Connect with us

News

Dana Penunggu Pasien Tak Kunjung Cair, Dinsos : Kita Keterbatasan Dana

Published

on


Jembrana – Program dana penunggu pasien yang dicanangkan pemerintah kabupaten Jembrana untuk kesejahteraan masyarakat menemui kendala.

Program yang dikhususkan untuk keluarga pasien sampai hari ini (10/6/2024) mendapat keluhan beberapa warga khususnya keluarga penunggu pasien. Mereka menyampaikan pengajuan sudah dilakukan dari awal januari, “pengajuan sudah sekitar lima bulan lalu tapi sampai sekarang dana tersebut tak kunjung cair, padahal penandatanganan sudah saya lakukan pada pertengahan april lalu,” ucap salah satu warga.

Siang ini senin (10/6/2024) Gatra Dewata berkesempatan langsung menemui Komala Dewi selaku sekretaris Dinas Sosial kabupaten Jembrana di kantornya, Komala mengungkapkan untuk sekarang baru mencapai pencairan bulan november dan desember karena sebelumnya mendapat kendala terkait anggaran yang ada, “Kemarin kita ada kendala terkait dana yang ada, tapi untuk saat ini kita sudah proses pencairan mulai bulan januari,” Ujar Komala Dewi.

Ditanya terkait waktu normal pencairan Komala mengungkapkan biasanya paling lama tiga bulan, “Kalau dulu dari waktu pengajuan sampai ke proses dan pencairan paling lama sekitar 3 bulan, tapi sekarang karena besaran anggaran berkurang dari sebelum sebelum covid sebesar 2 millyard tapi setelah itu turun menjadi 900 juta jadi untuk pencairan membutuhkan waktu yang sedikit lama ya karena dana yang tidak ada, kalau proses disini sudah selesai tapi masalahnya kan dana yang tidak ada, tapi masyarakat tenang saja karena nanti kita ajukan di perubahan dengan besaran 1.5 millyard kepada BPKAD,” Tambah Komala.


Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Tinjau Tower Turyapada, Kastawan Serukan Yel – yel

Published

on

Penulis : Dr.Eng. Ir. I Wayan Kastawan, ST., MA

Dosen di Prodi Arsitektur, FT, Universitas Udayana

BULELENG – Itulah yel-yel dari Perencana dan Manajemen Konstruksi (MK) LPPM Universitas Udayana bersama Gubernur Bali Periode 2018-2023 Bapak Dr. Ir. Wayan Koster, MM.

Kemarin sehabis keliling meninjau progress pembangunan Turyapada Tower yang menyisakan pekerjaan sebesar 2,7% dari keseluruhan 100%. Kontrak pembangunan tahap I (pertama) dari Kontraktor Pelaksana PT Hutama Karya KSO Yodya Karya akan berakhir pada tanggal 4 Juli 2024. Khusus Pembangunan Badan Tower akan selesai akhir Juni 2024.

Pembangunan Tahap II (Kedua) akan meliputi pengembangan kawasan konservasi dan wisata, jalan akses dari shorcut Singaraja-Mengwi. Pengembangan kawasan pariwisata dan pembangunan jalan akses ke lokasi selesai di tahun 2025 akhir.

Kawasan Turyapada Tower direncanakan berfungsi dan mulai beroperasi tahun 2026. Pengelolaan akan dilakukan dengan melibatkan pelaku usaha lokal profesional agar bisa memperoleh pendapatan optimal.

Wajah ceria dan sumringah terpancar dari semua yang ikut serta dalam kunjungan, kekaguman akan kemampuan Tim Perencana LPPM yang kesemuanya berasal dari Fakultas Teknik Universitas Udayana bisa menghasilkan ide kreatif bangunan Tower yang dirancang berbasis nilai-nilai kearifan lokal Bali, Sad Kerthi yang dibalut kompetensi keilmuan rekayasa teknik terapan (Socio Engineering Design) yang menembus cakrawala Ruang, Waktu dan Kondisi.

Tak cukup waktu sehari untuk menceritakan suka duka selama proses pembangunan Turyapada Tower, oleh karenanya akan ada “Museum Lini Masa Pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali”.

Keseluruhan proses dimulai dari Ide Bapak Dr. Ir. Wayan Koster, MM. Gubernur Bali Periode 2018-2023 untuk mengatasi banyaknya pendirian tower telekomunikasi di gugusan pegunungan Bali yang sakral dan indah, salah satu solusi adalah mendirikan satu tower terintegrasi untuk semua. Ide kreatif jenius dari Bapak Dr. Ir. Wayan Koster, MM. merupakan satu ide brilian lompatan berpikir di luar zona pemikiran pada umumnya (Thinking Out of the Box), solusi pemikiran yang belum pernah terpikirkan sebelumnya terhadap semerawutnya pembangunan tower tidak hanya di Bali tetapi juga di seluruh Tanah Air Tercinta.

Jika dalam penelitian di dunia kampus, penelitian tersebut telah mendapatkan “Novelty”, yaitu suatu pencapaian “Inovasi” pembaruan dari bangunan berfungsi tunggal yang hanya sebagai struktur bangunan “Tower Telekomunikasi” menjadi sebuah “Tower Terpadu Multifungsi” yang mengintegrasikan berbagai fungsi tidak hanya telekomunikasi tetapi juga akan menjadi wahana penelitian, pendidikan serta pariwisata edukasi kedepannya.

Fungsi utama Tower adalah untuk jaringan telekomunikasi dan jaringan siaran televisi digital yang menjangkau 80% wilayah Buleleng, Karangasem, dan Jembrana, sehingga masyarakat di Bali Utara tidak perlu lagi memakai antena parabola. Manfaat lainnya, Kawasan Turyapada Tower akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Buleleng yang akan berdampak sampai Tabanan. Menyeimbangkan pembangunanan antar wilayah Bali Utara, Bali Selatan, dan Bali Tengah.

Menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali, Buleleng, dan Tabanan. Menjadi wahana pengembangan IKM dan UMKM serta ekonomi kreatif dan digital.

Kehadiran “Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali” juga menggambarkan lompatan berpikir “Manusia Bali” yang menggambarkan bahwa Manusia Bali saat ini masuk dalam katagori “Manusia Kabinawa”. Manusia Berilmu Pengetahuan Serba Bisa supaya lebih mengedepankan nilai “Berbudaya” dalam kehidupan berteknologi serba canggih yang tidak tersurat dalam konsep sebelumnya Revolusi Industri 4.0 atau Society 5.0.

Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali sebagai Lompatan Berpikir Gubernur Bali Periode 2018-2023 Bapak Dr. Ir. Wayan Koster, MM. untuk mengubah ancaman dan tantangan menjadi potensi serta kekuatan Bali sehingga dapat menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan tetap bertanggung jawab selaras dengan lingkungan dan kehidupan socio kultural Bali. (Tim)

Semoga Pembangunan terus Berlanjut …

We❤️ Bali Movement

 

#NangunSatKerthiLokaBali

#TuryapadaTower

#KBS6.0KerthiBali

#UniversitasUdayana

#LPPMUnud

#FTUnud

#KastawanArchitectAndPartners

Continue Reading

News

Bentuk Siswa Berkarakter Dan Cerdas, SMAN 5 Denpasar Siap Mendulang Prestasi

Published

on

By

Kepala sekolah SMAN 5 Denpasar, Dra, Cokorde Istri Mirah Kusuma Widiawati, M.Sos,

DENPASAR – Kenakalan siswa sekarang ini sudah semakin meresahkan itu bisa dilihat dari adanya sekelompok siswa dengan gengnya saling tantang melalui media sosial dengan membawa senjata tajam.

Ini menjadi perhatian khusus bagi sekolah, aparat penegak hukum bahkan tokoh agama sangat menyayangkan kejadian ini, dimana pendidikan ini menjadi tanggung jawab bersama baik guru di sekolah, orang tua juga masyarakat sehingga tidak saling menyalahkan.

Kepala Sekolah SMAN 5 Denpasar, Dra, Cokorde Istri Mirah Kusuma Widiawati, M.Sos, mengungkapkan perlunya pendekatan hati ke hati dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

Menurutnya siswa usia remaja sedang dalam proses masa mencari jati diri, saat mereka melakukan kesalahan jangan dimarahi tetapi diajak berkomunikasi apa yang menjadi masalahnya baik dirumah maupun diluar rumah.

Kondisi saat ini banyak orang tua sibuk dengan pekerjaan sehingga siswa tidak mendapat perhatian yang cukup karena siswa tidak bisa hanya diberi materi saja tetapi juga butuh dengan perhatian.

Dilain pihak, siswa juga dituntut mesti bisa menunjukkan prestasi diri sehingga membuat bangga keluarga.

Bila dirumah tidak mendapat perhatikan yang cukup maka mereka akan mencari perhatian diluar dengan kelompoknya, kalau salah langkah maka akan mudah terjerumus ke lingkungan pergaulan yang negatif.

Untuk itu menjelang masa pensiunnya ini, dirinya akan merubah visi misi SMAN 5 menjadi “Membentuk Siswa Cerdas yang Berkarakter”

“Selama ini saya mengkarakterisasi siswa dimulai dari kepala sekolah dulu baru ke semua yang terlibat dalam proses belajar di sekolah baik guru serta tenaga lainnya dan siswa,” ujarnya.

“Kami berkeinginan membangun karakter siswa yang baik dan menggali potensi kecerdasan dari anak-anak kami,” tambahnya.

Kejujuran dan disiplin harus ditanamkan kepada semua siswa tanpa mengabaikan aturan sekolah yang harus diterapkan.

Semua yang terlibat di sekolah hendaknya bisa menjaga disiplin dan kejujuran agar proses belajar bisa berjalan baik.

Guna menghindari kegiatan siswa yang tidak bermanfaat bahkan merugikan diri sendiri dengan kenakalan, sekolah juga harus menyiapkan dan memperhatikan kenyamanan fasilitas di sekolah sehingga waktu luang siswa bisa diisi dengan kegiatan positif dan bermanfaat seperti berkebun disekolah atau membaca buku diperpustakaan.

“Masalah pendidikan ke depan akan semakin komplek, kalau pendapat saya idealnya setiap sekolah ada tenaga Psikolog tamatan dari Perguruan Tinggi seperti UNUD di Bali, ini menjadi wadah bagi siswa untuk curhat, berkeluh kesah dengan berbagai permasalahnya baik di sekolah maupun dirumah,” ucapnya

Ditambahkan, di SMAN 5 sendiri sudah membuatkan tempat bagi siswa untuk mendapatkan pencerahan ajaran agama dengan tujuan membentuk karakter siswa berbudi luhur sesuai agama dari siswa masing-masing, yang diberi nama Pasraman Nuantara.

“Kata Nusantara ini mencerminkan gabungan dari berbagai agama yang ada dan diakui di Indonesia,” jelasnya.

Dengan pembangunan karakter siswa yang kuat dan ditunjang lingkungan sekolah yang sehat akan membentuk siswa yang cerdas dan berprestasi, sehingga permasalahan kenakalan siswa bisa diminimalisir. (E’Brv)

Continue Reading

News

Segera Tayang Film Horor, Cerita Sofi

Published

on

By

DENPASAR – Film Cerita Sofi Merilis Official Poster: Film Horor Dengan Nuansa Berbeda di Tengah Maraknya Eksploitasi Film Horor dalam Kemasan Religi

Gatradewata, segera saksikan salah satu karya sineas Indonesia Ivan Bandhito di Bioskop kesayangan anda, Cerita Sofi. Ia di gandeng Bangun Pagi Pictures merilis official poster dari Film horor berjudul Cerita Sofi siap tayang di tahun 2024.

Film ini bercerita tentang karakter bernama Sofi dan empat saudaranya yang mengalami kejadian tragis saat liburan di kampung halaman mereka. Ulah kelalaian salah satu dari mereka membawa mereka kepada terror yang menghantui dan misteri yang harus mereka pecahkan ditengah konflik pribadi yang berkecamuk dan rekonsiliasi mereka sebagai keluarga.

Poster film ini menampilkan sosok perempuan yang berlumuran darah dan membawa boneka lusuh dengan tagline “kenapa kalian tinggalin aku?” bagian dari sneek peek dibalik teror film Cerita Sofi. Kombinasi warna gelap dan pencahayaan jingga yang dramatis menciptakan atmosfer yang menegangkan sekaligus menggugah rasa ingin tahu penonton ada cerita apa di dalam film Cerita Sofi?

Jonathan HM selaku produser eksekutif menyampaikan “kekuatan utama film Cerita Sofi selain pada sosok hantu yang mencekam, juga lebih ke misteri yang akhirnya terungkap dibalik teror yang menghantui di film ini”.

Redaksi mendapati hal menarik lainnya dari sutradaranya Ivan Bandhito yang juga dosen senior di Institut Kesenian Jakarta – IKJ.

Ivan & Jojo di set
“Film ini mengisahkan tentang seorang karakter Sofi dan empat saudaranya yang terkena bencana saat liburan di kampung halaman Abah. Akibat kelalaian salah satu dari mereka, membuat kelima kakak beradik ini harus mengalami sebuah pristiwa tragis dan penuh terror. Terror yang menghantui dan penuh misteri ini harus segera dipecahkan ditengah konflik pribadi yang berkecamuk dan rekonsiliasi mereka sebagai keluarga,” papar Ivan lugas.

Sementara itu dibeberkan line up pemain menampilkan sederet nama-nama pemain muda dan berbakat, seperti salah satunya Sarah Beatrix yang berperan sebagai Sofi.

Lalu ada juga Joshua Suherman, Annette Edoarda, Naura Hakim dan Irsyadillah yang bereperan sebagai kakak beradik dari anak Abah yang dimainkan oleh Egi Fedly.

Selain itu ada juga beberapa pemain senior seperti Roweina Umboh, Ferry Salim, Julian Kunto dan Natasha Germani sebagai cameo.

Jojo (Joshua Suherman), merupakan anak tertua Abah yang memiliki sifat cuek dan malas, namun ia sangat menyayangi keluarganya.

Angga (Irsyadillah), anak kedua yang sangat penyabar dan penuh logika cara berfikirnya, namun sifat bapernya lebih besar dibanding saudaranya yang lain.

Momo (Annette Edoarda), anak ketiga Abah yang berkepribadian cuek, slengean dan mahasiswa film yang sekolahnya gak kelar-kelar.

Nindi (Naura Hakim), anak ke empat Abah yang memiliki perasaan yang paling paling halus, sensian dan mudah tersinggung.

Sedangkan Sofi (Sarah Beatrix), anak bungsu Abah yang sangat penurut, baik hati serta penuh hormat kepada keluarganya.

“Yang menarik dari Cerita Sofi,
sejak awal saya dipanggil oleh produser Faisal Helmy dan membicarakan cerita ini saya langsung tertarik dengan pernyataan pak Jonathan sebagai EP yang mengatakan bahwa dia ingin membuat film horror yang tidak horror. Bagi saya steatment ini cukup menantang.

Film ini jadi sebuah penawaran treatment baru dalam genre film horror yang belakangan sangat marak kita lihat. Gempuran pasar global industry film di tanah air, khususnya film bergenre horror yang identik dengan settingan dusun dan balutan agama sebagai identitas moral, merupakan hal yang tidak mudah untuk di “lawan”. Namun saya percaya bahwa dalam genre film apapun pasti memiliki sub dengan gaya yang berbeda-beda, hingga pemahaman tentang sebuah genre film tidak sempit. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam genre horror pun banyak yang menggunakan sub bagian seperti horror komedi, horror romance, horror thriller, horror psikologi dan lainnya,” papar Ivan lugas.

Menurutnya Cerita Sofi mengajak penonton untuk masuk ke dalam sebuah pristiwa baka yang mana nalar serta logika perlu digunakan untuk menikmatinya. Dalam hal ini, ia mencoba untuk menerapkannya dari dua aspek tentang pandangannya terhadap perilaku setan seperti yang banyak digambarkan. Aspek pertama merupakan sebuah alur cerita yang memiliki sebab akibat yang jelas sehingga penonton mampu membaca persoalan yang ditawarkan. Aspek kedua merupakan sebuah logika berfikir tentang rasa ketakutan/kecemasaan yang berlebihan hingga akhirnya sebuah ilusi tentang setan itu bisa muncul.

Dari dua aspek tersebut Ivan membuat sebuah treatment film horror klasik dengan nuansa drama keluarga yang mana pola jumpscare akan sangat halus diperlihatkannya.

Menarik bagi redaksi dan penting untuk Anda ketahui.

Darah dan penyiksaan yang kerap ada dalam film-film horror, disini Ivan tiadakan karena ia ingin membawa penonton ke dalam sebuah pengalaman/realita baru ketika ada dalam ruang ketakutan. Hal ini pun diperkuat dengan unsur suara-suara yang tidak identik hanya untuk memberi kesan seram semata.

Semoga nantinya film Cerita Sofi ini bisa di terima serta dinikmati oleh para pencinta film Indonesia, khususnya pecinta film horror.

Lanjut berkenaan proses produksi film, Ivan yang baru saja momong anak yang lucu dan gemesin semangat buka-bukaan bahwa filmnya kali ini menghabiskan waktu yang cukup panjang, mulai dari development cerita, mengumpulkan team serta diskusi-diskusi kreatif yang memakan waktu selama 4 bulan hingga akhirnya film ini bisa diselesaikan. Pra produksi sendiri berlangsung selama satu bulan dengan agenda yang cukup padat. Sedangkan proses produksinya sendiri berlangsung selama 15 hari shooting day. Produksi film ini dilakukan di bulan Maret 2023 yang mana dibulan tersebut intensitas hujannya sedang lumayan tinggi, sedangkan lokasi utama kami berada di desa Ciloto Puncak Jawa Barat.

Selama persiapan dari pra produksi hingga produksi semua berjalan sesuai dengan time line yang sudah dibuat, walaupun pada saat pelaksanaannya cukup berat karena ada beberapa hari yang harus dilewati dengan muculnya hujan.

Setelah menyelesaikan shooting film kita menghabiskan kurang lebih dua bulan untuk menyelesaikan proses offline hingga online film.

Film Cerita Sofi Segera Tayang tahun 2024.

So dont miss it…..!

(Anggela & Hery S)

Tags:
#CeritaSofiDemiFilmIndonesia

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku