Connect with us

Global

Jaksa Agung ST Burhanuddin: “Entitas Jaksa ASEAN Meningkatkan Kolaborasi Antar Lembaga Kejaksaan se-ASEAN Demi Terwujudnya Sinergitas Penegakan Hukum”

Published

on


SIARAN PERS Nomor: PR – 359/072/K.3/Kph.3/04/2024

JAKARTA – Kamis 25 April 2024 bertempat di Merusaka Hotel, Nusa Dua, Bali, Jaksa Agung ST Burhanuddin hadir dan memberikan sambutan pada kegiatan “Pertemuan Konsultasi ke-2 Untuk Membentuk Badan/Entitas Para Jaksa ASEAN”.

Jaksa Agung menyampaikan bahwa sekitar satu tahun sejak pertemuan konsultasi pertama yang diselenggarakan di Lam Thaen, House Bang Saen, Chonburi, Thailand menghasilkan poin penting pertemuan yaitu perlunya memperkuat kerja sama di antara para Jaksa se-ASEAN.

“Hal tersebut sebagai bentuk optimalisasi terhadap peran yang dilakukan Jaksa ASEAN dalam mencegah dan menekan kejahatan transnasional yang terorganisir, serta mendorong para Jaksa ASEAN untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait kegiatan Kejaksaan guna memperkuat jaringan Kejaksaan ASEAN,” ujar Jaksa Agung.

Adapun pada pertemuan konsultasi Jaksa ASEAN di Bang Saen telah mencapai suatu kesepakatan “Bang Saen Initiative 2023”. Kesepakatan tersebut pada pokoknya membuka peluang untuk menjajaki terbentuknya entitas atau sebuah Badan bagi para Jaksa se-ASEAN beserta format organisasi dan fungsinya sebagai wadah dalam peningkatan kerja sama meliputi sarana berbagi informasi serta pengetahuan terkait penegakan hukum guna menjaga supremasi hukum di kawasan ASEAN.

Menurut Jaksa Agung, urgensi untuk membentuk wadah kerja sama antar institusi Kejaksaan di kawasan ASEAN sangat diperlukan karena dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi, kejahatan lintas batas kini semakin kompleks dan sulit untuk ditangani oleh satu negara saja.

“Dengan terbentuknya entitas Kejaksaan se-ASEAN diharapkan dapat membantu dalam penegakan hukum lintas batas, termasuk dalam mengatasi kejahatan transnasional seperti perdagangan manusia, narkotika, pencucian uang, korupsi dan kejahatan lainnya,” imbuh Jaksa Agung.

Jaksa Agung berharap dengan adanya entitas atau badan Para Jaksa se-ASEAN dapat meningkatkan kolaborasi dan sinergi antar lembaga Kejaksaan se-ASEAN dalam rangka membangun sistem penegakan hukum yang kuat dan efektif.

Selain itu dengan keberadaan entitas tersebut, diharapkan juga dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi para Jaksa dalam menangani berbagai kasus yang memerlukan kerja sama lintas negara, kebutuhan memperoleh akses informasi, serta memperluas jejaring lembaga Kejaksaan di negara kawasan ASEAN.

Pada kesempatan ini, Jaksa Agung mengajak para Jaksa ASEAN/peserta forum untuk berkomitmen bersama menjadikan forum Pertemuan Konsultasi ke-2 Jaksa se-ASEAN di Bali sebagai langkah penguatan sinergi dan koordinasi bersama.

“Mari kita serukan pesan yang kuat kepada para pelaku kejahatan bahwa upaya penegakan hukum tidak boleh dikalahkan dengan sekat-sekat perbedaan sistem hukum dan yurisdiksi, mengingat globalisasi saat ini telah memberikan dorongan terhadap transformasi kejahatan yang semula sektoral menjadi multi-sektoral,” imbuh Jaksa Agung.

Mengakhiri sambutannya, Jaksa Agung atas nama pribadi dan selaku Pimpinan Kejaksaan RI menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kegiatan forum konsultasi ini.

“Semoga forum pertemuan konsultasi antara Jaksa se-ASEAN dapat mewujudkan terbentuknya Badan atau Entitas khusus bagi Jaksa se-ASEAN, agar ke depan entitas ini dapat menjadi wadah pertukaran ide, gagasan, ilmu, dan pengalaman yang dapat mengoptimalkan profesionalitas Jaksa ASEAN dalam penegakan hukum yang berkeadilan. Hal itu dalam rangka mendorong supremasi hukum dan keamanan regional di kawasan ASEAN,” pungkas Jaksa Agung.

Kegiatan Pertemuan Konsultasi ke-2 Untuk Membentuk Badan/Entitas Para Jaksa ASEAN di Bali turut dihadiri oleh Jaksa Agung Filipina Yang Mulia Tuan Benedicto Malcotento, Wakil Jaksa Agung Thailand Yang Mulia Tuan Jumphon Phansumrit, Kepala Badan Pemulihan Aset sekaligus Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia, Jaksa Agung Muda Intelijen, Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, Para Ketua dan Anggota Delegasi Jaksa Agung dari Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Filipina, Kamboja, Laos, Vietnam dan Myanmar, Para Observer dari Negara Jepang, Luxemburg, Amerika Serikat, Denmark, UNODC, dan para undangan yang hadir.  (K.3.3.1)


Global

Nabilah Zahra dan Saka Dhiva Raih Perunggu, Prestasi Genius Olympiad 2024

Published

on

By

Membanggakan…!!! Dua siswi Sekolah Menengah Kharisma Bangsa Tanggerang mempersembahkan Medali Perunggu pada perlombaan Tingkat Internasional Genius Olympiad 2024 di Rochaster Institute Technology (RIT), New York City, USA.

BANTEN –  Prestasi membanggakan diraih dua siswa Kharisma Bangsa Tanggerang Selatan Banten, Mereka berhasil meraih medali Perunggu pada Perlombaan tingkat Internasional Jenius Olimpiad 2024 di Rochester New York

Genius Olympiad atau International High School Project Fair on Environment adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Terra Science and Education yang bermarkas di New York Amerika Serikat, sebuah organisasi non-profit yang mempromosikan kesadaran dan solusi global atas masalah keseimbangan dan kelestarian ekologi melalui karya inovasi di bidang science, writing, business, art, music, dan short film.

Kedua penyumbang medali Perunggu pada kategori musik itu adalah Nabilah Zahra Putri dan Saka Dhiva, mereka adalah Siswi Sekolah Menengah Kharisma Bangsa Tanggerang Selatan, Nabilah dan Saka yang cukup intens mengikuti lomba ini mengaku tidak menyangka bisa memperoleh medali perunggu, Pasalnya karena kegiatan ini bertaraf Internasional.

“Bersyukur banget, dengan pelaksanaan lomba yang begitu menegangkan, namun kami berdua berhasil mendapatkan medali perunggu” Ujar Nabilah yang merupakan Anak dari Seorang Polisi berpangkat Kombes itu. (Tim)

Continue Reading

Global

Puji Syukur Arga Situmorang, Wujudkan Mimpi Menjadi Advokat

Published

on

JAKART -DR.TOGAR SITUMORANG punya darah keluarga pengacara, sebab ketiga anaknya juga tak jauh dari dunia hukum.

Alexander Ricardo Gracia Situmorang atau Arga muncul sebagai pengacara setelah resmi pada Rabu, 13 Juni 2024 menyandang gelar Advokat.

Untuk menjadi seorang Advokat atau pengacara tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, tentunya membutuhkan cukup banyak perjuangan yang dilaksanakan. Setelah meraih gelar Strata-1 Ilmu Hukum (S.H) di perguruan tinggi, kemudian mengikuti PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) dan Ujian Profesi Advokat (UPA).

Disamping biaya, waktu, wajib magang dan tekad, bila dijalankan dengan baik dan benar, maka setelah disumpah di Pengadilan Tinggi, barulah dinyatakan sah sebagai Advokat dan dapat mengikuti beracara. Itulah sebagian perjalanan dalam menggapai asa untuk meraih gelar sebagai advokat.

Alexander Ricardo Gracia Situmorang alias Arga pada hari Rabu (12/6/2024) kemarin disumpah sebagai Advokat oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, acara “Pengangkatan Advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI)” ini berlangsung di Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Advokat dan Kurator kondang Indonesia yang juga akrab disapa ‘Panglima Hukum’, Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA., CRA selaku Chief Executive Officer & Founder Law Firm Togar Situmorang sekaligus Ayah dari Arga Situmorang memberikan bunga ucapan selamat atas pengangkatan sumpah ananda tercinta Arga Situmorang,SH, MKn (c) yang hampir lebih dari dua tahun bergelut dalam dunia hukum sebagai paralegal di Kantor Hukum Togar Situmorang Bali dan Jakarta.

Alexander Gracia Situmorang alias Arga SH yang lahir di Jakarta berdarah Medan ini cukup panjang untuk meraih gelar yang syah sebagai Advokat, ketika ditanya para wartawan seusai pengangkatan sumpah di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dirinya mengungkapkan rasa sangat bersyukur bisa mewujudkan mimpinya sebagai advokat.

“Puji Tuhan, saya bersyukur dari atas segalanya, dapat menjalani proses step by step untuk menjadi seorang advokat. Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan do’a semua pihak, terutama keluarga dan ayah sekaligus pimpinan saya, bapak Togar Situmorang sebagai mentor selama saya bergabung di kantor Hukum dan Abang Axl Mattew Situmorang, SH,MH(c).,CCD serta terima kasih juga saya ucapkan kepada teman-teman yang tak henti-hentinya memberikan support sehingga saya bisa menjadi Advokat,” pungkas Alexander Ricardo Gracia Situmorang SH, di Jakarta. (Tim)

Continue Reading

Global

LPD Simbol dari Kekuatan Mandiri Ekonomi Masyarakat Bali

Published

on

By

Denpasar – Ni Wayan Sukarni, S.Sos., M.Ap. CEO Koperasi Cendekia Praja Bhakti, sangat mengagumi sosok Prof. Dr. Ida Bagus Mantra karena perannya yang luar biasa dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pendekatan yang berbasis budaya dan spiritualitas Bali. Prof. Ida Bagus Mantra, yang lahir pada 8 Mei 1928, dikenal tidak hanya sebagai Gubernur Bali tetapi juga sebagai pionir dalam mengembangkan konsep ekonomi kerakyatan yang menghargai kearifan lokal dan nilai-nilai agama Hindu.

Salah satu kebijakan revolusioner yang diinisiasi oleh Prof. Ida Bagus Mantra adalah penguatan peran desa adat melalui Lembaga Perkreditan Desa (LPD), yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 1986. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) pertama kali diprakarsai oleh Gubernur Bali saat itu, Prof. Ida Bagus Mantra, setelah pada tahun 1985 beliau berkunjung ke Sumatra Barat. Di sana, beliau mengamati keberhasilan Lembaga Keuangan milik adat yang bernama “Lumbung Pitih Nagari”, yang berkembang dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat.

Terinspirasi oleh keberhasilan Lumbung Pitih Nagari, Prof. Ida Bagus Mantra mengadopsi konsep serupa dan mengimplementasikannya di Bali dengan nama Lembaga Perkreditan Desa (LPD). LPD didirikan dengan tujuan utama untuk memberdayakan ekonomi masyarakat desa melalui sistem keuangan yang dikelola secara adat, yang dalam hal ini berarti melibatkan peran aktif dan partisipasi masyarakat setempat.

Ni Wayan Sukarni, S.Sos., M.Ap , menyoroti keberhasilan LPD dalam meningkatkan pendapatan desa adat sebagai bukti keberhasilan kebijakan Prof. Ida Bagus Mantra dalam memajukan ekonomi kerakyatan tanpa mengabaikan identitas budaya lokal. Lebih jauh lagi, penguatan lima pilar tradisi Bali – agama, seni, budaya, bahasa, dan ekonomi – menunjukkan dedikasi beliau dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Bali. “Konsep Tri Hita Karana yang diusung oleh Prof. Ida Bagus Mantra adalah pondasi yang kuat dalam mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan pelestarian budaya dan spiritualitas,” ujar Ni Wayan Sukarni.

Sebagai sebuah lembaga ekonomi kerakyatan, LPD memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari lembaga keuangan lainnya. Pertama, LPD dikelola secara lokal oleh desa adat, sehingga pengelolaan dan keputusan yang diambil lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat. Kedua, keuntungan yang dihasilkan oleh LPD tidak hanya dinikmati oleh individu tertentu, tetapi juga digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan desa secara keseluruhan.

LPD berfungsi sebagai wadah untuk mengelola dana masyarakat, memberikan pinjaman dengan bunga rendah, serta menyediakan berbagai layanan keuangan lainnya. Keberadaan LPD telah memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat desa untuk mendapatkan modal usaha, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

Peran LPD dalam ekonomi kerakyatan masyarakat Bali sangat signifikan. Selain sebagai lembaga keuangan, LPD juga berperan dalam melestarikan budaya dan nilai-nilai adat Bali. Dengan sistem pengelolaan yang berbasis pada kearifan lokal, LPD membantu menjaga harmoni sosial dan memperkuat ikatan antarwarga desa.

Secara keseluruhan, LPD bukan hanya sekadar lembaga keuangan, tetapi juga merupakan simbol dari kemandirian dan kekuatan ekonomi masyarakat Bali. Melalui LPD, masyarakat desa memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka sendiri, tanpa terlalu bergantung pada pihak luar. Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan mengoptimalkan potensi lokal dan menerapkan sistem yang berbasis pada kearifan lokal, masyarakat desa adat dapat mencapai kesejahteraan dan kemakmuran yang berkelanjutan.

TEAM | Foto: Ist.

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku