Connect with us

Pendidikan

KUI UNUD Bersinergi dengan Fakultas Pariwisata Jajaki Kerjasama dengan Universitas Ternama Inggris

Published

on


Perkembangan pariwisata dan pesona Pulau Dewata menarik perhatian Bournemouth University

untuk bekerjasama dengan Fakultas Pariwisata (F.Par) Universitas Udayana. Untuk itu Kantor Urusan Internasional (KUI) Unud memfasilitasi pertemuan antara tim dari F.Par Unud dengan perwakilan dari Bournemouth University (BU) pada Jumat (03/11) di Kantor KUI Denpasar.

Hadir dalam pertemuan tersebut P.A.A. Senja Pratiwi, Ph.D selaku Koordinator KUI, Dr. Irma Rahyuda selaku divisi kerjasama internasional KUI, Ni Made Sofia Wijaya, Ph.D selaku Ketua Unit Kerjasama F.Par dan Dr. Nararya Narottama selaku Ketua UPIKS F.Par Unud serta perwakilan Bournemouth University Yeyen Sinarta, MSc selaku Regional Manager SEA, Taiwan and South Korea.

Yeyen Sinarta dalam pertemuan ini membahas peluang kerjasama dengan Unud diantaranya _Double Degree_ dalam bidang pariwisata dimana mahasiswa akan berkuliah di BU dan Unud untuk mendapat gelar ganda. Disebutkan juga BU memiliki program Touring Scheme untuk mahasiswa mereka melaksanakan kegiatan di luar negeri yang dalam hal ini bisa dilakukan di Indonesia. Pihaknya juga menawarkan skema beasiswa untuk mahasiswa berprestasi Unud yang berkeinginan kuliah di BU dan juga _study abroad_ dengan skema transfer kredit.

Menanggapi tawaran yang menarik ini Senja Pratiwi menyarankan agar F.Par Unud dan BU segera merancang MoU dan MoA untuk merealisasikan kerjasama ini. Dalam diskusi, Yeyen mengatakan BU membuka peluang kerjasama tidak hanya di F.Par, fakultas lain juga memiliki peluang yang besar untuk bekerjasama dengan BU. Bahkan saat ini Fakultas Kelautan dan Perikanan juga sudah memiliki _project_ dengan BU.

Selain itu Senja juga menawarkan partisipasi BU dalam acara _International Education and Cultural Festival_

pada 16-17 November mendatang agar informasi menarik dari BU dapat diketahui oleh lebih banyak civitas akademik Unud.

Tim F.Par menyarankan agar kerjasama ini diawali dengan kerjasama _Research Collaboration_ dan _Exchange Supervisor_ dan berharap dengan adanya pertemuan ini akan membuka pintu gerbang kerjasama khususnya dengan BU dan merambah ke Universitas lain di Inggris.(Tim)

Sumber : unud.ac.id


Advertisement

Pendidikan

Hati – Hati Penggunaan Kosmetik Abal – Abal

Published

on

Oleh: Dr. dr. Ketut Kwartantaya Winaya, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K, FINSDV, FAADV

DENPASAR – Dalam kehidupan sehari-hari, kulit sangat sering terekspos dengan berbagai macam zat kimia, baik yang secara alami berada di lingkungan maupun yang berasal dari buatan manusia seperti kosmetik.

Produk kosmetik hampir digunakan setiap hari untuk meningkatkan personal hygiene maupun mempercantik penampilan. Beberapa zat kimia yang terkandung dalam kosmetik dibatasi pada konsentrasi tertentu agar tidak berbahaya bagi kulit dan bahkan beberapa zat kimia tertentu tidak boleh digunakan sama sekali sebagai bahan kosmetik.

Maka dari itu, semua kosmetik yang beredar di pasaran harus melewati uji klinis dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh BPOM. Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya industri kecantikan, banyak produk-produk kosmetik yang beredar tanpa ijin BPOM dan dipromosikan oleh influencer di media sosial.

Menurut data BPOM, sebanyak 181 item (1,2 juta pieces) kosmetik mengandung bahan dilarang/berbahaya selama periode September 2022 hingga Oktober 2023. Salah satu zat kimia yang paling banyak ditemukan pada produk pemutih kulit adalah merkuri.

Paparan merkuri jangka panjang dapat menimbulkan gejala pada sistem saraf, ginjal, dan pernapasan. Beberapa gejala  paparan merkuri jangka panjang yang telah dilaporkan diantaranya perubahan mood dan perilaku, kelemahan tubuh progresif, gangguan tidur atau insomnia, atrofi, nyeri ekstremitas, bahkan penurunan fungsi kognitif. Selain merkuri, beberapa zat kimia seperti asam retinoat dan hidrokuinon juga ditemukan pada produk krim wajah.

Penggunaan jangka panjang hidrokuinon pada uji coba hewan ditemukan dapat merusak ginjal dan bersifat karsinogen. Zat pewarna seperti pewarna merah K3 dan K10 pada eye shadow juga dilarang oleh BPOM dan bersifat karsinogen.

Di tengah maraknya produk kosmetik yang berbahaya, masyarakat sebagai konsumen harus lebih teliti dalam memilih produk kosmetik yang aman untuk digunakan. Sebelum membeli produk kosmetik, sebaiknya membaca terlebih dahulu zat kimia yang tertera pada komposisi produk kosmetik dan mencari tahu apakah aman digunakan.

Konsumen juga harus mencari tahu efek samping jangka pendek dan panjang yang dapat ditimbulkan dari zat-zat kimia tersebut. Selain itu, konsumen juga dapat membuka website BPOM langsung untuk mencari tahu zat-zat kimia yang dilarang dan berbahaya pada produk kosmetik.

Pada kemasan produk kosmetik, konsumen wajib memeriksa nomor notifikasi BPOM yang menandakan bahwa produk telah memiliki izin edar dari BPOM.

Konsumen dapat membuka website resmi dari BPOM cekbpom.pom.go.id dan melakukan pencarian produk kosmetik berdasarkan nomor registrasi. Selalu mencari tahu komposisi dari produk kosmetik dan memastikan produk kosmetik mendapat izin dari BPOM merupakan beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mencegah paparan bahan kimia berbahaya dari produk kosmetik. (Tim)

 

Sumber:

1. BPOM. 2023. BPOM Temukan Lebih Dari 2 Juta Pieces Produk Mengandung Bahan Dilarang/Berbahaya. Tersedia pada: https://www.pom.go.id/berita/bpom-temukan-lebih-dari-2-juta-pieces-produk-mengandung-bahan-dilarang-berbahaya

2. Wang, Z., & Fang, X. (2021). Chronic Mercury Poisoning from Daily Cosmetics: Case Report and Brief Literature Review. Cureus, 13(11).

3. Kooyers, T. & Westerhof, W. (2006). Toxicology and health risks of hydroquinone in skin lightening formulations. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology. 20. 777 – 780.

Continue Reading

Pendidikan

Polairud Jambi Jalani Acara Tradisi Pembaretan 

Published

on

JAMBI – 10 Personel remaja Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jambi melaksanakan acara tradisi pembaretan (05/03/2024)

Setelah mengikuti orientasi selama satu bulan di Kantor Ditpolairud polda Jambi, 10 personel remaja Polairud  telah dibekali berbagai ilmu Kepolisian terutama ilmu Kepolisian Perairan.

Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol. Agus Tri Waluyo mengatakan “ mereka telah dibekali ilmu Kepolisian perairan oleh para mentornya dan sekarang tiba saatnya bagi mereka untuk bisa bergabung dan menyesuaikan, agar dapat terjun ke lapangan melaksanakan tugas-tugas sebagai Bhayangkara Polairud.” Jelasnya.

Setelah melakukan tradisi pembaretan para personel remaja ini langsung dilakukan upacara pemakaian baret Polairud yang dipimpin oleh Dirpolairud Polda Jambi dan diikuti oleh Wadirpolairud, PJU Polairud dan Personel Ditpolairud polda Jambi.

Acara tradisi pembaretan ini adalah acara tradisi kami di Polairud dan ini rutin kami laksanakan ketika ada personel yang baru bergabung di kesatuan ini, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan keluarga besar Ditpolairud polda Jambi” . Pungkas Kombes Pol. Agus Tri Waluyo. (Tim)

Continue Reading

Pendidikan

United In Diversity (UID) Bali Campus, Wujudkan Inovasi Berkelanjutan

Published

on

DENPASAR – Kura – kura Bali yang merupakan ikon  bagi pengembangan kawasan Desa Serangan, terdapat United In Diversity (UID) Bali Campus yang merupakan sarana pendidikan yang menyediakan pembelajaran, penelitian dan inovasi berkelanjutan bagi kawasan dan sekitar.

UID Bali Campus yang memiliki luas 5 hektar, merupakan platform pendidikan yang juga merupakan bagian dari United in Diversity (UID), forum pendidikan yang didirikan pada tahun 2003 oleh MIT Sloan School of Management, Universitas Indonesia, dan GT Group Sinar Harapan.

Tantowi Yahya selaku Presiden United In Diversity (UID) juga menyebutkan bahwa ini merupakan wadah kolaborasi mewujudkan visi global Sustainable Development Goals (SDG’s) dalam rencana pengembangan kawasan secara jangka panjang.

Robi Kurnia selaku Marketing Communication Manager UID Bali Campus.

Mereka juga memiliki visi dalam menghubungkan 3 sektor (Tri-sektor) yaitu, pemerintah, sektor privat (swasta) dan masyarakat.

“Secara garis besar, United In Diversity hadir untuk menjadi jembatan tiga sektor tersebut selama 20 tahun terakhir”

“Indonesia butuh sebuah platform yang berani dan berkualitas untuk menjadi penghubungnya, makanya UID ada, menggandeng MIT, Tsinghua University, Universitas Indonesia, dan stakeholder lainnya, dan berpegang pada orientasi solusi,” ujar Tantowi saat temu media di Gedung UID Bali Campus, Kura Kura Bali, Pulau Serangan, Denpasar, Jumat (1/3/2024).

Ia juga menambahkan bahwa kampus ini menganut paham Tri Hita Karana, menjadikan UID lebih secara utuh membantu untuk menciptakan Indonesia damai dan bersatu.

“Gedung UID Bali Campus dibuat untuk menjadi center of feature knowledge yang membuka seluas-luasnya kolaborasi sebagai fondasi utama kegiatannya,” ujar Tantowi Yahya, yang juga menjelaskan bahwa Kampus UID diresmikan secara langsung oleh Presiden Jokowi pada 2023 lalu saat pelaksana G20 di Bali.

Dan juga sebagai informasi bahwa kampus ini menggunakan bahan material yang ramah lingkungan, dimana gedung ini terbuat dari bahan daur ulang yang mencapai kurang lebih 80 persen.

Dalam kegiatan yang sering berlangsung juga dikatakannya selalu tidak menggunakan plastik sekali pakai.

“Kami sebisa mungkin terus mempromosikan kesadaran terhadap lingkungan ”

Program-program ini dirancang sedemikian rupa dengan ciri khas UID, menggunakan teori kepemimpinan Theory-U yang memberikan jiwa UID di dalamnya. Beberapa kegiatan berbayar, dan banyak juga yang bisa diikuti dengan cuma-cuma.

Informasi ini keluar dari Robi Kurnia selaku Marketing Communication Manager UID Bali Campus. Ia juga menyebutkan Kampus ini memiliki beberapa program unggulan yang tentu sukses menciptakan dampak keberlanjutan, seperti kelas public speaking, co-class, bekal pemimpin, dan masih banyak program unggulan lainnya.

” Kegiatan ini rutin kami lakukan, berkolaborasi dengan stakeholder di Bali, dengan harapan kami bisa terus memberikan manfaat untuk masyarakat. Kami sangat aktif untuk hal ini,” ujar Robi.

Kolaborasi itu sudah pernah dilakukan antwrq UID Bali Campus dengan BasaBali Wiki, Universitas Udayana, NCPI, Bali Investment Club, dan lainnya. Sedangkan, di skala nasional dan internasional, kolaborasi juga terjalin dengan berbagai pihak seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, British Council, dan beberapa organisasi internasional lainnya, dengan total lebih dari 190 kerjasama dengan partner dan organisasi.

“Kedepan, UID Bali Campus ingin mengajak lebih banyak stakeholder, baik pemerintah, perusahaan atau privat untuk bersama-sama berkolaborasi untuk melakukan sesuatu menciptakan solusi untuk Indonesia, dan untuk masyarakat, “pungkasnya. (Tim)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku