Connect with us

Daerah

Jangan Pernah Nginep di Menzel Ubud! Simak Kenapa.

Published

on

Makanan & area hotel Menzel Ubud

GatraDewata ⌊Ubud⌋ Menzel Villa Ubud merupakan pendatang baru di kancah bisnis bantal empuk alias tidur nyenyak. Namun perjalanannya tidak semulus buah Maja. Belum juga kelar dengan Opening Promo  sudah digebuk oleh virus jahil nan imut bernama Corona. Alhasil, hotel ini sempat tutup sesuai himbauan namun kembali dibuka beberapa bulan lalu. Hebatnya mereka tidak menyerah begitu saja. Kepiawaian pengelola dibawah besutan Bagus Ary Saputra membuat banyak orang penasaran untuk bermalam disini, termasuk saya. Bahkan, selebritis kondang sekelas Anang juga pernah terjerat rayuan tim marketingnya.

Nah, setelah saya alami sendiri menginap disini tempo hari, saya ingin mengingatkan kepada segenap masyarakat dunia untuk jangan pernah mau check-in di Menzel Ubud. Lah, kok?

1. Model bangunan dan desain kamar yang tidak konsisten.

Hotel ini memiliki 13 villa; ada yang dilengkapi dengan 1, 2 maupun 3 kamar. Ketigabelas villa tersebut memiliki konsep bangunan etnik dari 13 suku berbeda di Indonesia. Selebihnya, ada 2 kelompok tipe kamar yaitu Deluxe dan Tropical Suite. Lain villa lain pula sensasi yang ditawarkan; mulai dari warna, tata ruang maupun coraknya. Sialnya lagi, semuanya terlihat bagus dan nyaman. Seluruh fasilitas hotel bintang lima tersemat di tiap kamarnya. Misalnya saja linen kelas atas, meja kerja, sofa, balkoni, bath tub juga shower, dan sebagian dilengkapi pula dengan kolam kecil. Ulah pencetus hotel model begini yang membuat kita tidak cukup menginap sekali karena ada banyak tipe kamar yang memberikan sensasi berbeda. Untuk bisa menikmati seluruh tipe kamarnya anda musti nginep disini setidaknya 15 malam. Tuh kan, kalau anda tidak mau bolak balik atau ketagihan nginep disini mending jangan pernah menginjakkan kaki di Menzel Ubud.

2. Harga makanan dan minuman di Menzel yang terkesan murahan.

Yang membuat banyak orang ogah nginep di hotel salah satunya karena harga makanan dan minumannya yang terkenal mahal. Ada hotel yang menjual pisang goreng (karena dinamai banana fritters) dibandrol seharga 45k, Nasi Goreng dijual hingga 60k, Pizza paling basic biasanya dijual mulai 60k dan ada juga yang jual kentang goreng berlabel French Fries dihargai 35k. Nah, harga – harga diatas tidak berlaku di Menzel. Awalnya saya kira mereka salah ketik harga sampai nota pesanan saya dapati seturut dengan yang tertera di menu. Semua item dijual sedikit lebih tinggi daripada warung emperan. Bayangin aja Pizza dijual mulai 49k, keluarga pasta turun kelas di harga 39k, deretan Chinese food semuanya dibawah 30k, makanan ringan dipatok antara 19k hingga 25k dan penganan penutup seperti pisang goreng cuma 15k. Begitu juga dengan harga minumannya. Cocktail mewah sekaliber Mojito, Long island Iced Tea, Tequila Sunrise dan sebagainya hanya diapresiasi di angka 45k. Tidak berhenti sampai di situ, minuman kekinian berbasis Arak hanya berbeda 5k dengan lapak tetangga, yaitu 35k, kemudian semua jenis  soft drink nangkring di harga 15k dan aneka kopi premium sekelas Cappuccino cuma 25k. Soal rasa ga usah ragu. Harga mereka memang rendah, murahan, tapi tidak dengan rasa dan kualitasnya. So, yang doyan makan pisang goreng seharga 45k jangan nginep disini.

3. Areal hotelnya acak – acakan.

Makanan & area hotel Menzel Ubud

Ketika memasuki area parkir terlihat sebuah bangunan nan megah bertema batu bata merah, layaknya sebuah benteng pertahanan zaman dulu. Giliran masuk melewati lobby hampir semua banguanan berbasis kayu tua. Model furniturnyapun selaras; berbahan kayu dengan desain model jadul. Apalagi saat memasuki lorong villanya, tampak fasad masing masing unit berjejer tidak beraturan. Begitu juga kalau ditelisik dari belakang; terlihat jajaran atapnya tidak simetris satu sama lain. Ada atap model kerucut, membulat, model lumbung dan lain sebagainya. Ada pula hamparan sawah berundag diluar jendela. Tapi anehnya, setiap foto yang diunggah di medsos seputaran hotel ini selalu mendapat sorotan positif dari netizen. Foto – foto mas Anang bersama keluarga tampak elegan terlepas dari apapun yang dijadikan latarnya. Tempat ini, dalam istilah kekinian dibilangnya Instagramable. Tidak jarang hotel ini dijadikan tempat pre-wedding atau sekedar foto keluarga. Bagi yang tidak ingin foto – fotonya mendapat perhatian spektakuler netizen tidak usah nginep disini.

4. Lokasi yang menjebak.

Lokasi hotel ini sedikit menjebak. Kalau dibilang di tengahnya Ubud masih masuk akal, karena Peliatan termasuk lingkungan inti area Ubud. Tapi untuk mencapai hotel ini musti rock ‘n’ roll sejauh beberapa ratus meter. Hal ini pula yang membuat suasananya tenteram dan damai; jauh dari kebisingan suara kenalpot model R9, yang notabene lebih bising dari ocehan istri soal uang belanja. Sebaliknya, anda akan lebih banyak disuguhkan nyanyian alam melalui kicauan burung – burung yang mampir di persawahan depan villa. Jadi, masih di area pusat Ubud namun suasananya seperti jauh diluar kota. Jika anda tidak mau terjebak dalam suasana yang tenang dan damai, atau sebaliknya menyukai kebisingan, lupakan Menzel Ubud.

Ada banyak lagi faktor lain kenapa anda tidak perlu memikirkan untuk bertandang ke hotel klasik nan cantik ini. Namun, jika anda berniat untuk membuktikan seluruh kebenaran pengalaman saya diatas silakan lakukan hal – hal yang dianggap perlu, misalnya booking lewat situs webnya atau melalui portal pemesanan secara daring. <swn>


Komang Swesen is a hotelier who has been in the field for more than two decades now. He loves writing that he already published 2 books about Butler and now active as an official journalist for Gatra Dewata Group.

Daerah

Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) Sambut  Open Border Internasional

Published

on

Photo courtesy: baliairport.com

GatraDewata[Denpasar] – Telah diterbitkan Permenhumkam No MHH 02. GR.02.02/2021,  tentang Pemeriksaan Imigrasi Tertentu sebagai tempat masuk dalam masa penanganan penyebaran Corona virus disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, per tanggal 17 September 2021. Permenhumkam tersebut pada intinya menyatakan bahwa, dalam Diktum ke 3, terlampir  tempat pemeriksaan Imigrasi untuk delapan Bandara, yakni:

  1. Kualanamo,
  2. Hangnadim,
  3. Soetta,
  4. Halim Perdana Kusuma,
  5. Yogyakarta,
  6. Juanda,
  7. Samratulangi, dan
  8. I Gusti Ngurah Rai.

Ini jelas, regulasi Open Border Internasional telah di tetapkan dan mefeka juga mendengar jika hari ini, 18 September, ada pesawat Qantas akan landing di bandara Ngurah Rai.

Hal ini membuat ketua APPMB, Puspa Negara, sumringah. “Tentu ini menjadi angin segar bagi pelaku pariwisata Bali, dan berharap para pemangku kepentingan segera mengambil langkah – langkah strategis tentang pemulihan pariwisata, dengan menyusun Time Schedule dan Program Prioritas Pergerakan Pemulihan Pariwisata secara Gradual,” cetusnya penuh semangat.

Ketua APPMB, Puspa Negara

“Kami APPMB sangat mengapresiasi Kemenkumham yang jelas telah menerbitkan regulasi secara bertahap: mulai permenkumham 11 tahun 2020 tentang pelarangan sementara warga asing masuk Indonesia; terus Permenkumham 27 th 2021 tentang Pemberian pembatasan visa; Permenkumham 34 tahun 2021 tentang Pemberian Visa masuk Indonesia; hingga Kepmenkumham No MHH 02.Gr.02.02/2021 sebagaimana disebutkan  diatas,” tambahnya.

“Ini terlihat regulasi yg mulai memberi angin segar pariwisata Bali. Oleh karena itu, kami mulai mempersiapkan semua sarana dan prasarana untuk siap membuka kembali usaha kami. Renovasi sudah kami lakukan dan bersiap untuk buka Advance Booking. Intinya kami telah sangat siap buka  ODTW, DTW dan ODTWK. BRAVO Kemenkumham.” tutupnya.[PT]

Continue Reading

Daerah

Rayakan HUT Lalu Lintas ke-66, Polres Buleleng Lakukan Donor Darah dan Bakti Sosial

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Dalam rangka hari ulang tahun lalu lintas yang ke–66, yang jatuh pada tanggal 22 September 2021, Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng melaksanakan bakti sosial dengan pembagian sembako, anjang sana kepada para purnawirawan Polri yang benar-benar membutuhkan uluran tangan serta kegiatan kemanusian lainnya berupa donor darah.

Di samping itu juga, di hari yang sama di kantor Lantas yang ada di jalan Pulau Sugara Singaraja, melaksanakan kegiatan Donor darah dengan melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) yang langsung sebagai tenaga medis dalam pelaksanaan pengambilan donor darah, Jumat (17/9/2021).

Sebanhak  10 paket sembako diberikan kepada 10 warga yang benar-benar tidak mampu dan terdampak Covid 19, yang ada di sekitar wilayah Kampung Baru.

Sebanyak 36 orang dari berbagai komponen masyarakat telah mendonorkan darahnya, baik dari personel sat lantas Polres Buleleng, Jasa Raharja dan masyarakat lainnya. Seluruh darah yang didonorkan nantinya akan diserahkan dan disimpan oleh PMI Buleleng. Masing – masing dari mereka mendonorkan darahnya sebanyak 350 cc.

Pelaksanaan donor darah diawasi langsung Kasat Lantas Polres Buleleng, IPTU Anton Suherman, S.I.K., dan atas seijin Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto, S.I.K.,S.H.,M.Si., menyampaikan,  “Dalam HUT Lantas yang ke 66 kami telah melakukan beberapa kegiatan sosial seperti pembagian sembako, masker dan hand sanitezer di sektor – sektor pelayanan maupun ditempat umum lainnya. Dan, juga melakukan vaksin maupun donor darah seperti sekarang ini,” cetusnya.

“Untuk pelaksanaan vaksin akan diselenggarakan pada Sabtu (18/9/2021), dan diharapkan agar masyarakat yang belum divaksin maupun yang akan melaksanakan vaksin ke dua, untuk datang ke gerai vaksin presisi Polri di Gedung kesenian Gde Manik Singaraja,” imbuhnya.[MGA]

Continue Reading

Daerah

Biro Reformasi Polri Lakukan Pengecekan Gedung SPKT Polres Buleleng

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Tim Asistensi Pelayanan Publik dari Biro Reformasi Polri (RBP) Srena Polri, yang dipimpin langsung Kepala Biro (Karo) RBP Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Drs I Wayan Sunartha, bersama dengan staf Srena  mendatangi Polres Buleleng, Rabu (15/9/2021).

Kedatangan Karo RBP Polri ke Polres Buleleng yang didampingi Kombes Pol Herwansyah Saidi, S.H.,M.Si., disambut langsung Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, S.I.K.,S.H.,M.Si., bersama dengan seluruh pejabat utama Polres Buleleng di ruang Command Center Polres Buleleng.

Sebelum Tim asistensi memberikan pendalaman tentang rencana Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju Zona Integritas WBBM, beberapa hal disampaikan Kapolres Buleleng di hadapan Karo RBP, diantaranya tentang keberhasilan Polres Buleleng  mendapatkan predikat WBK pada tahun 2020.

Untuk menuju ZI WBBM Polres Buleleng telah banyak melakukan perubahan pada 6 komponen yang ada, baik yang dilakukan melalui inovasi Eletronik maupun non eletronik, sebagai bentuk  peningkatan pelayanan publik yang mudah dan tidak bertele-tele. Kapolres Buleleng menyampaikan: “Saat proses penilaian ZI WBK, pelayanan publik terpadu belum terbentuk secara utuh. Sekarang kami punya Gedung Pelayanan Publik Terpadu menjadi satu atap pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), yang terletak di Jalan Surapati, Singaraja.  Gedung SPKT ini digunakan untuk pelayanan publik, misalnya pengurusan SIM, penerbitan SKCK, penerbitan Kartu Sidik Jari, pengesahan BPKB dan juga melayani pengaduan laporan kehilangan barang,” ucapnya.

“Pencapaian predikat WBK yang kami peroleh merupakan kerjasama dan komitmen seluruh personel Polres Buleleng, sehingga dengan komitmen yang kuat semoga nantinya Polres Buleleng bisa mendapatkan predikat WBBM,” imbuh pak Kapolres.

Kemudian tim langsung meninjau Gedung serta melihat langsung pelayanan prima yang dilaksanakan di Gedung SPKT.

Disisi lain, Karo RBP Srena Polri yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Waka Polda Bali menyampaikan: “Kedatangan RBP Polri intinya memberikan dukungan kekuatan kepada Polres Buleleng untuk mendapatkan predikat ZI WBBM. Untuk itu pelaksanaan tugas harus lebih baik dari sebelumnya,” cetusnya.

“Berkomitmenlah untuk melaksanakan pelayanan publik dengan baik, sehingga nantinya perubahan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Jangan timbulkan ranah korupsi,” pungkasnya.[MGA]

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam