Connect with us

Nasional

Di-PHK Sepihak oleh BRI Cabang Medan, Korban Mengadu ke Ketua DPD-RI

Published

on


GATRA DEWATA | JAKARTA |Ketua DPD-RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, berkenan menerima kedatangan dua orang perwakilan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak, Tri Novalina dan Rita Kardina, di rumah dinas Ketua DPD-RI, Jl. Denpasar Raya No. 21 Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 20 Juni 2021. Dalam pertemuan audiensi itu, Nova dan Dina, nama panggilan keduanya, bertindak sebagai utusan 9 orang korban PHK sepihak dari BRI Cabang Medan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Ketua DPD-RI, Bapak LaNyalla Mattalitti, yang telah berkenan menerima kami dan mendengarkan keluh-kesah kami yang telah terzolimi oleh manajemen BRI Cabang Medan. Kami berharap perjuangan kami datang ke Jakarta untuk menuntut hak kami dapat didengar oleh BRI dan memenuhi kewajibannya terhadap kami mantan karyawannya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” ungkap Nova kepada media ini usai bertemu dengan Ketua DPD-RI, LaNyalla Mattalitti, 20 Juni 2021.

Pada kesempatan bertemu langsung dengan LaNyalla Mattalitti, kedua korban menceritakan kronologis kasus yang menimpa mereka kepada Senator dari dapil Jawa Timur tersebut. Selayaknya sebagai seorang pimpinan bangsa, LaNyalla mendengarkan segala keluhan dan curahan hati keduanya yang mewakili jeritan hati, tidak hanya sembilan orang korban PHK dari BRI Cabang Medan, tapi juga ribuan karyawan BRI yang mengalami nasib serupa di seluruh tanah air.

Merespon permasalahan yang disampaikan Nova dan Dina, LaNyalla mengaku heran atas kejadian yang menimpa para korban PHK ini. Ketua DPD-RI periode 2019-2024 itu menyampaikan akan berupaya membantu para korban sesuai dengan kapasitasnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah.

“Pada akhir pembicaraan, Bapak LaNyalla memberikan arahan kepada kami untuk segera berkordinasi langsung kepada Komite IV DPD-RI dan Anggota DPD-RI dapil Sumatra Utara. Saat itu, Bapak LaNyalla langsung menelepon Ketua Komite IV tersebut di depan kami disaksikan para wartawan yang hadir dari DPN PPWI yang mendampingi kami pada sore tadi. Beliau (LaNyala – red)) menelepon Anggota DPD-RI dari dapil Sumut di Komite IV, H. Muhammad Nuh, M.SP dan berbicara langsung serta menitipkan pesan agar Komite IV DPD-RI dapat menerima dan merespon sebaik-baiknya pengaduan tertulis yang akan kami sampaikan nanti mewakili para korban PHK dari BRI Cabang Medan ini,” papar Nova yang didampingi rekannya Dina.

Pertemuan audiensi itu diakhiri dengan foto bersama dengan mengacungkan jari bersimbol “L” sebagai dukungan terhadap kinerja Ketua DPD-RI, LaNyalla Mattaliti. “Selamat berjuang kawan-kawan, korban PHK sepihak BRI Cabang Medan, Horaas!!” ucap Nova menitipkan pesan semangat kepada rekan-rekannya di Medan, Sumatera Utara.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, sembilan eks pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. (Persero) Cabang Medan telah melakukan demonstrasi di depan Kantor Pusat BRI, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu, 16 Juni 2021. Kesembilan eks pegawai tersebut adalah korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh Kantor Cabang BRI Medan, Sumatera Utara, sejak Oktober 2020 lalu. Mereka mendatangi Kantor Pusat BRI di Jakarta untuk menuntut keadilan atas nasib mereka yang diperlakukan semena-mena oleh pimpinan BRI Cabang Medan.

Orasi dan pembentangan spanduk yang berisi pernyataan dan keluh-kesah para korban PHK tersebut dikawal oleh ormas Relawan AKAR dan Padamu Negeri. Koordinator dan sekaligus juru bicara para eks pegawai BRI Medan ini, Tri Novalina dan Rita Kardina, menyampaikan permasalahan yang menimpa mereka. Penyampaian aspirasi dari keduanya sempat mengundang simpati dan rasa haru dari para pengguna jalan yang sempat melewati jalur Jalan Jenderal Sudirman tempat para pendemo melakukan aksinya.

Para korban sudah dipekerjakan lebih dari 10 tahun sebagai petugas teller yang merupakan tugas utama sebuah perbankan di BRI Cabang Medan. Mereka kemudian, tanpa alasan yang jelas di-PHK sepihak oleh manajemen BRI sejak November 2020. Hingga saat ini mereka belum mendapatkan keadilan atau hak-haknya sesuai peraturan perundangan yang ada. Mereka juga sudah mengadukan nasibnya ke beberapa pihak di Medan, termasuk ke DPRD Kota Medan, namun hingga hari ini belum ada hasil apa-apa. (KUNG/Red)


Continue Reading
Advertisement

Daerah

Tanam Enam Jenis Pohon, Reboisasi di Hutan Sepang Libatkan Berbagai Unsur

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Kapolsek Busungbiu, AKP Nyoman Adika, bersama dengan personel Polsek Busungbiu turut serta melakukan penanaman pohon yang dilaksanakan, Jumat (26/11/2021) pagi, di hutan Lindung Pemelasan, Desa Sepang, bersama – sama dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa Sepang Wana Lestari (LPHD).

Penanaman pohon dilakukan juga oleh beberapa instansi dan juga masyarakat setempat, diantaranya Kabid P4H dan KSDAG Provinsi Bali, Hesti Sagiri; KKPH Bali Utara, I Ketut Suastika; Kasi Perencanaan Pemanfaatan Hutan KPH Bali Utara, Ida Bagus K. Wira Negara; Kasi PDAS DKLH Kabupaten Buleleng, IGK. Wiguna; Danramil 1609-07/Busungbiu, KAPTEN CAJ Ketut Teken; Sekcam Busungbiu, Ketut Suastika, S.Sos.; KRPH Dadap Putih, Kadek Juliada; Team Nasa Bali, Made Treviana S Dewi dan Kepala Desa Sepang I Putu Agung Mahardika serta PU Mitra Bumdes Desa Sepang I GN Raka Sumarjana.

Pengelolaan hutan untuk di wilayah Desa Sepang diberikan tanggung jawab keapda LPHD Sepang Wana Lestari, dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui program Perhutanan Sosial Nomor SK 661/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/8/2019, dengan kewajiban yang dilakukannya adalah menanami pohon (Reboisasi Agroforestri) agar tercapainya optimalisasi pemanfaatan lahan dengan sistem kombinasi tanaman berkayu, buah-buahan atau tanaman semusim sehingga terbentuk interaksi ekologis dan ekonomi di antara komponen penyusunannya.

Jenis tanaman yang ditanam Kapolsek Busungbiu bersama dengan isntansi lain dan masyarakat adalah jenis kayu Gaharu sebanyak 500 pohon, kayu Cendana 500 pohon, kayu Majegau 700 pohon, Jambu Merah 200 pohon, Sawo kecil 500 pohon dan Sirsak sebanyak 300 pohon.

Kapolsek Busungbiu menyampaikan, “Kegiatan penanaman pohon dilakukan bersama masyarakat dengan maksud untuk mengembalikan suasana alam pada awal mula, yang penuh dengan pohon tahunan sehingga dapat berfungsi untuk menahan air hujan dan menyimpannya. Disamping itu juga hutan akan tetap menjadi hijau serta dapat menjaga fungsi ekologis serta penyerapan karbon. Bahkan, menjadi paru – paru kehidupan alam di Desa Sepang,,” ucapnya.

“Kalau seluruh masyarakat sadar akan fungsi hutan, maka kegaitan penanaman pohon wajib dilakukan karena sangat berguna, baik untuk lingkungan serta masa depan bumi ini agar tetap lestari,” tutup Kapolsek.[MGA]

Continue Reading

Daerah

Sepuluh Petinju Buleleng Siap ‘Adu Jotos’ di Ajang Wali Kota Cup ke-12

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – 10 petinju Buleleng (1 diantaranya perempuan) akan turun dan siap menjajal petinju se-Bali  di kelas antara 45 sampai 56 kilogram, di Ajang Wali Kota Cup  Ke-12 di Denpasar.

Ketua harian Pengkab Pertina Buleleng, Putu Pasek  Sujendra, ditemui Ketum Pertina saat latihan terakhir, Rabu (24/11/2021) sore, di sasana tinju mengatakan, “Pada prinsipnya seluruh petinju kami siap fight untuk  mengharumkan nama Buleleng diatas ring,” ujarnya.

Namun, Pasek Sujendra mengaku  tidak terlalu muluk – muluk mengingat seluruhnya tergolong atlet junior.  Ditambahkan, ajang  Wali  Kota Cup sebagai ajang uji coba untuk persiapan rocky figth dan Porprop mendatang.

“Pengalaman bertanding yang dilakoni akan lebih mematangkan mental bertinju diatas ring,”  tegas  Pasek  Sujendra.

Wali Kota Cup akan berlangsung pada 27 dan 28 Nopember 2021, dan akan bertolak pada 26 Nopember 2021 nanti[MGA]

Continue Reading

Daerah

Memalukan! Dua Petinggi LPD di Singaraja Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng menetapkan Ketua LPD Anturan (berinisial NAW) dan ketua LPD Tamblang (berinisial KR) sebagai tersangka tindak korupsi. Penetapan status ini disampaikan dalam keterangan Pers, Selasa (23/11/2021) pagi, di lobi Kejari Buleleng, melalui Kasi Pidsus Wayan Genip dan Kasi Intel  Agung Jayalantara.

Terhadap tersangka NAW ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Nomor: B173/N.1.11/Fd.2/11/2021 tertanggal  22 Nopember 2021. Diduga adanya temuan selisih dana yang berindikasi merugikan keuangan negara sekitar Rp.137 Miliar. Barang bukti yang diamankan diantaranya dokumen Kredit LPD, Kendaraan roda empat, 12 sertifikat tanah hak milik dan laporan – laporan  keuangan tahunan.

Di lain pihak, tersangka KR dietapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Nomor: B174/N.1.11/Fd.2/11/2021, tertanggal 22 Nopember 2021, diduga adanya temuan selisih dana yang berindikasi merugikan keuangan negara sekitar Rp.1,2 Miliar. Barang bukti yang diamankan diantaranya dokumen – dokumen kredit dan dokumen pendirian LPD. Sampai saat ini penyidikan menunggu perhitungan dari inspektorat Kabupaten Buleleng terhadap kedua tersangka tersebut.

Untuk tindak lanjut penanganan perkara tim Penyidik Kejari Buleleng akan  dilakukan  pemeriksaan  khusus guna melakukan pengembangan penyidikan dan pengumpulan bukti – bukti, guna menguatkan pasal – pasal yang di sangkakan terhadap dua perkara tersebut.[MGA]

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam