Connect with us

Kesehatan

Mercedez 1 – 2 di Catalunya, Verstappen Akhiri Julukan Crashtappen

Published

on


GatraDewata.Com – Lewis Hamilton baru saja merayakan kemenangannya di GP Spanyol yang digelar di Circuit de Catalunya. Ini merupakan kemenangan yang patut disebut fenomenal mengingat jarak dengan peraih podium 2, Bottas, mencapai 20 detik.

Verstappen yang kerap dijuluki ‘Crashtappen’ karena sering nabrak pada beberapa balapan sebelumnya, berhasil mengamankan podium 3 yang merupakan podium pertamanya musim ini. I amencatatkan waktu terbaiknya dengan selisih 6 detik dari Bottas.

Kemenangan Hamilton tidak lepas dari kesalahan Vettel di awal – awal balapan dimana is sedikit melebar di tikungan terakhir. Celah ini dimanfaatkan oleh Hamilton dengan bantuan DRS. Vettel mengklaim jika kekalahannya kali ini merupakan dampak dari kinerja ban belakang yang berbuntut lambatnya penanganan pit stop sehingga ia keluar dari pit di posisi 4. Iapun tertahan di posisi itu hingga balapan usai.

Di lini belakang Grosjean melintir dan mengakibatkan Gasley dan Hulkenberg terseret dan ketiganya harus menyudahi balapan lebih awal.

Raikonnen yang awalnya cukup menjanjikan harus menyingkir setelah putaran ke 25 setelah mobilnya kehilangan tenaga, namun masih bisa kembali ke garasinya.

Hasil lengkap balapan Formula 1 Spanyol di Circuit de Catalunya:

1. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 66 laps, 1hr 35m 29.972s

2. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport +20.593s

3. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing +26.873s

4. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari +27.584s

5. Daniel Ricciardo AUS Aston Martin Red Bull Racing +50.058s

6. Kevin Magnussen DEN Haas F1 Team +1 lap

7. Carlos Sainz Jr. ESP Renault Sport Formula One Team +1 lap

8. Fernando Alonso ESP McLaren F1 Team +1 lap

9. Charles Leclerc MON Alfa Romeo Sauber F1 Team +1 lap

10. Sergio Perez MEX Sahara Force India F1 Team +2 laps

11. Lance Stroll CAN Williams Martini Racing +2 laps

12. Marcus Ericsson SWE Alfa Romeo Sauber F1 Team +2 laps

13. Brendon Hartley NZL Red Bull Toro Rosso Honda +2 laps

14. Sergey Sirotkin RUS Williams Martini Racing +2 laps

Gagal finish

Stoffel Vandoorne BEL McLaren F1 Team 45 laps

Esteban Ocon FRA Sahara Force India F1 Team 38 laps

Kimi Raikkonen FIN Scuderia Ferrari laps 25 laps

Nico Hulkenberg GER Renault Sport Formula One Team 0 laps

Pierre Gasly FRA Red Bull Toro Rosso Honda 0 laps

Romain Grosjean FRA Haas F1 Team 0 laps

Foto: f1-motorsports-gp.com  <swn>


Kesehatan

HUT Persekutuan Kaum Bapak GPIB Ke 43, Galang Kekompakan Dalam Turnamen Tenis Meja

Published

on

By

Turnamen tenis meja dalam rangka HUT Persekutuan Kaum Bapak GPIB ke 43 di gedung Graha Yowana Suci, Denpasar (08/06/2024)

DENPASAR – Turnamen tenis meja sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT Persekutuan Kaum Bapak (PKB) ke 43 dari Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) diselenggarakan di gedung Graha Yowana Suci Denpasar, Sabtu (08/06/2024)

Turnamen yang diselenggarakan untuk pertama kalinya ini, dibuka oleh Pendeta Mintje Windra Manuhutu, berlangsung meriah dengan diikuti oleh 64 peserta yang berasal dari seluruh umat Kristiani yang ada di Bali.

Turnamen tenis meja dibuka oleh pendeta Mintje Windra Manuhutu

Ketua panitia turnamen ini, Melky Bernad Leonard Ndaumanu, yang juga sebagai ketua Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GPIB Kasih Karunia Badung, menyatakan tujuan agenda turnamen ini sekaligus untuk mempererat rasa persaudaraan umat Kristiani di Bali.

“Harapan kami, selain dalam rangka memperingati HUT PKB juga menjalin silaturahmi dan persaudaraan sesama umat Kristiani khususnya yang ada di Bali,” ujarnya.

“Semoga turnamen tenis meja yang baru pertama kali diselenggarakan ini bisa terus berlanjut ditahun berikutnya dengan partisipasi dari kalangan anak-anak muda yang lebih besar lagi,” tambahnya.

Ketua panitia HUT PKB GPIB ke 43, Melky Bernad Leonard Ndaumanu (kiri) bersama ketua 3 Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) Kasih Karunia Badung, Ventje Frederik Kakomore (kanan)

Hal ini juga disampaikan oleh ketua 3 Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ), Ventje Frederik Kakomore, yang berharap dengan turnamen ini bisa membangkitkan jiwa sportifitas dan kekompakan sesama umat Kristiani di Bali.

“Dengan semangat berolah raga, kita mendapatkan badan dan jiwa yang sehat, membangun kebersamaan dengan jiwa yang sportif sehingga bisa lebih bersemangat membina umat,” ujarnya.

Turnamen yang berlangsung satu hari penuh ini memperebutkan hadiah trophy dan uang sebesar 1,5 juta rupiah untuk juara pertama, juara ke dua sebesar 1 juta rupiah dan juara ketiga dan keempat masing-masing sebesar 500 ribu rupiah. (E’Brv)

Continue Reading

Kesehatan

Jamu: Mengulik Kearifan Nenek Moyang Nusantara

Published

on

By

DENPASAR – Dalam riuhnya kehidupan modern, sejenak kita membutuhkan kehadiran jamu, warisan luhur nenek moyang Nusantara. Setiap teguk menuntun pada perjalanan melintasi zaman, menghargai kearifan yang terpatri dalam setiap tetes ramuan.

Ni Wayan Sukarni, S.Sos., M.Ap, penjaga khazanah jamu Bunda Meneer, menjaga dengan penuh kebanggaan. Baginya, jamu bukan sekadar minuman, tapi juga cerminan kearifan dan kekayaan budaya. “Jamu adalah warisan yang patut dijaga dan diapresiasi,” katanya, dengan mata bersinar penuh kesetiaan pada tradisi.

Ilustrasi bakul jamu (sumber google picture).

“Jamu bukan hanya sekadar minuman, tapi juga pintu gerbang menuju kesehatan dan kesejahteraan,” ungkap Ni Wayan Sukarni, S.Sos., M.Ap. “Setiap tetes jamu yang kami hasilkan adalah ungkapan rasa terima kasih kepada nenek moyang yang telah meninggalkan warisan berharga ini,” imbuhnya.

Namun, di balik cerita jamu, sosok Mooryati Soedibyo, pionir kecantikan alami Indonesia dan pendiri Mustika Ratu, tak pernah pudar. Ni Wayan Sukarni, S.Sos., M.Ap mengaguminya dengan tulus. “Beliau adalah sumber inspirasi saya dalam mengolah jamu,” ujarnya. “Dengan dedikasi dan inovasinya, beliau mengangkat derajat jamu dan kecantikan alami Indonesia ke panggung dunia,” imbuhnya.

Dalam setiap proses mengolah jamu, Ni Wayan Sukarni, S.Sos., M.Ap terinspirasi oleh semangat dan keberhasilan Mooryati Soedibyo. Setiap tetes jamu adalah ungkapan rasa terima kasih pada nenek moyang yang meninggalkan warisan berharga.

“Jamu, tidak hanya minuman tradisional. Ia adalah jalinan antara manusia dan alam, mencerminkan keseimbangan dan keharmonisan. Dengan pengakuan UNESCO, jamu semakin dikenal dunia, memperkuat ikatan kita dengan warisan budaya yang tak ternilai harganya,” ungkap Ni Wayan Sukarni, S.Sos., M.Ap dengan penuh rasa bangga.

Sejak zaman kerajaan, jamu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Nusantara. “Kini, dengan pengakuan dari UNESCO, jamu semakin merajut hubungan harmonis antara manusia dan alam, menjaga kearifan nenek moyang untuk generasi mendatang,” jelasnya.

Proses pengajuan jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO pada April 2022 melibatkan Jamupedia, lembaga riset dan pengarsipan budaya sehat jamu. “Riset yang melibatkan ratusan pelaku langsung budaya sehat jamu dari empat provinsi di Indonesia menyatakan bahwa jamu bukan hanya minuman, melainkan pengetahuan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah digunakan selama ribuan tahun dari generasi ke generasi,” terang Ni Wayan Sukarni, S.Sos., M.Ap.

Sejarah panjang jamu, dari zaman Kerajaan Mataram hingga kini, memperlihatkan betapa jamu telah menjadi kebanggaan tersendiri seperti halnya dengan ayurveda dari India dan zhongyi dari Tiongkok. “Dalam setiap tegukan jamu, kita merasakan kekayaan budaya Indonesia yang melampaui sekadar rasa,” ungkapnya.

Keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pengajuan jamu sebagai WBTb oleh UNESCO dinilai positif dan dapat menjadi contoh bagi negara lain. Insripsi jamu oleh UNESCO diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap warisan budaya ini serta berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan global.

Dari kisah mereka, kita belajar makna yang lebih dalam dari secangkir jamu. Di dalamnya terkandung lebih dari sekadar ramuan, melainkan kearifan dan semangat untuk menjaga dan menghargai warisan nenek moyang kita. Dengan itu, kita merayakan bukan hanya kesehatan, tapi juga keindahan alam Indonesia yang tak ternilai. (Tim)

Continue Reading

Kesehatan

Gejala, Penyebab hingga Pengobatan Veruka Vulgaris

Published

on

By

Artikel Edukasi Kesehatan

Oleh: Dr. dr. Ketut Kwartantaya Winaya, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K, FINSDV, FAADV

Bali – Veruka vulgaris atau yang sering disebut sebagai kutil merupakan benjolan pada kulit dengan permukaan kasar. Penyakit ini bisa muncul pada siapa saja, baik pada anak-anak, dewasa maupun lansia.

Kutil dapat muncul pada bagian tubuh manapun, namun paling sering pada biasanya sering muncul pada area tangan, kaki serta jari-jari. Selain itu, penyakit kulit ini juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain ketika penderitanya menggaruk bagian kulit yang terinfeksi lalu menyentuh bagian kulit lainnya.

Gambar1. Veruka vulgaris pada jari tangan

Gejala Veruka Vulgaris

Veruka vulgaris muncul sebagai kutil kulit, bisa satu atau lebih yang menyebar dan paling sering memengaruhi penampilan kulit secara keseluruhan. Berikut merupakan karakteristik kutil veruka yang dapat muncul pada kulit.

Munculnya benjolan kecil yang keras dan berbentuk bulat atau menyerupai kembang kol (cauliflowers-like papules) di permukaan kulit.

Benjolan memiliki warna menyerupai kulit, keabu-abuan, putih, atau merah muda.

Bertekstur kasar, tebal, dan memiliki permukaan yang membulat.

Berukuran sekitar 1 mm–1 cm.

Bisa muncul satu atau berkelompok.

Umumnya tidak berbahaya, tidak nyeri, dan bisa menghilang dengan sendirinya.

 

Penyebab Veruka Vulgaris

Penyebab utama veruka vulgaris adalah human papillomavirus (HPV), yaitu jenis virus yang juga menyebabkan kutil kelamin serta kanker serviks. Umumnya, jenis virus HPV yang menyebabkan munculnya kutil di permukaan kulit tangan dan kaki adalah HPV tipe 1, 2, 3, 4 (paling sering), 27, 19, dan 57. Pada kasus common warts, infeksi virus HPV dapat terjadi melalui luka pada permukaan kulit sehingga menyebabkan sel-sel pada area kulit tersebut memperbanyak diri dengan cepat.

Terapi pengobatan veruka vulgaris dapat dilakukan sesuai dengan gejala, lokasi munculnya kutil, serta preferensi pasien. Pada dasarnya, belum ada metode pengobatan khusus yang benar-benar efektif untuk menangani kutil. Namun, karena kemunculan kondisi ini sering kali dikaitkan dengan sistem imun tubuh yang lemah, dokter biasanya akan memberikan terapi untuk membantu meningkatkan sistem imun tubuh pasien.

Beberapa pilihan yang tersedia untuk menangani kutil kulit ini adalah Krioterapi, electrosurgery, penggunaan laser hingga Tindakan pembedahan. Akan tetapi, pemilihan opsi terapi pada setiap orang berbeda-beda, maka dari itu hendaknya konsultasikan dahulu ke dokter spesialis dermatologi dan venereologi jika anda memiliki keluhan serupa.

 

Referensi:

1. Cuda JD, Moore RF, Busam KJ. Melanocytic Nevi. 2019. Fitzpatricks Dermatology 9th Edition. United States: McGraw-Hill Education, 1944-1951.

2. Dall’Oglio F, D’Amico V, Nasca M, Micali G. Treatment of Cutaneous Warts. American Journal of Clinical Dermatology. 2012;13(2):73-96.

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku