Connect with us

News

Mataram, Kota Kecil dengan Beragam Obyek Wisata

Published

on


AMPENAN
GATRADEWATA-Selain terkenal sebagai Kota Pelajar dan pusat pendidikan, Kota Mataram juga memiliki berbagai kawasan pariwisata yang patut kita kunjungi.

Mataram yang merupakan Ibukota dari Provinsi Nusa Tenggara Barat(NTB) ini memiliki luas hanya 61,3 Km2. Karena luasnya yang kecil, ibaratnya hanya dengan berjalan kaki saja, para tourist sudah bisa menikmati kawasan wisata yang ada di Kota Mataram.

Melewati jalan-jalan utama di Kota Mataram terasa sangat sejuk, sebab sepanjang jalan ini terdapat berbagai tanaman pohon besar yang didominasi jenis Kenari. Pohon tua yang usianya ratusan tahun ini adalah pohon peninggalan jaman Belanda.

Di Kota ini, terdapat berbagai obyek wisata seperti destinasi wisata kuliner, atraksi budaya, tradisi dan relegi, peninggalan sejarah serta sentral atau pusat oleh-oleh, yang kesemua itu sangat menarik untuk dikunjungi.

Salah satu contoh obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi yang ada di kota ini, yakni Kota Tua Ampenan yang memiliki cerita sejarah perjalanan bangsa.

Kota Ampenan dahulunya merupakan pelabuhan, saat ini kota tua dengan arsitektur serta bangunannya masih ada dan terjaga dengan baik sehingga sangat cocok sekali bagi pencinta fotografi untuk mengabadikan suasana kota yang kental dengan jaman tempo dulu.

Ampenan merupakan pusat bisnis terbesar yang ada di Nusa Tengara Barat sejak jaman penjajah hingga sekitar tahun 1948-1950(resmi ditutup tahun 1970 dan pindah ke Pelabuhan Lembar). Dari sinilah hasil bumi dan ternak dikirim ke berbagai daerah.

Kendatipun demikian, kota tua ini mempunyai keunikan tersendiri. Dimana, disini sampai saat ini masih terdapat berbagai macam suku bangsa yang tinggal disini. Seperti; etnis Tionghoa, Arab, Melayu, Bugis, Jawa dan masih banyak lagi.

Akses menuju Ampenan tidaklah sulit, hanya membutuhkan waktu sekita 40 menit dari Bandara Internasional Lombok(BIL), namun jika melalui perjalanan darat, dari Terminal Mandalika hanya 15 menit.

(Alt)


News

Gercep, Sarnarkoba Polres Jembrana Berhasil Amankan 2 Orang Pengedar dan 1 ABK Nyambi Kurir

Published

on

Jembrana – Bukan Kaleng-kaleng, mungkin itu kalimat yang pas ditunjukkan kepada Satnarkoba Pimpinan AKP I Gede Alit Darmana, bagaimana tidak, satuan yang dipimpinnya berhasil menangkap 2 tersangka pemakai sekaligus pengedar narkoba dan 1 ABK yang nyambi kurir antar pulau.

Kejadian pertama melibatkan tersangka dengan inisial M (30) asal Pengambengan seorang residivis yang akhir tahun kemarin baru keluar Rutan kelas IIB Negara dalam kasus narkoba. Tersangka ditangkap pada hari rabu (31/1) pada pukul 14.00 wita setelah sebelumnya Satnarkoba mendapat Laporan masyarakat ada transaksi narkoba di wilayah desa Tegal Badeng Timur kecamatan Negara.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto saat memperlihatkan barang bukti kepada awak media pada senin (26/2/2024) bertempat di Aula Polres Jembrana

Tersangka mengambil narkoba bersama anaknya ini atas suruhan suami sirihnya inisial MS yang juga sama-sama baru keluar dari penjara. Saat pengledahan ditemukan narkoba jenis sabu dengan berat 6,18 gr bruto, modus tersangka yaitu untuk dijual kembali dan dipakai bareng-bareng suami sirihnya. Saat ini suami tersangka masih dalam pengejaran petugas setelah sebelumnya saat pengrebekan di rumah tersangka MS sudah melarikan diri.

Penangkapan kedua terjadi di desa Baluk kecamatan Negara pada hari selasa (6/2) sekira pukul 15.30 wita yang melibatkan seorang residivis kasus penggelapan berinisial KA atau Bajil (44) asal Lingkungan Lelateng kecamatan Negara. Tersangka dibuntuti petugas Satnarkoba polres Jembrana setelah mendapat informasi di wilayah tersebut dicurigai sering terjadi transaksi narkoba dengan ciri-ciri pelaku.

Saat dilakukan penangkapan ditemukan narkoba jenis sabu didalam klip plastik bening didalam bungkus rokok dengan berat netto 0,10gr, selanjutnya petugas mengledah rumah tersangka Bajil yang juga ditemukan narkoba jenis sabu dengan kode A dengan berat netto 0,06gr dan dengan kode B dengan berat 0,04gr. Modus tersangka membeli dan dijual kembali dan juga digunakan sendiri.

Untuk penangkapan ketiga melibatkan ABK penyebrangan Ketapang-gilimanuk inisial AE (30) asal kelurahan Ketapang kecamatan Kalipuro Banyuwangi yang menurut pengakuan tersangka sudah 6 kali lolos sebelum akhirnya diamankan petugas saat nyambi kurir narkoba jenis sabu dengan berat netto 0,37gr dan 1 paket klip berisi pil putih diduga pil koplo pada kamis (22/2) saat mengantarkan paket sabu.

Dari pengakuan tersangka AE, dirinya hanya menjadi kurir oleh orang inisial AD yang saat ini dalam daftar pencarian orang. Dirinya mengaku mendapat upah sebesar 100 ribu untuk sekali nyebrang.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto menghimbau agar keluarga lebih perhatian dalam mengawasi gerak-gerik anak-anak maupun keluarga, “supaya apa yang menjadi ketakutan masyarakat jembrana terhadap narkoba tidak terjadi lagi kepada anak-anak kita,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka M (30) dan tersangka Bajil (44) dikenakan pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) huruf A UU nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman kurungan paling singkat 4 tahun dan paling singkat selama 12 tahun. Untuk tersangka AE (30) dikenakan pasal 132 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan paling singkat 4 tahun oenjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Continue Reading

News

Gercep, Sarnarkoba Polres Jembrana Berhasil Amankan 2 Orang Pengedar dan 1 ABK Nyambi Kurir

Published

on

Jembrana – Bukan Kaleng-kaleng, mungkin itu kalimat yang pas ditunjukkan kepada Satnarkoba Pimpinan AKP I Gede Alit Darmana, bagaimana tidak, satuan yang dipimpinnya berhasil menangkap 2 tersangka pemakai sekaligus pengedar narkoba dan 1 ABK yang nyambi kurir antar pulau.

Kejadian pertama melibatkan tersangka dengan inisial M (30) asal Pengambengan seorang residivis yang akhir tahun kemarin baru keluar Rutan kelas IIB Negara dalam kasus narkoba. Tersangka ditangkap pada hari rabu (31/1) pada pukul 14.00 wita setelah sebelumnya Satnarkoba mendapat Laporan masyarakat ada transaksi narkoba di wilayah desa Tegal Badeng Timur kecamatan Negara.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto saat memperlihatkan barang bukti kepada awak media pada senin (26/2/2024) bertempat di Aula Polres Jembrana

Tersangka mengambil narkoba bersama anaknya ini atas suruhan suami sirihnya inisial MS yang juga sama-sama baru keluar dari penjara. Saat pengledahan ditemukan narkoba jenis sabu dengan berat 6,18 gr bruto, modus tersangka yaitu untuk dijual kembali dan dipakai bareng-bareng suami sirihnya. Saat ini suami tersangka masih dalam pengejaran petugas setelah sebelumnya saat pengrebekan di rumah tersangka MS sudah melarikan diri.

Penangkapan kedua terjadi di desa Baluk kecamatan Negara pada hari selasa (6/2) sekira pukul 15.30 wita yang melibatkan seorang residivis kasus penggelapan berinisial KA atau Bajil (44) asal Lingkungan Lelateng kecamatan Negara. Tersangka dibuntuti petugas Satnarkoba polres Jembrana setelah mendapat informasi di wilayah tersebut dicurigai sering terjadi transaksi narkoba dengan ciri-ciri pelaku.

Saat dilakukan penangkapan ditemukan narkoba jenis sabu didalam klip plastik bening didalam bungkus rokok dengan berat netto 0,10gr, selanjutnya petugas mengledah rumah tersangka Bajil yang juga ditemukan narkoba jenis sabu dengan kode A dengan berat netto 0,06gr dan dengan kode B dengan berat 0,04gr. Modus tersangka membeli dan dijual kembali dan juga digunakan sendiri.

Untuk penangkapan ketiga melibatkan ABK penyebrangan Ketapang-gilimanuk inisial AE (30) asal kelurahan Ketapang kecamatan Kalipuro Banyuwangi yang menurut pengakuan tersangka sudah 6 kali lolos sebelum akhirnya diamankan petugas saat nyambi kurir narkoba jenis sabu dengan berat netto 0,37gr dan 1 paket klip berisi pil putih diduga pil koplo pada kamis (22/2) saat mengantarkan paket sabu.

Dari pengakuan tersangka AE, dirinya hanya menjadi kurir oleh orang inisial AD yang saat ini dalam daftar pencarian orang. Dirinya mengaku mendapat upah sebesar 100 ribu untuk sekali nyebrang.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto menghimbau agar keluarga lebih perhatian dalam mengawasi gerak-gerik anak-anak maupun keluarga, “supaya apa yang menjadi ketakutan masyarakat jembrana terhadap narkoba tidak terjadi lagi kepada anak-anak kita,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka M (30) dan tersangka Bajil (44) dikenakan pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) huruf A UU nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman kurungan paling singkat 4 tahun dan paling singkat selama 12 tahun. Untuk tersangka AE (30) dikenakan pasal 132 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan paling singkat 4 tahun oenjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Continue Reading

Hukum

Amankan 1157 Pil Koplo, Dua Pemuda Asal Melaya Berhasil Diringkus Jajaran Polsek Gilimanuk

Published

on

Jembrana – Pemuda bau kencur dengan inisial MS (18) berhasil diamankan tim Opsnal reskrim polsek gilimanuk pada kamis (22/2). Berawal dengan adanya laporan masyarakat yang menginformasikan adanya pemuda yang dicurigai mengedarkan barang terlarang di sekitar obyek wisata Water Bee di Kelurahan Jineng Agung Gilimanuk.

Kedua tersangka saat digiring petugas dihalaman Polres Jembrana (26/2/2024)

Setelah dilakukan pengintaian petugas berhasil membekuk tersangka beserta beberapa barang bukti yang dibawa tersangka. Dari hasil pengrebegan tersebut didapatkan 1018 sedian farmasi atau pil berwarna putih berlogo (Y) yang dikemas kedalam klip plastik bening dengan masing-masing dikemas sejumlah 10 butir dengan harga 30 ribu rupiah, 100 butir dengan harga 300 ribu rupiah dan 1 kaleng isian 1000 dengan harga 1.4 juta rupiah.

Dari pemeriksaan tersangka MS, petugas mendapati tersangka lain dengan inisial JH (24) yang beralamat di lingkungan Asri kelurahan Gilimanuk. Petugas yang sudah mengantongi alamat tersangka JH langsung melakukan pengrebegan dirumah tersangka pada malam dihari yang sama dan ditemukan sedian farmasi dengan jumlah 149 butir.

Dari perbuatan kedua tersangka, diduga melanggar Pasal 435 jo Pasal 436 ayat (2) UU N0 17 tahun 2023 dengan ancaman kurungan paling lama 12 tahun atau denda sebesar 5 juta rupiah.

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku