Connect with us

Politik

Komang Banuartha: Tolak Tekanan Oknum Kepala Desa Untuk Paksakan Pilihan

Published

on

KOMANG TAKUAKI BANUARTHA selaku Bacaleg DPRD Provinsi Bali Dapil Gianyar.

” Pupuklah kinerja yang baik kepada masyarakat…”

GIANYAR – Menimbang kondisi perpolitikan Bali yang serba dinamis, KOMANG TAKUAKI BANUARTHA selaku Bacaleg DPRD Provinsi Bali Dapil Gianyar angkat bicara tentang keseimbangan kondisi yang serba ketakutan saat menerima calon dari yang bukan dari mayoritas.

Ia menekankan bahwa bantuan – bantuan itu merupakan uang rakyat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap oknum pejabat yang melarang untuk memilih calon – calon lainnya diluar dari yang ditekankan.

” Dari oknum kepala desa, Kelian Adat, Kelian Dinas untuk menggiring warganya untuk memilih salah satu dari orang yang memang berpengaruh dan menjanjikan bantuan kepada masyarakat, ” ujarnya, Selasa (22/08/2023), di kediamannya.

Itu bisa saja disebut nepotisme dan mengandung korupsi didalamnya, ungkapnya menambahkan.

Dirinya juga menyebutkan bahwa membangun keseimbangan dalam berpolitik di masyarakat demi sebuah keadilan bersama. Ditekankannya juga bahwa LUBER (Langsung Umum Bebas Rahasia) apakah sudah hilang dari negeri ini, tentu wacana seperti itu merupakan wewenang untuk tetap dikedepankan dalam pemilihan umum nantinya.

” Semua masyarakat berhak mendapatkan bantuan, semua berhak mendapatkan perlakuan yang sama ”

” Diskriminasi terhadap masyarakat juga sudah mulai terjadi, bahkan adanya perobekan baliho. DCT (Daftar Calon Tetap) pun belum, itu barang tidak berdosa yang dipasang dipinggir jalan, jangan kampungan, ” sebutnya.

Ia juga menyebutkan Bali merupakan destinasi Internasional, jadi tak elok bila terjadi perobekan – perobekan semacam itu.

” Apalagi wisatawan yang memahami pemilu, jadi seolah-olah orang Bali ini sudah hilang keramahannya, toleransinya. Apalagi hanya berbeda warna ”

Ia mengharapkan kepada masyarakat agar memilih pakai hati mereka, bukan semata – mata pada material semata.

Contoh nyata yang dijelaskan oleh KOMANG TAKUAKI BANUARTHA adalah pasar. Kondisi pasar yang megah dan mewah sesungguhnya itu mengambil hak dari masyarakat sisi lainnya yang seharusnya memiliki hak yang sama.

” Pasar Sanur, pasar Tapian, pasarnya tetap berupa wantilan, lantainya bersih, mejanya bersih, ada aturan bila tidak bersih akan ada sanksi, itu lebih fair dan masyarakat lingkungan itu tidak malu belanja ke pasar ”

” Mewah dan megah itu buang – buang anggaran pemerintah, anggaran negara padahal masyarakat masih membutuhkan biaya minimallah satu lahan pekerjaan, mensupport UMKM – UMKM di desa, pancinglah kasih mereka bukan sesuatu yang mewah, ” jelasnya yang sepertinya merujuk pada pasar umum Gianyar.

Ia juga menekankan pada wilayah Desa Bona, kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, jalannya hancur.

” Itulah contoh ketidakmampuan memberikan pemerataan kepada masyarakat, sarana jalan yang diinjak masyarakat pun diabaikan untuk diperbaiki, itu membahayakan dan dipandang tidak baik oleh pelancong ”

” Dikampung – kampung ada lampu gak terang juga, ” sindirnya.

Pertanyaan awak media kepada KOMANG TAKUAKI BANUARTHA, pada yang harus menjadi sistem yang ideal.

” Ya, tidak ada lagi transaksional, adu saja visi, misi serta gagasan dan pelaksanaan terhadap visi dan misi dari calon tersebut. Saya maju ini murni untuk melayani masyarakat bisa dibuktikan nanti, inget saja nama saya, saya tidak omong kosong bila kesempatan itu ada nantinya, ” pungkas KOMANG TAKUAKI BANUARTHA. (Ray)


Kebanggaan sebagai wartawan adalah selalu silahturahmi kepada semua pihak, tetap belajar dan selalu konfirmasi dalam pemberitaan yang adil dan berimbang.

News

Jembrana Yang Disebut Kandang Banteng Jebol Dalam Ajang Pilpres 2024

Published

on

Jembrana – Ada yang menarik perhatian dalam pilpres 2024 yang berlangsung rabu (14/2) kemarin. Bagaimana tidak, Jembrana yang selama ini mendapat slogan sebagai kandang banteng untuk pertama kalinya mendapat kekalahan.

Padahal kalau melihat dua kali perhelatan terakhir pilpres yang berlangsung pada tahun 2014 dan 2019 Jembrana selalu menjadi lumbung suara untuk capres dari partai PDIP sehingga selama ini Jembrana diharapkan selalu mendulang suara yang besar.

Pilpres kali ini yang mengusung 3 paslon yaitu Anies Baswedan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabumi Raka dan Ganjar Pranowo bersama Mahfud MD hampir disemua TPS dimenangkan pasangan Prabowo Gibran. Dari total 898 TPS di 5 kecamatan yang ada di kabupatem Jembrana Pasangan Prabowo Gibran meraih persententase kemenangan multlak.

Berikut data terbaru yang didapat media Gatra Dewata. Di kecamatan paling timur yaitu Pekutatan, paslon Anies Muhaimin mendapat suara sebanyak 1.247 suara dengan persentase (6,55%), sedangkan Prabowo Gibran 12.345 suara (64,84%), dan paslon Ganjar Mahfud MD meraih 5.448 suara (23,61%).

Kecamatan Mendoyo paslon Anies Muhaimin mendapat suara sebanyak 1.330 suara dengan persentase (3,20%), sedangkan Prabowo Gibran 23.572 suara (56,76%), dan paslon Ganjar Mahfud MD meraih 16.624 suara (40,03%). Kecamatan Jembrana paslon Anies Muhaimin mendapat suara sebanyak 2.978 suara dengan persentase (7%), sedangkan Prabowo Gibran 22.313 suara (56%), dan paslon Ganjar Mahfud MD meraih 13.410 suara (34%).

Kecamatan Negara yang menjadi penduduk terpadat di kabupaten Jembrana masing-masing paslon Anies Muhaimin mendapat suara sebanyak 7.908 suara dengan persentase (13,69%), sedangkan Prabowo Gibran 35.297 suara (61,12%), dan paslon Ganjar Mahfud MD meraih 14.546 suara (25,19%). Terakhir kecamatan paling barat yaitu Melaya paslon Anies Muhaimin mendapat suara sebanyak 2.628 suara dengan persentase (7,03%), sedangkan Prabowo Gibran 22.340 suara (59,78%), dan paslon Ganjar Mahfud MD meraih 12.400 suara (33,18%).

Jadi total jumlah suara di 5 kecamatan se-Kabupaten Jembrana, untuk paslon urut 01 sebanyak 16.091 suara (8,27%), untuk paslon 02 sebanyak 115.867 suara (59,60%), yang mengejutkan paslon 03 hanya mendapatkan suara 62.428 suara (32,11%).

Continue Reading

News

Sebanyak 21 WBP Rutan Kelas IIB Negara Tidak Bisa Menggunakan Hak Pilih

Published

on

Jembrana – Pemilihan umum serentak yang dilaksanakan besok di kabupaten Jembrana mengisahkan kisah menarik, dari 898 (TPS) yang tersebar di 5 kecamatan, satu diantaranya berlokasi di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Negara.

I Nyoman Tulus Kasubdi Bidang Pelayanan yang dimintai keterangan terkait kesiapan pemilu serentak pada selasa (13/2)

Rutan yang terletak di jalan Wijaya Kusuma kelurahan Baler Bale Agung kecamatan Negara ini memakai Sipir Rutan sebagai petugas KPPS, dari data yang diketahui sampai hari ini selasa (13/2), jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Negara sejumlah 185 warga binaan, tapi disayangkan tidak semua warga binaan mendapat hak sebagai pemilih di pemilu 2024 ini.

I Nyoman Tulus Kasubdi Bidang Pelayanan mengatakan bilik dan kertas suara akan diterima sore hari ini, “kita terima sore ini dan dari 185 WBP sebanyak 164 diantaranya sebagai pemilih tetap dan 21 WBP dipastikan tidak bisa memakai hak suara karena data KTP Invalid dan 1 diantaranya merupakan warga negara asing,” ungkap Nyoman Tulus.

Nyoman Tulus menambahkan dirinya mendapat informasi dari KPU kabupaten Jembrana Rutan Kelas IIB Negara masih kekurangan kertas suara, “Kita masih kekurangan 24 kertas suara yang nantinya akan dicover dari TPS terdekat diantaranya TPS 4,5 dan 6 yang lokasinya berdekatan ” tambah Nyoman Tulus.

Continue Reading

Politik

Hilangkan Mayoritas Tunggal, Upaya GOPro Bali Menangkan Prabowo Gibran

Published

on

By

Pengurus relawan Golkarian for Prabowo, GOPro Bali berphoto bersama

DENPASAR – Bertempat di Inna Bali Heritage Hotel, jalan Veteran Denpasar, pengukuhan pelantikan dan deklarasi relawan Golkarian for Prabowo (GOPro) se Bali dilaksanakan pada Senin, 05/02/2024.

Dewan Penasihat GOPro Bali, Gde Sumarjaya Linggih, SE, MAP, dalam sambutannya menyatakan Demokrasi yang terjadi di Bali saat ini kurang sehat, karena terjadinya sistem Demokrasi Mayoritas Tunggal.

Mayoritas tunggal dalam kehidupan Demokrasi itu kurang baik, yang berdampak fungsi utama dari Trias Politica, yaitu fungsi Yudikatif, Legislatif dan Eksekutif tidak berjalan dengan baik.

“Cara kita untuk menghilangkan mayoritas tunggal di Bali ini adalah dengan memenangkan pasangan Prabowo Gibran untuk memimpin bangsa negara ini menjadi lebih berkualitas dan mengembalikan fungsi Trias Politica bisa berjalan dengan baik,” demikian harapannya

Dewan Penasihat relawan GOPro Bali, Gde Sumarjaya Linggih, SE MAP, saat wawancara dengan media

Ini menjadi tugas GOPro Bali untuk bersama-sama turun ke lapangan mensosialisasikan masalah ini ke masyarakat agar bisa menegakkan kembali Demokrasi yang berkualitas seperti cita-cita reformasi dulu.

Harapan kita agar kesejahteraan masyarakat lebih cepat tercapai, sehingga tingkat Gini Rasio kita tidak terlalu tinggi, berdampak hidup kita menjadi lebih aman dan nyaman.

“Kami mendukung pasangan Prabowo dan Gibran untuk tetap meneruskan melanjutkan program percepatan pembangunan dari pak Jokowi, sehingga target Indonesia menjadi negara 5 besar di dunia pada tahun 2030 bisa terwujud,” demikian ditegaskannya.

Para pengurus DPW relawan GOPro Bali saat berphoto bersama

Pada hari ini dikukuhkan susunan DPW KSB GOPro Bali sebagai berikut,
Ketua GOPro Bali, A.A Bagus Amertajaya
Sekretaris, Indra Primantara, SH
Bendahara, Mariza Sulton

Setelah pengukuhan, rangkaian kegiatan acara hari itu dilanjutkan dengan pelatihan UMKM di era digitalisasi yang disponsori oleh PLN. (E’Brv)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku