Connect with us

News

Muscab HIPMI BPC Tabanan Derbi Nova Disahkan Menjadi Ketum Periode 2016-2017

Published

on


TERPILIH-Mantan Ketum HIPMI BPC Tabanan AA Ngr. Aditya PS., (kanan) menyerahkan pataka ke Ketum terpilih I Nyoman Derbi Praya Nova Giri, Minggu (22/1) di Tabanan.

TERPILIH-Mantan Ketum HIPMI BPC Tabanan AA Ngr. Aditya PS., (kanan) menyerahkan pataka ke Ketum terpilih I Nyoman Derbi Praya Nova Giri, Minggu (22/1) di Tabanan.


GATRADEWATA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Badan Pengurus Cabang (BPC) Tabanan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab), Minggu (22/1) kemarin di Tabanan. Hasil muscab menetapkan, I Nyoman Derbi Praya Nova Giri terpilih secara aklamasi menjabat Ketua Umum (ketum) HIPMI BPC Tabanan periode 2016-2019 menggantikan ketum sebelumnya AA. Ngurah Aditya PS.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Derbi menyatakan, tugas yang diembannya merupakan bentuk kepercayaan rekan-rekan HIPMI yang harus dipertanggung jawabkan dengan kerja nyata. “Tugas ini tak mudah, namun karna dorongan teman-teman, astungkara saya bisa berbuat lebih,” katanya.

Derbi juga menyampaikan ke depan memegang teguh komitmen menularkan virus wirausaha di kalangan generasi muda khususnya pelajar dengan menyasar SMA/SMK dan perguruan tinggi. Sehingga, kata dia, HIPMI benar-benar memberi dampak positif dalam menciptakan wirausahawan muda. “Ke depan program kita membantu pemerintah tetap ditingkatkan. Bersama kita bisa,” ucapnya.

Sementara itu, Mantan Waketum AA. Ngurah Aditya PS., mengakui selama kepengurusannya (2013-2016) jarang melakukan ‘kulo nuwun’ dengan sesepuh atau mantan-mantan ketua HIPMI BPC Tabanan karena segudang aktivitasnya sebagai pengusaha. Namun, ia mengatakan selalu mohon restu dan mengenang pengalaman pendahulunya sebagai inspirasi. “Kami mohon maaf pada sesepuh kami,” ucapnya.

Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADRT), kata dia, setiap periode kepengurusan berlangsung tiga tahun. Sehingga muscab merupakan momentum regenerasi keanggotaan HIPMI. Dirinya yakin, ditangan Derbi, HIPMI DPC Tabanan semakin berjaya. Alasannya, selain kapasitas Derbi yang sudah berpengalaman, Tabanan merupakan kabupaten yang memiliki sumber daya alam paling banyak di Bali. Ia berharap selain dijuluki lumbung beras, Tabanan juga dijuluki lumbung pengusaha muda.

Tokoh muda dari Puri Aseman Kedatuan, Kerambitan ini mengajak kepengurusan BPC yang baru, supaya membangun HIPMI dengan konsep ‘fun’. Pasalnya, HIPMI bukan saja membentuk anggotanya menjadi pengusaha tapi membentuk tali kekeluargaan. Menurutnya, sinergi BPC dan BPD harus ditingkatkan lagi untuk memaksimalkan potensi-potensi di daerah, karena BPC dan BPD ibarat mata rantai yang harus menyatu. “Mungkin selama kepemimpinan saya pastilah ada kekurangan. Tapi kami telah berjuang maksimal, semua anggota punya kesibukan sendiri sebagai pengusaha, kita harus pahami itu. Di HIPMI sifat kerjanya ‘ngayah’, jadi harus ikhlas,” terang pria yang akan maju menjadi calon ketum HIPMI DPD Bali pada musyawarah daerah (musda), 13 Februari mendatang.

Lebih jauh, Gung Radit, sapaan akrabnya, mengajak calon-calon pengusaha muda untuk tidak takut bercita-cita tinggi. Terlebih di era digital, sangat memudahkan pemasaran. “Dalam bisnis komposisinya 20 persen pengetahuan yang berisi untung, rugi serta target. Namun, 80 persennya adalah seni bagaimana cara mewujudkan itu. Terpenting kuasai tiga konsep permodalan, manajemen dan marketing.
Jangan heran kalau lima orang berpengaruh di dunia usianya di bawah 30 tahun. Karena mereka memulai di usia dini. Seluruh manusia punya waktu 24 jam se hari,” ujarnya yang sukses membuat seluruh hadirin seolah terhipnotis.

Dalam kesempatan yang sama, Ketum HIPMI BPD Bali IGAA. Inda Trimafo Yuda mengucapkan terimakasih kepada mantan ketum atas kerjakerasnya mengawal HIPMI BPC Tabanan, seraya berharap Gung Radit terpilih menggantikan dirinya pada musda mendatang. Kepada Derbi, dirinya berharap mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dengan memperkuat kolaborasi antar BPC lain di Bali. Menurutnya, BPD hanya wadah, keanggotannya tetap di BPC. “Kita adalah patriot bangsa yang mampu berkontribusi menyetor devisa negara. Itulah perjuangan kita di zaman setelah kemerdekaan,” tutupnya dalam muscab yang disertai pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dari Untab, IKIP Saraswati Tabanan serta STIKES Adveita Tabanan.

 

Ngh


Advertisement

News

Gercep, Sarnarkoba Polres Jembrana Berhasil Amankan 2 Orang Pengedar dan 1 ABK Nyambi Kurir

Published

on

Jembrana – Bukan Kaleng-kaleng, mungkin itu kalimat yang pas ditunjukkan kepada Satnarkoba Pimpinan AKP I Gede Alit Darmana, bagaimana tidak, satuan yang dipimpinnya berhasil menangkap 2 tersangka pemakai sekaligus pengedar narkoba dan 1 ABK yang nyambi kurir antar pulau.

Kejadian pertama melibatkan tersangka dengan inisial M (30) asal Pengambengan seorang residivis yang akhir tahun kemarin baru keluar Rutan kelas IIB Negara dalam kasus narkoba. Tersangka ditangkap pada hari rabu (31/1) pada pukul 14.00 wita setelah sebelumnya Satnarkoba mendapat Laporan masyarakat ada transaksi narkoba di wilayah desa Tegal Badeng Timur kecamatan Negara.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto saat memperlihatkan barang bukti kepada awak media pada senin (26/2/2024) bertempat di Aula Polres Jembrana

Tersangka mengambil narkoba bersama anaknya ini atas suruhan suami sirihnya inisial MS yang juga sama-sama baru keluar dari penjara. Saat pengledahan ditemukan narkoba jenis sabu dengan berat 6,18 gr bruto, modus tersangka yaitu untuk dijual kembali dan dipakai bareng-bareng suami sirihnya. Saat ini suami tersangka masih dalam pengejaran petugas setelah sebelumnya saat pengrebekan di rumah tersangka MS sudah melarikan diri.

Penangkapan kedua terjadi di desa Baluk kecamatan Negara pada hari selasa (6/2) sekira pukul 15.30 wita yang melibatkan seorang residivis kasus penggelapan berinisial KA atau Bajil (44) asal Lingkungan Lelateng kecamatan Negara. Tersangka dibuntuti petugas Satnarkoba polres Jembrana setelah mendapat informasi di wilayah tersebut dicurigai sering terjadi transaksi narkoba dengan ciri-ciri pelaku.

Saat dilakukan penangkapan ditemukan narkoba jenis sabu didalam klip plastik bening didalam bungkus rokok dengan berat netto 0,10gr, selanjutnya petugas mengledah rumah tersangka Bajil yang juga ditemukan narkoba jenis sabu dengan kode A dengan berat netto 0,06gr dan dengan kode B dengan berat 0,04gr. Modus tersangka membeli dan dijual kembali dan juga digunakan sendiri.

Untuk penangkapan ketiga melibatkan ABK penyebrangan Ketapang-gilimanuk inisial AE (30) asal kelurahan Ketapang kecamatan Kalipuro Banyuwangi yang menurut pengakuan tersangka sudah 6 kali lolos sebelum akhirnya diamankan petugas saat nyambi kurir narkoba jenis sabu dengan berat netto 0,37gr dan 1 paket klip berisi pil putih diduga pil koplo pada kamis (22/2) saat mengantarkan paket sabu.

Dari pengakuan tersangka AE, dirinya hanya menjadi kurir oleh orang inisial AD yang saat ini dalam daftar pencarian orang. Dirinya mengaku mendapat upah sebesar 100 ribu untuk sekali nyebrang.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto menghimbau agar keluarga lebih perhatian dalam mengawasi gerak-gerik anak-anak maupun keluarga, “supaya apa yang menjadi ketakutan masyarakat jembrana terhadap narkoba tidak terjadi lagi kepada anak-anak kita,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka M (30) dan tersangka Bajil (44) dikenakan pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) huruf A UU nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman kurungan paling singkat 4 tahun dan paling singkat selama 12 tahun. Untuk tersangka AE (30) dikenakan pasal 132 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan paling singkat 4 tahun oenjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Continue Reading

News

Gercep, Sarnarkoba Polres Jembrana Berhasil Amankan 2 Orang Pengedar dan 1 ABK Nyambi Kurir

Published

on

Jembrana – Bukan Kaleng-kaleng, mungkin itu kalimat yang pas ditunjukkan kepada Satnarkoba Pimpinan AKP I Gede Alit Darmana, bagaimana tidak, satuan yang dipimpinnya berhasil menangkap 2 tersangka pemakai sekaligus pengedar narkoba dan 1 ABK yang nyambi kurir antar pulau.

Kejadian pertama melibatkan tersangka dengan inisial M (30) asal Pengambengan seorang residivis yang akhir tahun kemarin baru keluar Rutan kelas IIB Negara dalam kasus narkoba. Tersangka ditangkap pada hari rabu (31/1) pada pukul 14.00 wita setelah sebelumnya Satnarkoba mendapat Laporan masyarakat ada transaksi narkoba di wilayah desa Tegal Badeng Timur kecamatan Negara.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto saat memperlihatkan barang bukti kepada awak media pada senin (26/2/2024) bertempat di Aula Polres Jembrana

Tersangka mengambil narkoba bersama anaknya ini atas suruhan suami sirihnya inisial MS yang juga sama-sama baru keluar dari penjara. Saat pengledahan ditemukan narkoba jenis sabu dengan berat 6,18 gr bruto, modus tersangka yaitu untuk dijual kembali dan dipakai bareng-bareng suami sirihnya. Saat ini suami tersangka masih dalam pengejaran petugas setelah sebelumnya saat pengrebekan di rumah tersangka MS sudah melarikan diri.

Penangkapan kedua terjadi di desa Baluk kecamatan Negara pada hari selasa (6/2) sekira pukul 15.30 wita yang melibatkan seorang residivis kasus penggelapan berinisial KA atau Bajil (44) asal Lingkungan Lelateng kecamatan Negara. Tersangka dibuntuti petugas Satnarkoba polres Jembrana setelah mendapat informasi di wilayah tersebut dicurigai sering terjadi transaksi narkoba dengan ciri-ciri pelaku.

Saat dilakukan penangkapan ditemukan narkoba jenis sabu didalam klip plastik bening didalam bungkus rokok dengan berat netto 0,10gr, selanjutnya petugas mengledah rumah tersangka Bajil yang juga ditemukan narkoba jenis sabu dengan kode A dengan berat netto 0,06gr dan dengan kode B dengan berat 0,04gr. Modus tersangka membeli dan dijual kembali dan juga digunakan sendiri.

Untuk penangkapan ketiga melibatkan ABK penyebrangan Ketapang-gilimanuk inisial AE (30) asal kelurahan Ketapang kecamatan Kalipuro Banyuwangi yang menurut pengakuan tersangka sudah 6 kali lolos sebelum akhirnya diamankan petugas saat nyambi kurir narkoba jenis sabu dengan berat netto 0,37gr dan 1 paket klip berisi pil putih diduga pil koplo pada kamis (22/2) saat mengantarkan paket sabu.

Dari pengakuan tersangka AE, dirinya hanya menjadi kurir oleh orang inisial AD yang saat ini dalam daftar pencarian orang. Dirinya mengaku mendapat upah sebesar 100 ribu untuk sekali nyebrang.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto menghimbau agar keluarga lebih perhatian dalam mengawasi gerak-gerik anak-anak maupun keluarga, “supaya apa yang menjadi ketakutan masyarakat jembrana terhadap narkoba tidak terjadi lagi kepada anak-anak kita,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka M (30) dan tersangka Bajil (44) dikenakan pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) huruf A UU nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman kurungan paling singkat 4 tahun dan paling singkat selama 12 tahun. Untuk tersangka AE (30) dikenakan pasal 132 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan paling singkat 4 tahun oenjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Continue Reading

Hukum

Amankan 1157 Pil Koplo, Dua Pemuda Asal Melaya Berhasil Diringkus Jajaran Polsek Gilimanuk

Published

on

Jembrana – Pemuda bau kencur dengan inisial MS (18) berhasil diamankan tim Opsnal reskrim polsek gilimanuk pada kamis (22/2). Berawal dengan adanya laporan masyarakat yang menginformasikan adanya pemuda yang dicurigai mengedarkan barang terlarang di sekitar obyek wisata Water Bee di Kelurahan Jineng Agung Gilimanuk.

Kedua tersangka saat digiring petugas dihalaman Polres Jembrana (26/2/2024)

Setelah dilakukan pengintaian petugas berhasil membekuk tersangka beserta beberapa barang bukti yang dibawa tersangka. Dari hasil pengrebegan tersebut didapatkan 1018 sedian farmasi atau pil berwarna putih berlogo (Y) yang dikemas kedalam klip plastik bening dengan masing-masing dikemas sejumlah 10 butir dengan harga 30 ribu rupiah, 100 butir dengan harga 300 ribu rupiah dan 1 kaleng isian 1000 dengan harga 1.4 juta rupiah.

Dari pemeriksaan tersangka MS, petugas mendapati tersangka lain dengan inisial JH (24) yang beralamat di lingkungan Asri kelurahan Gilimanuk. Petugas yang sudah mengantongi alamat tersangka JH langsung melakukan pengrebegan dirumah tersangka pada malam dihari yang sama dan ditemukan sedian farmasi dengan jumlah 149 butir.

Dari perbuatan kedua tersangka, diduga melanggar Pasal 435 jo Pasal 436 ayat (2) UU N0 17 tahun 2023 dengan ancaman kurungan paling lama 12 tahun atau denda sebesar 5 juta rupiah.

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku