Connect with us

News

Pengrusakan Alat Bukti, Pemilik Villa Polisikan WNA

Published

on

Pengacara Yoga Satria didampingi Managing Director SS BARAK Law & Firm, Trisna Sandya Maharani, saat memberi klarifikasi kepada awak media (19/02/2024)

DENPASAR – Beredarnya di media terkait adanya sengketa kerjasama Villa Adara no 14, Ungasan, yang melibatkan dirinya sebagai pihak yang berperkara, I Made Dwi Yoga Satria (Yoga) menyampaikan klarifikasinya kepada awak media, dikantornya SS Barak Law & Firm, Senin (19/02/2024)

Yoga Satria dengan didampingi oleh Managing Director SS BARAK Law & Firm, Trisna Sandya Maharani, menyatakan bahwa dirinya membenarkan dan mengetahui diawal jika antara Adam Richard Swope (Adam) selaku Director PT The Swope Properties dengan Ni Luh Mega Mariyani memiliki perjanjian kerjasama dan pemasaran selama 15 Tahun atas Villa Adara no 14, Jalan Toya Ning 2, Ungasan, yang dimulai dari tanggal 1 Oktober 2022 sampai 1 Oktober 2037.

Bahkan dirinya juga pernah diminta menjadi Kuasa Hukum dari Adam Swope saat mereka mendapat permasalahan ancaman dari Hiro yang mengklaim atas kepemilikan Villa Adara no 14.

“Kala itu saya dihubungi dan diminta sebagai Kuasa Hukum pihak Adam Swope untuk membantu mediasi dalam masalah sengketa saat itu, ada kesepakatan perjanjian saya sebagai Kuasa Hukumnya selama 1 tahun yang ditandatangani oleh Adam,” jelasnya.

Tetapi dalam prosesnya, Adam membatalkan kesepakatan ini secara sepihak dan mengeluarkan surat pencabutan kuasa yang saat itu dimediasi oleh Monica Christin.

Kala itu dalam negoisasi, pihaknya minta dibayar selama 6 bulan atas jasanya sebagai kuasa hukum, tetapi hal ini tidak dipenuhi oleh Adam, sehingga pihaknya mengajukan gugatan ke Pengadilan.

Berdasarkan putusan Hakim, menetapkan dan memutuskan pihak Adam bersalah dan harus membayar kekurangan pembayaran sebesar 60 juta kepadanya.

“Saya akan somasi dia, jika tetap tidak dibayarkan maka saya laporkan sebagai penggelapan pasal 372,” demikian tegasnya.

Dalam perjalanannya, Villa Adara No 14 itu beralih kepemilikan menjadi miliknya Yoga Satria, hal ini diperkuat dengan bukti Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atas lahan dimaksud.

Dirinya mengakui atas perjanjian kerjasama yang sudah ditandatangani sebelumnya oleh pemilik lama, tetapi dirinya sebagai pemilik baru mensyaratkan harus dipenuhi semua persyaratan ijin-ijin usaha termasuk ijin pondok wisata, karena jika disidak dari pihak berwenang, maka dirinya sebagai pemilik Villa yang akan menanggung kerugian.

Tetapi persyaratan ini tidak terpenuhi dan tidak ada kesepakatan antara dirinya dengan pihak Adam.

Saat itu dengan dimediasi oleh Monika sebagai Kuasa Hukum Adam, disepakati untuk melakukan Status Quo atas bangunan Villa No 14, dengan masing-masing pihak memegang kunci Villa.

“Tapi Status Quo ini dihentikan, karena  pihak Adam melakukan penggantian kunci secara sepihak. Karena kunci diganti, otomatis kan saya selaku pemilik Villa tidak bisa masuk,” jelasnya.

Atas hal itu, Yoga mengaku tidak terima dan melaporkan tindakan Adam itu ke Polisi atas dugaan tindak pidana pengrusakan alat bukti.

Laporannya ini juga dibuktikan dengan adanya rekaman CCTV saat penggantian kunci pintu masuk Villa no 14.

“Pertanyaan saya, apakah dengan mengganti kunci sehingga saya sebagai pemilik Villa tidak bisa masuk itu bukan merupakan suatu tindak pidana ?
Apalagi saat melakukan penggantian kunci ada proses dimana saat mengganti menggunakan mesin berupa bor yang sudah pasti itu kan merusak, karena itulah saya melaporkan tindak pidana pengrusakan,” terang Yoga.

Hal ini untuk menanggapi pernyataan pengacara terlapor tentang tidak ada kaitannya antara pelaporan pidana yang dilaporkan pelapor dengan pemasangan Police Line di Villa no 14.

“Jadi kalau dibilang pemasangan Police Line tidak ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana yang saya laporkan itu saya anggap keliru. Bagi saya tindakan Polisi dengan memasang garis Polisi di Villa Adara no 14 merupakan tindakan yang benar dan sudah sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Yoga.

Yang terakhir kata Yoga, dia tidak hanya melaporkan terlapor dengan satu laporan, Yoga menyebut setidaknya ada lima laporan yang saat ini sedang berproses di Polisi.

“Hanya saja saat ini baru perkara 406 (pengrusakan) yang sudah masuk dalam tahap selanjutnya, untuk yang lain saat ini masih dalam proses,” demikian pungkasnya.(E’Brv)


News

Upaya Lelang Lahan Berperkara, Diduga Libatkan Ordal

Published

on

By

Hie Kie Shin (kanan) didampingi kuasa hukum dari Elice Law Firm, Indra Triantoro, SH,MH (tengah) dan rekan saat memberikan keterangan pada awak media

DENPASAR – Jalan panjang seorang pencari keadilan dalam upaya memperoleh hak-haknya dalam kasus penanganan proses perkara pailit dan pelelangan aset miliknya, terus diupayakan oleh seorang Hie Kie Shin (65).

Didampingi kuasa hukumnya dari Elice Law Firm, Indra Triantoro, SH.,MH, pengusaha asal Bali ini menceritakan permasalahan hukum yang dialaminya kepada awak media, Senin (15/04/2024)

Berawal dari upaya penyelesaian masalah pinjaman di Bank BCA dan beberapa Kreditur, dirinya bertanggung jawab dengan berupaya melepas beberapa aset yang dimilikinya untuk menutup pinjaman dimaksud, salah satunya adalah sertifikat kepemilikan villa Amelle Canggu

Mulai bulan 06Juli 2023, Villa Amelle ini statusnya menjadi On Going Concern, dimana pihak kurator yang ditunjuk, Akhmad Abdul Azis Zein bertindak untuk mengambil alih usaha pengelolaan Villa ini.

Pada tanggal 28 Juli 2023 kurator bertindak arogan dengan melakukan tindakan pemecatan seluruh karyawan Villa secara sepihak tanpa mengindahkan prosedur ketenaga kerjaan yang berlaku.

Selain itu pelaporan dana hasil pendapatan Villa tidak dimasukan dalam rekening kepailitan, tetapi sebagian dimasukan ke rekening orang lain.

“Kami memiliki bukti kuat dari tindakan penyelewangan dana dan tindakan arogansi pada para karyawan kami yang dilakukan oleh terduga kurator selama proses On Going Concern di Villa Amelle ini, ada dugaan upaya untuk memperkaya dan menguntungkan diri sendiri,” demikian jelas Hie Kie Shin.

“Karena itu, pada tanggal 10 Juli 2023, kami dengan tegas meminta Hakim Pengawas Pengadilan Niaga Surabaya untuk mengganti kurator dimaksud, tapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya.
Ada apa ini ?
Mengapa Hakim Pengawas terkesan tidak netral dan mengabaikan fakta yang ada,” tanyanya keheranan.

Melihat kondisi ini, dirinya juga telah melaporkan Hakim Pengawas tersebut ke Komisi Yudisial (KY)

Pada pertemuan 05 Desember 2023, kurator mengeluarkan Daftar Piutang Tetap (DPT) baru tanpa verifikasi dengan debitur dan kreditur, tetapi DPT ini di sah kan sendiri secara sepihak oleh kurator Akhmad Abdul Azis Zein.

Dirinya kemudian melaporkan kurator Akhmad Abdul Azis Zein ke Polrestabes Surabaya, Kamis (14/12/2023), dengan dugaan pemalsuan data dokumen dengan penggelembungan data DPT, teregister dengan nomor LP/B/1340/XII/2023/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

Selain itu juga dilakukan upaya gugatan pidana pasal 400 ayat 1, pasal 362, pasal 372  junto 378 dan perdata pasal 1365 di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terkait penipuan, pemalsuan dan penggelembungan data DPT serta perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan On Going Concern Villa Amelle oleh kurator.

Ada dugaan kurator ini bertindak untuk menghilangkan objek barang bukti dengan upaya pengajuan lelang terhadap beberapa aset lahan termasuk Villa Amelle ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)

Pada tanggal 01 Maret 2024 datang surat pertama dari KPKNL yang menyatakan akan melaksanakan lelang pada aset tersebut tanggal 06 Maret 2024, hal ini direspon oleh tim kuasa hukum, Indra Triantoro, SH,MH dengan pengajuan surat pemblokiran atau penundaan terkait lelang dimaksud, dengan penyampaian bahwa lahan dimaksud masih berperkara di PN Denpasar.

“Kami juga melampirkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ini untuk mempertegas bahwa perkara a quo belum Inkracht, sehingga KPKNL wajib menangguhkan lelang ini sampai adanya kepastian hukum, hal ini tercantum dalam peraturan Menteri Keuangan pasal 14 no 27 pmk.06.2016,” demikian dijelaskan Indra Triantoro, SH,MH.

Tapi hal ini tidak diindahkan oleh pihak KPKNL dimana akan diajukan lagi surat lelang yang akan dilaksanakan pada 22 April 2024 mendatang.

“Kami menduga adanya oknum orang dalam KPKNL terlibat dalam upaya lelang yang dipaksakan ini, dengan mengabaikan bukti dan fakta permasalahan yang ada,” demikian ungkapnya

“Untuk itu kami menghimbau masyarakat untuk jeli dan bijaksana dengan tidak membeli objek lelang yang sedang ada masalah, untuk menghindari terjadinya kerugian karena ada tuntutan dari pihak yang berperkara,” demikian pungkasnya.

Hingga berita ini dibuat, kami belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak terkait karena berbagai alasan (E’Brv)

Continue Reading

News

Ditemukan Tewas di Dalam Sumur Sedalam 5 Meter, Seorang Kakek Diduga Bunuh Diri

Published

on

Jembrana – Pagi ini (12/4) sekira pukul 06.50 wita warga dilingkungan Ketapang kelurahan Lelateng kecamatan Negara dihebohkan dengan adanya kejadian diduga bunuh diri yang dilakukan seorang kakek inisial JA (72) yang sehari-sehari berprofesi sebagai pedagang.

Saat dilakukan pemeriksaan tubuh korban oleh Tim Inafis Polres Jembrana pada jumat (12/4/2024)

Kejadian tersebut diketahui oleh saksi EP (38) yang juga anak korban. Bermula ketika saksi EP mencari korban yang tidur didalam kamar tapi dilihatnya korban sudah tidak ada dan saksi melihat pintu belakang rumah korban terbuka. Saksi yang memutuskan pergi ke belakang rumah menemukan sandal korban tertata rapi di deket sumur.

Setelah melihat sandal tersebut saksi EP menengok ke dalam sumur dan dilihatnya kepala korban yang berada di dalam sumur. “Setelah melihat korban saya memutuskan untuk menghubungi pemadam kebakaran dan aparat desa,” ujar saksi EP.

Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Jembrana tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban dan pada saat ditemukan keadaan tubuh korban belum kaku tapi sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan dari keterangan saksi korban diduga bunuh diri,” Ada kemungkinan karena sebelumnya korban mengidap penyakit asam lambung tapi sepengetahuan saya sudah mau sembuh tapi mungkin juga karena depresi karena sebelumnya istri korban meninggal dunia dua tahun lalu dan anak korban atau saudara saya meninggal dunia juga,” Tambah EP.

Continue Reading

News

Mercure Kuta Beach Bali Gelar Charity Melalui Magical Ramadhan Fashion Show

Published

on

By

Manager Hotel Mercure Kuta Beach Bali, Ni Made Pantri Arini, saat menyampaikan kata sambutan dalam acara Magical Ramadhan Fashion Show dan perkenalan Bella Mozzarella Italian Corner

BADUNG – Dalam rangka kegiatan dibulan suci Ramadhan, Mercure Kuta Beach Bali kembali menggelar agenda rutin kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) dengan mengadakan buka puasa bersama yang dipadukan dengan event charity yang bertema ‘Magical Ramadhan Fashion Show’ pada Kamis, (04/042024).

Magical Ramadhan Fashion Show kali ini merupakan persembahan dari koleksi Kaftan Pojok UMKM Mercure Kuta Beach Bali yang merupakan wadah untuk mendukung UMKM lokal.

Pada event charity kali ini staff Mercure Kuta Beach Bali turut berpartisipasi dalam acara Fashion Show dengan menampilkan ragam koleksi Kaftan yang sederhana namun elegan.

GM Hotel Mercure Kuta Beach Bali, Tony Andrianto saat memberi sambutan pada para undangan

Acara Fashion Show ini merupakan salah satu dari berbagai kegiatan Sustain Activity yang sering diadakan oleh Mercure Kuta Beach Bali.

Mengusung tema : “Membeli untuk Memberi”, event ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM dan kepedulian sosial untuk mereka yang membutuhkan, dimana sebagian hasil dari Magical Ramadan Fashion Show tersebut akan didonasikan kepada panti asuhan Yayasan As Soleha Kuta.

“Harapannya, produk lokal semakin dapat diminati dan kami bangga menjadi bagian dari usaha untuk memajukan produk lokal. Selain itu juga ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial kami untuk mereka yang membutuhkan,” ujar Ni Made Pantri Arini selaku Manager Hotel Mercure Kuta Beach Bali.

Para awak media saat sesi photo bersama manajemen Hotel Mercure Kuta Beach Bali

Bersamaan dengan acara ini, Mercure Kuta Beach Bali juga memperkenalkan usaha kuliner barunya yang bertema Italian Corner yang bernama “BELLA MOZZARELLA” yang berlokasi di Alang-Alang Restaurant lantai 4 Hotel Mercure Kuta Beach Bali, dimana setiap harinya buka mulai dari jam 5 sore hingga jam 10 malam .

Bella Mozzarella by Alang-Alang Restaurant menawarkan menu Italia yg lengkap, mulai dari menu pembuka hingga menu penutup yang disajikan secara a la carte dengan pilihan berbagai jenis wine sebagai pelengkap

Disini tersedia menu POLPO ALLA GRIGLIA, gurita panggang yang dimasak perlahan disajikan dengan salad arugula dan tomat ceri hingga VONGOLE FETTUCCINE yaitu hidangan Neapolitan yang ikonik juga tersedia di Bella Mozzarella by Alang-Alang Restaurant. Selain itu, masih ada menu Pizza Margherita hingga Pannacotta yang lembut sebagai menu penutup.

Selama bulan April ini, Bella Mozzarella by Alang-Alang Restaurant juga memiliki promo menarik, yaitu dengan memesan menu hidangan utama apapun akan mendapatkan 1 gelas Mocktail gratis.(tim)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku