Connect with us

Pendidikan

Kerjasama Pendidikan, Kajati Bali Ingin Komentar Objektif dari Pakar Hukum Dunia Pendidikan

Published

on


DENPASAR – Kepentingan dunia pendidikan seperti universitas wajib bersinergi langsung dengan dunia kerja atau instansi terkait. Kali ini Universitas Mahasaraswati (Unmas) yakni Fakultas Hukum yang dikomandoi oleh Dekan Fakultas yakni Dr. Kt. Sukewati Lanang P. Perbawa, S.H., M.Hum., bertandang langsung ke Kajati Bali, Kamis (06/06/2024).

Audensi ini merupakan kerjasama bidang pendidikan baik itu kuliah umum, magang dan MBKM.

*Keterangan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) adalah sebuah inovasi yang dibuat oleh Kemendikbudristek dan diluncurkan sebuah kebijakan untuk mentransformasi sistem Pendidikan tinggi di Indonesia untuk menghasilkan lulusan yang lebih relevan.

Kedatangan dari rombongan Fakultas Hukum Mahasaraswati ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) secara langsung.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H., mengharapkan dengan kerjasama bidang pendidikan ini Bali mendapatkan ahli – ahli hukum yang handal untuk bisa diterima di lembaga penegakan hukum.

“Tetap dijaga kerjasama ini agar kedepannya dapat menciptakan tenaga ahli hukum yang handal dalam penegakan hukum di Bali”

Ia juga menekankan agar kampus tetap konsisten memberikan komentar obyektif terutama kaitannya dengan kasus – kasus yang ada di Bali.

Mendapat respon yang positif, Dekan Sukewati Lanang mengucapkan terima kasih atas sambutan dan atensi langsung dari Kajati Bali.

“Terima kasih untuk sambutannya, ini semua diupayakan untuk perkembangan pendidikan hukum yang makin kompleks, ” ujarnya.

Mengenai pandangan dan komentar hukum, Dekan menyebutkan sangat setuju terhadap hal tersebut.

“Setuju, penegakan hukum di Bali yang objektif termasuk penegakan hukum bagi desa adat Bali yang sangat sarat dengan korupsi (pungli) ataupun kasus LPD dengan proporsional dengan tetap menjalankan pola preventif dan represif, ” jelas Dekan Hukum Mahasaraswati ini. (tim)


Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Bentuk Siswa Berkarakter Dan Cerdas, SMAN 5 Denpasar Siap Mendulang Prestasi

Published

on

By

Kepala sekolah SMAN 5 Denpasar, Dra, Cokorde Istri Mirah Kusuma Widiawati, M.Sos,

DENPASAR – Kenakalan siswa sekarang ini sudah semakin meresahkan itu bisa dilihat dari adanya sekelompok siswa dengan gengnya saling tantang melalui media sosial dengan membawa senjata tajam.

Ini menjadi perhatian khusus bagi sekolah, aparat penegak hukum bahkan tokoh agama sangat menyayangkan kejadian ini, dimana pendidikan ini menjadi tanggung jawab bersama baik guru di sekolah, orang tua juga masyarakat sehingga tidak saling menyalahkan.

Kepala Sekolah SMAN 5 Denpasar, Dra, Cokorde Istri Mirah Kusuma Widiawati, M.Sos, mengungkapkan perlunya pendekatan hati ke hati dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

Menurutnya siswa usia remaja sedang dalam proses masa mencari jati diri, saat mereka melakukan kesalahan jangan dimarahi tetapi diajak berkomunikasi apa yang menjadi masalahnya baik dirumah maupun diluar rumah.

Kondisi saat ini banyak orang tua sibuk dengan pekerjaan sehingga siswa tidak mendapat perhatian yang cukup karena siswa tidak bisa hanya diberi materi saja tetapi juga butuh dengan perhatian.

Dilain pihak, siswa juga dituntut mesti bisa menunjukkan prestasi diri sehingga membuat bangga keluarga.

Bila dirumah tidak mendapat perhatikan yang cukup maka mereka akan mencari perhatian diluar dengan kelompoknya, kalau salah langkah maka akan mudah terjerumus ke lingkungan pergaulan yang negatif.

Untuk itu menjelang masa pensiunnya ini, dirinya akan merubah visi misi SMAN 5 menjadi “Membentuk Siswa Cerdas yang Berkarakter”

“Selama ini saya mengkarakterisasi siswa dimulai dari kepala sekolah dulu baru ke semua yang terlibat dalam proses belajar di sekolah baik guru serta tenaga lainnya dan siswa,” ujarnya.

“Kami berkeinginan membangun karakter siswa yang baik dan menggali potensi kecerdasan dari anak-anak kami,” tambahnya.

Kejujuran dan disiplin harus ditanamkan kepada semua siswa tanpa mengabaikan aturan sekolah yang harus diterapkan.

Semua yang terlibat di sekolah hendaknya bisa menjaga disiplin dan kejujuran agar proses belajar bisa berjalan baik.

Guna menghindari kegiatan siswa yang tidak bermanfaat bahkan merugikan diri sendiri dengan kenakalan, sekolah juga harus menyiapkan dan memperhatikan kenyamanan fasilitas di sekolah sehingga waktu luang siswa bisa diisi dengan kegiatan positif dan bermanfaat seperti berkebun disekolah atau membaca buku diperpustakaan.

“Masalah pendidikan ke depan akan semakin komplek, kalau pendapat saya idealnya setiap sekolah ada tenaga Psikolog tamatan dari Perguruan Tinggi seperti UNUD di Bali, ini menjadi wadah bagi siswa untuk curhat, berkeluh kesah dengan berbagai permasalahnya baik di sekolah maupun dirumah,” ucapnya

Ditambahkan, di SMAN 5 sendiri sudah membuatkan tempat bagi siswa untuk mendapatkan pencerahan ajaran agama dengan tujuan membentuk karakter siswa berbudi luhur sesuai agama dari siswa masing-masing, yang diberi nama Pasraman Nuantara.

“Kata Nusantara ini mencerminkan gabungan dari berbagai agama yang ada dan diakui di Indonesia,” jelasnya.

Dengan pembangunan karakter siswa yang kuat dan ditunjang lingkungan sekolah yang sehat akan membentuk siswa yang cerdas dan berprestasi, sehingga permasalahan kenakalan siswa bisa diminimalisir. (E’Brv)

Continue Reading

Pendidikan

24 Years Of Power Thinking, Alumni SMK PGRI 4 Denpasar Siap Songsong Masa Depan

Published

on

By

Kegiatan acara kelulusan siswa kelas XII SMK PGRI 4 Denpasar di Hotel Aston Denpasar (11/05/2024)

DENPASAR – SMK PGRI 4 Denpasar pada tahun ajaran 2023-2024 ini telah berhasil meluluskan sebanyak 201 siswa kelas 12.

Bertempat di Hotel Aston Denpasar, acara kelulusan dengan tema “24 Years of Power Thinking” yang diselenggarakan bersamaan dengan ulang tahun sekolah yang ke 24 SMK PGRI 4 Denpasar ini berjalan meriah.

Kepala sekolah SMK PGRI 4 Denpasar, Drs I Ketut Suarya Mpd, kepada awak media mengatakan,”Hari ini adalah merupakan acara kelulusan yang ke 21, sekaligus bertepatan dengan hari jadi SMK PGRI 4 Denpasar ke 24.
Kebanggaan bagi kami sebagai pendidik sekolah kejuruan apabila banyak lulusan kami yang bisa diserap oleh dunia industri dan bisa menciptakan lapangan kerja yang baru, misalnya lulusan Tata Boga.
Sehingga mereka bisa bermanfaat serta membantu keluarga dan masyarakat.
Jurusan yang masih menjadi favorit disekolah kami saat ini adalah Tata Boga dan Perhotelan, selain itu ada juga Multi Media”

“Sesuai tema kita kali ini, “24 Years of Power Thinking” saya mengajak seluruh keluarga besar SMK PGRI 4 Denpasar untuk selalu berpikir kedepan, pandangan kita tegak lurus menatap masa depan, tinggalkan sejarah masa lalu untuk selalu berpikir maju,” ujarnya.

Kepala sekolah SMK PGRI 4 Denpasar, Drs I Ketut Suarya Mpd

“Pesan saya kepada para alumni SMK PGRI 1, jika ingin sukses kunci yang pertama adalah kejujuran, komitmen, disiplin.
Lanjutkanlah gapai cita-cita mu setinggi langit, tetaplah melangkah kedepan.
Lakukanlah lompatan yang tinggi,” pesannya.

“Dengan adanya sekolah-sekolah baru disekitar kami, eksistensi kami tetap terjaga tinggi, membuat kami lebih semangat untuk lebih maju dan berkualitas.
Kami membuka peluang kerjasama dengan sekolah-sekolah lain diantaranya studi banding dengan SMKN 3 Malang, juga ada rencana kerja sama dengan pihak Jepang,” ungkapnya.

“Untuk itu kami ucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, baik dari komite sekolah, pendiri sekolah, staff dan pegawai, dan para siswa itu sendiri,” pungkasnya. (E’Brv)

Continue Reading

Pendidikan

Peran Gen Z Sebagai Penerus Peradaban Bali Masa Depan

Published

on

By

Para peserta kuliah umum.di Universitas Dwijendra berphoto bersama dengan nara sumber, Dr.Ir.Wayan Koster, M.M,

DENPASAR – Sivitas Akademika Universitas Dwijendra menyelenggarakan kegiatan kuliah umum bagi Gen Z penerus masa depan Bali, dengan tema Membangun Peradaban Masa Depan Bali, bertempat di aula Sadhu Gocara Universitas Dwijendra Jl Kamboja Denpasar (10/05/2024)

Menghadirkan nara sumber, mantan Gubernur Bali, Dr.Ir.Wayan Koster, M.M, dan dipandu oleh Rektor Universitas Dwijendra, Prof.Dr.Ir Gede Sedana, M.Sc, M.M.A sebagai moderator berjalan tertib dan menarik antusias para peserta baik dari akademisi maupun mahasiswa di lingkungan Universitas Dwijendra.

“Ini adalah momen penting agar para Gen Z ini mengetahui strategi bagaimana arah dan dinamika masyarakat Bali untuk mengenal dan mengetahui kemajuan pembangunan yang sudah berjalan saat ini.
Hal ini juga agar mereka tahu arah pembangunan Bali dimasa depan mau dibawa kemana,” demikian jelas Wayan Koster.

Rektor Universitas Dwijendra, Prof.Dr.Ir Gede Sedana, M.Sc, M.M.A (kiri) saat mendampingi mantan Gubernur Bali, Dr.Ir.Wayan Koster, M.M (kanan) saat wawancara dengan awak media

Konsep pembangunan Bali kedepan yang menjadi rancangan haluan pembangunan seratus tahun kedepan (2025 – 2125) berpedoman pada warisan berupa Wejangan Leluhur Bali untuk menjaga keharmonisan Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali.

Tujuan pembangunan Bali Masa Depan atau 100 Tahun Bali Era Baru, adalah untuk mewujudkan:
1. Tatanan Kehidupan Masyarakat Bali, yakni: Bali yang Kawista, Bali yang Tata-Titi Tentram Kertha Raharja dan Bali yang Gemah Ripah Loh Jinawi
2. Bali Padma Bhuwana, yakni: Bhuwana Paraga (Mental Diri-Kolektif Mendunia) Bhuwana Desa (Bali sebagai Tempat Aktualisasi Prestasi Mendunia) dan Bhuwana Citta (Bali sebagai Inspirasi Dunia)
3. Prinsip Trisakti Bung Karno, yakni : Berdaulat secara politik, Berdikari secara ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan.

Secara holistik mencakup tiga dimensi utama, yaitu:
Dimensi pertama, bisa menjaga keseimbangan Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali, Genuine Bali.
Dimensi kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Masyarakat Bali dalam berbagai aspek kehidupan
Dimensi ketiga, merupakan manajemen risiko atau risk management, yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang.

Senada dengan Wayan Koster, Rektor Universitas Dwijendra, Prof.Dr.Ir Gede Sedana, M.Sc, M.M.A, menyampaikan kegiatan ini mengandung makna yang luar biasa bagi Gen Z.

“Karena Gen Z ini lah yang akan menjadi generasi penerus pembangunan peradaban ini, dengan adanya kuliah umum yang disampaikan oleh bapak Koster tadi mereka menjadi paham terhadap visi pembangunan Bali jauh sampai 100 tahun kedepan.
Untuk itu yayasan dan keluarga besar Universitas Dwijendra akan selalu mendukung berbagai program dari Gubernur,” pungkasnya (E’Brv)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku