Connect with us

Mangku Bumi

“BERKESENIAN HIDUP”

Published

on


Budaya salah sebuah Maha Karya Maestro Kehidupan, budaya adalah seni berkeindahan hidup, berkeindahan menjalani kehidupan, hidup yang tertuang kedalam wadah seni berkehidupan yang indah, bukankah begitu wujud penggambaran sorga yang penuh keindahan dan kedamaian hidup

Ketika jiwa kita indah segala sesuatu terihat indah, jika jiwa kita rusak, yang indah pun terlihat menakutkan dan berkeinginan menghancurkan, jiwa yang rusak akan selalu berkeinginan menghancurkan tanpa pernah mampu mencipta apapun selain mengumbar kebencian dan ketakutan pada bayanganya sendiri

Hidup bukanlah musuh, pandangan keliru menganggap hidup ini harus memiliki aturan begini dan begitu, binatang apapun jenisnya memiliki naluri mengatur diri termasuk manusia, manusia memiliki sisi kebinatangan karena tubuh manusia sendiri tidak lain binatang, binatang yang berpikir, binatang yang berbudi prakerthi, budhi kebijaksanaan sebagai poros/purusha dan prakrethi sebagai unsur bersifat kebendaan, dalam artian- manusia yang mencapai kebendaanya melalui budhi kebijaksanaan, begitu pulalah budaya terwujud

Kita bukan binatang yang tidak berpikir seperti layaknya binatang pada umumnya yang hanya mengandalkan naluri, manusia memiliki volume otak sangat besar dengan kesadaran sempurna, kita binatang yang berbudi guna beradaptasi pada kehidupan ini, dan yang dibutuhkan kehidupan bukan aturan akan tetapi pencapaian kebijaksanaan agar kita semua mengerti cara berkeindahan hidup, agar kita bersama dapat menjadi Seniman kehidupan, menjadi maestro kehidupan, begitulah kemuliaan yang melekat pada kedirian manusia

Aturan hidup sekalipun dari Tuhan hanyalah basa basi belaka ketika manusia belum menyadari kemuliaan yang melekat pada kedirian mereka, jika manusia masih belum menyadari kesejatian dirinya, ketika kesadaran manusia masih terjerat pada kesadaran indrianya, keberadaan aturan apapun wujudnya hanya akan dianggap ada untuk dilanggar, karena kehendak bebas membuatnya ingin mencoba, kesadaranya akan tertantang untuk mencoba, bagaimana jika dilanggar, dan ketika pelanggaran tidak berefek, dia akan tersenyum, dan pada akhirnya pelanggaran demi pelanggaran itu menjadi pertualangan yang menyenangkan

Penerapan konsep hidup yang keliru akan menghasilkan kekeliruan di seluruh lini kehidupan, lalu mereka-mereka itu hanya bisa menyalahkan individu tanpa keberanian membongkar akar masalahnya, takut mendengar kenyataan atas kekeliruan yang di geluti hampir diseluruh hidupnya, begitulah kenyataanya itu pahit jika kebenaranya di bongkar tanpa tabir kebohongan

Berkesenian hidup, itulah kebahagiaan bersama,dan jiwa-jiwa seni terlahir dari jiwa-jiwa dewasa yang telah matang memandang kehidupan, ketika kita bertengkar bukan semata-mata karena keadaan akan tetapi karena jiwa kita masih kekanak-kanakan, tidak bisa melihat hidup sebagai seni memperjuangkan kepentingan, dan ketika seni memperjuangkan kepentingan berkembang seperti keadaan jaman ini, itu hak mereka, itu cara mereka, tanyakan dirimu sendiri apakah caramu memperjuangkan kepentinganmu, jangan hanya merengek-rengek dan memaki-maki, berteriak-teriak membuat suasana semakin gaduh, lalu apa beda kalian dengan mereka, hanya beda chasing tetapi tidak sadar menjadi sumber kegaduhan yang sama

Salah menyalahkan tidak henti-henti sejak ribuan tahun silam, dan kalian membiarkan diri ikut terseret perang mereka, lalu kalian mengaku-ngaku eling, itu sangat melelahkan pal, sangat menguras energi tanpa kepastian ujung pangkal, belajarlah seperti seekor penyu yang mampu menarik diri ketika mencium bahaya, ketika keadaan tidak menguntungkan

Tidak perlu berkecil hati menghadapi keadaan yang kurang menguntungkan, leluhur mu tidak akan tinggal diam, menunggu celah membalik keadaan, menyeimbangkan diam-diam, mereka tidak pernah tidur menjaga keselamatan anak cucunya, salah kalian sendiri yang mengumbar ego, kesaktian kalian tidak ada gunanya, tidak ada kemaha saktian di muka bumi
ini selain kebijaksanaan tertinggi, lentur namun hantaman baliknya berlipat, tidak terduga

Hentikan,
mari kita hadapai seni dengan seni, begitulah cara-cara yang diajarkan Tuhan mereka untuk meraih kemuliaan hidup kaum mereka, sedangkan kalian hanya sibuk merengek rengek, yang mereka terapkan untuk menguasai hati manusia adalah anugrah semesta, jika kalian merasa tidak nyaman, buktikan diri kalian lebih baik, jika tidak mampu, diamlah, didalam diam itulah kita menemukan seluruh jawaban atas keterhalangan ini, kita semua lah penyebab utamanya bukan yang lain bukan keadaan, tetapi cara kita memandang kebenaran

Kebudayaan, seni berkeindahan hidup, itulah hasil kebijaksanaan yang diraih melalaui lelaku spiritual, dan yang benar-benar berjiwa ksatria berani mendobrak tabir raja maya untuk menurunkan cahaya semesta ke muka bumi, menyatukan kekuatan Langit Akasa dengan Bumi Pertiwi hingga terlahir anak keindahan hidup, swarga-wi

Atlantia Ra


Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (5)

Published

on

Keseimbangan antar komponen tridosha sebagai salah satu syarat hidup sehat (harmoni).

Seperti yang sudah dipaparkan dalam tulisan sebelumnya bahwasannya tridosha menjadi titik pijak paling penting dalam pengejewantahan pengetahuan Ayurweda.

Apa itu tridosha? Tidak ada padanan yang tepat dalam Bahasa Indonesia. Beberapa referensi menyebutnya, dosha itu konstitusi tubuh, atau humor atau energi atau prinsip dasar bangun tubuh seseorang. Konsep dasar tri dosha diambil dari konsep filosofi Sankhya seluruh entitas di alam semesta disusun paling tidak oleh satu dari lima unsur dasar yang disebut Panca Maha Bhuta, yaitu ether, angin, api, air dan tanah.

Kombinasi antara unsur ether dan angin adalah Vata, kombinasi unsur api dan air adalah Pitta dan kombinasi unsur air dan tanah adalah Kapha.

Vata, Pitta dan Kapha inilah yang disebut tridosha. Semua anatomi (bentuk dan struktur) dan fungsi (fisiologis) tubuh, hobi, kebiasaan, kegemaran, kekuatan, kesadaran, psikologis pikiran (mental) dan logika digerakkan oleh tridosha. Termasuk juga tirdosha merupakan kekuatan pelindung tubuh seseorang.

Ketika seseorang dalam keseimbangan tridosha yang sempurna, orang tersebut dalam kondisi sehat yang sempurna. Sebaliknya, ketika tridhosa tidak seimbang (disharmoni) seseorang akan mengalami gangguan kesehatan, penderitaan dan sakit.

Setiap individu memiliki tipe dosha yang unik tergantung jenis dan komposisi dari dosha seseorang.

Tipe dosha yang dimiliki seseorang ditentukan ketika mulai proses konsepsi, yaitu pertemuan antara sel sperma dan sel telur dari orang tua laki-laki dan perempuan orang tersebut yang juga tergantung waktu, tempat dan konstelasi planet-planet pada saat pertemuan tersebut.

Inilah yang menjadikan dosha seseorang UNIK. Ini juga yang menentukan anatomi (bentuk dan struktur) dan fungsi (fisiologis) tubuh, hobi, kebiasaan, kegemaran, kekuatan, kesadaran, psikologis pikiran (mental) dan logika seseorang juga unik dan berbeda antar individu.

Lalu bagaimana menentukan tipe dosha seseorang? Ada serangkaian pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap individu secara jujur dan mendalam.

Tentu orang yang semakin mengenal dirinya secara baik, maka akan semakin tepat dalam menentukan tipe doshanya. Secara umum, tipe dosha seseorang adalah kombinasi yang unik juga dari tridosha (Vata, Pitta dan Kapha).

Penampahan Galungan,
18.02.20

Continue Reading

Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (4)

Published

on

Bagaimana Ayurweda begitu yakin menjadi pengetahuan tentang hidup (the science of life)? Sekarang kita mengulas sepintas mengenai enam filosofi yang menjadi dasar-dasar pengetahuan Ayurweda.

Filosofi yang pertama, yaitu Sankhya. Filosofi Sankhya memberikan Ayurweda teori tentang evolusi dan teori tentang sebab akibat.

Kita dapat menerapkan pengetahuan filosofi Sankhya dalam keseharian menjalani kehidupan dari momen ke momen.

Bahwasanya kita bukanlah tubuh fisik ini, kita bukan ketakutan itu, kita bukan penderitaan itu, kita bukan rasa sakit itu. Singkatnya, kita hanya penghuni yang tinggal dalam tubuh ini. Kita adalah eksistensi yang lebih tinggi dan lebih mulia, yaitu kesadaran murni (pure Consciousness).

Dengan menerapkan pengetahuan filosofi Sankhya ini dalam hidup keseharian, kita menyembuhkan diri kita sendiri.

Kita harus menyembuhkan diri kita sendiri. The best doctor is our own self. Filosofi yang kedua, Nyaya dan Vaisheshika.

Pengetahuan filosofi Nyaya dan Vaisheshika memberikan Ayurweda dasar berpikir yang runut dan logis. Bahwa tubuh ini adalah suatu mesin materi yang harus dipelihara dan diperbaiki.

Tubuh adalah sarana untuk mencapai tujuan hidup, maka tubuh harus tetap sehat dengan pola hidup sehat yang holistik. Filosofi yang ketiga, yaitu Mimamsa.

Pengetahuan filosofi Mimamsa tentang kerja adalah bagian dari hidup yang mana untuk mencapai pembebasan dengan melaksanakan kebenaran/kewajiban (Dharma).

Sumbangsih filosofi Mimamsa pada Ayurweda meliputi metode dan cara-cara mencapai Tuhan melalui ritual, upacara dan puasa.

Filosofi yang keempat, yaitu Vedanta. Pengetahuan filosofi Vedanta memberikan pemikiran yang mendalam pada Ayurweda tentang Tuhan yang abadi, yang merupakan pencapaian terkahir dari setiap manusia.

Untuk mencapai tujuan ini, setiap individu mutlak memiliki kesehatan yang sempurna. Filosofi yang kelima, yaitu Yoga.

Ayurweda menggunakan Yoga secara terapetik untuk tujuan kesehatan dan sesungguhnya setiap sistem yoga memiliki nilai kesehatan yang sangat besar. Filosofi yang keenam, yaitu Buddhisme.

Empat Kebenaran yang Mulia dalam ajaran Buddha, yaitu adanya penderitaan, ada penyebab dari penderitaan, ada akhir dari penderitaan dan ada sarana untuk mengakhiri penderitaan. Buddha mengatakan, segala sesuatu akan berkahir.

Jangan khawatir pada penyakit, karena penyakit akan berakhir.

Pengetahuan filosofi Buddha mengajarkan ada penderitaan dan cara sederhana untuk bebas dari penderitaan adalah kesabaran, dengan memberikan waktu tubuh untuk menyembuhkan dirinya. Inilah sumbangsih filosofi Buddhisme terhadap Ayurweda.

(Prof. I Ketut Adnyana)

15.02.20
Rahayu

Continue Reading

Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (3)

Published

on

Masih tentang keseimbangan (harmoni), karena itu memang konsep besar sehat menurut Ayurweda.

Untuk tetap sehat, seorang individu harus juga menjaga keseimbangan antara mikrokosmos (bhuana alit) dan makrokosmos (bhuana agung). Dimana menurut Astrologi Weda, konstelasi planet-planet akan mempengaruhi keseimbangan (harmoni) seseorang bahkan juga perjalanan kehidupan seseorang.

Konstelasi planet-planet akan mempengaruhi musim, suhu global bumi yang tentu setiap individu harus menyesuaikan aktivitas hariannya bila tetap mengharapkan sehat (harmoni) dari waktu ke waktu.

Konstelasi ini akan mempengaruhi keseimbangan konstitusi (tridosha), gejolak emosi dan kecenderungan pikiran seseorang yang secara holistik akan menentukan dinamika harmoni seseorang.

Harmoni seseorang juga dipengaruhi oleh dua modal besar, yaitu genetik dan lingkungan.

Genetik ini adalah faktor keturunan yang kalau dirunut merupakan jejak-jejak dari kehidupan seseorang sebelumnya yang disebut karma wasana. Inilah jawabannya mengapa seseorang lahir dari keturunan keluarga yang mengalami diabetes, hipertensi, dislipidemia, pemarah, bandel dan lain sebagainya terlalu banyak kalau disebutkan karena memang unik untuk setiap individu.

Kita tidak bisa berbuat banyak untuk mengubah modal genetik ini. Namun, kita masih memiliki modal besar yang kedua, yaitu lingkungan. Meminjam formula Einstein yang sangat terkenal yaitu E=mC2, dimana suatu materi memiliki energi potensial sebesar massanya dikali kecepatan cahaya kwadrat.

Bisa dihitung bagaimana besarnya energi suatu materi. Namun disini kita tidak sedang membahas formula Einstein.

Lalu apa hubungannya dengan harmoni menurut Ayurweda? Saya menganalogikan E adalah Equilibrium (keseimbangan atau harmoni), m adalah man atau individu itu sendiri yang bersifat unik dan cenderung tetap (genetik).

Sedangkan C adalah circumstances (keadaan atau lingkungan). Jadi sekali lagi, harmoni seorang individu ditentukan oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan. Yang perlu diingat, lingkungan menjadi penentu paling besar harmoni seseorang.

Karena kalau disesuaikan dengan formula Einstein, lingkungan nilainya sangat besar dan dikwadratkan lagi. Artinya, harmoni individu sebagian besar ada dalam kendali individu itu sendiri, yaitu dengan syarat mampu mengendalikan faktor lingkungan hidupnya.

Apa saja yang menjadi faktor lingkungan yang mempengaruhi harmoni individu? Tiga besar lingkungan saya sebutkan disini, yaitu pola pikir, pola makan (diet) dan pola hidup (lifestyle termasuk aktivitas fisik atau olahraga).

(Prof. I Ketut Adnyana)

Rahajeng rahina Sugihan Bali,
14.02.20

Continue Reading

Wonderful Indonesia

Ads

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam