Connect with us

News

Pengajuan PK Akhmad Sobirin sebutkan ada cacat formil, Eksekusi tetap berjalan

Published

on

Eksekusi tetap berjalan mesti upaya hukum PK dilakukan oleh pihak Akhmad Sobirin, SH.,MH., selaku kuasa hukum dari Dony Yudianto

GATRA DEWATA | BALI | Melalui Kuasa hukumnya Dony Yudianto memohonkan upaya untuk mengungkapkan keberatannya dan memohon perlindungan hukum kepada Kepolisian Republik Indonesia wilayah Bali. Eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Denpasar atas upaya yang dilakukan oleh lawannya yang menguasakan kepada advokat Hardja Karsana Kosasih, adalah mengandung cacat formil.

Akhmad Sobirin, SH.,MH., yang berkantor hukum di Law Firm ASIST & Co. selaku kuasa hukum Dony Yudianto mengatakan bahwa terdapat dugaan mafia peradilan terhadap kliennya, ia menyampaikan keberatan atas penetapan eksekusi yang dikeluarkan Ketua
Pengadilan Negeri Denpasar tertanggal 11 Januari 2022 dalam Perkara Nomor.
: 200/Pdt.G/2019/PN.Dps.

Ia menekankan disana adanya cacat formil dan seharusnya perkara tersebut tidak dapat diterima atau Niet Ontvankelijke Verklaard (putusan N.O).
“Kita sedanglakukan upaya hukum
Peninjauan Kembali (PK) yang mana Novum yang kita sampaikan jelas
sangat berdampak terhadap nantinya putusan Majelis Mahkamah
Agung RI, “ungkapnya, Jumat (04/02/2022), di Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

Ia juga menjelaskan bahwa objek tersebut sudah dipecah menjadi 2 sertifikat hak milik (SHM), yang mana sertifikat satunya sudah beralih kepada pihak lain dengan nama Liem Nico Hendrata. Pihak tersebut juga yang mana saat mendapatkan tanah objek perkara jauh sebelum adanya gugatan perkara Aquo dan pihak pembeli tersebut juga tidak pernah diajukan gugatan atau ditarik sebagai pihak

“Tetapi Pengadilan Negeri tetap saja mengabulkan gugatan penggugat (pemohon) eksekusi dimana jelas-jelas mengandung cacat formil dan kurnag pihak, “tekannya kembali.

Hal lain yang menjadi upaya hukumnya adalah bahwa pengadilan juga Mengesahkan Pengikatan Jual Beli milik
Pemohon Eksekusi yang mana jelas PPJB itu hanyalah pengikatan dan
bukan jual beli lunas, mengapa hal tersebut disahkan oleh Pengadilan Negeri Denpasar. Ia juga menjelaskan bahwa terhadap Pengesahan tersebut, pihaknya bersurat kepada Majelis Pengawas Daerah Notaris dengan balasan surat, Surat MPN No. UM.MPDN Kota Denpasar. XI.21-42, tertanggal 24 Nopember 2021 (diajukan sebagai novum).

“Bahwasanya akta perjanjian pengikatan jual beli yang disahkan pengadilan dalam perkara aquo tidak terdaftar, dan bisa kami simpulkan itu PPJB bodong. Belum lagi berdasarkan surat balasan dari BPN (Surat BPN No. MP.01.01/3548-
51.71/XI/2021) tertanggal 25 November 2021 (ajukan sebagai novum), disana menerangkan bahwa pemohon eksekusi memiliki 2 legalitas hukum terhadap tanah objek perkara aquo, yakni perjanjian pengikatan jual beli dan akta wasiat, yang mana kedua akta tersebut dibuat di notaris yang sama, hari yang sama, tanggal yang sama, jam yang sama dan pihak yang sama terhadap 1 objek tanah yang sama, “jelasnya panjang lebar, dan merasa heran bagaimana bisa hal tersebut bida dilakukan dalam membuat status kepemilikan seseorang.

Tetapi tetap saja panitera yang mendapat keterangan yang jelas itu tidak mau menunda eksekusi tersebut. Menurut panitera eksekusi Rotua Rossa Matilda Tampubolon, SH., MH., bahwa dirinya hanya menjalankan keputusan yang sudah dibuat oleh PN Denpasar.

“PK pada dasarnya tidak menghalangi eksekusi, tetapi kami sudah mintakan kepada pemohon untuk menyediakan ganti bangunan yang ada. Ternyata bukan pihak Dony yang membangun melainkan Wawan dan Ari. Dari sini dana untuk menggantikan bangunan berdasarkan apresial yang kompeten berjumlah sekitar 300an juta. Apabila PK berbalik memenangkan Dony kondisi tanah kembali kosong adalah hal yang seperti awal Dony miliki, ” jelasnya.

Ia juga menegaskan akta bodong atau apapun adalah ranah pengadilan, dan setelah diperiksa amar dari keputusan itu adalah menghukum pihak untuk menyerahkan tanahnya kepada pemohon sebagai pihak yang menang.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Advokat Hardja Karsana Kosasih selaku kuasa hukum dari pemohon eksekusi, bahwa 2008 sudah sah klien kami membeli tanah ini. “Tiba-tiba tanah ini dikuasai oleh Dony yang mengaku memiliki sertifikat, dengan mengajukan kepemilikan dengan cara mengaku kehilangan sertifikat, ” jelasnya.

Diakui sebagai miliknya dia mengatakan juga bahwa sertifikat ini dijual, inilah menjadi alasan pihak klien dari Kosasih menggugat hak miliknya.

Saat ditekankan tentang jual beli yang dilakukan secara ganda dirinya mengatakan itu sah-sah saja. “Apalagi itu pembuatan akta 2 bidang tanah, ” pungkasnya. (Ray)


Kebanggaan sebagai wartawan adalah selalu silahturahmi kepada semua pihak, tetap belajar dan selalu konfirmasi dalam pemberitaan yang adil dan berimbang.

News

Kakanwil Bali Kunjungi Rutan Negara Dan Tekankan Tugas Pengamanan Dan Pembinaan

Published

on

Jembrana – Awal bulan Desember, Rutan Negara mendapat kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali (Kakanwil Bali), Anggiat Napitupulu. Kunjungan kali ini ditemani Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas), Gun Gun Gunawan, Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara, dan Keamanan, Kepala Subbidang Pelayanan Tahanan, Perawatan Kesehatan, dan Rehabilitasi.

Kakanwil Bali mengapresiasi kebersihan dan kenyamanan Rutan Negara dan menyatakan Rutan Negara sangat layak. Bertempat di aula Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kakanwil beserta Kadivpas didampingi Kepala Rutan berikan penguatan petugas Rutan. Kegiatan dibuka oleh Lilik Subagiyono yang mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kakanwil serta Kadivpas ke Rutan Negara. Penguatan diawali oleh Kadivpas terkait tugas dan kewajiban ASN khususnya petugas untuk membangun Zona Integritas.

“Sebagian besar kegagalan meraih WBK dikarenakan kurang terpenuhinya data dukung LKE. Oleh karena itu semua wajib tahu penilaian masing-masing area perubahan,” paparnya tegas. Disambung oleh Kakanwil Bali dengan memperkenalkan diri. Anggiat Napitupulu juga mohon maaf atas kunjungan beliau yang sempat gagal ke Rutan Negara hingga akhir masa jabatan Karutan terdahulu, Bambang Hendra Setyawan.

Kakanwil Bali saat mengunjungi rutan dan peternakan yang menjadi program rutan kelas IIB Negara

Beliau berharap seluruh petugas mampu bekerjasama dengan baik dengan Karutan baru, Lilik Subagiyono serta senantiasa mampu membantu beliau menjalankan tugasnya.

Poin penting yang disampaikan terkait tugas utama petugas pemasyarakatan. “Petugas pemasyarakatan itu tugasny cuman dua yaitu pengamanan dan pembinaan,“Jangan rendahkan saudara – saudara kita (WBP) yang di dalam.

Mereka sama seperti kita. Hanya mereka sekarang tengah bersekolan di Rutan ini ada yang sekolah 6 tahun, 8 tahun dan bahkan ada yang tidak lulus sehingga harus kembali bersekolah. Harus merangkul mereka sebagai saudara sehingga mampu mengamankan mereka. Selanjutnya kita gali permasalah mereka untuk kita bina bersama,” imbuhnya.

Kakanwil juga mengingatkan fungsi petugas sebagai pelayan publik bukan lagi sebagai petugas penjara yang bekerja diibaratkan peternak itik. Selain itu beliau juga menghimbau netralitas seluruh ASN dalam ajang pemilihan umum nanti, “Kalau jaman dulu orang bilang mulutmu harimaumu. Sekarang, Jarimu adalah pistolmu,” jelas beliau. Beliau juga mengharapkan apabila ingin mendukung hendaknya bergerak secara pasif dan tidak melalui media sosial.

Kegiatan ditutup oleh Karutan Negara yang mengharapkan diberikan baik oleh Kakanwil maupun Kadivpas tidak hanya mampu dipahami namun harus diimplementasikan. Kegiatan dirangkaian dengan pengledahan area rutan dan ditutup dengan foto bersama. (D.U)

 

 

 

Continue Reading

News

Belasan Anak Punk Tanpa Tujuan Pasti Diamankan Satpol PP Jembrana

Published

on

Jembrana – Anak Punk begitu mereka menyebut gerombolan dirinya, anak-anak yang sebagian besar berumur belasan tahun ini menyebrang dengan menumpangi truck untuk menyebrang ke pulau Bali.

Berawal diamankannya 3 anak punk yang berada di perempatan jalan Taman Makam Pahlawan (TMP) negara 29/11 malam selanjutnya Satpol PP melakukan penyisiran dan ditemukan juga 9 anak punk lainnya untuk diangkut oleh mobil trantip Satpol Pp Kabupaten Jembrana.

Belasan anak punk diamankan di kantor Satpol PP

Sekretaris Satpol PP Komang Diyatmika yg ditemui langsung awak media mengatakan ” Anak-anak ini kita amankan untuk tidak mengganggu ketertiban umum, apalagi mereka datang ke Bali dengan tujuan dan identitas tidak jelas, berkeliaran di perempatan jalan dan anggota mengamankan untuk dibawa kesini, setelah di introgasi mereka berasal dari Probolinggo Jawa Timur, untuk tindakan selanjutnya kita menunggu dari Dinas Sosial apakah mau dikembalikan atau bagaimana,” ungkap Diyatmika.

Sampai berita ini diturunkan Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Budi Aryana tidak dapat ditemui dan tidak merespon sambungan telefon. (D.U)

Continue Reading

News

Oprasi Warga Binaan Rutan, Sajam, Remi Dan Kartu Domino Pun Ditemukan

Published

on

Jembrana – Upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) Lilik Subagiyono selaku Kepala Rutan Kelas IIB Negara yang didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, I Nyoman Sudiarta, beserta 24 orang yang berisikan petugas pengamanan, satops patnal dan CPNS melaksanakan kegiatan penggeledahan kamar hunian warga binaan pada Selasa malam (29/11).

“Kegiatan yang kita laksanakan malam ini guna meminimalisir barang-barang terlarang dari kamar warga binaan yang mungkin saja dapat mengakibatkan gangguan kantib” terang Lilik Subagiyono saat memberikan pengarahan sebelum penggeledahan dimulai. “Laksanakan penggeledahan sesuai SOP yang berlaku,” sambungnya.

Gabungan Petugas Rutan saat melakukan oprasi kepada warga binaan

Guna mempercepat kegiatan, anggota dibagi menjadi dua kelompok yang dengan sigap menyisir area open camp dan blok hunian. Kegiatan diawali dengan Penggeledahan badan WBP sebelum mensterilkan area blok hunian guna mencegah adanya barang-barang terlarang yang terselip dalam pakaian maupun badan.

Walaupun kegiatan dilakukan pada malam hari seluruh anggota nampak semangat saat melakukan penggeledahan secara mendetail. Saat pengledahan berlangsung berbagai barang terlarang ditemukan seperti sejumlah barang terlarang seperti benda tajam berupa gunting, cutter, paku, sendok-garpu, obeng, serta barang pecah belah lainnya. Barang-barang tersebut langsung disita dari dalam kamar hunian untuk selanjutnya dimusnahkan.

Selain barang-barang tersebut, disita juga sejumlah kartu remi, kabel dan domino. Sementara untuk alat komunikasi dan juga barang terlarang seperti miras dan narkoba tidak ditemukan dalam penggeledahan tersebut. Kegiatan penggeledahan berlangsung sekitar dua jam dan kegiatan berjalan secara kondusif.(D.U)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku