Connect with us

Pariwisata dan Budaya

HUT ke 17 SMK PGRI 3 Denpasar, Kreatif, Inovatif dan Berbudya

Published

on


Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., Kepala SMK PGRI 3 Denpasar memotong tumpeng dalam puncak HUT 17 Trigriska, foto;alt

Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., Kepala SMK PGRI 3 Denpasar memotong tumpeng dalam puncak HUT 17 Trigriska, foto;alt


GATRADEWATA – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun SMK PGRI ke 17 yang dirangkai dengan reuni akbar alumni sekolah berlangsung dengan penuh kegembiraan dan kemeriahan. Dimana HUT sweet seventeen ini ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagi wujud syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa oleh Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., Kepala SMK PGRI 3 Denpasar.

Dalam HUT yang bertema “Kreatif, Inovatif dan Berbudya” ini, diawali dengan tarian maskot Kota Denpasar, yakni Tari Jempiring yang dibawakan dengan indah oleh siswi sekolah yang bernama keren Trigriska.

Laporan panita menyampaikan bahwa HUT tahun ini merupakan program kerja sekolah dan OSIS, yang sebelumnya melakukan musyawarah dewan guru dan juga rapat panitia. Dimana HUT yang dimulai sejak 18 Januari 2017, bertujuan untuk menjalin kerjasama antara sekolah intern, lembaga pendidikan lainnya maupaun masyarakat.

Menurut Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., Kepala SMK PGRI 3 Denpasar menyampaikan sejarah berdirinya sekolah yang dipimpinnya 17 tahun silam yang didirikan Drs Made Sudana yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala SMKK Negeri 4 Denpasar. Hingga saat ini tenaga pendidik masih dipakai sebanyak 50%.

Awal mula berdiri, SMK PGRI 3 Denpasar pada saat itu masih bergabung dengan SMIP PGRI Badung di Sibang dengan jumlah siswa sebanyak 13 murid.

Memasuki tahun ke 4, Trigriska berpisah dengan SMIP karena peraturan baru tentang yayasan/YPLP Badung dan Denpasar. Dan Trigriska memilih hijrah ke Kota Denpasar.

“Memasuki tahun ke 4 diluar prediksi kami, minat siswa melanjutkan ke sekolah kami sangat luar biasa mencapai 200 siswa,” ungkapnya. Selasa, 24/01/2017.

Dengan based camp di SMK Kesehatan bekerja sama dengan SMK Negeri 4 sampai dengan tahun 2008, Trigriska akhirnya memiliki gedung sendiri dan berkembang hingga menambah gedung yang terletak disisi timur.

“Hari ini 24 Januari 2017 genap SMK PGRI 3 Denpasar berumur 17 tahun dan sudah seperti ini jerihpayah para pendiri. Dan kini, sekolah mememiliki 2.167 siswa. Dimana minat yang ingin melanjutkan di sekolah ini pada tahun ajaran kemarin membludak hingga 2.500 pendaftar dari berbagai kabupaten/kota yang ada di Bali,” paparnya.

Di sekolah yang memiliki moto bersih, disiplin dan berprestasi, dikatakan Madiadnyana, ditanamkan siswa dan seluruh staf sekolah bahkan setiap pagi moto tersebut diterapkan di sekolahnya ini. Sementara terkait prestasi, diungkap Kasek, telah berhasil meraih berbagai prestasi baik ditingkat kota, Provinsi, hingga nasional.

“Perayaan sweet seventen ini, sebenarnya kami tidak mau menyelengarakan semeriah ini, akan tetapi karena tuntutan OSIS maka kita tuangkan menyambut ulang tahun ini selama satu minggu,” kata Madiadnyana.

Yang menjadi istimewa dalam HUT ini, sekolah menggelar lomba kuliner yang dihadiri Walikota Denpasar dan juga lomba ngelawar. Dimana Walikota untuk pertama kali ikut berpartisipasi bersama Kasek membuat lawar.

Nyoman Winata Ketua PGRI Denpasar menyampaikan selamat ulang tahun ke 17 kepada SMK PGRI 3 Denpasar dan memohon agar membagi tips kepada sekolah-sekolah PGRI yang ada di Denpasar cara untuk mengelola sekolah sehingga bisa sukses seperti sekolah Trigriska ini.

“Saya mohon ilmu yang dimiliki bisa ditularkan ke sekolah-sekolah yang lain,” kata Winata.
Begitu juga dengan OSIS, orangtua, siswa, bahkan alumni, dikatakan Winata, rasa memiliki sekolah sangat baik. Dan ilmu ini juga diharapkan dapat ditularkan ke sekolah SMK yang lainnya.

“Teruskan prestasi yang telah dicapai. Kami sangat apresiasi dan mohon ditularkan sekolah lain,” akhir Winata.

Komang Merta Dana Kabid. SMK Dinas Pendidikan Provinsi Bali sebelum membacakan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali menyampaikan sangat terkesan melihat hari ulang tahun SMK PGRI 3 Denpasar yang begitu meriah dan baru pertama kali melihat acara HUT yang sangat luar biasa ini.
Dalam sambutan yang dibacakan tersebut, Kepala Dinas atas nama pribadi
dan Pemerintah Provinsi Bali mengucapkan selamat kepada SMK PGRI 3 Denpasar karena hari yang berbahagia ini diselenggarakan acara Resepsi Hari Ulang Tahun Ke-17, dan berharap SMK PGRI 3 Denpasar semakin gemilang dalam menghasilkan lulusannya.

“Perayaan HUT Ke-17 SMK PGRI 3 Denpasar ini agar dijadikan momentum untuk mengevaluasi diri dalam kelembagaan karena evaluasi diri kelembagaan merupakan salah satu indikator untuk melihat seberapa jauh kinerja lembaga pendidikan mampu
menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mendukung program pemerintah dalam bidang pembangunan di Provinsi Bali,” kata Tia Kusuma Wardhani.

Menurutnya, SMK PGRI 3 Denpasar telah memberi kontribusi dan peran penting dalam mensukseskan pembangunan daerah Bali. Secara berkesinambungan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat pada jenjang pendidikan menengah yang berkualitas serta memastikan kompetensi lulusan melalui evaluasi proses dan hasil belajar yang akurat.

“Pendidikan pada hakekatnya adalah human investment. Investasi ini memerlukan modal yang sangat besar, tidak hanya modal materi, tetapi modal kualitas sumber daya manusia dan komitmen yang tinggi tulus ikhlas dan sungguh-sungguh dalam mengabdikan dirinya untuk peningkatan kualitas generasi muda kita,” ujarnya.

Sebagai pengelola lembaga pendidikan menengah, dan sebagai lembaga pencetak generasi muda yang cerdas, pemikir serta sekaligus merupakan tenaga kerja handal dituntut mampu mengantisipasi perkembangan tersebut. Disamping itu sekolah juga merupakan lembaga sosial yang memiliki peran untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berharap partisipasi dan sumbangsih yang selama ini telah diberikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan sehingga lulusan yang dihasilkan SMK PGRI 3 Denpasar selalu berorientasi pada kualitas lulusannya terdepan, profesional dan berdaya saing internasional yang mampu menghadapi tantangan masa depan yang penuh dengan persaingan di segala bidang yang sangat ketat,” lanjutnya.

Keberadaan SMK PGRI 3 Denpasar sangat berperan aktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas mandiri yang mampu membantu pemerintah dalam membangun Bali. Pemerintah berharap, SDM yang dihasilkan sekolah ini agar nanti kembali ke masyarakat ikut menjadi pelaku pembangunan sehingga terjalin kerjasama dalam membangun Bali.

Alt


Advertisement

Daerah

Demi Kenyamanan Customers, Java Lotus Hotel Gelar Uji Kompetensi Food Handler 

Published

on

By

Java Lotus Hotel Jember

GatraDewata – Jember, Menjawab tuntutan pelanggan, pasar industri jasa dan meningkatkan “value” layanan terhadap pelanggan, serta memenuhi kewajiban perusahaan untuk up-skilling paralel dengan upaya re-skilling sumber daya manusia di perusahaan, maka menejemen Java Lotus Hotel Jember menyelenggarakan Uji Kompetensi Food Handler.

Investasi soft-skill kepada sebagian karyawan di Tri Wulan pertama tahun 2024, dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan (JMKP). Berupa Sertifikasi Pengelolaan Higiene Sanitasi Makanan, skema sertifikasi okupasi nasional penjamah makanan (food handler).

LSP JMKP, terverifikasi Badan Nasional Seritifikasi Profesi (BNSP) ini, adalah LSP pihak ketiga yang dibentuk oleh Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia (APKEPI). Mendapat dukungan penuh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Kementrian Perindustrian RI, Kementrian Pertanian RI, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, terpercaya!

Uji Kompetensi dengan asesor Sigit Jaya Saputra yang didatangkan dari Jakarta menjadi program perusahaan melalui divisi HRD (Human Resources Development) dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan produk makanan, minuman yang disediakan hotel. Selain untuk meningkatkan keyakinan tamu bahwa setiap “sajian” telah diolah dengan standard keamanan dan kebersihan sesuai undang – undang yang berlaku.

Setiap produk sajian diracik tangan – tangan terampil, profesional dan telah teruji kompetensinya sehingga melalui sajian makanan dan minuman tamu merasa nyaman dan aman berada di hotel.

Kearifan Lokal

General Manager Java Lotus Hotel Jember, Jeffrey Wibisono V

Hal meracik kudapan berstandar keamanan dan kebersihan internasional, namun bahan baku tetap mengutamakan hasil budidaya pekebun, petani, nelayan sekitar Jember, negeri Pandhalungan yang dikenal dengan JFC —Jember Fashion Carnaval—nya ini.

Dari program sertifikasi uji kompetensi, Jeffrey Wibisono V mengungkapkan  “Jadi, tidak perlu ragu dan khawatir lagi ya! Java Lotus Hotel Jember berusaha meningkatkan mutu pelayanan untuk tamu yang datang, juga mempertahankan kualitas produk sajiannya tanpa melupakan keberpihakan pada budidaya setempat.”

Jeffrey menutup pernyataannya dengan menyampaikan, “Nilai tambah bagi tamu yang menginap atau sekadar menikmati olahan dapur Java Lotus Hotel Jember, tidak hanya mendapat konsumsi makanan sehat, aman, berkualitas. Juga tetap berbagi dengan lingkungan sekitar serta ikut menekan emisi CO2 dari aktivitas mengolah bahan baku menjadi kudapan siap saji.”

Apalagi, Java Lotus Hotel memiliki 3 outlet FnB yakni MakanKoe Restaurant, KopiKoe Café, dan The Upper & Lower Sky Lounge. Hal ini menjadi sangat penting mengingat konsumen dari ketiga outlet tersebut cukup ramai dan diminati masyarakat. Ceruk pasar komoditi lokal yang mendukung perekonomian setempat.

Perlu diingat bahwa Uji Kompetensi dilakukan tanggal 20 Februari 2024, jam 10.00 WIB di Mawar Melati Meeting Room, Mezzanine Floor of Java Lotus Hotel.

Kegiatan eksklusif ini diikuti 11 karyawan di bagian Food and Beverage Departement, yang telah memenuhi persyaratan dan ketentuan untuk mengikuti uji kompetensi. Dalam skema food handler diikuti tujuh (7) staff Food and Beverage Porduct, tiga (3) staff Food and Beverage Service, serta satu (1) staff Akunting Receiving. Sedangkan untuk Skema Pengelola Higiene Sanitasi Makanan untuk penanggung jawab hanya diikuti oleh Chef Arif (Chef de Cuisine Java Lotus Hotel).

Uji kompetensi meliputi tes tulis, tes wawancara, dan praktek bagi masing – masing peserta. Mereka juga mendapat evaluasi mengenai hal – hal yang harus diperbaiki dan di pertahankan.

So, kita tunggu kehadiranmu di Java Lotus Hotel ya!

Narahubung:
Jeffrey Wibisono V., General Manager
Email: gm@javalotushotel.com
Telepon Java Lotus Hotel: 0331 5102 777; HP: 0811 39 8917

Website: https://javalotushotel.com

Continue Reading

Daerah

My Travel My Adventure – Bagaimana Menarik Perhatian Wisatawan?

Published

on

By

GatraDewata – Jember, Pembatasan perjalanan dihapus paska pandemi, maka terjadilah euphoria wisata balas dendam dan semarak case overtourism di beberapa kawasan dalam dan luar negeri. Lantas, saya mesti melakukan penyegaran, berlibur dimana?

Buat saya, mencari satu destinasi untuk liburan ke luar negeri mirip dengan berkegiatan mencari bahan bacaan di toko buku, Sama – sama menarik. Dari mulai tertarik dengan judul dan gambar di sampul depan, kemudian menelaah rangkuman premis dan diksi dari buku yang sedang saya pegang. Teman-teman percaya toh, kalau ilmu marketing mengatakan people do not buy products, they buy emotions dan ada pengaruh validasi sosial disitu.

Lalu apa yang menarik perhatian saya untuk memutuskan destinasi liburan berikutnya? You do not attract what you want, you attract what you are! Yang pasti pertanyaan pertama adalah “ada apa disana?”

Traveler lain —menurut saya— melakukan hal yang mirip yaitu mulai dari menyusun top-most-priority untuk dibaca dan dibahas ulang bersama teman perjalanan —bagian dari mematangkan perencanaan dan mem-finalkannya—. Sangat subyektif. Dan kita belum berbicara tentang perubahan iklim terkait rencana berlibur kita.

Kemudian, kalau kita berandai – andai sebagai “turis” yang tertarik untuk liburan di Indonesia,—mengusung genre traveler generasi baru yaitu Milenial, iGeneration dan Alpha kelahiran tahun 1990an dan 2000an—, kira-kira apa yang menarik perhatian kita?

Dari total 17.504 pulaunya saja, tidak mungkin kita bisa mengunjungi, menangguk experience kehidupan kepulauan Indonesia, sekalipun menikmatinya menggunakan masa cuti panjang selama 30 hari.

Tetapi –catat– kita bisa mengunjungi wilayah Indonesia ber-ulang-ulang dan mendarat di pulau yang berbeda-beda – island hopping,  tergantung tujuan pengalaman yang hendak kita timba.

Dalam pemikiran saya, salah satu pembangkit minat untuk Indonesia  menjadi pilihan future travelers melalui people – beragam suku dan budayanya menjadikan Indonesia memiliki potensi destinasi-destinasi tematik.  Mampukah Indonesia membangun special interest sesuai karakteristik historis geografis masyarakat dan pulaunya? Bukan melulu eksploitasi alamnya. Sehingga kemudian pangsa pasar niche nya terbentuk, lalu target promosinya jelas dan kuota kunjungan wisatawannya-pun dapat ditentukan.—Tidak perlu terjadi kasus overtourism—Disinilah, kita bisa bicara lebih banyak tentang destinasi dengan quality of tourism nya —didalamnya ada length of stay dan spending power wisatawan yang sedang berkunjung—.

Mari kita coba buka sejarah Nusantara. Harus kita akui, penguasaan bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, bangsa Indonesia kalah jauh dibandingkan beberapa negara anggota ASEAN. Tetapi Indonesia masih bisa unggul apabila dapat mengembangkan experience. Paket bisa dibuat dan itu misalnya Paket Perjalanan Sejarah, Paket Legenda, Paket Arkeologi Antropologi, Paket Keraton, Paket Laboratorium Hidup dan masih banyak lagi. Khusus Paket Laboratorium Hidup saya dapat membandingkan Galapagos di Ekuador dengan Flobamora di NTT (Kepulauan Nusa Tenggara Timur).

Jangan lupa! Saya sedang memikirkan bagaimana menarik minat, perhatian potensi future travelers tersebut. Kuncinya pada penguasaan teknologi, dan jadikan Indonesia sebagai destinasi digital yang handal. Semua paket yang ditawarkan dan dijual harus terintergrasi dapat dipertanggungjawabkan secara etika moral, sosial, hukum dengan aman. Mulai dari beragam tipe akomodasi, destinasi makanan sesuai daerahnya dengan mempromosikan exotic food yang dapat dikonsumsi wisatawan internasional sesuai karakter daerahnya. Jangan lupa ada misi edukasi didalam memberikan experience kepada wisatawan. Salah satunya adalah mengajari wisatawan untuk mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan penduduk lokal dengan sarana naik public transportation (angkot) dari satu poin ke poin lainnya, bahkan bisa untuk mengajari memilih angkutan umum antar kota seperti menggunakan bis dan kereta api/listrik.

Bagaimana dengan paket budaya?

Saya sendiri secara pribadi sangat tertarik dengan budaya. Indonesia ini kaya banget!. Setiap daerah memiliki kekuatan masing masing. Dari seni tari, rupa, patung dan lainnya, yang dapat diintegrasikan dalam Paket Sejarah Nusantara —untuk daerah tertentu— atau bahkan Paket Legenda yang di ceritakan dari dongeng rakyat seperti Balingkang Dewi Danu di Kintamani Bali. Untuk mensukseskan semua program wisata ini Indonesia perlu Story Tellers sebagai duta wisata. Dalam hal sales, marketing diperlukan seller, marketer yang menguasai strategi storytelling, didukung tim content creator yang setara. Dan tetap berpedoman pada Kode Etik Pariwisata Global serta kode etik jurnalistik Indonesia —meskipun Anda bukan jurnalis—.

Kita sebagai future travelers perlu akses masuk yang nyaman dan infrastrukturnya.

Suksesnya program satu paket-satu destinasi perlu dukungan masyarakat setempat. Sosialisasi tidak cukup dilakukan oleh pemerintah selaku fasilitator, juga oleh kalangan pelaku bisnis perjalanan wisata. Sosialisi dan pelatihan secara berkesinambungan selayaknya dilakukan stakeholder terkait. Ini sebagian pekerjaan pemerintah dengan dukungan swasta untuk implementasi dan mengembangkannya.

Bagaimanapun wujud destinasinya? Walau lokasinya terpencil, kebutuhan kekiniannya atau keperluan modernisasi tetap harus disediakan. Misalnya MCK (Mandi Cuci Kakus) standar internasional, transportasi, convenience store, alat pembayaran non-tunai (tourist card dan virtual), APPS of the Destination. Semua travelers memerlukan kemudahan mobilitas dengan segala informasinya yang terintegrasi dan akurat. Mungkin ada yang sudah pernah ke Singapura dan London? Di kedua kota ini saya sangat nyaman untuk mobilitas dengan mudah dan murah selama berkunjung.

Satu lagi, apakah saya memiliki ketertarikan pada destinasi di Indonesia yang menerapan aksi ramah lingkungan? Ya, ini tren global.—green and sustainable tourism—. Tentu menarik  jika  ada pulau-pulau di Indonesia yang siap mempertunjukkan teknologi “free chemical” untuk kehidupan sehari-hari nya. Mulai dari pertanian, kemasan sampai ke pengelolaan limbahnya. Saya akan experience untuk menginap beberapa malam disini. Pasti ada pelajaran yang bisa dibawa pulang.

Jadi sekali lagi kualitas suatu produk termasuk produk wisata itu sangat subyektif. Semua bergantung terhadap pengalaman apa yang dirasakan oleh penikmatnya pada saat itu. Contoh konkritnya, mari kita masuk ke situs-situs guest review seperti tripadvisor dan google review. Apakah dari satu review ke review lainnya isinya sama untuk produk yang sama dengan penikmat  berbeda? Maka itulah bukti subyektifitas tersebut.

Pemikiran tertulis saya tentang cara atau bagaimana menarik niat,  perhatian wisatawan secara umum ini masih sangat “sempit”,  dibandingkan potensi Indonesia yang sangat luar biasa.

Dari slogan saya  My Travel My Adventure terdapat letupan-letupan  emosi yang membuat saya menjadi tertarik berkunjung ke satu destinasi. Misalnya karena cerita sejarahnya yang memikat, ingin mendapatkan pengalaman  yang diceritakan oleh orang lain, kelangkaan/scarcity atau ekskulisifitas, tipe wisatawannya, eksotisme suku setempat, jaminan keamanan, cocok untuk pengambilan foto-foto yang bisa untuk diceritakan kembali, heritage, history, pengalaman spiritual, affordable – sesuai kocek, banyaknya waktu untuk digunakan termasuk masa tempuh untuk mencapai destinasi yang menarik.

Pada akhirnya, Indonesia harus mampu menjual dengan cara mentransfer perasaan. —kemampuan storytelling disemua dimensi–. Memahami “maunya” dan kebutuhan traveler seperti cerita fiksi yang menjadi non-fiksi, menjadi kenyataan. Bukan hard-sales saja dengan menonjolkan “Ini produk unggul kami”.

Tentunya teman-teman pembaca mempunyai ketertarikan yang lain dari saya dan ingin urun-rembug. Silakan. Terima kasih.

 

Jember, 08 February 2024

Jeffrey Wibisono V.│@namakubrandku│ Telu Learning and Consulting for Hospitality Industry │ General Manager Java Lotus Hotel Jember
Continue Reading

Daerah

Founder UHA dan Seluruh Jajaran Gelar Persembahyangan Bersama di Pura Gunung Lebah.

Published

on

By

GatraDewata – Gianyar, Ketua Ubud Hotels Association (UHA) baru, Putu Surya Arysoma, dan seluruh pengurus melakukan persembahyangan bersama dengan founder UHA (Pande Sutawan) di Pura Gunung Lebah, Kamis (8/2). Persembahyangan tersebut merupakan serangkaian acara dalam pengukuhan kepengurusan baru periode 2024-2026. Ritual suci yang dihadiri seluruh jajaran komite berjalan dengan penuh keakraban dan canda tawa. Ritual ini juga dimaksudkan sebagai upasaksi kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta beliau yang berstana di Pura Gunung Lebah. Pura Gunung Lebah sendiri adalah Pura Dang Kahyangan dan menjadi tempat bertapanya Ida Pandita Sakti Wawu Rauh, atau disebut juga Dang Hyang Nirartha. Pura ini merupakan Pura yang sangat disakralkan karena berada diantara lembah dan bukit.

Pada kesempatan ini Pande menyematkan pin UHA sebagai tanda telah dikukuhkannya ketua UHA baru. “Semoga Tuhan yang maha tahu dan Ida sesuhunan yang berstana di Pura ini memberikan berkat buat pengurus baru 2024-2026, dapat bekerja dan memajukan UHA kedepannya dan lebih semangat lagi dalam mengembangkan sumber daya manusia yang ada di Ubud khususnya dan Gianyar pada umumnya,” ungkapnya.

Persembahyangan diikuti oleh founder, Ketua dan seluruh jajaran UHA periode 2024-2026

Beliau juga menitikberatkan pada people development dan siap sharing kepada seluruh anggota UHA, mulai dari level bawah untuk bisa menjadi level tertinggi, dan atau untuk diri sendiri. “Saya siap sharing untuk kemajuan orang – orang yang ingin berkarier di dunia perhotelan maupun pariwisata, dan senang ngayah,” tambahnya.

Pande sudah berkarier kurang lebih 34 tahun di industri pariwisata, dan kini menjabat Corporate General Manager di Pita Maha Group. Pengalaman beliau cukup membuatnya disegani.

Di lain pihak, Putu menyampaikan bahwa ini adalah langkah awal jajaran baru untuk bekerja dan bersama – sama memajukan UHA untuk terus mengembangkan diri. “Kami masih belajar dan perlu bimbingan seluruh anggota UHA untuk dapat menjadikan UHA besar dan memberikan dampak yang positif,” tandasnya.

Beliau menambahkan, “Tentu kegiatan UHA terdekat adalah gathering bersama seluruh anggota UHA, Sales dan Human Development Training, serta kegiatan kegiatan sosial lainnya,” tambahnya.

Putu adalah anak muda asli kelahiran Peliatan, Ubud, dan juga Founder dari Gangga Experience, dimana ia sangat suka dan aktif dalam berorganisasi.

UHA memiliki 3 pilar penting: pengembangan SDM, Sales Marketing serta sosial yang berpegang pada keberlangsungan.

Foto bersamq kepengurusan UHA yang baru periode 2024-2026

Adapun komite UHA periode 2024-2026 diantaranya: Ayu Arumi dan Sena Karilo selaku Waka I dan II; Kadek Gilang Wijaka dan Dewa Ayu Feny  sebagai Sekretaris; Putu Rama Adiguna sebagai Bendahara; Ketut Wijana, Made Mahendra, Deddy Sutrisna,  Putri dan I Ketut Warasana di bagian Sales Marketing dan sosial media; Dewi Aprilianti dan Kadek arianti di sektor Human Resurces; Gede Ariawan dan Sintia di Public Relation. 

Di penghujung acara ia mengutarakan harapannya kepada seluruh jajaran UHA yang baru. “Tentu saja saya berharap kepada kepengurusan baru ini untuk memberikan dampak nyata, baik kepada anggotanya maupun masyarakat luas,” tutupnya lugas.<swn>

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku