Connect with us

Kesehatan

HARMONY WITH AYURVEDA (9)

Published

on


Setelah dalam beberapa tulisan sebelumnya, penulis telah memaparkan faktor-faktor penting yang mempengaruhi keseimbangan sebagai tanda seseorang dalam kondisi sehat (harmoni). Pada beberpa tulisan berikutnya, penulis akan memaparkan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami ketidakseimbangan (disharmoni) yang secara sederhana disebut sakit.

Ayurweda memaparkan dua kelompok besar penyebab penyakit yaitu yang pertama sebab karma dan yang kedua disebabkan oleh fisik dan biologi. Pada tulisan kali ini, akan penulis paparkan sebab yang pertama, yaitu sakit yang disebabkan oleh karma.

Karma yang dimaksud dalam hal ini adalah karma wasana (yoni), yaitu hasil perbuatan seseorang pada kehidupan sebelumnya yang dinikmati pada kehidupan saat ini. Inilah yang menjadi jawaban mengapa ada orang yang dilahirkan dari keturunan keluarga diabetes, hipertensi, pemarah, ada yang dari keturunan cantik dan baik hati serta banyak karakter yang lainnya.

Semua itu adalah sebab dari karma wasana seseorang, yang menurut pengetahuan konvesional disebut faktor keturunan (genetik). Bagaimana menjelaskan hal ini menjadi lebih sederhana? Hindu meyakini bahwa kita lahir (hidup) bukan baru sekali ini saja, melainkan sudah berkali-kali, mungkin puluhan, ratusan bahkan ribuan kali kelahiran.

Apabila di kehidupan sebelumnya kita terlalu berlebihan mengkomsumsi makanan yang manis-manis (banyak mengandung gula), maka pada kelahiran berikutnya kita dilahirkan di keluarga yang mengalami penyakit diabetes dan kitapun memiliki gen diabetes. Demikian juga dengan gen-gen penyakit yang lain dan karakter-karakter lainnya. Apakah gen-gen penyakit tersebut akan mewujud menjadi penyakit? Sebagaimana keyakinan Hindu, bahwa karma harus dan pasti berbuah, demikian juga dengan gen tersebut yang dalam pengetahuan kesehatan konvensional disebut faktor resiko yang tidak dapat diubah, pada kondisi yang tepat tentunya dikombinasikan dengan sebab biologi dan atau fisik akan mewujud menjadi penyakit.

Lalu bagaimana dengan terapinya (pengobatan)? Sabar. Kita belum membahas sebab penyakit yang kedua, yaitu sebab biologi dan fisik.

(Prof. I Ketut Adnyana)
Radite, 3.05.20
Rahayu


Daerah

Polres Buleleng Melaksanakan Gerai Vaksin Polri Serentak

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto, S.I.K.,S.H.,M.Si., menindaklanjuti arahan pimpinan Polri untuk melaksanakan gerai vaksin Covid 19 secara serentak yang diselenggarakan di seluruh jajaran Polri, mulai tingkat Polda sampai Polres.

Pelaksanaan vaksin Covid 19 untuk Polres Buleleng dilaksanakan, Sabtu (27/11/2021) pagi, digedung Ananta Wijaya Polres Buleleng.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan Tim Medis Klinik Pratama Polres Buleleng terdiri dari 15 Orang tim Vaksinator: 5 orang tenaga kesehatan dan 10 orang Operator yang dipimpin langsung  Kasi Dokkes Polres Buleleng IPDA dr Komang Maitri Devi.

Sebanyak 214 orang yang telah mendapatkan vaksin diantaranya, untuk dosis ke 1 sebanyak 115 orang dan dosis ke 2 sebanyak 99 Orang.

Vaksin yang digunakan jenis vaksin Sinovac  dan jenis vaksin Astrazeneca.

Disisi lain, Kapolres Buleleng menyampaikan, “Kegiatan vaksin baik tahap pertama maupun ke dua sudah dilakukan secara terus menerus, dan hari ini dilakukan secara serentak di seluruh Imdonesia termasuk vaksin yang dilaksanakan di Polres Buleleng,” cetusnya.

“Disampaikan kepada seluruh masyarakat walapun telah mendapatkan vaksin untuk tidak abai dan tetap mematuhi Prokes Covid 19: memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dengan maksud memutus mewabahnya Covid 19,” imbuhnya.

“Harapan kedepan semoga pandemi covid 19 ini cepat berlalu sehingga masyarakat kembali dapat melakukan aktifitas dengan normal dan ekonomi pulih kembali,” tutupnya.[MGA]

Continue Reading

Daerah

Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) Sambut  Open Border Internasional

Published

on

Photo courtesy: baliairport.com

GatraDewata[Denpasar] – Telah diterbitkan Permenhumkam No MHH 02. GR.02.02/2021,  tentang Pemeriksaan Imigrasi Tertentu sebagai tempat masuk dalam masa penanganan penyebaran Corona virus disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, per tanggal 17 September 2021. Permenhumkam tersebut pada intinya menyatakan bahwa, dalam Diktum ke 3, terlampir  tempat pemeriksaan Imigrasi untuk delapan Bandara, yakni:

  1. Kualanamo,
  2. Hangnadim,
  3. Soetta,
  4. Halim Perdana Kusuma,
  5. Yogyakarta,
  6. Juanda,
  7. Samratulangi, dan
  8. I Gusti Ngurah Rai.

Ini jelas, regulasi Open Border Internasional telah di tetapkan dan mefeka juga mendengar jika hari ini, 18 September, ada pesawat Qantas akan landing di bandara Ngurah Rai.

Hal ini membuat ketua APPMB, Puspa Negara, sumringah. “Tentu ini menjadi angin segar bagi pelaku pariwisata Bali, dan berharap para pemangku kepentingan segera mengambil langkah – langkah strategis tentang pemulihan pariwisata, dengan menyusun Time Schedule dan Program Prioritas Pergerakan Pemulihan Pariwisata secara Gradual,” cetusnya penuh semangat.

Ketua APPMB, Puspa Negara

“Kami APPMB sangat mengapresiasi Kemenkumham yang jelas telah menerbitkan regulasi secara bertahap: mulai permenkumham 11 tahun 2020 tentang pelarangan sementara warga asing masuk Indonesia; terus Permenkumham 27 th 2021 tentang Pemberian pembatasan visa; Permenkumham 34 tahun 2021 tentang Pemberian Visa masuk Indonesia; hingga Kepmenkumham No MHH 02.Gr.02.02/2021 sebagaimana disebutkan  diatas,” tambahnya.

“Ini terlihat regulasi yg mulai memberi angin segar pariwisata Bali. Oleh karena itu, kami mulai mempersiapkan semua sarana dan prasarana untuk siap membuka kembali usaha kami. Renovasi sudah kami lakukan dan bersiap untuk buka Advance Booking. Intinya kami telah sangat siap buka  ODTW, DTW dan ODTWK. BRAVO Kemenkumham.” tutupnya.[PT]

Continue Reading

Daerah

Rayakan HUT Lalu Lintas ke-66, Polres Buleleng Lakukan Donor Darah dan Bakti Sosial

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Dalam rangka hari ulang tahun lalu lintas yang ke–66, yang jatuh pada tanggal 22 September 2021, Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng melaksanakan bakti sosial dengan pembagian sembako, anjang sana kepada para purnawirawan Polri yang benar-benar membutuhkan uluran tangan serta kegiatan kemanusian lainnya berupa donor darah.

Di samping itu juga, di hari yang sama di kantor Lantas yang ada di jalan Pulau Sugara Singaraja, melaksanakan kegiatan Donor darah dengan melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) yang langsung sebagai tenaga medis dalam pelaksanaan pengambilan donor darah, Jumat (17/9/2021).

Sebanhak  10 paket sembako diberikan kepada 10 warga yang benar-benar tidak mampu dan terdampak Covid 19, yang ada di sekitar wilayah Kampung Baru.

Sebanyak 36 orang dari berbagai komponen masyarakat telah mendonorkan darahnya, baik dari personel sat lantas Polres Buleleng, Jasa Raharja dan masyarakat lainnya. Seluruh darah yang didonorkan nantinya akan diserahkan dan disimpan oleh PMI Buleleng. Masing – masing dari mereka mendonorkan darahnya sebanyak 350 cc.

Pelaksanaan donor darah diawasi langsung Kasat Lantas Polres Buleleng, IPTU Anton Suherman, S.I.K., dan atas seijin Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto, S.I.K.,S.H.,M.Si., menyampaikan,  “Dalam HUT Lantas yang ke 66 kami telah melakukan beberapa kegiatan sosial seperti pembagian sembako, masker dan hand sanitezer di sektor – sektor pelayanan maupun ditempat umum lainnya. Dan, juga melakukan vaksin maupun donor darah seperti sekarang ini,” cetusnya.

“Untuk pelaksanaan vaksin akan diselenggarakan pada Sabtu (18/9/2021), dan diharapkan agar masyarakat yang belum divaksin maupun yang akan melaksanakan vaksin ke dua, untuk datang ke gerai vaksin presisi Polri di Gedung kesenian Gde Manik Singaraja,” imbuhnya.[MGA]

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam