Connect with us

Global

Bentuk kepedulian  sosial DENPOMAL LANAL Denpasar gelar bakti sosial donor darah dalam rangka Hut POMAL KE 73

Published

on


GATRADEWATA.COM||Denpasar, 12 Februari 2019

Dalam rangka menyambut HUT Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) yang ke 73 tahun 2019, Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Denpomal) Lanal Denpasar, bekerja sama dengan Instansi Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI kota Denpasar menggelar kegiatan sosial donor darah yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna IGP. Dwinda Mako Pangkalan TNI AL Denpasar Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali, Selasa (12/02/2019).

 

Kegiatan donor ini darah merupakan wujud bakti sosial Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar dalam hal ini Denpomal Lanal Denpasar dibidang kesehatan sebagai peningkatan pelayan kesehatan untuk seluruh masyarakat  Provinsi Bali ini dan tercatat 61 kantong darah didapatkan dari peserta pendonor yang hadir.

 

Dalam sambutannya Dandenpomal Lanal Denpasar Mayor Laut (PM) Andi Risal, S.H.,  mengatakan dengan semboyan “Setetes darah bermafaat bagi keselamatan jiwa” mengajak seluruh anggota dan Instansi samping untuk ikut berpartisipasi dalam donor darah  tersebut.

“Dengan diadakan kegiatan donor darah ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah mengingat saat ini penyakit Demam Berdarah berjangkit dimana-mana dan ini juga merupakan suatu bentuk kepedulian Denpomal Lanal Denpasar dalam rangka memperingati HUT Pomal ke 73 tahun 2019,” ujar Mayor Laut (PM) Andi Risal, S.H.

Hadir dalam acara kegiatan donor darah tersebut Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, Palaksa Lanal Denpasar Letkol Laut (P) Bambang ABR, seluruh Perwira Staf, Anggota Lanal, perwakilan Ibu-ibu Jalasenastri Cabang 10 Korcab V Daerah Jalasenastri Armada II, perwakilan dari POM TNI AD, TNI AU, Polresta Denpasar, Satpol PP Kota Denpasar, serta unsur Maritim Pelabuhan Benoa.

Disamping kegiatan bhakti sosial donor darah dalam rangka HUT Pomal ke 73 tahun 2019 ini, Denpomal Lanal Denpasar juga telah melaksanakan bantuan pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) Umum secara kolektif untuk keluarga besar Lanal Denpasar yang bekerja sama dengan Polresta Denpasar.

Menurut Kepala Cabang PMI Kota Denpasar, kegiatan donor darah ini selain merupakan bentuk sumbangsih dan partisipasi sosial juga bertujuan untuk tindakan pencegahan dan pendataan penyakit menular dalam rangka menyiapkan personil yang sehat jasmani dan rohani. Donor darah memiliki manfaat yang luar biasa baik bagi diri sendiri maupun bagi orang yang membutuhkan. (Satyagraha)


Advertisement

Global

Kekuasaan, Rasa, dan Spiritual

Published

on

By

Oleh : Ngurah Sigit

Kekuasaan, rasa, dan spiritualitas adalah tiga konsep yang mendalam yang membentuk landasan untuk memahami berbagai aspek kehidupan manusia. Setiap konsep ini memiliki pengaruh uniknya sendiri dalam membentuk individu, hubungan sosial, dan makna eksistensi.

Kekuasaan sering kali dianggap sebagai kemampuan untuk mengontrol, mempengaruhi, atau memerintah. Dalam konteks sosial dan politik, kekuasaan sering terlihat dalam struktur kelembagaan atau hierarki yang mengatur distribusi sumber daya dan pengambilan keputusan. Namun, kekuasaan juga dapat termanifestasi dalam kehidupan pribadi seseorang, seperti dalam hubungan antarindividu atau dalam bentuk kepemimpinan yang mempengaruhi dinamika kelompok.

Rasa, di sisi lain, merujuk pada spektrum emosi dan perasaan yang dialami oleh manusia. Dari kegembiraan hingga kesedihan, rasa memainkan peran sentral dalam bagaimana individu mengalami dunia dan berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan untuk merasakan dan mengungkapkan emosi bukan hanya mempengaruhi kualitas kehidupan pribadi seseorang tetapi juga membentuk dasar untuk koneksi emosional dengan orang lain.

Spiritualitas, sebagai konsep ketiga, mencakup pencarian makna yang lebih dalam dalam kehidupan. Ini sering terkait dengan keyakinan agama, namun juga mencakup praktik meditasi, refleksi pribadi, dan eksplorasi nilai-nilai yang lebih tinggi dari eksistensi manusia. Spiritualitas memberikan kerangka kerja untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang tujuan hidup, hubungan dengan yang transenden, dan moralitas.

Ketiga konsep ini sering saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Misalnya, kekuasaan politik sering kali terjalin dengan dimensi spiritual dalam konteks nilai-nilai dan legitimasi. Di sisi lain, rasa dan spiritualitas dapat saling memperkaya, di mana perasaan mendalam dan refleksi spiritual dapat memperdalam pemahaman seseorang tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitarnya.

Dalam kehidupan modern yang kompleks, pemahaman tentang kekuasaan, rasa, dan spiritualitas dapat membantu manusia mengatasi tantangan-tantangan eksistensial dan mengembangkan kedewasaan emosional serta kepemimpinan yang lebih bijaksana. Integrasi yang seimbang dari ketiga aspek ini dapat mempromosikan harmoni dalam individu dan masyarakat secara luas, memperkaya kualitas hidup dan hubungan antarmanusia.

Oleh karena itu, menjelajahi dan menghormati dimensi kekuasaan, rasa, dan spiritualitas adalah langkah penting dalam perjalanan pribadi dan kolektif untuk mencapai keselarasan dan pemahaman yang lebih dalam tentang makna hidup dan keberadaan manusia.**

 

Penulis adalah : Sosiolog, Budayawan dan Pemerhati Media.

Continue Reading

Global

Penyerahan Bantuan TJSL PLN untuk Pengembangan Budidaya Tukik di Bali Turtle Conservation Farm

Published

on

By

Tabanan – Kamis (11/7/2024) pukul 10.10 WITA, PLN melaksanakan kegiatan penyerahan Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa dana sejumlah Rp. 263.000.000,- kepada Bali Turtle Conservation Farm. Lokasi acara bertempat di Br. Kutuh, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung Bali Turtle Conservation Farm dalam mengembangkan budidaya tukik serta menjaga kelestarian penyu dan habitatnya di Kabupaten Tabanan, khususnya di Kecamatan Selemadeg Barat.

Acara ini dihadiri oleh Manager Unit Pelaksana Transmisi Bali, Made Gita Mardika, perwakilan Camat Selbar, Kapolsek Selbar AKP I Nyoman Edi Suwarya, S.H., M.H., Ketua Bali Turtle Conservation Farm I Gede Sastra Kumala Putra, Ketua Pokdarwis Desa Adat Suraberata I Putu Murdana, perwakilan Perbekel Desa Lalanglinggah, dan Kawil Br. Kutuh.

Dalam sambutannya, Kapolsek Selbar AKP I Nyoman Edi Suwarya, S.H., M.H., menyatakan harapannya bahwa dengan adanya bantuan ini, populasi tukik dapat terus berkembang dan ekosistem laut tetap terjaga. “Semoga upaya pelestarian seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi semangat bagi berbagai pihak untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan alam,” ungkap Kapolsek.

Ketua Bali Turtle Conservation Farm, I Gede Sastra Kumala Putra, juga memberikan komentarnya, “Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam upaya melestarikan penyu di wilayah ini. Kami berkomitmen untuk menggunakan dana ini sebaik mungkin untuk pengembangan budidaya tukik dan edukasi masyarakat,”

Made Gita Mardika, Manager Unit Pelaksana Transmisi Bali, menambahkan, “PLN berkomitmen untuk mendukung program-program lingkungan yang berkelanjutan. Kami berharap kontribusi ini dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,”

Continue Reading

Global

Hukum Spiritual untuk Keadilan

Published

on

By

Ide Bagus Yogi Iswara.S.S. SH

Oleh: Ide Bagus Yogi Iswara.S.S. SH

DENPASAR – Keadilan adalah konsep universal yang mencerminkan kesetaraan, keseimbangan, dan kebenaran dalam hubungan sosial dan individu. Di dunia yang sering kali didominasi oleh hukum-hukum tertulis dan aturan legal, hukum spiritual memainkan peran penting dalam menyeimbangkan aspek-aspek moral dan etis dari keadilan. Hukum spiritual adalah prinsip-prinsip yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai luhur yang melampaui batasan fisik dan material. Artikel ini akan membahas beberapa hukum spiritual yang berkontribusi terhadap pencapaian keadilan sejati.

Salah satu hukum spiritual yang mendasar adalah hukum karma, yang berasal dari tradisi Hindu dan Buddha. Hukum karma mengajarkan bahwa setiap tindakan akan menghasilkan konsekuensi yang setara: tindakan baik akan membawa hasil yang baik, sementara tindakan buruk akan menghasilkan dampak negatif. Dalam konteks keadilan, hukum karma mengingatkan kita untuk bertanggung jawab atas setiap perbuatan. Dengan memahami bahwa segala sesuatu yang kita lakukan akan kembali kepada kita, kita terdorong untuk bertindak dengan adil dan penuh kasih sayang.

Hukum ketertarikan juga memainkan peran penting dalam mencapai keadilan. Hukum ini menyatakan bahwa energi yang kita pancarkan akan menarik energi serupa dari alam semesta. Pikiran dan perasaan kita memiliki kekuatan untuk membentuk realitas kita. Dalam mencapai keadilan, hukum ini mengajak kita untuk memancarkan energi positif dan niat baik. Ketika kita berpikir dan bertindak dengan keadilan dalam hati, kita menarik situasi dan hubungan yang adil ke dalam hidup kita. Hukum ini mengajarkan bahwa keadilan dimulai dari dalam diri kita sendiri.

Keseimbangan adalah kunci dalam mencapai harmoni dan keadilan. Hukum keseimbangan mengingatkan kita bahwa segala sesuatu di alam semesta harus seimbang untuk mencapai stabilitas. Dalam konteks keadilan, ini berarti memberikan setiap individu hak dan kewajiban yang setara. Keseimbangan antara hak dan tanggung jawab, antara memberi dan menerima, adalah fondasi bagi keadilan yang langgeng. Melalui keseimbangan, kita dapat menciptakan masyarakat yang adil dan harmonis.

Kasih sayang adalah inti dari semua ajaran spiritual. Hukum kasih sayang mengajarkan kita untuk memperlakukan sesama dengan cinta dan empati. Dalam konteks keadilan, ini berarti melihat melampaui kesalahan dan kelemahan orang lain, dan berusaha memahami mereka dengan hati yang terbuka. Kasih sayang membantu menghilangkan prasangka dan konflik, serta mendorong rekonsiliasi dan perdamaian. Keadilan yang didasarkan pada kasih sayang adalah keadilan yang tidak hanya adil secara hukum, tetapi juga penuh kemanusiaan.

Hukum persatuan mengakui bahwa semua makhluk hidup saling terhubung dalam jaring kehidupan yang kompleks. Dalam konteks keadilan, hukum ini mengingatkan kita bahwa tindakan kita mempengaruhi orang lain dan lingkungan sekitar kita. Keadilan yang sejati tidak bisa dicapai jika kita hanya memikirkan kepentingan pribadi. Kita harus melihat kepentingan kolektif dan bertindak dengan kesadaran bahwa kita semua adalah bagian dari satu kesatuan yang lebih besar. Hukum persatuan mengajarkan kita untuk bekerja sama dan saling mendukung demi keadilan bersama.

Selain itu, pengambilan sumpah bagi setiap pejabat baru yang akan menduduki jabatannya juga merupakan bagian dari hukum spiritual. Sumpah tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen sakral yang mengikat pejabat pada prinsip-prinsip keadilan, integritas, dan tanggung jawab. Dengan mengucapkan sumpah, pejabat diingatkan untuk selalu bertindak dengan jujur dan adil dalam menjalankan tugasnya, serta menjaga kesejahteraan dan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.

Hukum spiritual memberikan panduan yang mendalam dalam pencapaian keadilan yang melampaui batasan hukum formal. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip seperti karma, ketertarikan, keseimbangan, kasih sayang, dan persatuan, kita dapat menciptakan dunia yang lebih adil dan harmonis. Keadilan yang sejati adalah keadilan yang tidak hanya memenuhi standar hukum, tetapi juga menyentuh hati dan jiwa manusia. Mari kita berkomitmen untuk menerapkan hukum spiritual dalam kehidupan sehari-hari kita demi menciptakan keadilan yang sejati.**

Penulis adalah : Advokat

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku