Connect with us

Pariwisata dan Budaya

Pengumuman Kelulusan SD Berbarengan Dengan Hari Saraswati

Published

on


sdn2ubung
GATRADEWATA – Pengumuman kelulusan ditingkat Sekolah Dasar(SD) hari ini berlangsung. Sabtu, 25 Juni 2016. Dimana pengumuman tahun 2016 ini, menjadi istimewa, pasalnya berbarengan dengan Hari Saraswati, yakni hari turunnya ilmu pengetahuan.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Denpasar, IB. Putu Sudiarta mengungkapkan, sebelum kelulusan diawali dengan bersembahyang bersama di Pura Sekolah.

“Kebetulan pengumuman kelulusan untuk tahun ini bertepatan dengan Hari Saraswati. Sehingga pengumuman ini kami awali dengan bersembahyang bersama,” kata IB. Sudiarta di SDN 2 Ubung, tepatnya di jalan Irawan nomor 16 Denpasar Utara. Sabtu, 25 Juni 2016.

Dalam kelulusan ini, dikatakan Sudiarta, anak-anak lulus 100 persen. Yakni sebanyak 99 siswa-siswi yang terdiri dari tiga kelas.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran kerja tim antara guru-guru dengan anak-anak dalam menekankan kemandirian dan integritas dalam menempuh Ujian Nasional sehingga tidak ada cacatan dari pihak terkait dalam pelaksanaan UN ini,” tambahnya.

Sementara terkait peraih Nilai Ujian Murni, peringkat pertama di sekolah ini diraih oleh I Made Vito Rahardian Putra dengan nilai 472,5 dan disusul Ni Putu Melia Martha Ayuni serta I Putu Gede Rama Radtya dengan nilai yang sama, yakni 472,0.

Kepala Sekolah berpesan kepada para siswa-siswi yang kini menjadi alumni SDN 2 Ubung, dimanapun melanjutkan untuk selalu menjaga sikap kemandirian dan integritas dalam diri sendiri.

“Jaga nama baik almamater dan tunjukan kemandirian serta integritas yang sudah di berikan di SDN 2 Ubung,” akhir Sudiarta.

Alt


Continue Reading
Advertisement

Daerah

MENJAGA TRADISI DALAM BERKESENIAN YAYASAN JAYA SWARA PURA DALEM ULUNSUAN DIRESMIKAN

Published

on

Gatra Dewata | Denpasar | Pelestarian sebuah tradisi  adalah  upaya  pelindungan,  pengenalan, pengembangan,  dan pemanfaatan  suatu kebiasaan dari kelompok  masyarakat  pendukung kebudayaan yang berguna untuk kelangsungan hidup suatu kelompok sosial masyarakat untuk mencapai kesejahteraan sesuai ajaran catur purusa artha, yaitu Dharma, Artha, Kama, Moksana sarira sadhanam.

Dharma yang berarti berbudi pekerti luhur, Artha yang berarti Kekayaan yang diberdayagunakan untuk kebaikan, Kama yang berarti keinginan manusia sesuai dengan kebenaran dan kebijaksanaan, Moksa yang berarti kebebasan atau kebahagiaan abadi. Itu bisa terjadi bila ketiga yang diatas, Dharma, Artha, Kama sudah terlaksana dan berjalan dengan baik.

Yayasan Jaya Swara Pura Dalem Ulunsuan yang berdiri di Jalan Imam Bonjol Gang Ulunsuan, Banjar Abiantimbul, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat diresmikan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, SH, Pada hari Minggu (02/02).

Yang akan bertanggung jawab kedepan adalah Ketua Yayasan Jaya Swara Pura Dalem Ulunsuan A.A. Putra Juni Adi, ST, yayasan yang didirikannya ini juga sudah mengantongi izin dari Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: AHU-0010503.AH.01.04.Tahun 2019.

“Tujuan kami membentuk Yayasan Jaya Swara Pura Dalem Ulunsuan adalah untuk tetap bisa menjaga tradisi dalam berkesenian. Bahkan untuk bisa menopang kegiatan-kegiatan yang ada di Pura Dalem Ulunsuan dengan terus bisa mengadakan pelatihan untuk kepemangkuan dan mengadakan serati banten,” ujar Beliau kepada kami.

Dengan diresmikannya Yayasan Jaya Swara Pura Dalem Ulunsuan bahwa kedepannya akan mampu lebih meningkatkan kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melaksanakan yadnya (pelayanan) kedepannya.

“Berawal dengan kegiatan di sanggar tari, peresmian yayasan juga bertepatan dengan peresmian sanggar tari Seraya Taksu. Dimana semuanya ini tidak terlepas dari pengembangan seni dan budaya,” ucap Putra Adi.

Agung Putra Adi Menjelaskan bahwa melalui sanggar tari akan mampu mengajak generasi muda berkesenian, khususnya tari, tabuh, kawitan dan mekidung.

“Memang kita Sadari betul bahwa berbagai kegiatan memerlukan biaya. Untuk biaya awal pelaksanaan kegiatan kami sudah ada dana kas awal, namun tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan pemerintah daerah Bali maupun swasta untuk dukungan pendanaannya,” terangnya.

Kepala bidang (Kabid) Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Dwi wahyuning kristiansanti terlihat ikut hadir meresmikan Yayasan Jaya Swara Pura Dalem Ulunsuan,

“Dalam memperjuangkan sesuatu petunjuk dari pak Walikota adalah kita harus mampu kere tetapi aktif, yang artinya kita harus mampu bergerak aktif walau dalam keterbatasan, baik dana maupun prasarana yang terbatas”, terangnya.

Keagamaan tidak termasuk dalam pembinaan kami di Dinas bidang kesenian Kebudayaan Kota Denpasar tetapi, kebudayaan juga tidak bisa terlepas dari sisi Keagamaan kita di Bali

“Pertanyaan mengenai soal keagamaan mungkin bisa ditanyakan ke pada PHDI”, ujar kabid kesenian yang akrab dipanggil wiwid ini.

Pengempon Anak Agung Bagus Wirata, dan mangku

Anak Agung Bagus Wirata seorang pengempon Pura Dalem Ulunsuan bercerita tentang sejarah, sebagai pemangku pura beliau juga dipercaya sebagai pembina yayasan.

Beliau pertama merehab pura ini ditahun di tahun1950, pengempon pura ada 40 kk (kepala keluarga) tapi yg bertanggungjawab adalah 3 Kk (kepala keluarga) diupacarai setiap 6 bulan sekali.

“Untuk memperlancar itu semua saya bersusah payah dari dulu, karena tidak cukup hanya biaya saja juga dengan tenaga”, beber Beliau.

Modal awal yayasan diambil dari dana kepemangkuan sebesar 50 juta sebagai dana awal yayasan. Kegiatan yang mesti digulirkan untuk pertama kalinya,

“Melatih harus ada snack, minimal ada uang lima juta untuk pertama kali, dan kedepan mungkin kita akan meminta bantuan kepada orang tuanya dan kedepan meminta bantuan kepada pemerintah agar kedepan tidak membebani yayasan dan orangtua”, terang beliau.

Dalam pura yang di empon itu terdapat pelinggih Dalem Mekah, Dalem cina, Dalem solo, dalem keluhuran majapahit, dan ada beberapa pelinggih lagi. (Ray)

Continue Reading

Daerah

GELAR RITUAL NANGLUK MERANA UNTUK CEGAH VIRUS CORONA SECARA NISKALA

Published

on

Gatra Dewata | Karangasem | Indonesia bahkan dunia lagi mewaspadai secara serius terhadap ancaman Virus Corona yang menyebar dari negara Tirai Bambu sana.

Budaya Bali tidak bisa dilepaskan dari pengaruh budaya cina, oleh sebab itu pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Karangasem berencana menggelar sebuah upacara Nangluk Merana.

Upacara ini akan dilaksanakan di Pura Penataran Agung Desa AdatPadang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.

Persembahyangan yang akan dilakukan oleh umat Hindu di Bali ini dilakukan hari ini Rabu (29/1) sekitar pukul 09.00 Wita, upacara ini bertujuan untuk memohon keselamatan Bali agar dijauhkan dari hal-hal yang negatif atau untuk menolak bala berupa penyakit, atau hama tanaman pokok yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia.

Untuk kali ini permohonan ini dilakukan dan dimohonkan untuk mengantisipasi virus Corona masuk ke Karangasem, upacara ini sebenarnya rutin diadakan setiap tahun sekali oleh pemda karangasem.

“Saya telah memberikan perintah kepada Kabag Kesra guna meminta dewasa (hari baik) kepada Ida Pedanda Gede Wayan Pasuruan dari Gria Kawan Sibetan,” terang Bupati Karangasem, Gusti Ayu Mas Sumatri, Selasa (28/1).

Petunjuk yang diberikan, ritual Nangluk Merana dapat dilakukan, Rabu (29/1/2020), tepatnya Buda Wage Wuku Warigadean dan rencananya proses ini akan dipuput Sulinggih Siwa Budha yakni Ida Pedanda Gede Wayan Tianyar & Ida Pedande Gede Nyoman Jelantik Dwaja.

Bupati menghimbau seluruh masyarakat karangasem dan semua pejabat pemerintahan di Karangasem untuk ikut hadir dan melaksanakan (bagi pemeluk Hindu) upacara tersebut dengan memakai busana adat persembahyangan Bali. (Ray)

Continue Reading

Daerah

MAHAKARYA PUTRA KLUNGKUNG CUP II MEMBUAT RIBUAN BURUNG BERNYANYI PADA ACARA KONTES TAHUNAN

Published

on

Gatra Dewata | Klungkung | Event tahunan adalah ajang kompetisi yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat Bali, baik acara provinsi maupun acara yang diselenggarakan oleh Pemerintahan kabupaten maupun kotamadya.

Masih hangat berita tentang hilangnya burung berjenis kacer milik seorang penghobi burung yang naik pesawat Garuda dari Pontianak ke jakarta (19/12).

Pemerintah Klungkung menjelang akhir tahun 2019, minggu 22/12/2019 mempercayakan sebuah event yang bertaraf nasional kepada Mahakarya Putra Klungkung yang dikomandoi oleh seorang ketua yang bernama Anak Agung Gede Bagus Mahendra Putra.

Mahakarya Putra Klungkung Cup II ini menampilkan lomba burung terbaik dengan katagori jenis burung Cucak hijau, Murai batu, Anis merah, love bird fighter, love bird paud, kenari, kacer, cendet.

Sebuah Kontes burung yang diadakan di lapangan umum banjarangkan klungkung yang diikuti sekitar kurang lebih 1500 peserta dari wilayah Jawa, Bali dan lombok.

“Piala Bupati dan Piala Mahakarya Putra Klungkung merupakan dua kontes yang rutin diadakan tiap tahun nya di Klungkung hingga kini”, demikian ungkap ketua panitia kontes ini.

Persiapan yang tidak main-main oleh ketua panitia yang akrab disapa Ratu Bagus ini, dari pengecekan panitia yang dikhawatirkan main mata dengan peserta, sampai persiapan ijin-ijin pelaksanaan event tahunan ini yang melibatkan ribuan peserta.

Membuat event ini berjalan dengan baik dan meriah tentunya, sangking antusias penonton membuat suara burung-burung indah yang mengikuti lomba inipun tidak terlalu terdengar merdunya.

“Sampai bertemu lagi tahun depan bulan april 2020 Piala Bupati yang sudah kelima diadakan ini,” pungkas Ratu Bagus. (Ray)

Continue Reading

Wonderful Indonesia

Ads

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam