Connect with us

Uncategorized

Imlek 2567, Sangar Makara Dwaja Pentaskan Kang Cing Wie

Published

on


Adengansaat  Jaya Pangus yang bertemu dengan Dewi Danu

Adengansaat Jaya Pangus yang bertemu dengan Dewi Danu


GATRADEWATA-Sangar Seni Makara Dwaja Singapadu Gianyar mementaskan empat kesenian Bali, yakni; Tabuh Jaya Semara, tari Sekar Jagat, tari Barong Ket dan Pragmen Tari Kang Cing Wie, dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2567 oleh Konsulat Jendral(Konjen) Republik Rakyat Tiongkok(RRT) di Denpasar, yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali di Taman Budaya Denpasar.

“Kami mempersiapkan persembahan ini selama tiga minggu dan kami latihan dengan rutin.” kata Prof. Dr. I Made Bandem pendiri Sangar Seni Makara Dwaja. Sabtu, 13/02/2016.

Made Bandem menceritakan tentang pragmen tari ini. Dimana pragmen yang dibuat tahun 2008, mengisahkan tentang pernikahan Raja Bali Sri Jaya Pangus dengan putri dari seorang soudagar asal China bernama Kang Cing Wie, yang terjadi pada abad ke XI di Puncak Panulisan Kintamani.

Setelah lama mereka menikah, belum juga dikaruniai anak sehingga Jaya Pangus memutuskan untuk pergi bertapa di Danau Batur. Selama bertapa, sang raja bertemu dengan Dewi Danu putri dari Bhatari Batur, yang akhirnya saling jatuh cinta dan mereka pun menikah.

Sementara Kang Cing Wie yang lama menunggu di kerajaan, akhirnya menyusul suaminya ke Danau Batur. Disana ia bertemu dengan Jaya Pangus dan melihat suaminya sudah menikah dengan Dewi Danu. Perkelahian Kang Cing Wie dan Dewi Danu pun terjadi.

Bhatari Batur yang mengetahui perkelahian itu pun marah, akhirnya Jaya Pangus dan Kang Cing Wie diprelina(dikutuk) oleh Ibunya Dewi Danu dan menjadi Barong Landung.

alt


Uncategorized

PPWI Berduka, Koordinator PPWI Regional Papua Yerry Korwa Tutup Usia

Published

on

GATRA DEWATA // Jakarta– Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas berpulangnya ke haribaan Tuhhan Yang Maha Esa, salah satu pengurus PPWI Nasional, Bapak Yerry Korwa, yang menjabat sebagai Koordinator Regional wilayah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat), pada hari Minggu, 16 Juni 2019, pukul 23.30 WIB. Yerry Korwa menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak Numfor, di Kota Biak, Papua dengan diagnosa sakit jantung. Almarhum meninggalkan 5 anak yang sebagian besar sudah dewasa dan berumah tangga.

“Atas nama keluarga besar PPWI, seluruh anggota dan pengurus DPN, DPD, DPC dan Simpul Informasi PPWI se-Indonesia, saya menyampaikan belasungkawa, berduka cita yang sangat mendalam atas wafatnya Bapak Yerry Korwa, Koordinator PPWI Regional Pulau Papua. Almarhum telah menyelesaikan tugas duniawinya dan dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa, ditempatkan di tempat yang terbaik. Semasa hidup, Pak Yerry telah berbuat banyak bagi PPWI, dan masyarakatnya di Biak Numfor,” tulis Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, kepada redaksi melalui jaringan WhatsApp-nya.Selama hidupnya, Yerry, demikian Putra Biak ini sehari-hari dipanggil, mengabdikan dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Biak Numfor. Beberapa jabatan penting pernah diembannya, terutama yang terkait dengan lingkungan, penataan kota, dan kebersihan.

Di PPWI, almarhum yang bernama lengkap Yerry Yermias Yeheskiel Korwa ini, cukup aktif berbagi informasi tentang berbagai kegiatan budaya yang dilaksanakan masyarakat adat di daerah Biak Numfor. Selain itu, saat beberapa kali ke Jakarta, tokoh Papua ini juga banyak membantu dan mendukung program-program PPWI, antara lain dalam kegiatan pelatihan jurnalistik dan menjadi kontributor di beberapa media yang dikelola oleh para anggota jaringan PPWI Nasional.

Pada masa-masa akhir hayatnya, almarhum aktif dalam organisasi Dewan Adat Biak. Yerry tercatat sebagai Sekretaris Dewan Adat Biak Numfor, yang dalam waktu-waktu terakhir ini sangat aktif melaksanakan berbagai event budaya di Biak Numfor.

Selamat jalan Bapak Yerry Korwa, ke tempat peristirahatan terakhir bagi segala mahluk. Keluarga yang ditinggalkan kiranya diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan serta penghiburan, aminn… Rest in Peace Sahabat PPWI, Yerry Korwa. Bagi pembaca yang ingin mengenang atau berminat mengenal sosok Putra Papua pencinta NKRI ini, silahkan mengunjungi akun facebook almarhum YERRY KORWA. https://www.facebook.com/yerry.korwa.5 (APL/Red)

Continue Reading

Uncategorized

Wonderful Indonesia

Published

on

BBTF (Bali & Beyond Travel Fair)

Journey To Sustainable Tourism

Will be held at Bali Nusa Dua Convention Centre

on 25-29 June 2019

Continue Reading

Uncategorized

MO.DUS Takjil Diperempatan Jalan.

Published

on

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata takjil (ta’jil) berarti mempercepat (dalam berbuka puasa). Kata ini sesuai dengan akar katanya dalam bahasa Arab, yakni ‘ajila atau menyegerakan, Jadi, makna sebenarnya dari takjil adalah menyegerakan untuk berbuka puasa.

Mo.dus sebuah metro Bar yang identik dengan kota Denpasar menggelar acara bagi-bagi takjil diperempatan jalan Imam Bonjol – Sunset Road Denpasar Bali. Acara ini diselenggarakan untuk memeriahkan suasana Ramadan di kota Denpasar.

Sore hari jam 5.30 wita suasana masih terasa panas dijalanan kota Denpasar ini, mereka berkumpul sekitar 20 orang yang merupakan karyawan dari MO.DUS dan EC Karaoke, mereka membagikan takjil gratis buat warga denpasar yang pulang kerja atau hendak mencari warung terdekat untuk berbuka puasa.

Ketua Koordinator yang memperkenalkan diri dengan nama Peggy Ramdani mengatakan “kegiatan ini merupakan bagian dari CSR kami dengan tema Sweet Sharing Buka Puasa On the Road, keinginan kami ikut berbagi dalam suasana ramadan dengan yang manis sesuai dengan takjilnya berupa kolak dingin”

Rasa takjil yang menyegarkan tentu membuat warga yang melintas terlihat tertawa dan senang, semoga acara ini tetap bisa dilaksanakan setiap tahunnya. (Ray)

Continue Reading

Wonderful Indonesia

Ads

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam