditanya terkait sponsor Setir mengaku berasal dari para pengusaha yang berada dilingkungan kelurahan Baler Bale Agung, “Ada beberapa pengusaha yang memang mendukung kita untuk kegiatan olahraga billyard ini, jadi dengan semangat yang besar astungkara Asah Jujuk tetap semangat menggelar kompetisi untuk para pemula ini,” Tambahnya.

Turnamen yang digelar selama dua hari ini memperebutkan hadiah dengan total 4,4 juta rupiah, untuk juara turnamen mendapat hadiah sebesar 2 juta rupiah plus trophy, 1 juta rupiah dan trophy untuk runner up, 500 ribu rupiah dan trophy untuk para semifinal dan masing-masing 100 ribu rupiah dan trophy untuk peserta yang masuk ke babak 8 besar.

Continue Reading

News

Pengrusakan Alat Bukti, Pemilik Villa Polisikan WNA

Published

on

By

Pengacara Yoga Satria didampingi Managing Director SS BARAK Law & Firm, Trisna Sandya Maharani, saat memberi klarifikasi kepada awak media (19/02/2024)

DENPASAR – Beredarnya di media terkait adanya sengketa kerjasama Villa Adara no 14, Ungasan, yang melibatkan dirinya sebagai pihak yang berperkara, I Made Dwi Yoga Satria (Yoga) menyampaikan klarifikasinya kepada awak media, dikantornya SS Barak Law & Firm, Senin (19/02/2024)

Yoga Satria dengan didampingi oleh Managing Director SS BARAK Law & Firm, Trisna Sandya Maharani, menyatakan bahwa dirinya membenarkan dan mengetahui diawal jika antara Adam Richard Swope (Adam) selaku Director PT The Swope Properties dengan Ni Luh Mega Mariyani memiliki perjanjian kerjasama dan pemasaran selama 15 Tahun atas Villa Adara no 14, Jalan Toya Ning 2, Ungasan, yang dimulai dari tanggal 1 Oktober 2022 sampai 1 Oktober 2037.

Bahkan dirinya juga pernah diminta menjadi Kuasa Hukum dari Adam Swope saat mereka mendapat permasalahan ancaman dari Hiro yang mengklaim atas kepemilikan Villa Adara no 14.

“Kala itu saya dihubungi dan diminta sebagai Kuasa Hukum pihak Adam Swope untuk membantu mediasi dalam masalah sengketa saat itu, ada kesepakatan perjanjian saya sebagai Kuasa Hukumnya selama 1 tahun yang ditandatangani oleh Adam,” jelasnya.

Tetapi dalam prosesnya, Adam membatalkan kesepakatan ini secara sepihak dan mengeluarkan surat pencabutan kuasa yang saat itu dimediasi oleh Monica Christin.

Kala itu dalam negoisasi, pihaknya minta dibayar selama 6 bulan atas jasanya sebagai kuasa hukum, tetapi hal ini tidak dipenuhi oleh Adam, sehingga pihaknya mengajukan gugatan ke Pengadilan.

Berdasarkan putusan Hakim, menetapkan dan memutuskan pihak Adam bersalah dan harus membayar kekurangan pembayaran sebesar 60 juta kepadanya.

“Saya akan somasi dia, jika tetap tidak dibayarkan maka saya laporkan sebagai penggelapan pasal 372,” demikian tegasnya.

Dalam perjalanannya, Villa Adara No 14 itu beralih kepemilikan menjadi miliknya Yoga Satria, hal ini diperkuat dengan bukti Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atas lahan dimaksud.

Dirinya mengakui atas perjanjian kerjasama yang sudah ditandatangani sebelumnya oleh pemilik lama, tetapi dirinya sebagai pemilik baru mensyaratkan harus dipenuhi semua persyaratan ijin-ijin usaha termasuk ijin pondok wisata, karena jika disidak dari pihak berwenang, maka dirinya sebagai pemilik Villa yang akan menanggung kerugian.

Tetapi persyaratan ini tidak terpenuhi dan tidak ada kesepakatan antara dirinya dengan pihak Adam.

Saat itu dengan dimediasi oleh Monika sebagai Kuasa Hukum Adam, disepakati untuk melakukan Status Quo atas bangunan Villa No 14, dengan masing-masing pihak memegang kunci Villa.

“Tapi Status Quo ini dihentikan, karena  pihak Adam melakukan penggantian kunci secara sepihak. Karena kunci diganti, otomatis kan saya selaku pemilik Villa tidak bisa masuk,” jelasnya.

Atas hal itu, Yoga mengaku tidak terima dan melaporkan tindakan Adam itu ke Polisi atas dugaan tindak pidana pengrusakan alat bukti.

Laporannya ini juga dibuktikan dengan adanya rekaman CCTV saat penggantian kunci pintu masuk Villa no 14.

“Pertanyaan saya, apakah dengan mengganti kunci sehingga saya sebagai pemilik Villa tidak bisa masuk itu bukan merupakan suatu tindak pidana ?
Apalagi saat melakukan penggantian kunci ada proses dimana saat mengganti menggunakan mesin berupa bor yang sudah pasti itu kan merusak, karena itulah saya melaporkan tindak pidana pengrusakan,” terang Yoga.

Hal ini untuk menanggapi pernyataan pengacara terlapor tentang tidak ada kaitannya antara pelaporan pidana yang dilaporkan pelapor dengan pemasangan Police Line di Villa no 14.

“Jadi kalau dibilang pemasangan Police Line tidak ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana yang saya laporkan itu saya anggap keliru. Bagi saya tindakan Polisi dengan memasang garis Polisi di Villa Adara no 14 merupakan tindakan yang benar dan sudah sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Yoga.

Yang terakhir kata Yoga, dia tidak hanya melaporkan terlapor dengan satu laporan, Yoga menyebut setidaknya ada lima laporan yang saat ini sedang berproses di Polisi.

“Hanya saja saat ini baru perkara 406 (pengrusakan) yang sudah masuk dalam tahap selanjutnya, untuk yang lain saat ini masih dalam proses,” demikian pungkasnya.(E’Brv)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku