Connect with us

News

Fenomena Intoleransi Karena Dalil Agama

Published

on


Denpasar, GatraDewata | Setelah masa reformasi, Indonesia pernah didapuk sebagai salah satu model negara toleran; tempa agama dan demokrasi dapat hidup secara berdampingan. Akan tetapi, citra tersebut mulai diragukan dalam lima tahun terakhir. Munculnya berbagai fenomena, seperti pembakaran tempat ibadah di Tanjung Balai dan mobilisasi massa untuk memprotes mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP), pada 2017 menggambarkan tren intoleransi yang semakin meluas di masyarakat Indonesia.

Belakangan ini, masyarakat Indonesia tengah mengahadapi perbincangan nasional tentang hubungan agama dengan negara yang cukup hangat. Jika ditelisik, letak permasalahan sebenarnya bukanlah pada agama itu sendiri, melainkan bagaimana cara pemeluk agama tersebut memaknai ajaran suci di dalamnya.

Eksklusifitas keagamaan pada akhirnya akan membawa seseorang pada klaim kebenaran yang mutlak dan satu-satunya. Menurut beliau, pemahaman ini adalah salah satu awal dari tanda-tanda kerusakan agama. Tuhan sebenarnya “hanyalah” sebutan bahasa manusia tentang ke-segala maha-an yang tidak bisa ditangkap oleh keterbatasan pikiran manusia.

Pemahaman tertutup seperti ini disebabkan karena pemeluk agama yang bersangkutan meyakini bahwa kitab suci mereka memang mengajarkan demikian. Memang harus diakui, sering dijumpai teks-teks kitab suci yang berisi klaim dan kebenaran mutlak merupakan satu-satunya jalan keselamatan bagi agama yang bersangkutan.

Selain masalah pemahaman agama, sikap ektrimis juga dapat dipicu oleh ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan hukum. Para ahli sosiolog menyatakan bahwa faktor ekonomi juga menjadi bibit subur munculnya intoleransi dan kekerasan. Kehidupan yang serba susah, sulitnya mendapatkan pekerjaan, dan harga kebutuhan yang terus meningkat menyebabkan cara pandang seseorang menjadi pendek dan sempit. Supremasi hukum yang masih terlihat tumpul ke atas namun tajam ke bawah yang dirasakan oleh masyarakat juga menjadi faktor pendukung mudah tersulut api kemarahan.

Kondisi ini sudah selayaknya memerlukan perhatian oleh para pengelola negara dan para dai agama. Pada tataran pemahaman, perlu adanya perumusan atau reunderstanding bersama dan mendalam tentang doktrin – doktrin agama tertentu seperti jihad, iman, takwa bahkan surga dan neraka sehingga memunculkan kerangka yang lebih utuh kepada masyarakat. Agamawan harus mendorong terciptanya sikap dan perilaku toleran antar sesama.

Kesediaan menerima perbedaan pemahaman, menghargai dan menghormati merupakan wujud dari sikap toleran. Menumbuhkan kesadaran pada masyarakat bahwa realitas kehidupan adalah heterogen dan multikultural. Dengan sikap ini maka akan lahir model kehidupan yang rukun dalam kemajemukan, tidak saling menghujat dan membenci serta mengkafirkan.

Hukum harus berdiri kokoh sesuai asas keadilan dan kesetaraan. Supremasi hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu siapa pelakunya.

Pada akhirnya, persoalan penyebab intoleran dan radikalisme harus menjadi perhatian kita semua. Sinergi antara pemerintah, agamawan dan masyarakat mutlak diperlukan demi terwujudnya kehidupan yang harmonis antar sesama. Bhineka Tunggal Ika bukan lagi hanya jadi semboyan ketika seluruh anak anak bangsa menyadari bahwa perbedaan adalah sebuah anugerah.

Ditulis oleh: Ngurah Erlin Prihandani


Komang Swesen is a hotelier who has been in the field for more than two decades now. He loves writing that he already published 2 books about Butler and now active as an official journalist for Gatra Dewata Group.

News

4 Pembalap Andalan Jembrana Berhasil Menyabot 2 Perak Dan 2 Perunggu Dari 4 Kelas Yang Diperlombakan

Published

on

Jembrana – Pekan olahraga daerah Provinsi Bali (Porprov) telah usai dilaksanakan sore hari ini (27/11), Jembrana yang ditunjuk sebagai tuan rumah meraih hasil yang cukup menggembirakan.

Final yang dilangsungkan di Sirkuit Simpang Suropati tepatnya di Depan Kantor Bupati dimulai pukul 11.00wita berhasil mengundang perhatian pecinta otomotif di bumi makepung, dari 4 kelas yang dilombakan Jembrana berhasil mendominasi 3 diantaranya.

Dari kelas perorangan pembalap bernama Khrisna dan Ico berhasil menduduki posisi kedua dan ketiga, dari kelas beregu senior atlet yang sama berhasil mendapatkan medali perak dan beregu yunior pembalap Jembrana lainnya yaitu Adriana dan Andre berhasil meraih posisi kedua yang berarti tambahan perak untuk kontingen Jembrana.

Khusus untuk kelas beregu yunior dan senior beberapa pembalap dari semua kontingen mengalami kendala dengan aspal yang basah, dengan beberapa trek tergenang air karena sebelum dimulai sempat diguyur hujan dengan itensitas sedang.

Dengan raihan 2 Perak Dan 2 Perunggu Penasihat Tim Balap Kontingen Jembrana I Kadek Joni Asmara mengungkapkan puja dan puji syukur,” kita wajib bangga dengan apa yang diraih oleh adik-adik kita ini, karena sebagai tuan rumah mungkin mental anak-anak sedikit beban, dan kedepan Jembrana khususnya saya sebagai ketua IMI Jembrana akan secara inten menyelengarakan even-even balap untuk mencari bibit pembalap baru yang nantinya bisa mengharumkan kabupaten Jembrana” ungkap pria plontos yang juga sebagai owner Dupa Saraswati ini.(D.U)

Continue Reading

News

Jelang Final Road Race, Jembrana Tempatkan Pembalapnya Di Posisi Terdepan

Published

on

Jembrana – Road Race menjadi cabor olahraga yang ditunggu – tunggu masyarakat Jembrana, selain karena menjadi tuan rumah Jembrana juga berhasil menempatkan beberapa pembalapnya di posisi terdepan dalam babak kualifikasi kemarin.

Hari ini (27/11) Final digelar di Sirkuit Simpang Suropati depan Kantor Bupati Jembrana. Beberapa pembalap jembrana yang berhasil menempati start twrdepan antara lain : I Kadek andre P, Ketut Andriana Pu, Gede Eco adi, dan terakhir Kadek Krisna.

Sebelum final, diadakan sesi Warn up yang wajib diikuti semua pembalap. Final hari ini akan berlangsung selama 25 laps yang dimulai pukul 11.00 wita.

Continue Reading

Kesehatan

Peresmian Gedung Dialisis RSU Negara Oleh Bupati I Nengah Tamba

Published

on

Jembrana – Sarana dan prasarana penunjang kesehatan Rsu Negara mulai berbenah. Gedung dan sarana penunjang kegiatan medis di Rsu Negara mulai ditingkatkan.

Hari ini 25/11 Gedung Dialisis Center diresmikan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba, sarana penunjang kesehatan yang berfokus untuk beberapa penyakit antara lain : Penyakit Ginjal Akut (PGA) atau Kronis (PGK), pasien Infeksius Positif dan pasien infeksius Airborne.

Gedung Dialisis center yang siap dioprasikan untuk meringankan biaya keluarga pasien

Nengah Tamba dalam wawancara dengan awak media mengatakan ” kalau dulu pasien gagal ginjal dan cuci darah harus ke sanglah sekarang sudah bisa kita hendle di negara, dan ketersedian mesin ada 24 jadi klo perhari bisa dioprasikan dua kali bisa menangani 48 pasien per hari” ujar Bupati Tamba.

“Biasanya sakit ginjal kan dalam satu minggu itu dua kali, jadi sesuai dengan progres kita untuk meringankan beban keluarga pasien untuk mempersingkat jarak berobat” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama Dirut Rsu Negara Dr Putu Eka Indrawati manambahkan ” untuk layanan baru atau CAPD sesuai indikasi dokter bisa dilakukan sendiri dirumah, bisa dipasang alat jadi hanya untuk pembedahan aja harus dilakukan di Rumah Sakit, bisa Dialisis sendiri dirumah sesuai arahan pemerintah pusat kemenkes jadi lebih fleksible karna bisa cairan saja yg dibawa kerumah, untuk mengurangi biaya jadi lebih murah” tutup Eka. (D.U)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku