Connect with us

Pariwisata dan Budaya

IJSO 2016, 102 Siswa dari 18 Negara Kunjungi SMPN 3 Denpasar

Published

on


Tari kebesaran SMPN 3 Denpasar, yakni Tari Tri Lingga

Tari kebesaran SMPN 3 Denpasar, yakni Tari Tri Lingga

GATRADEWATA – Sebanyak 102 siswa-siswi cerdas dari 18 negara mengunjungi SMP Negeri 3 Denpasar. Dimana siswa yang mengunjungi sekolah ini merupakan peserta dari International Junior Sains Olimpiade(IJSO) ke 13 tahun 2016. Dan kedatangan rombongan ini, disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 3 Denpasar didampingi warga sekolah.

Sebelum memasuki aula sebagai tempat puncak penyambutan, tepatnya di halaman sekolah, siswa dari pelosok dunia ini disuguhi gambelan gender yang dimainkan oleh siswa sekolah ini. Di Aula sendiri, pihak sekolah menyambut peserta ini dengan mempersembahkan tari kebesaran SMPN 3 Denpasar, yakni Tari Tri Lingga yang diiringi gambelan yang penabuhnya juga dari siswa.

I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., Kepala SMPN 3 Denpasar menyambut kedatangan kunjungan peserta IJSO

I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., Kepala SMPN 3 Denpasar menyambut kedatangan kunjungan peserta IJSO

Selain itu, Story Telling tentang Gede Basur juga dipentaskan dalam kesempatan ini. Dimana pembawa cerita ini, memainkan perannya dengan begitu lugas dan berbahasa inggris sehingga siswa-siswi dari mancanegara paham betul tentang cerita yang disajikan.

Dalam kegiatan ini, para tamu ini juga berkesempatan untuk belajar adat dan budaya bali seperti; menari, menabuh, melukis, mengikuti permainan tradisional bakiak serta kegiatan budaya lainnya. Dan yang paling menarik dalam kegiatan ini, siswa-siswi dari berbagai belahan dunia ini, sangat cepat bisa memahami sekaligus langsung bisa mempraktekannya.

ijso3
Salah satunya Radlu Dania Loaria siswi dari Rumania yang belajar menabuh gambelan bali. Dalam hitungan detik, siswi ini sudah mampu mengikuti cara menabuh.

“Ini pertama kali saya ke Bali. Begitu banyak kesenian disini dan ini sangat menarik,” Kata Radlu. Selasa, 6/12/2016.

I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., Kepala SMPN 3 Denpasar menyambut baik kedatangan para peserta IJSO ke sekolah yang dipimpinnya tersebut. Dan kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan serta kebanggaan tersendiri, mengingat kunjungan tersebut secara tidak langsung akan membuka peluang untuk memperkenalkan sekolah kepada dunia.

“Kita sangat bersyukur salah satu siswa kita I Gede Ariana Saputra ikut dalam olimpiade ini mewakili Bangsa Indonesia dalam bidang IPA. Di Indonesia sendiri, ada 12 siswa yang mengikuti olimpiade ini dan salah satunya siswa kami,” kata Kepala Sekolah.

Kegiatan olimpiade ini, dikatakan Murdana, merupakan motivasi kepada anak didik serta untuk memajukan sekolah pada khususnya, Kota Denpasar dan Bali pada umumnya. Dan dengan kunjungan ini, ditambahkan Murdana, membuktikan bahwa sekolah yang dipimpinnya tersebut sudah memberikan yang terbaik.

“Para delegasi ini kita berikan suguhan budaya bali, kemudian kegiatan kreatifitas anak yang saya harapkan bisa dikembangkan di negaranya masing-masing,” lanjutnya.

Sedangkan Panitia, Hernowo dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa IJSO ke 13 ini diselengarakan di Bali dan diikuti sebanyak 48 negara.

“Kita giring peserta IJSO untuk mengunjungi SMPN 3 Denpasar karena ada salah satu siswanya yakni Ariana Saputr ayang juga ikut dalam olipiade ini,” ujarnya.

Kunjungan ini, dikatakan Hernowo, dibagi menjadi tiga sekolah dan ini merupakan spontanitas dari para panitia untuk menghilangkan rasa jenuh dari para peserta IJSO setelah mengikuti lomba.

“Kita membuat acara dengan bekerjasama Dinas Pendidikan, dengan para Kepala Sekolah, untuk melakukan kunjungan sehingga anak-anak bisa mengetahui informasi budaya, pendidikan, sarana prasarana sekolah khususnya di Bali,” akhir Hernowo.

alt


Continue Reading
Advertisement

Daerah

MENJAGA TRADISI DALAM BERKESENIAN YAYASAN JAYA SWARA PURA DALEM ULUNSUAN DIRESMIKAN

Published

on

Gatra Dewata | Denpasar | Pelestarian sebuah tradisi  adalah  upaya  pelindungan,  pengenalan, pengembangan,  dan pemanfaatan  suatu kebiasaan dari kelompok  masyarakat  pendukung kebudayaan yang berguna untuk kelangsungan hidup suatu kelompok sosial masyarakat untuk mencapai kesejahteraan sesuai ajaran catur purusa artha, yaitu Dharma, Artha, Kama, Moksana sarira sadhanam.

Dharma yang berarti berbudi pekerti luhur, Artha yang berarti Kekayaan yang diberdayagunakan untuk kebaikan, Kama yang berarti keinginan manusia sesuai dengan kebenaran dan kebijaksanaan, Moksa yang berarti kebebasan atau kebahagiaan abadi. Itu bisa terjadi bila ketiga yang diatas, Dharma, Artha, Kama sudah terlaksana dan berjalan dengan baik.

Yayasan Jaya Swara Pura Dalem Ulunsuan yang berdiri di Jalan Imam Bonjol Gang Ulunsuan, Banjar Abiantimbul, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat diresmikan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, SH, Pada hari Minggu (02/02).

Yang akan bertanggung jawab kedepan adalah Ketua Yayasan Jaya Swara Pura Dalem Ulunsuan A.A. Putra Juni Adi, ST, yayasan yang didirikannya ini juga sudah mengantongi izin dari Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: AHU-0010503.AH.01.04.Tahun 2019.

“Tujuan kami membentuk Yayasan Jaya Swara Pura Dalem Ulunsuan adalah untuk tetap bisa menjaga tradisi dalam berkesenian. Bahkan untuk bisa menopang kegiatan-kegiatan yang ada di Pura Dalem Ulunsuan dengan terus bisa mengadakan pelatihan untuk kepemangkuan dan mengadakan serati banten,” ujar Beliau kepada kami.

Dengan diresmikannya Yayasan Jaya Swara Pura Dalem Ulunsuan bahwa kedepannya akan mampu lebih meningkatkan kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melaksanakan yadnya (pelayanan) kedepannya.

“Berawal dengan kegiatan di sanggar tari, peresmian yayasan juga bertepatan dengan peresmian sanggar tari Seraya Taksu. Dimana semuanya ini tidak terlepas dari pengembangan seni dan budaya,” ucap Putra Adi.

Agung Putra Adi Menjelaskan bahwa melalui sanggar tari akan mampu mengajak generasi muda berkesenian, khususnya tari, tabuh, kawitan dan mekidung.

“Memang kita Sadari betul bahwa berbagai kegiatan memerlukan biaya. Untuk biaya awal pelaksanaan kegiatan kami sudah ada dana kas awal, namun tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan pemerintah daerah Bali maupun swasta untuk dukungan pendanaannya,” terangnya.

Kepala bidang (Kabid) Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Dwi wahyuning kristiansanti terlihat ikut hadir meresmikan Yayasan Jaya Swara Pura Dalem Ulunsuan,

“Dalam memperjuangkan sesuatu petunjuk dari pak Walikota adalah kita harus mampu kere tetapi aktif, yang artinya kita harus mampu bergerak aktif walau dalam keterbatasan, baik dana maupun prasarana yang terbatas”, terangnya.

Keagamaan tidak termasuk dalam pembinaan kami di Dinas bidang kesenian Kebudayaan Kota Denpasar tetapi, kebudayaan juga tidak bisa terlepas dari sisi Keagamaan kita di Bali

“Pertanyaan mengenai soal keagamaan mungkin bisa ditanyakan ke pada PHDI”, ujar kabid kesenian yang akrab dipanggil wiwid ini.

Pengempon Anak Agung Bagus Wirata, dan mangku

Anak Agung Bagus Wirata seorang pengempon Pura Dalem Ulunsuan bercerita tentang sejarah, sebagai pemangku pura beliau juga dipercaya sebagai pembina yayasan.

Beliau pertama merehab pura ini ditahun di tahun1950, pengempon pura ada 40 kk (kepala keluarga) tapi yg bertanggungjawab adalah 3 Kk (kepala keluarga) diupacarai setiap 6 bulan sekali.

“Untuk memperlancar itu semua saya bersusah payah dari dulu, karena tidak cukup hanya biaya saja juga dengan tenaga”, beber Beliau.

Modal awal yayasan diambil dari dana kepemangkuan sebesar 50 juta sebagai dana awal yayasan. Kegiatan yang mesti digulirkan untuk pertama kalinya,

“Melatih harus ada snack, minimal ada uang lima juta untuk pertama kali, dan kedepan mungkin kita akan meminta bantuan kepada orang tuanya dan kedepan meminta bantuan kepada pemerintah agar kedepan tidak membebani yayasan dan orangtua”, terang beliau.

Dalam pura yang di empon itu terdapat pelinggih Dalem Mekah, Dalem cina, Dalem solo, dalem keluhuran majapahit, dan ada beberapa pelinggih lagi. (Ray)

Continue Reading

Daerah

GELAR RITUAL NANGLUK MERANA UNTUK CEGAH VIRUS CORONA SECARA NISKALA

Published

on

Gatra Dewata | Karangasem | Indonesia bahkan dunia lagi mewaspadai secara serius terhadap ancaman Virus Corona yang menyebar dari negara Tirai Bambu sana.

Budaya Bali tidak bisa dilepaskan dari pengaruh budaya cina, oleh sebab itu pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Karangasem berencana menggelar sebuah upacara Nangluk Merana.

Upacara ini akan dilaksanakan di Pura Penataran Agung Desa AdatPadang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.

Persembahyangan yang akan dilakukan oleh umat Hindu di Bali ini dilakukan hari ini Rabu (29/1) sekitar pukul 09.00 Wita, upacara ini bertujuan untuk memohon keselamatan Bali agar dijauhkan dari hal-hal yang negatif atau untuk menolak bala berupa penyakit, atau hama tanaman pokok yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia.

Untuk kali ini permohonan ini dilakukan dan dimohonkan untuk mengantisipasi virus Corona masuk ke Karangasem, upacara ini sebenarnya rutin diadakan setiap tahun sekali oleh pemda karangasem.

“Saya telah memberikan perintah kepada Kabag Kesra guna meminta dewasa (hari baik) kepada Ida Pedanda Gede Wayan Pasuruan dari Gria Kawan Sibetan,” terang Bupati Karangasem, Gusti Ayu Mas Sumatri, Selasa (28/1).

Petunjuk yang diberikan, ritual Nangluk Merana dapat dilakukan, Rabu (29/1/2020), tepatnya Buda Wage Wuku Warigadean dan rencananya proses ini akan dipuput Sulinggih Siwa Budha yakni Ida Pedanda Gede Wayan Tianyar & Ida Pedande Gede Nyoman Jelantik Dwaja.

Bupati menghimbau seluruh masyarakat karangasem dan semua pejabat pemerintahan di Karangasem untuk ikut hadir dan melaksanakan (bagi pemeluk Hindu) upacara tersebut dengan memakai busana adat persembahyangan Bali. (Ray)

Continue Reading

Daerah

MAHAKARYA PUTRA KLUNGKUNG CUP II MEMBUAT RIBUAN BURUNG BERNYANYI PADA ACARA KONTES TAHUNAN

Published

on

Gatra Dewata | Klungkung | Event tahunan adalah ajang kompetisi yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat Bali, baik acara provinsi maupun acara yang diselenggarakan oleh Pemerintahan kabupaten maupun kotamadya.

Masih hangat berita tentang hilangnya burung berjenis kacer milik seorang penghobi burung yang naik pesawat Garuda dari Pontianak ke jakarta (19/12).

Pemerintah Klungkung menjelang akhir tahun 2019, minggu 22/12/2019 mempercayakan sebuah event yang bertaraf nasional kepada Mahakarya Putra Klungkung yang dikomandoi oleh seorang ketua yang bernama Anak Agung Gede Bagus Mahendra Putra.

Mahakarya Putra Klungkung Cup II ini menampilkan lomba burung terbaik dengan katagori jenis burung Cucak hijau, Murai batu, Anis merah, love bird fighter, love bird paud, kenari, kacer, cendet.

Sebuah Kontes burung yang diadakan di lapangan umum banjarangkan klungkung yang diikuti sekitar kurang lebih 1500 peserta dari wilayah Jawa, Bali dan lombok.

“Piala Bupati dan Piala Mahakarya Putra Klungkung merupakan dua kontes yang rutin diadakan tiap tahun nya di Klungkung hingga kini”, demikian ungkap ketua panitia kontes ini.

Persiapan yang tidak main-main oleh ketua panitia yang akrab disapa Ratu Bagus ini, dari pengecekan panitia yang dikhawatirkan main mata dengan peserta, sampai persiapan ijin-ijin pelaksanaan event tahunan ini yang melibatkan ribuan peserta.

Membuat event ini berjalan dengan baik dan meriah tentunya, sangking antusias penonton membuat suara burung-burung indah yang mengikuti lomba inipun tidak terlalu terdengar merdunya.

“Sampai bertemu lagi tahun depan bulan april 2020 Piala Bupati yang sudah kelima diadakan ini,” pungkas Ratu Bagus. (Ray)

Continue Reading

Wonderful Indonesia

Ads

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam