Connect with us

News

Kementerian Pariwisata Optimis Raih Pasar Australia dan New Zealand dalam Sales Mission 2018.

Published

on


GATRADEWATA.COM || Sanur, 9 Mei 2018.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) gencar dan aktif melakukan langkah-langkah besar demi tercapainya target kunjungan wisatawan dari sektor pariwisata pada tahun 2018 yaitu 1,35 juta dengan berbagai strategi, diantaranya melakukan famtrip dengan mengundang fotographer luar negeri ke Indonesia pada bulan Maret-April serta mendukung kegiatan sales mission (BTB) seperti saat ini, demikian hal ini disampaikan Ibu Adela, Assistant Deputi Regional IV Pasar Australia Kementerian Pariwisata dalam pertemuan teknis dalam sesi wawancara. Konsentrasi tidak hanya di Bali saja namun untuk 3 destinasi wisata lainnya seperti Danau Toba, Mandalika Lombok dan Candi Borobudur Jogjakarta. Berbagai usaha dilakukan demi mendatangkan banyak wisatawan asing dari seluruh negara di dunia ke Indonesia khususnya dari negara Australia dan New Zealand tapi tentu saja dengan tidak mengabaikan wisatawan dalam negeri sendiri.

Dan pada hari Rabu tanggal 9 Mei 2018 dengan mengundang sejumlah media cetak dan media online telah berlangsung pertemuan teknis untuk misi penjualan dan promosi pariwisata ke Australia dan Selandia Baru 2018 di Ruang Puri Naga Hotel Puri Santrian Sanur Bali. Misi diikuti oleh 16 delegasi berasal dari Pulau Bali, Lombok dan Jogjakarta dengan target 70-90 retail agent di setiap kota yang dikunjungi. Misi dilakukan dengan memberikan informasi ke pasar Australia dan New Zealand bahwa Bali sudah aman pasca erupsi Gunung Agung dan tidak seperti pemberitaaan buruk yang selama ini gencar diekspos. Pertemuan teknis ini membicarakan perihal koordinasi dan kesiapan masing-masing delegasi, persiapan keberangkatan dan pulang, persiapan akomodasi, program kerja, hal yang harus dilakukan dan tidak selama sales mission 2018 di 4 kota yaitu Sydney, Melbourne, Auckland dan Perth.

Misi ini adalah bekerjasama dengan seluruh whole seller yang ada di Australia dan New Zealand seperti Flight Center, Infinity Holidays, Asia Escape Holidays, Hello World, STA, Go Holidays, House of Travel dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan PT. Garuda Indonesia untuk penerbangan delegasi ke Australia dan Air New Zealand serta Emirates Airlines untuk penerbangan selama di New Zealand. Nantinya seluruh delegasi berkesempatan bertemu mitra-mitra agent yang ada di Sydney, Melbourne, Auckland dan Perth yang menjadi kota tujuan. Dan seluruh delegasi akan berangkat dari bandara Internasional Ngurah Rai pada hari Sabtu tanggal 11 Mei 2018 dengan dipimpin oleh Bapak Gufron, Managing Director Alpha Hotel Management dan Bapak Kharisma Wijaya, General Manager Segara Village Hotel Sanur.

Dalam kesempatan wawancara, Bapak Gufron menginformasikan bahwa seluruh delegasi dan Kementerian beserta PT. Garuda Indonesia dan Air New Zealand akan melakukan presentasi, one on one, table top, ke semua Product Manager di 4 kota yang dikunjungi untuk meningkatkan tingkat hunian kamar. Dan menjadi momentum yang menguntungkan berkaitan dengan program ini bahwa mulai April-Oktober 2018, Air New Zealand terbang langsung ke Denpasar dari Auckland disusul Emirates Airlines pada 15 Juni 2018 mendatang yang juga akan terbang langsung ke Denpasar dari Auckland. Sementara itu, Bapak Kharisma menambahkan yang utamanya adalah bahwa misi ini sangat menguntungkan bagi industri dan pemerintah sendiri. Berkaitan dengan Air New Zealand dan Emirates Airlines terbang ke Denpasar akan menjadi peluang besar mendatangkan banyak wisatawan asal New Zealand khususnya ke Bali. <ydj>


Advertisement

News

Ketua IMI Ajik Krisna, Setelah Rakerprov Akan Road Show Seluruh Bali

Published

on

By

Markas Garda Community

GATRA DEWATA ● BALI | Seorang Sultan Bali yang terkenal dengan sport car-nya ini berkesempatan bertandang ke kantor Garda Media, Selasa (19/4/2022). Gerak langkah Garda Media dalam membantu kebutuhan Pura-Pura di Bali yang lagi membutuhkan bantuan pembangunan, dilirik oleh Gusti Ngurah Anom atau akrab dipanggil Ajik Krisna.

Ia merupakan pengusaha dari Krisna Holding Company yang membawahi seluruh Krisna Oleh-oleh di Bali. Ia yang juga merupakan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali periode 2021-2025, menuturkan bahwa akan siap ngayah untuk membawa perubahan bagi IMI Bali yang mendukung dunia otomotif Bali agar dapat bangkit pasca hantaman badai Covid-19 yang melanda.

Disamping ikut bersumbangsih kepada Yayasan Kesatria Keris Bali dalam pembangunan Pura yang temboknya roboh, dirinya sempat berkeliling melihat-lihat koleksi kendaraan klasik milik Made Mariata (Kadek Garda), di Jalan Sedap Malam, Denpasar.

“Ajik akan menyiapkan program-program andalan nantinya, salah satunya dalam waktu dekat ini kita akan mengadakan road show ke 9 Kabupaten se-Bali. Nah tentunya, rencana ini akan dibicarakan secara langsung melalui rakerprov tanggal 24 April 2022 mendatang, minimal di bulan Mei mendatang kita sudah bisa laksanakan programnya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan akan mengadakan road show ke kabupaten Gianyar untuk yang pertama, kemudian lanjut ke kabupaten lainnya. Jambore yang akan mengundang seluruh komponen juga akan dilakukannya dalam tahun-tahun mendatang di Bali.

“Ajik suka sport cars dan luxury cars, cuma karena sudah menjadi ketua IMI tentu akan cari model-model mobil kuno (vintage) yang langka-langka sesuai anjuran pak Made Mariata, “kekehnya.

Ia juga menyinggung tentang keberadaan koleksi dari Made Mariata yang banyak ini, “wah ternyata juga ada sultan yang tersembunyi di Bali ini, “candanya. (Ray)

Continue Reading

News

Fenomena Intoleransi Karena Dalil Agama

Published

on

Denpasar, GatraDewata | Setelah masa reformasi, Indonesia pernah didapuk sebagai salah satu model negara toleran; tempa agama dan demokrasi dapat hidup secara berdampingan. Akan tetapi, citra tersebut mulai diragukan dalam lima tahun terakhir. Munculnya berbagai fenomena, seperti pembakaran tempat ibadah di Tanjung Balai dan mobilisasi massa untuk memprotes mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP), pada 2017 menggambarkan tren intoleransi yang semakin meluas di masyarakat Indonesia.

Belakangan ini, masyarakat Indonesia tengah mengahadapi perbincangan nasional tentang hubungan agama dengan negara yang cukup hangat. Jika ditelisik, letak permasalahan sebenarnya bukanlah pada agama itu sendiri, melainkan bagaimana cara pemeluk agama tersebut memaknai ajaran suci di dalamnya.

Eksklusifitas keagamaan pada akhirnya akan membawa seseorang pada klaim kebenaran yang mutlak dan satu-satunya. Menurut beliau, pemahaman ini adalah salah satu awal dari tanda-tanda kerusakan agama. Tuhan sebenarnya “hanyalah” sebutan bahasa manusia tentang ke-segala maha-an yang tidak bisa ditangkap oleh keterbatasan pikiran manusia.

Pemahaman tertutup seperti ini disebabkan karena pemeluk agama yang bersangkutan meyakini bahwa kitab suci mereka memang mengajarkan demikian. Memang harus diakui, sering dijumpai teks-teks kitab suci yang berisi klaim dan kebenaran mutlak merupakan satu-satunya jalan keselamatan bagi agama yang bersangkutan.

Selain masalah pemahaman agama, sikap ektrimis juga dapat dipicu oleh ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan hukum. Para ahli sosiolog menyatakan bahwa faktor ekonomi juga menjadi bibit subur munculnya intoleransi dan kekerasan. Kehidupan yang serba susah, sulitnya mendapatkan pekerjaan, dan harga kebutuhan yang terus meningkat menyebabkan cara pandang seseorang menjadi pendek dan sempit. Supremasi hukum yang masih terlihat tumpul ke atas namun tajam ke bawah yang dirasakan oleh masyarakat juga menjadi faktor pendukung mudah tersulut api kemarahan.

Kondisi ini sudah selayaknya memerlukan perhatian oleh para pengelola negara dan para dai agama. Pada tataran pemahaman, perlu adanya perumusan atau reunderstanding bersama dan mendalam tentang doktrin – doktrin agama tertentu seperti jihad, iman, takwa bahkan surga dan neraka sehingga memunculkan kerangka yang lebih utuh kepada masyarakat. Agamawan harus mendorong terciptanya sikap dan perilaku toleran antar sesama.

Kesediaan menerima perbedaan pemahaman, menghargai dan menghormati merupakan wujud dari sikap toleran. Menumbuhkan kesadaran pada masyarakat bahwa realitas kehidupan adalah heterogen dan multikultural. Dengan sikap ini maka akan lahir model kehidupan yang rukun dalam kemajemukan, tidak saling menghujat dan membenci serta mengkafirkan.

Hukum harus berdiri kokoh sesuai asas keadilan dan kesetaraan. Supremasi hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu siapa pelakunya.

Pada akhirnya, persoalan penyebab intoleran dan radikalisme harus menjadi perhatian kita semua. Sinergi antara pemerintah, agamawan dan masyarakat mutlak diperlukan demi terwujudnya kehidupan yang harmonis antar sesama. Bhineka Tunggal Ika bukan lagi hanya jadi semboyan ketika seluruh anak anak bangsa menyadari bahwa perbedaan adalah sebuah anugerah.

Ditulis oleh: Ngurah Erlin Prihandani

Continue Reading

News

Ketua SMSI Bali hadiri Anniversary MCW ke-16

Published

on

By

Jefrie Karangan, Pimpinan Umum MCW

GATRA DEWATA ● BADUNG | Media Corruption Watch (MCW) News merupakan media yang selalu konsisten menyajikan pemberitaan seputar kasus Korupsi, kebijakan pemerintah, pembangunan daerah dan berbagai topik lain yang tengah berkembang di masyarakat. pada hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke 16 tahun.

“Selamat ulang tahun MCW News ke-16, semoga apa yang telah kami dedikasikan dapat memberi kontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini, “ucap Pemimpin umum MCW News, Jeffry Karangan singkat, Selasa (05/04/2022), di C151 Smart Villas, Seminyak.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan – rekan media yang menjadi kontributor selama ini.

MCW tak ada artinya tanpa support anda sekalian,” tambahnya.

Menemui Emanuel Dewata Oja selaku Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, yang juga terlihat menghadiri acara tersebut mengatakan ikut berbahagia.

“Saya ikut berbahagia, karena jarang media online bisa sampai bertahan 16 tahun, biasanya 10 tahun saja. Selamat ulang tahun buat MCW, ” ujarnya.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya merampingkan juga media online yang tergabung dalam SMSI.

“Ya biar lebih efektif saja, dari yang awalnya berjumlah 50-an, “pungkasnya. (Ray)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku