Connect with us

Pariwisata dan Budaya

Daun Jempiring Antarkan Tim SMPN 10 Denpasar Sabet Medali Perak

Published

on


Guru Pembina mendampingi siswa peraih medali perak LPSN tingkat nasional, foto; alitgatradewata

Guru Pembina mendampingi siswa peraih medali perak LPSN tingkat nasional, foto; alitgatradewata

GATRADEWATA – Tim SMP Negeri 10 Denpasar sukses meraih medali perak dalam Lomba Penelitian Siswa Nasional(LPSN) di Jakarta baru-baru ini.

Sekolah sendiri mengirimkan dua tim untuk mengikuti lomba penelitian tingkat nasional ini. Dimana, salah satu tim yang mempresentasikan daun bunga jempiring atau kacapiring, yang diubah menjadi salep dan bisa mengobati sariawan, berhasil meraih juara II.

Pande Nyoman Dimas Prastista Ketua Tim Leader didampingi anggotanya Metta Devyani Putra dan Kadek Diva Juliantara mengatakan, ide awal memanfaatkan daun kacapiring ini karena belum banyak yang memanfaatkan daun ini sebagai obat.

“Selain bunganya sebagai maskot Kota Denpasar, meneliti daun ini karena keingintahuan dan bahannya berlimpah. Selama ini kan belum dimanfaatkan, jadi kami ingin membuat obat-obatan dengan bahan alami dan tentu tidak ada efek samping,” kata Dimas. Kamis, 03/11/2016.

Untuk proses pembuatannya, dikatakan Dimas, memakan waktu hingga tiga hari. Pertama daun yang masih segar dikeringkan, kemudian diblender dan dicampur alkohol. Setelah itu, dipisahkan alkohol dan diambil ekstraknya serta dicampur dengan vaseline.

Ni Wayan Purnasih Guru Pembina menyampaikan, untuk persiapan menghadapi lomba tersebut, siswanya sudah sering mengikuti lomba baik tingkat Kota hingga Provinsi.

“Jauh-jauh hari sebelumnya, anak-anak sudah sering mengikuti lomba sehingga persiapannya sudah cukup matang,” kata Guru asal Tabanan ini.

Dari jumlah peserta, dikatakan guru yang sudah bertugas 22 tahun di SMPN 10 Denpasar ini, sebanyak 880 sekolah dari seluruh Indonesia, yang lolos ke dalam tiga bidang yakni IPS, Teknologi dan IPA hanya 34 sekolah.

“Kita lolos dibidang IPA dengan materi penelitian daun jempiring yang dibuat menjadi salep untuk mengobati sariawan,” kata Guru Pembina.

Sementara Drs. Ketut Sukartha, M.Si., Kepala SMPN 10 Denpasar menyampaikan, kebanggaan terhadap prestasi peserta didiknya yang berhasil meraih prestasi dan mengharumkan nama sekolah serta Bali di kancah nasional.

“Kita tinggal mengembangkan program yang sudah ada dan ini hasilnya sudah terlihat. Bagi siswa yang berhasil meraih prestasi kita berikan apresiasi,” akhir Sukartha.

Alt


Advertisement

Pariwisata dan Budaya

Bali Akan Punya Ikon Baru, Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali

Published

on

DENPASAR – Melihat akun IG (Instagram) Ni Putu Putri Suastini (Bunda Koster), ia menggugah video tentang proyek monumental warisan Gubernur Bali periode 2018 – 2023 yang akan segera tuntas dalam waktu dekat, Kamis (06/06/2024).

Proyek pembangunan Turyapada Tower yang terletak di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng ini akan terwujud lebih tinggi dari menara Eiffel yang ada di Perancis sana.

Dalam video tersebut seseorang (pemilik akun_red) menanyakan apa yang ada di meja dihadapan Wayan Koster itu.

“Wah cantik sekali niki, Napi niki bli, miniatur atau cindramatakah ?, ” tanyanya.

Lalu dijawab oleh Koster dengan, ” Bukan cinderamata, tetapi nantinya akan jadi cinderamata”

“Ini adalah tower Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, tower terpadu multifungsi, ” jawab Koster.

Ia juga menjelaskan dalam video tersebut bahwa fungsi utama dari tower tersebut adalah jaringan pemancar, baik televisi dan jaringan telekomunikasi lainnya.

Tower ini sudah diuji coba dan ada 30 pemancar televisi nasional akan ada disana yang dapat memancarkan hampir 80% jangkauan masyarakat di daerah wilayah Buleleng, Jembrana dan Karangasem.

” Jadi masyarakat nantinya tidak perlu lagi menggunakan antena parabola”

Lalu ia menjelaskan dibawahnya adalah tempat planetarium yang menayangkan astronomi kearifan lokal Bali, seperti Wariga dan hari baik lainya yang merupakan warisan adiluhung para leluhur di Bali.

“Akan ditayangkan secara digital”

Lalu ia kembali menjelaskan posisi menara yang dibawahnya lagi adalah sebuah restaurant putar 360⁰. Lalu dibawahnya lagi ada ‘Skywalk’ yang dapat melihat pemandangan sekitarnya seperti Danau Buyan, Danau Beratan, Danau Tamblingan dan kemudian laut di sepenjang Jembrana dan Buleleng.

“Dibelakangnya bukit jadi indah sekali, ” ungkap Koster.

Berlanjut dibawahnya lagi ada restauran statis (rumah makan biasanya) yang disebelahnya ada jembatan kaca yang dapat membuat jantung berdetak kencang (sport jantung) ucap Koster.

“Kemudian ini (menunjuk dibawahnya) akan menjadi perpustakaan dan convention untuk pertemuan – pertemuan lainnya.

“Daerah ini (menunjuk) akan menjadi pusat pertumbuhan perekonomian di Bali, yang badan towernya (tiang) sudah rampung bulan Juni (2024) ini”

Kemudian kawasannya dan akses masuknya akan rampung pada tahun 2025 mendatang.

Ia juga berharap ini nantinya dapat menjadi ikon baru bagi Bali dan pusat perekonomian baru bagi Bali serta wilayah yang ada seperti kabupaten Buleleng dan Kabupaten Tabanan.

Pedestrian tower berfungsi sebagai penunjang seperti wisata konvensi, laboratorium pendidikan, dan Museum Keunggulan Kebudayaan Bali dalam berkomunikasi, memanfaatkan teknologi.

Tower ini juga tidak kalah hebat dari tower – tower terkenal di dunia, seperti Tokyo Tower, Menara Eiffel, Toronto Tower, Canton Tower dan lainnya. (Tim)

Continue Reading

Pariwisata dan Budaya

Hadirkan Nuansa Mistis Film Taksu Bali, Mimi Jegon : Jaga Kelestarian Ilmu Leluhur Budaya Bali

Published

on

By

Para pemain dan sutradara film Taksu Bali (Leak Ugig) berphoto bersama dalam acara Gala Premier (25/05/2024)

DENPASAR – Penayangan Gala Premier film layar lebar berjudul Taksu Bali (Leak Ugig) karya sutradara berbakat, Mimi Jegon digelar di bioskop Denpasar Cineplex, Jl Thamrin no 69 Denpasar, Sabtu 25Mei2024.

Antusias para penikmat film yang hadir menyaksikan tayangan ini sangat besar, terlihat dari terisi penuhnya tempat duduk yang ada di studio 1 menyaksikan film yang bergenre horror dan mengangkat budaya Bali ini.

Produser dan Sutradara film Taksu Bali (Leak Ugig), Mimi Jegon (kanan) saat memberi sambutan dalam acara Gala Premier di Denpasar Cineplex (25/05/2024)

Tayangan Gala Premier ini terasa spesial karena dihadiri istri Walikota Denpasar, Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra atau biasa akrab disapa Ibu Selly.

Kepada awak media, ibu Selly menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas salah satu karya anak muda Bali ini.

“Ini adalah karya kreatifitas dari anak-anak muda, khususnya sutradara perempuan Bali yang bisa mengangkat potensi budaya Bali menjadi suatu aset seni dibidang perfilman.
Semoga kedepannya anak-anak luar biasa ini akan berkarya menghasilkan film-film lain yang lebih menarik dengan memberi ruang dan kesempatan untuk mereka berkreasi lebih bagus lagi,” demikian disampaikannya.

Istri Walikota Denpasar, Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra

Sutradara Mimi Jegon dalam kesempatan ini menyatakan rasa puji syukurnya atas terlaksananya gala premier film ini.

“Saya ingin masyarakat Bali mensuport karya anak muda Bali ini, dengan menyaksikan film Taksu Bali ini.
Kami mengangkat tema Taksu Bali, untuk mengangkat budaya Bali, baik dari sisi sekala dan niskala,” ujarnya.

“Pesan yang ingin saya sampaikan di film ini adalah agar masyarakat Bali tetap menjaga budaya leluhur Bali, salah satunya dengan menjaga kelestarian ilmu Leak ini jangan sampai punah, tetapi gunakan ilmu ini untuk kebaikan, jangan disalah gunakan untuk saling menyakiti dan merugikan sesama,” tambahnya.

Film bergenre horor dan mistis ini menceritakan bagaimana teror yang dilakukan oleh seseorang yang merasa sakit hati, menyalah gunakan ilmu Leak Ugig untuk membalaskan rasa sakit hatinya yang ditujukan kepada sebuah keluarga.

C.O Produser sekaligus artis film Taksu Bali, Galuh Bilen

C.O Produser sekaligus artis, Galuh Bilen menyatakan bahwa dirinya sangat senang bisa terlibat dalam karya film yang dikaryakan anak Bali dan mengangkat tema Bali

“Ini adalah yang ke empat kalinya saya terlibat dalam karya film.
Saya sangat senang bisa terlibat dalam karya seni ini yang mengangkat tema mistisnya ilmu leluhur Bali, dimana pesan yang mau disampaikan bahwa taksu dan mistis di Bali itu memang ada,” ucapnya.

Salah seorang artis pemain film ini, Mariza Icha, menyatakan rasa bangganya bisa terlibat dan berperan dalam salah satu karya anak muda Bali ini.

Artis film, Mariza Icha saat memberikan wawancara

Wanita yang berperan sebagai single mother dalam film ini berharap agar karya film ini bisa didukung dan diterima oleh masyarakat Bali.

“Semoga karya ini bisa diterima dan mendapat dukungan luas masyarakat Bali, melihat semangat anak muda yang luar biasa ini akan memicu munculnya potensi-potensi anak muda berbakat lainnya untuk bisa berkarya dikancah nasional maupun internasional kelak,” demikian harapannya. (E’Brv)

Continue Reading

Pariwisata dan Budaya

Jatiluwih Kedatangan Tamu Delegasi World Water Forum, Kagum Keindahan Terasering

Published

on

By

TABANAN –  Delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 asal Morocco, Prancis, Belanda , Jepang, India dan Indonesia sangat takjub saat menyaksikan hamparan sawah terasering di DTW Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (24/5).

Rombongan tiba sekitar pukul 11.00 WITA dan hadir pula di tengah rombongan Teguh Ungsiadi salah satu tokoh Water Forum.

Rombongan disambut langsung oleh Manajer DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, yang didampingi oleh Perbekel Jatiluwih, I Nengah Kartika, dan Pekaseh Subak I Wayan Mustra.

Manajer DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, mengarahkan rombongan menuju Subak Jatiluwih. Mereka menyusuri jalan Subak sambil mendengarkan penjelasan tentang kondisi Subak Jatiluwih, mulai dari sejarahnya yang merupakan warisan turun-temurun dari leluhur masyarakat Desa Jatiluwih, hingga detail tentang luasnya hamparan sawah terasering, pengolahan sawah, sistem Subak yang masih lestari, dan harga gabah setelah panen.

Selama berkeliling Subak, para delegasi terlihat terpesona, terutama saat tiba di spot foto yang disiapkan di tengah sawah. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto selfie dan foto bersama. Setelah berkeliling, rombongan dijamu dengan makan siang bersama.

Mereka menyatakan kekagumannya terhadap keberlanjutan sistem Subak di Jatiluwih. “Subak sistemnya sangat bagus dan harus diwariskan kepada anak cucu,” ungkapnya.

Mereka juga mengaku kagum dengan terasering dan padi merah yang ada di Jatiluwih.

Sementara itu Manajer DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, mengungkapkan bahwa delegasi WWF sangat mengagumi sistem pertanian yang ada di Jatiluwih. “Meskipun pertanian mereka lebih baik, mereka tetap menunjukkan ketertarikan mereka terhadap Subak, bahkan ingin belajar lebih banyak tentang pertanian di desa kami ini,” paparnya.

Mereka juga sangat antusias menerima penjelasan dari pihak DTW Jatiluwih mengenai sistem irigasi yang diterapkan di Jatiluwih.

Di acara tersebut di buka juga beberapa program UMKM dari produk hasil dari desa setempat seperti beras merah, kerajinan serta makanan lokal setempat.

Salah satu tamu yang kamu temui Ms Wong dari America Serikat bahkan sudah 3 kali mengunjungi Jatiluwih setiap berkunjung ke Bali, dia menyampaikan kekaguman nya akan keindahan alam dan lingkungan yang ada di sana.

Dengan maraknya restauran yang dibangun sekarang ini di sekitar Jatiluwih kita berharap tidak akan mengurangi keindahan alam di sana dan tidak akan mengurangi penilaian dari UNESCO terkait penilaian dan evaluasi untuk tetap menjaga menjadi salah satu warisan dunia yaitu World Heritage Site.

Dibawah kepemimpinan Manager DTW Jatiluwih yang baru kita harapkan akan tetap terjaga dan menjadi salah satu ICONIC di Tabanan yang tetap bertahan di dunia. (ABM)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku